Arya Wiguna adalah seorang pemuda berumur dua puluh delapan tahun. Dia adalah seorang dokter hewan dan memiliki klinik sendiri yang cukup laris di Amerika. Di sebuah kafe tanpa sengaja, ia bertemu dengan seorang wanita. yang bernama Ayu Putri Abimana. Arya dan Ayu semakin hari semakin akrab dan akhirnya mereka memutuskan untuk segera menikah.
Arya lebih dahulu pulang ke tanah air karena pekerjaannya lebih fleksibel sedangkan Ayu baru bisa pulang ke tanah air satu tahun kemudian.
Di tanah air, Arya berkenalan dengan kakak perempuannya Ayu yang bernama Kinan saat kakak perempuannya Kinan itu menjemput Arya di bandara Internasional.
Sejak itu, Arya menjadi akrab dengan Kinan dan akhirnya pemuda itu jatuh cinta ada Kinan. Padahal Kinan sudah berkeluarga dan memiliki satu putra berumur lima tahun.
Hingga akhirnya timbul pengkhianatan. Apakah yang akan terjadi selanjutnya? Ikuti kisah seru ini.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lizbethsusanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Liar
"Untung aku selalu bawa alat pengaman"
"Dasar otak mesum"
"Aku seorang dokter. Sudah terbiasa berjaga-jaga. Apalagi aku akan pergi berduaan denganmu. Aku pasti akan membutuhkan alat pengaman entah kapan itu dan.... hmmppttthh"
Kinan langsung membungkam bibir Arya dengan bibirnya.
Arya hampir meledak saat Kinan terus menyerangnya. Entah apa yang merasuki wanita ini, tapi dia terasa sangat nikmat dan manis. Batin Arya dengan hati merekah bahagia.
Kinan terus bergerak liar dan sesekali melenguh di atas pangkuannya Arya dan Arya menatap sembari menangkup wajah Kinan dengan berkata, "Aku merindukan ini, Kinan"
"Merindukan apa?" Kinan bertanya dengan suara serak dan terengah-engah tanpa menghentikan gerakannya.
"Ini. Wajah kamu, peluh kamu, lenguhan kamu, dan arrrghhhhhhh! Kau sungguh luar biasa Kinan!!!!" Pekik Arya.
Setelah Kinan menjatuhkan kepalanya di atas dada Arya, Arya mendorong tubuh Kinan untuk ia rebahkan tubuh ramping pujaan hatinya itu di jok samping sambil berbisik di telinganya Kinan, "Sekarang giliranku, Kinan. Aku akan membuatmu memekik puas berkali-kali"
Kinan langsung menarik tengkuk Arya dan memejamkan mata saat bibirnya berpagutan dengan bibir Arya. Kegilaan merajai pikiran Kinan. Entah karena stres, atau amarah yang terpendam pada suaminya yang telah mengkhianati pernikahan mereka, Kinan terus mengundang Arya untuk memasuki dirinya lebih dalam lagi.
Kinan dan Arya dibangunkan sinar mentari yang hangat sehangat perasaan mereka berdua yang tengah berbahagia bisa melampiaskan gairah terlarang mereka.
Arya menoleh ke Kinan dan langsung dihadapkan dengan wajah ayu alami wanita itu. Arya tersenyum penuh cinta dan berkata, "Selamat pagi, Cantik"
Kinan menutup wajahnya dan berkata, "Jangan lihat aku! Aku jelek banget kalau bangun pagi hari. Wajahku jutek dan......"
"Nggak" Arya menarik kedua tangan Kinan, lalu ia genggam dan berkata, "Kamu justru tampak sangat cantik as bangun tidur seperti ini. Aku ingin bisa melihat wajah kamu yang seperti ini setiap pagi, Kinan"
Kinan menarik tangannya dari genggaman Arya dan sambil menegakkan jok mobil ia berkata, "Kita harus mampir ke hotel"
"Untuk apa? Kau mau lanjutkan permainan kita ke ronde ketiga?"
Kinan menepuk pundak Arya cukup keras sambil berkata, "Dasar otak mesum! Itu aja yang ada di pikiran kamu. Kita harus ke hotel untuk membersihkan diri dan berganti baju sebelum bertemu dengan Dokter Kenshin"
"Oke" Arya berkata sembari menegakkan jok mobil.
Sepanjang perjalanan menuju ke hotel, Arya terus menggenggam tangan Kinan sambil sesekali mencium tangan itu.
Kinan membiarkan Arya melakukannya.
Mereka mampir sebentar ke toko baju yang kebetulan letaknya ada di depan hotel yang akan mereka singgahi.
Arya tersentak kaget saat ia melihat Kinan keluar dari ruang ganti pakaian dengan mengenakan dress minim dan saat Kinan berputar di depan Arya, pemuda tampan itu melihat bagian punggung Kinan terbuka. Arya langsung mendorong Kinan masuk kembali ke ruang ganti pakaian toko baju tersebut, lalu ia kunci pintunya dan memeluk erat tubuh ramping Kinan sambil berkata, "Kau punya sisi liar juga,ya? Kau mencoba baju seksi ini untuk menggodaku, kan?" Arya mengelus punggung tangan Kinan yang terbuka dengan lembut.
"Siapa yang menggoda kamu? Aku coba baju ini karena aku belum pernah mencoba memakai baju seseksi ini untuk sebuah acara. Aka. ada acara pertemuan para eksekutif muda Minggu depan dan aku aku memakai baju yang berbeda, aku ingin..........,"
"Nggak boleh!" Arya mempererat pelukannya. "Jangan pakai baju seksi seperti ini! Dan intim acara itu, aku akan menemanimu. Aku tidak ingin wajah cantik dan tubuh ramping kamu ini menjadi santapan mata lapar para hidung belang"
"Memangnya kau bukan hidung belang?'" Kinan mengulum bibir menahan geli.
"Iya. Hidungku langsung belang kalau melihatmu" Dan Arya langsung memagut bibir Kinan sambil melepas pelan dress minim itu. Dan saat dress itu meluncur bebas ke lantai,tangan Arya langsung bergerak bebas merajai kulit mulusnya Kinan. Pria tampan itu mengajak lidah Kinan berdansa dengan lidahnya dengan tangan bermain asyik di titik kenyal kegemarannya. Kemudian, Arya nekat menyatukan diri dengan Kinan di ruang ganti pakaian toko tersebut.
Setelah merapikan celana dan memakai kaosnya, Arya menciumi wajah Kinan sambil berkata, "Jangan muncul di depanku dengan baju seksi lagi" Lalu, pemuda itu keluar dari kamar ganti untuk memberikan ruang bagi Kinan berganti baju.
Kinan memilih beberapa baju sambil bergumam, "Dasar gila!" Wanita cantik itu mengeluarkan kata umpatan dengan senyum bahagia dan rona merah di wajah. Dia belum pernah melakukan penyatuan badan di tengah hutan Pinus dan di dalam ruang ganti pakaian sebuah toko bersama suaminya. Sensasi baru yang Arya berikan membuat wanita itu terus memerah wajahnya karena malu. Malu sekaligus bahagia. Dia merasa tersanjung dicintai begitu dalam oleh seorang pemuda yang umurnya jauh di bawah umurnya.
Kinan keluar dari dalam kamar ganti dengan mengenakan bajunya dan membawa beberapa potong baju untuk ia bawa ke kasir.
Arya langsung merangkul bahu Kinan dan bertanya sebelum ia melakukan pembayaran, "Tiga segel baju aja, cukup?"
"Cukup. Kita, kan, masih ada baju di rumah"
"Baiklah" Arya mencium pelipis Kinan lalu ia melakukan pembayaran.
Di kamar hotel mereka memutuskan untuk mandi bersama untuk menghemat waktu. Mereka benar-benar mandi dan hanya saling menggosok karena tubuh mereka berdua masih terasa sangat lelah setelah penyatuan raga sebanyak tiga ronde.
Sambil menggosok punggung Kinan, Arya berkata, "Aku akan putuskan Ayu"
Kinan langsung berbalik badan dan membungkam mulut Arya dengan gelapan tangannya lalu wanita itu segera berkata, "Jangan! Aku tidak ingin Ayu sedih. Ayu sangat mencintai kamu"
Arya menarik tangan Kinan untuk bertanya dengan sorot mata yang sangat dalam, "Dan kamu?"
"Apa?"
"Apakah kamu mencintaiku?"
"Entahlah. Aku masih belum bisa berpikir dengan jernih saat ini dan jangan tanyakan soal cinta dulu"
"Tapi, kita sudah bercinta berulangkali. Kalau aku tetap berhubungan dengan Ayu, ini tidak adil buat kamu, Kinan"
"Aku sudah terbiasa mendapatkan ketidakadilan di dunia ini" Ucap Kinan sembari memakai setelan baju yang ha is dia beli di toko baju yang berada di depa hotel tersebut.
"Tapi, Kinan kau jangan seperti ini. Kau juga butuh bebas dan bahagia" Arya berucap sembari menyusul Kinan yang sudah melangkah keluar dari dalam kamar mandi.
"Aku sejak masih SMP kelas dua Mamaku sudah meninggal dunia dan aku harus sekolah sambil mengasuh dan merawat Ayu. Aku sudah terbiasa merasa tidak bebas dan bahagia. Justru di saat aku merasa sangat bahagia aku merasa takut. Takut kalau aku akan menerima kesedihan yang lebih besar dari kebahagiaanku. Dan terbukti, kan? Di saat aku merasa bahagia dengan pernikahanku, aku menemukan fakta kalau Mas Christian selingkuh" Kinan menutup pintu kamar hotel sambil menenteng paper bag yang berisi baju baru yang dibelikan oleh Arya.
Arya meminta kunci kamar hotel itu dan merangkul bahu Kinan untuk ke dalam lift. Pria itu mengusap lembut bahu Kinan sambil berkata, "Apa.kau yakin dengan keputusan kamu ini, Kinan? Apa kau yakin bisa melihat kebersamaanku dengan. Ayu nanti?"
"Aku sangat yakin. Biarlah apa yang sudah terjadi di antara kita itu menjadi impian liar kita berdua. Masa depan kamu adalah Ayu. Nikahi dia sesuai janji kamu dan bahagiakan dia kalau kamu sungguh-sungguh mencintaiku" Kinan berucap sembari melangkah keluar dari dalam lift.
Arya melangkah ke meja resepsionis dengan diam membisu. Dia membayar kamar hotel itu dengan pikiran kacau dan hati gamang. Dia tidak setuju dengan pemikiran Kinan, namun dia tidak berani menyemburkan protes. Dia takut kalau Kinan menjauh lagi dari dirinya.
Mereka.kembali ke mobil dan kembali melakukan perjalan panjang untuk menemui Dokter Kenshin
kinan msh ada suami'a kan
Nanggung thor,, Ayu nya gimana 😭
Aseli, baru kali ini baca novel tp kesel sama tokoh utamanyaa.. Sesuai judulnya sih Sweet Sin 😅
Terimakasih u/ karyanya yang bkin saya darting tiap baca ya thor 😂🤣🤣 ditunggu karya selanjutnya 🌹
Tapi Kamu ksih kesempatan mulu, trus skrg nyuruh Arya sama Ayu?!
Wah bener2 bkin darting si Arya!! Gampang bgt ngomong gtu!!
Gebuk sis gebuk 😂😂
Waktu sehat, selingkuh sana sini..
Gelo kamu Chris!!
Arya jugaa podo wae..
Clear'in hubunganmu dengan Ayu. Kasian ih!!