NovelToon NovelToon
Di kejar om-om gila.

Di kejar om-om gila.

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Tamat
Popularitas:718.1k
Nilai: 4.9
Nama Author: Zia Lin

Naura Aurora, (18thn). Gadis SMA yang memiliki nasib menyedihkan, karena selalu diremehkan oleh ketiga kakaknya bahkan dia nyaris dijual untuk membayar hutang sang kakak.


Arnold William Maxime (35thn). Seorang pengusaha besar, tampan dan gagah yang memiliki hobi membawa racun serangga kemanapun dirinya pergi, memiliki tangan ajaib, takut ketinggian, dan hal-hal aneh yang belum pernah dia lihat.


Kira-kira, bagaimana jadinya jika mereka disatukan secara tidak sengaja dalam satu rumah? Ikuti terus kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Zia Lin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 21

Pagi-pagi, Naura yang sudah mengenakan seragam sekolahnya sedang berdiri di samping Arnold yang sedang menikmati sarapan roti isi sayur kesukaannya.

Pria dengan model rambut belah tengah ala opa-opa Korea itu sesekali terdengar meringis ketika membuka mulutnya karena merasakan sakit di bagian ujung bibir, pipi dan pelipis matanya. 

Naura yang ikut merasakan ngilu, hanya mampu diam tak berani untuk berbicara apapun.

"Selamat pagi," sapa Dafa yang baru saja datang, ia begitu terkejut saat melihat kondisi Arnold yang memiliki luka lebam di wajahnya. 

"Tuan, apa yang terjadi?" tanya Arnold yang buru-buru duduk disampingnya dan mengecek luka-luka tersebut.

"Semalam saya melihat setan kecil, dan dia memukul saya sambil berteriak maling," sindirnya pada Naura. 

Naura menundukkan kepalanya ketika Dafa menatapnya. 

"Maaf pak, saya tidak tahu kalau om ini adalah Tuan Arnold," cetusnya membuat Arnold kembali marah dengan ucapan Naura yang memanggilnya om.

"Om? Kamu memanggilku om … aduduh," ringis Arnold memegang bibirnya. 

"Haruskah aku memanggil dokter kemari?" ujar Dafa khawatir. 

"Tidak usah, sepertinya kau harus mencari Art dan satpam baru," cetus Arnold pada Dafa.

Mendengar pernyataan Arnold yang menyuruh Dafa untuk mencari art dan satpam baru, Naura langsung membulatkan matanya dan menggelengkan kepalanya pada Dafa.

"Om, jangan pecat kami. Saya mohon, saya benar-benar tidak sengaja karena sudah menuduh om maling. Kalau om memecat kami, keluarga kami mau makan apa nanti," cerocos Naura tanpa henti.

Brak …

Arnold memukul meja makannya, sampai membuat Naura dan Dafa terhenyak.

"Bisa tidak, jangan memanggil  saya dengan sebutan om! Memangnya kamu pikir saya terlihat seperti om-om," teriak Arnold.

"Sedikit sih," gumam Naura pelan. 

"Kamu bilang apa?" 

Naura menggelengkan kepalanya cepat.

"Panggil saya Tuan," titah Arnold pada Naura.

"I-iya om, eh maksud saya Tuan." Naura memukul mulutnya yang sulit untuk diajak bekerjasama.

"Pokoknya saya tidak mau tahu, kau harus mencari asisten rumah tangga baru dan petugas keamanan yang lebih becus lagi dalam bekerja," perintah Arnold bersikeras. 

"Gawat, gimana nih. Kasian pak Ujang kalau sampai dia dipecat, ini semua salah gue karena udah ceroboh," jerit batin Naura penuh sesal. 

Naura yang tak punya pilihan pun, berlutut di hadapan Arnold dengan wajahnya yang memelas. 

"Om, em maksud saya Tuan, saya mohon jangan pecat pak Ujang, beliau tidak tahu apapun … ini benar-benar kelalaian saya sendiri, kalau Tuan mau memecat saya itu tidak masalah asal jangan pak Ujang," tutur Naura memohon.

"Disini saya yang berkuasa, kenapa kamu yang mengatur," ketus Arnold dengan wajahnya yang datar.

Ah sial, selalu saja salah. 

"M-maaf," lirih Naura yang kembali menundukkan kepalanya sambil berlutut. 

Melihat Naura yang memelas Dafa jadi tidak tega, apalagi dia lebih mementingkan orang lain dibanding dirinya sendiri.

"Tuan, apa anda yakin ingin mencari pegawai baru? Maksud saya, jaman sekarang sangat sulit mencari pekerja yang jujur seperti mereka. Untuk satu kali ini saja tolong maafkan mereka, lagi pula ini juga adalah kesalahan saya karena tidak menunjukkan foto anda sebelumnya pada Naura," kata Dafa membela kedua pegawainya.

Arnold memutar kedua bola matanya malas. "Apa kau bisa menjamin, jika mereka juga jujur?" 

"Ya, saya akan menjamin mereka. Jika saya sampai salah, anda boleh memecat saya secara tidak terhormat," cetus Dafa membuat Naura langsung menatap  padanya. 

"Baiklah, karena kau sudah mengatakan itu … saya akan memaafkan mereka." 

Naura pun tersenyum senang dan memegang tangan Arnold tanpa sengaja. "Om, terimakasih sudah memberi kami kesempatan untuk tetap bekerja disini." 

Arnold dan Dafa menatap tangan Naura yang menyentuh tangannya. 

Naura yang sadar telah menyentuh sang majikan, langsung melepaskan tangannya. "Eh, maaf om saya tidak bermaksud."  

"Berhenti memanggil saya, Om!" bentak Arnold sebal.

Naura menggigit bibir bagian bawahnya karena lagi-lagi dirinya salah menyebut. Entah kenapa, mulut Naura selalu saja ingin menyebut Arnold dengan panggilan om. 

"Karena kamu sudah membuat wajah saya babak belur, gaji kamu saya potong lima puluh persen!" ujar Arnold sebelum dirinya pergi meninggalkan ruang makan. 

"Apa! Dipotong? Tapi—," Naura menghentikan ucapannya setelah melihat Arnold pergi. 

"Tidak apa-apa, hanya satu bulan ini." Dafa memberikan support pada Naura.

"Tidak! Tapi satu tahun," sahut Arnold tiba-tiba. 

"Satu tahun!" pekik Naura, gadis itu menekuk wajahnya dan mengerucutkan bibirnya yang ranum.

"Maaf Naura, saya tidak bisa banyak membantu," ujar Dafa turut prihatin dengan pemotongan gaji yang dilakukan oleh Arnold pada Naura. 

Naura menghela napasnya dalam. "Tidak apa-apa, pak. Setidaknya saya dan pak Ujang tidak dipecat, terimakasih juga karena bapak sudah menjamin saya dan pak Ujang … saya berjanji tidak akan mengecewakan bapak," tutur Naura seraya tersenyum pada Dafa. 

Dafa membalas senyuman Naura, dan mengingatkannya untuk segera bergegas pergi ke sekolah. Naura menganggukan kepalanya sopan dan berpamitan pada pria yang selalu ramah terhadapnya. 

🌸🌸🌸

"Rel, lo bisa diem nggak sih sakit tahu," keluh Naura yang merasakan sakit karena rambutnya terus dimainkan oleh pria yang ada dibelakangnya.

"Ya suka-suka guelah, kenapa lo ngatur," jawab Farel ketus.

"Heh, duda. Lo sadar nggak sih, rambut siapa yang lagi lo pegang, wajarlah gue ngatur." 

"Berisik banget sih, lo. Mending diem aja bentar lagi giliran lo tuh, lo siapin mental buat nyanyi ke depan," ucap Farel yang kini mengepang rambut Naura yang panjang. 

"Nih, Ra minum dulu." Calista menyodorkan sebotol air mineral pada sahabatnya. 

"Perasaan ini cuman lomba seru-seruan doang, kenapa kalian ngedukung gue kayak mau ikut audisi sih." 

"Ya gak apa-apa, kan ada hadiahnya lumayan kan buat beli siomay mas Suno," ujar Calista terkekeh. 

"Emang, lo mau nyanyi apaan sih?" tanya Farel penasaran. 

"Ada deh, kalian liat aja nanti," ujar Naura seraya tersenyum. 

"Oke, sekarang kita panggilkan peserta berikutnya yaitu kak Naura Aurora, berikan tepuk tangan yang meriah," teriak Ani. 

"Semangat, lo pasti Menang." 

"Jangan gugup oke." 

Ucap Calista dan Farel yang memberi semangat pada Naura secara bergantian. 

Dengan penuh kepercayaan dirinya, Naura mulai naik ke panggung dan melambaikan tangannya layaknya seorang artis yang menyapa para fansnya. 

Calista dan Farel berteriak paling kencang, untuk memberi semangat. 

"Kak Naura mau nyanyi apa?" tanya Ani basa basi. 

"Everything," jawab Naura seraya tersenyum penuh percaya diri. 

"Wih, gaya banget lagunya bahasa Inggris," celoteh Calista kagum.

"Gue, baru tahu kalau dia bisa nyanyi lagu barat," sahut Farel yang ikut kagum sekaligus terkesima karena melihat Naura yang terlihat cantik di atas sana. 

Semua orang sedang menunggu dengan ekspresi tidak sabar, ingin mendengarkan Naura yang membawakan lagu berbahasa asing. 

Namun sayang, begitu musik di putar. Para siswa dan siswi yang asalnya tersenyum tidak sabar, langsung mengubah ekspresinya menjadi datar ketika mendengar musik dengan aliran yang lain. 

Bersambung.

1
Herlina M. Siman
cepat tangkap orang yang jahat perusahannya arnold
Muji Lestari
Naura ini ngeyel kalo di bilangin/Grin/
Anna Khairurr
Luar biasa
Neng Alifa
lahhh Kaka lucknut
Lilik Dewi
punya anak kembar ya
Yuli Ani
thorr bisa ga jangan berbelit ceritanya
Yuli Ani
bisaga thorr jangan mnoton dong jdi sbel deh
Zia_Lin: di akhiri saja kak bacanya, jangan mempersulit sendiri🙏
total 1 replies
Yuli Ani
cape bacanya terlalu gimana gitu jadi bosen aku bacanya perasaan kpan mau bahagianya yg ada gaji Mulu
Lilik Dewi
tiga roda aja kuat ,5 roda, kasi 7 roda thor/Joyful//Joyful//Joyful/
Lilik Dewi
kaciiian deh farel
Lilik Dewi
asiiik
Ranita Rani
emang ya masa SMA masa paling uhuuuuiiii,,,, gk bisa ngerjain soal y conteklah wlau itu gk baex tp tetep ja bandel,,,
Ranita Rani: q jd keingat pas waktu ujian semua yg q tulis itu hasil dr temenq semua,,,,
total 2 replies
Ambu_Radul
kenapa Didin sih /Drowsy/
Ambu_Radul: mantan eyke itu thooor /Grievance/
total 2 replies
Elizabeth Zulfa
ini dialog sama narasi /monolognya sama za gada beda gitu
Zia_Lin: penulisannya aja yang berantakan kak🤭 aku juga baru ngeuh
total 1 replies
Meili Rahma
untung kedua istrinya jaka ngak seperti novel sebelah syukurlah
Zia_Lin: kenapa memangnya kak🤭
total 1 replies
Windakiki Lestari putri taswinhn
sakit banget perutku ketawa mulu
Zia_Lin: jangan lupa bintang limanya ya 🤭
total 1 replies
Windakiki Lestari putri taswinhn
sakit perutku thor wkwkwkwkwkwk
Windakiki Lestari putri taswinhn
wkwkwkwkwkwk, authornya gabut yah.
Windakiki Lestari putri taswinhn
sama thor aku juga ngayal dari istri Yoongi
Zia_Lin: semangat ya suaminya lagi wamil😂
total 1 replies
Windakiki Lestari putri taswinhn
wkwkwkwkwk bawang jahat, kek berasa nonton film.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!