"Bagaimana? Apa kau menerima tawaranku?" tanya seorang pria yang berpenampilan dengan setelan jas bermerk dunia. Matanya menatap gadis dihadapannya dengan sejuta maksud.
"Apa anda akan memenuhi semua kebutuhan saya? Termasuk biaya perawatan tubuh saya yang terbilang tidak murah?" gadis itu mencoba memastikan kembali apa yang ditawarkan oleh pria yang tengah mengunci pergerakannya.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lee_yuta, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Ch. 21. Satu Kamar
"Kamu tidur di sofa!" perintah Revald sembari melepas jas yang dia kenakan. Lalu berjalan menuju ke arah lemari besar yang ada di sisi kanan kamar tersebut. Mengambil pakaian ganti yang tentunya sudah disiapkan kakek Gladio untuk mereka. Selama mereka tinggal di hotel ini 3 hari ke depan, sebelum langsung berangkat ke Bali untuk melakukan perjalanan honey moon mereka.
Mata Arruna langsung melotot. Tidak percaya ada orang kejam seperti Revald. Padahal dirinya seorang wanita. Bagaimana bisa pria itu menyuruhnya untuk tidur di sofa, sedangkan dia di ranjang dengan kasur yang sangat empuk kelihatannya.
"Why?" pekiknya tidak terima. "Kenapa aku yang harus tidur di sofa?" protesnya lagi dengan nada sedikit tinggi.
Tubuhnya terasa lelah akibat menjalani beberapa serangkaian proses pernikahan yang berlangsung hari ini dan baru selesai di jam sebelas malam. Dalam keadaan seperti ini, bisa-bisanya pria itu tidak punya hati sama sekali. Menyuruhnya tidur di atas sofa yang terlihat sempit.
"Di sini siapa bosnya?"
Tanpa menatap ke arah Arruna, Revald mempertanyakan perihal hubungan di antara mereka yang sebenarnya. Pria itu tengah melepas kancing kemeja.
"Tapi kan nggak segininya juga, Vald!"
Mungkin karena lelah yang Arruna rasa cukup banyak, wanita itu sampai lupa dengan panggilannya kepada Revald.
Jelas saja pria itu langsung berbalik dan menatap tajam ke arah wanita beberapa jam yang lalu menjadi istrinya tersebut.
"Kamu manggil aku apa?" tanya pria itu dengan nada terdengar menakutkan di telinga Arruna. Akan tetapi wanita itu cukup mampu menutupi ketakutannya.
"Nggak ada orang lain di sini." tegas Arruna. Karena seingatnya perintah Revald yang menyuruh memanggil pria itu dengan sebutan sayang atau mas, jika mereka berada di tempat umum atau ada sanak saudara di sekitar mereka.
Arruna tampak tidak takut sama sekali dengan tatapan Revald. Meskipun di dalam hatinya penuh kewaspadaan tingkat tinggi.
Bagaimana tidak waspada, mereka berada di dalam kamar hanya berdua saja. Meskipun sudah sah menjadi suami istri, tetapi itu bukanlah status yang sebenarnya mereka jalani.
Melihat wanita dengan gaun pengantin yang masih melekat di tubuh wanita itu, rasa-rasanya Revald ingin sekali berteriak marah dengan keadaannya sekarang ini. Tetapi pria itu sadar, kalau keluarganya masih berada di hotel itu juga.
Helaan napas berat terdengar dari pria itu. Revald mencoba meredam amarahnya dengan cara mengepalkan tangannya begitu erat di bawah sana.
"Pokoknya kamu malam ini dan seterusnya, tidur di sofa." tegas Revald dengan sorot mata yang sangat tajam. Ucapan pria itu tidak bisa dibantah dan dilanggar sedikit pun.
Arruna mencebikkan bibirnya di kala Revald membalikkan badan dan menghilang di balik pintu kamar mandi.
Sementara Arruna melangkah menuju sofa yang akan menjadi tempat tidurnya dalam beberapa malam ke depan.
"Baru kali ini aku nggak dihargain sebagai seorang perempuan," decaknya begitu kesal.
Arruna tidak bisa berbuat apa-apa untuk saat ini. Karena dalam perjanjian mereka tidak akan pernah tidur bersama. Oleh karena itu, Arruna menurut. Baru nanti kalau sudah pindah ke rumah suaminya, dia akan pikirkan cara agar bisa tidur di kamarnya sendiri.
Mana mungkin dirinya sudi untuk terus hidup dalam satu ruangan dengan pria ini.
Sementara Revald di dalam kamar mandi berusaha sekuat mungkin menekan inginnya yang tiba-tiba saja bangkit.
"****!" umpatnya sembari mengerang kuat. Menekan sesuatu agar tidak lepas kendali.
kampus rada elit bayar e
ubaya
petra
kampus yg standart
itats
unipra
stesia
wijaya
hangtua
upn
17agustus
tinggal pilih
itu bukan manja tp kebablasan
salah asuham
gkk bahaya tah