Menjadi anak seorang janda dengan ekonomi pas-pasan tak membuat Cika putus asa dan ia tetap semangat bersekolah,
Dan dengan pribadinya yang tak biasa itu, Cika pun jadi menarik perhatian seorang cowok murid baru yang tampan dan tajir.
Namun, kisah cinta mereka kemudian mengantarkan mereka pada satu pusaran masalah yang terhubung dengan masa lalu.
Apakah kira-kira?
Dan, bagaimana kemudian nasib hubungan mereka?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon cilamici, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
21. Telfon Nomor Baru
Cika baru selesai mencuci wadah bekas makan malamnya di dapur, ketika Ibunya dari ruang tengah memanggil Cika karena mendengar suara hp Cika di dalam kamar seperti ada panggilan masuk,
Cika pun lantas tampak bergegas keluar dari dapur dan cepat menuju kamarnya, dilewatinya ruang makan di mana Ibunya kini tengah sibuk membuat adonan untuk dagangan donatnya besok pagi,
Cika tampak masuk ke dalam kamar, dilihatnya kemudian hp nya yang ia letakkan di atas meja belajarnya,
Cepat Cika pun mengambil hp itu, hp yang modelnya sudah cukup ketinggalan jika dibandingkan dengan milik teman-temannya pasti, apalagi jika yang dibandingkan adalah Dewi dan geng nya, yang notabene anak orang berada, sudah jelas Cika kalah sama sekali,
Tampak Cika menatap layar hp nya, di mana kini terlihat nomor baru di sana,
Cika sejenak ragu, takut jika hanya teman cowok yang iseng saja,
Namun...
Cika tiba-tiba teringat ketika pulang tadi sempat memberikan nomor hp nya pada Romi, si anak baru di kelasnya,
Apa mungkin Romi?
Batin Cika, yang bersamaan dengan itu entah kenapa jantungnya seolah berdetak lebih kencang dari sebelumnya,
Cika pun menarik nafas dalam-dalam sejenak, sebelum kemudian ia pun menerima panggilan yang masuk dari nomor baru tersebut,
"Halo ..."
Terdengar suara dari seberang sana, suara perempuan, yang tentu saja langsung membuat Cika sejenak lega,
Namun...
"Ini benar nomor Cika, bukan?"
Tanya suara perempuan dari seberang sana lagi,
"I... iya Bu, ini nomor Cika,"
Kata Cika dengan suara yang masih terdengar datar saja, meskipun sebetulnya kini jantungnya tiba-tiba terasa berdetak semakin cepat,
Ya...
Perempuan ini, yang tiba-tiba saja memiliki nomornya, mungkinkah dia...
"Ini Mamanya Romi, Cika,"
Ah yah, tentu saja. Batin Cika.
Tampak gadis itupun melangkah ke arah tempat tidurnya yang terbuat dari kayu, ia duduk di sisi tempat tidur sambil tetap bicara dengan perempuan yang menelfonnya, perempuan yang tak lain dan tak bukan adalah Mamanya Romi, sebagaimana yang baru saja terlintas di benak Cika,
"Ganggu tidak Cika, Ibu menelfon jam segini?"
Tanya Mama nya Romi kemudian,
"Oh... Ngg... Tidak Bu, tidak mengganggu kok,"
Jawab Cika,
"Barangkali Cika sedang belajar atau malah sudah istirahat, Ibu bisa telfon besok lagi,"
Kata Mama Romi,
"Ngg... tidak apa-apa Bu, Cika belum mulai belajar, tadi juga baru selesai cuci piring,"
Ujar Cika, yang tentu saja di seberang sana sudah jelas seperti apa reaksi Mama nya Romi mendengar anak gadis di jaman sekarang masih mau bebenah rumah,
"Cika, ini Ibu dapat nomor dari Romi, Cika mungkin sudah tahu ya, karena Romi mungkin juga sudah cerita soal Ibu ingin pesan kue di tempat Cika,"
Kata Mama Romi kemudian,
"Oh... Iya Bu, Romi sudah cerita, ngg... kebetulan ini Ibunya Cika sedang membuat adonan donat, mungkin akan lebih baik langsung Cika sambungkan pada Ibu saja ya..."
"Ya, baik Cika,"
Sahut Mama Romi,
Cika pun bergegas bangkit dari duduknya, lalu berjalan keluar kamar dengan hp di tangan,
"Bu, Ibu... Ini ada orangtua teman Cika, ada perlu sama Ibu sebentar,"
Kata Cika pada Ibunya,
"Ada apa?"
Tanya Ibu menatap putrinya,
"Pesanan kue, beliau ingin tanya-tanya sebentar,"
Cika menjelaskan,
"Oh, ya... ya..."
Ibunya Cika pun mantuk-mantuk sambil tangannya kemudian meraih hp Cika untuk bicara dengan Mamanya Romi.
...****************...
gapapa lah yang penting Cika dan Romi udah bahagia,kalau aja semua hidup bisa sesimple itu yaa hihi
buruan bantuin s Cika
kasihan noh tas nya pda somplak pda awur awuran buku nya ge