NovelToon NovelToon
Diratukan (Mantan) Mafia

Diratukan (Mantan) Mafia

Status: tamat
Genre:CEO / Nikah Kontrak / Percintaan Konglomerat / Romansa / Tamat
Popularitas:708.6k
Nilai: 4.7
Nama Author: Kim99

Ini adalah spin off dari novel The Veil Of Eileria. Jadi jika ingin tahu masa lalu Bara sebelumnya seperti apa, bisa tengok novel tersebut. Tapi jika tidak pun tidak apa, paling keblinger dikit. 🤭

Nabila, seorang janda dengan prestasi yang luar biasa di bidangnya harus menelan pil pahit ketika dia bersinggungan dengan seorang bos besar. Selama lima tahun dia hidup hanya mengandalkan uang tabungan hingga uang itu tergerus habis.

Di saat yang sama, Nabila menerima fakta buah hatinya yang mengidap penyakit bawaan harus segera mendapatkan donor ginjal dan melakukan operasi. Nabila sudah mencoba untuk mencari pinjaman. Namun sayang, tidak ada yang mau meminjamkannya uang.

Hingga, pada suatu malam dia dipertemukan dengan orang dari 5 tahun silam. "Tidur dengan ku untuk satu malam, maka aku akan memberikan kehidupanmu yang sebelumnya." _ Bara

"Nikahi aku walau hanya untuk satu malam. Setelah itu, kau boleh menceraikan-ku." _ Nabila

Follow Ig Author: @anita_hisyam

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kim99, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21. Kebingungan Nabila

"Saya sudah bilang jika Bapak tidak mungkin bisa menikahi saya. Kita itu berbeda keyakinan, Pak. Syarat yang saya ajukan sudah sangat jelas."

Bara tersenyum kecil, dia tidak mengindahkan apa yang Nabila katakan dan malah berlalu pergi dari hadapan wanita itu. Sejauh mata memandang, sejauh itu pula pikiran Nabila saat ini. Dia benar-benar tidak bisa mencerna apa yang Bara katakan.

"Durant," panggilnya kepada laki-laki yang ada diluar wahana permainan. Nabila tidak bisa lagi menemani Ezra setelah mendengar apa yang Bara katakan.

"Iya Nyonya Bos!" jawab Durant.

"Apakah selama ini, Bos mu ada menemui seseorang?" tanya Nabila. Wanita itu menatap Durant dengan tatapan menelisik. Matanya memincing dengan kepala sedikit miring karena menunggu Durant yang tak kunjung berbicara.

"Eummm, anu Nyonya Bos. Sebenarnya, Pak Bos sering menemui teman barunya!"

"Teman baru?" tanya Nabila.

Durant mengangguk, "Ustadz Faisal, Bos sering menemui Ustadz itu."

Nabila membekap mulutnya tidak percaya. Apakah mungkin Bara sudah memiliki keyakinan yang sama dengannya. Bagaimana mungkin, Nabila tidak bisa membiarkan hal seperti ini terjadi. Bukan ini yang dia inginkan. Namun, jika Bara benar-benar yakin dengan apa yang dia yakini sekarang, Nabila tidak bisa berkata-kata lagi. Besar kemungkin jika dia harus menerima laki-laki itu untuk satu malam.

Pikiran Nabila kacau tak karuan, ini tidak sesuai dengan apa yang dia yakini. Pernikahan bukan untuk dia permainkan. Meskipun suaminya hanya satu, dia sudah pernah menjadi janda dua kali. Haruskah hal itu terjadi lagi, membiarkan tubuhnya dinikmati laki-laki yang tidak pernah benar-benar dia kenal.

"Ya Tuhan, bagaimana ini," gumam Nabila gelisah. Wanita itu luruh di atas lantai. Dia berjongkok seraya menutup wajahnya untuk menyembunyikan air mata yang tiba-tiba menyeruak tanpa permisi.

"Nyonya Bos, Nyonya kenapa?" tanya Durant merasa tidak nyaman karena orang-orang yang ada di sana mulai menatap aneh ke arah mereka. Laki-laki itu celingukan, menengok kanan kiri. Dia bisa melihat bahu Nabila bergetar dan semua orang semakin menatapnya dengan tatapan tajam.

"Nyonya. Apakah Anda ingin menemui Ustad Faisal?"

Wanita itu langsung berdiri, dia menatap Durant dengan mata berkabut. "Hmmm ... saya ingin bertemu beliau sekarang."

"Tapi, Bos dan Bos Kecil?"

"Biarkan saja mereka!" kata Nabila.

Durant ingin mengambil ponselnya tetapi tidak jadi saat Nabila menarik lengannya yang terbalut jas begitu saja. "Nyonya, bagaimana jika Bos marah?"

"Saya yang akan bertanggungjawab, Durant!"

....

Nabila keluar dari sebuah rumah dengan langkah gontai, dia hampir terjatuh jika tidak berpegangan pada pagar rumah orang tersebut.

"Mbak gak papa?" tanya seorang wanita membantu Nabila berdiri dengan tegak. Hanya senyum dan anggukan kepala yang Nabila berikan.

"Terima kasih, Mbak. Saya pamit. Assalamualaikum!"

"Wa'alaikumssalam," jawab Aisyah, istri dari ustadz Faisal.

"Silakan Nyonya!" kata Durant membukakan pintu mobil untuk calon istri bosnya itu.

Tatapan kosong jelas terlihat dari mata wanita itu. Dia hanya menatap langit dari balik kaca mobil tanpa ekspresi. Penjelasan dari Ustadz Faisal membuatnya tidak bisa berkata-kata. Dia kembali teringat akan apa yang Ustad itu katakan.

"Sebenarnya, saya juga sangat terkejut ketika Pak Bara mengatakan jika dia sudah yakin dengan keinginannya untuk mempercayai apa yang kita percayai. Namun, saat saya bertanya apa alasan beliau mengatakan itu, beliau menjawab; 'karena orang yang saat itu melakukan shalat Jum'at di mesjid. Dia melihat seorang laki-laki yang anggota tubuhnya tidak utuh, terlihat sangat bersemangat memasuki mesjid dan mengejar sap shalat paling depan' beliau kembali bertanya kepada saya, apa yang beliau kejar, dan apa yang membuat 'orang dengan anggota tubuh tidak lengkap itu' terlihat sangat bahagia seperti tidak memiliki beban."

"Lalu?" tanya Nabila masih berusaha mendengarkan.

"Saya hanya mengatakan, jika orang tersebut sedang mengejar akhirat, dia menerima takdirnya dengan ikhlas karena dia tahu, di akhirat semua manusia itu sama. Tidak ada yang berbeda. Dengan kekurangan yang dia miliki, dia mempunyai kelebihan yang tidak banyak orang miliki. Hidupnya dia pasrahkan kepada sang pencipta, dan itulah yang membuat beliau mensyukuri apa yang dia miliki. Wajah berserinya adalah gambaran jika dia benar-benar ridho akan ketetapan yang Allah berikan!"

Setetes air mata menetes tanpa meminta ijin dari sang empunya. Wanita itu menagis tertahan. Bahkan, saat dia berusaha untuk menahan suara tangisnya, Nabila malah terisak semakin menjadi. Wanita itu menunduk, membiarkan tangisannya terdengar oleh Durant yang semakin bingung juga tidak mengerti akan kesedihan yang melanda bos-nya itu.

"Masyaallah ... Alhamdulillah ya Allah. Alhamdulillah!" kata Nabila seraya mengusap dadanya beberapa kali. Dia benar-benar merasa sangat bahagia dan terharu saat mendengar jika orang yang selama ini memiliki perangai buruk ternyata hatinya bisa tersentuh juga.

"Ini, Nyonya!" kata Durant menyodorkan sekotak tisu pada Nabila. Wanita itu mengambilnya seraya tersenyum. Ucapan terima kasih dia berikan. Meskipun hatinya masih gelisah, setidaknya dia tahu jika Bara tidak memanfaatkan agama untuk menikahinya.

....

"Mama!" teriak Ezra. Bocah kecil itu langsung memeluk leher Nabila dan mengecup pipinya sekilas. "Mama dali mana saja? Ezla sama Papa nyaliin Mama. Mama bilang Mama tidak akan kemana-mana. Hali ini hali untuk Ezla dan Papa. Mama gak boleh bagi waktu untuk yang lain!"

Nabila mengangguk, syukurlah, tadi dia sempat memakai riasan untuk menutupi sembab di matanya. "Maafkan mama, Sayang. Mama tadi ada urusan sebentar, Ezra sudah puas belum mainnya? Kita pulang sekarang, yuk!"

"Ada apa?" tanya Bara kepada Durant dengan lirikan matanya. Durant menggeleng-gelengkan kepala. Ya, meskipun Bara tidak bersuara, Durant mengerti akan apa yang bosnya maksud.

....

Suara riuh terdengar ketika anak-anak kecil mulai masuk ke ruangan belajarnya. Ezra masih enggan untuk masuk ke kelas dan hanya diam pada kursi yang ada di samping pintu kelasnya.

"Sayang, ada apa? Kenapa gak mau masuk hmm? Katanya kamu mau sekolah?"

Bibir kecil itu malah semakin mengerucut. Dia menatap Nabila ogah-ogahan. Ada hal yang benar-benar membuatnya kecewa. Anak kecil itu menatap ke satu arah yang memperlihatkan seorang anak di atar ayah dan ibunya. Nabila yang menyadari sesuatu mulai mengerti kenapa anaknya itu merajuk.

"Karena Papa Bara gak ada?" tanya Nabila.

Ezra mengangguk, "Papa bohong sama Ezla Mama. Papa bilang Papa mau antel Ezla sekolah, kayak temen-temen Ezla yang lain. Kenapa Papa gak dateng?"

Nabila mengembuskan napas pelan. Tangannya terulur, mengusap kepala sang anak dengan usapan yang sangat lembut. "Sayang, Papa lagi sibuk, Nak. Gak ada Papa juga kan ada Mama, apa Ezra gak sayang sama Mama, cuma Papa ya yang Ezra sayang?"

Ezra menggelengkan kepalanya. "Ezla sayang sama, Mama!"

"Ya sudah, kalau begitu kita masuk ya, bertemu dengan teman-teman Ezra yang lain."

1
Renesme
Bagus, ceritanya menarik 👍👍👍
Rika Yudesni
durant, hampir saja keinginan mu untuk membunuh terpenuhi 😄😄😄
Rika Yudesni
icon nya durant " bunuh"
Rika Yudesni
kenapa bara si mafia psyco malah jadi somplak gini🤣🤣🤣
🌹🪴eiv🪴🌹
ya Allah si Nabila baik banget jadi orang
🌹🪴eiv🪴🌹
gubrak 😭
🌹🪴eiv🪴🌹
ya ampyun,ngekek parah sampe ngik-ngik dan terbatuk aku
zeyeng lope ayang 🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣🤣
🌹🪴eiv🪴🌹
typo 🤧
🌹🪴eiv🪴🌹
terpampang
Sandisalbiah
jika Jesica sengaja menukar teh itu, berarti ada indikasi justru Maureen yg jd mata² di sana? 🤔🤔
Sandisalbiah
ini bakal jd boomerang buat hubunganmu dgn Nabila, Bara
Sandisalbiah
nah lho... PR terberat tuh buat tuan Bara... 😂😂
Sandisalbiah
Durant : terserah lha nyonya.. yg
waras ngalah..
reader : 😂😂😂😂😂
Sandisalbiah
apapun niat awal dr manusia, endingnya biarlah takdir Allah yg menentukan...
yetiku86
suka bgt sama ceritanya 😍😍😍
trmksh Thor 🙏🙏🙏
yetiku86
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/ nasibmu om Durian😅
yetiku86
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
yetiku86
ternyata om Durian jatuh cinta sama Jessica waw 😍
yetiku86
bukan om bala Thor, tapi om durian.
yetiku86
kira2 Maurin apa Jesika ini ya yg dendam sama Nabila???
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!