Safron harus rela dinikahkan dengan Lelaki yang sama sekali belum dikenalnya,atas desakan Ibu tirinya yang mempunya hutang dimana mana.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rayu Coe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Diatas Ranjang Duda Perkasa 21
"Hei,mau kemana?Kenapa harus buru buru.Aku masih ingin mencicipi bibirmu yang manis dan lembut."Ucap Shaka sembari menyeringai dan tatapan matanya tertuju pada bibir Safron yang terlihat sangat cantik dengan lipstick merah muda.
Safron semakin merapatkan tubuhnya kepintu mobil,membuat Shaka semangat untuk mengganggunya.Perlahan Dia mendekatkan wajahnya.Dia sangat tergoda dengan bibir Safron yang amat memikat,bahkan Dia ingat ciuman paksa yang tadi pagi Dia lakukan pada Kakak iparnya itu,bibirnya yang manis,sudah membuatnya candu.
"Apakah Kamu tidak bisa menghormati Aku sedikit saja?"Tanya Safron,kedua tangannya sudah menahan agar Shaka berhenti mendekat kearahnya,dengan mata terpejam ketakutan.Shaka tersenyum mengejek.
"Walau bagaimanapun Aku ini Istri Kakakmu,Jadi jangan bersikap sembarangan,apalagi melakukan pelecahan seperti tadi pagi.Jika Kakakmu tahu kalau Kamu sudah bersikap kurang ajar.Aku tidak segan untuk mengadukannya pada suamiku.Aku diam bukan berartu Aku takut,Aku hanya tidak ingin Bang Syadad kecewa pada kelakuanmu."Safron memberanikan diri untuk melawannya.
"Hahaha,oh ya?Kamu pikir Kakakku akan percaya?Kamu itu hanya orang asing yang datang hanya untuk membuat Kakakku menderita,dengan mengandalkan wajah dan tubuhmu untuk menggodanya."
"Terserah Kamu mau menganggapku ini apa,Aku tidak peduli,yang jelas Aku istrinya sekarang,jadi Aku minta Kamu menghormati Aku!"
Safron dengan cepat membuka pintu mobil dan bergegas keluar,meninggalkan Shaka yang tampak sangat kesal.Rencananya menakut nakutinya harus gagal.Dia mencengkram dan memukul setirnya dengan keras.
"Gadis itu kurang ajar.Sepertinya Aku harus sedikit keras padanya."
***
Begitu masuk kedalam,Safron merapikan penampilannya,berdebat sengan Adik iparnya ternyata membuat emosinya naik.Dia tak ingin merusak suasana sakral pernikahan sang Kakak,dan membuat Ibu tirinya khawatir.Karena Safron tidak pandai berbohong,bila ada masalah yang menimpanya.Ibu dan Kakaknya pasti cemas.Safron dibuat takjub dengan dekorasi yang dibuat,walaupun pernikahannya sederhana,tapi terlihat elegan dan sangat indah,dengan ornamen berbagai bunga segar menghias rumahnya.
"Safron!"Ratih memekik dan segera menghampirinya begitu melihat Safron datang,Ratih tampak.l takjub melihat penampilan Anak tirinya itu terlihat semakin cantik.
"Hampir saja Mama.tidak mengenali Kamu,Kamu terlihat sangat cantik dan anggun,dan tampak lebih dewasa,sangat cocok sekali."Puji Ratih sambil mencium pipi kanan kiri safron.
"Mama apa kabar?Tanya Safron semari memegangi kedua tangan Ratih,bagaimanapun Safron sangat menghormati Ibu tirinya itu.
"Mama baik Sayang,Mama sangat senang Kamu bahagiakan Safron?"Tanya Ratih,menatap lekat wajah Safron tang tampak sangat gelisah.
"Ada apa?Apa Tuan Syadad jahat padamu?"Tanya Ratih.Safron menggeleng dengan cepat.
"Tuan Syadad sangat baik padaku Ma.Dia laki laki yang sangat penyayang."
"Lalu dimana Tuan Syadad sekarang Saf?Tanya sang mama.
"Dia sedang ada pekerjaan penting Tante,sehingga Dia sangat menyesal tidak bisa hadir diacara pernikahan ini!"Tiba tiba saja Shaka sudah berdiri dibelakang Safron dan ikut menimpali obrolnya dengan Mamanya.Safron memandangnya dengan gugup dan ketakutan,Dia pikir Shaka sudah pergi dari,namun justru Dia menghampirinya.Sepertimya Lelaki ini memang ingin mengganggunya.Safron merasa Dia terus menguntitnya,kebenciannya sama sekalo tak berdasar,Dia bahkan dengan mudahnya menilainya seorang wanita penggida hanya gara gara umurnya jauh lebih muda,hanya gara gara Dia cantik dan molek.Pikirannya sungguh sangat picik,pikir Safron.
"Wah,siapakah gerangan Pria tampan dan mempesona ini Saf?Dia sangat mirip Tuan Syadad,namun lebih tampan dan lebih muda!"Puji Ratih sembari mengulurkan tangannya ingin berkenalan,dan langsung disambut hangat oleh Lelaki itu dengan senyuman yang begitu memikat.
"Perkenalkan nama Saya Shaka,Saya Adik dari suami Putri Anda Tante!"Ucap Shaka dengan sangat ramah,tenru saja Ratih sangat menyukainya,Dia begitu sopan dan hangat.Namun Safron melihatnya sangat muak,Dia tahu Lelaki itu hanya berpura pura,dan Safron menyadar kalau Lelaki itu membenci Dia dan keluarganya.
"Ma,Aku mau menemui Kak Sarita dulu."Safron yang memang ingin menghindar dari Lelaki menyeramkan itu.
Safron bergegas meninggalkan Mereka,dan Shaka memperhatikan keprgian Safron dengan wajah kesal.
******
Didalam kamarnya Sang Kakak sedang duduk mematut diri dicermin, Sarita sudah tampil sangat cantik dan anggun,Diapun merasa pangling melihat Kakaknya tampil beda dengan rambutnya yang kini dipotong pendek,namun ternyata Dia justru terlihat semakin cantik,Aura kedewasaannya pun terpancar.Gaun yang dipakainya sederhana,namun terlihat sangat pas ditubuhnya yang semampai.
"Kak,kenapa nikahnya mendadak begini,Aku pikir akan diadakan 3 bulan lagi!"Tanya Safron menghampiri Sarita.Sang Kakak memeluknya.
"Aku sendiripun masih tidak percaya kalau Aku akan menikah sekarang,Kamu tentu tau Aku terpaksa melakukannya."
"Ya Kak,Aku mengerti.Semoga Kakak bahagia dengan pernikahan ini,langgeng,dan hanya maut yang akan memisahkan!"Mendengar doa yang diberikan untuknya,membuat Sarita tak tahan untuk tertawa.
"Kamu ini ada ada saja,Aku ini cuma kawin kontrak,Dia akan menceraikan Aku setelah satu tahun pernikahan ini berjalan!"Ucap Sarita dengan senyum yang dipaksakan.
"Iya Aku tau Kak,tapi bisa saja Kak Sarita jatuh cinta pada Kak David,begitupun sebaliknya,kalian saling jatuh cinta,dan pernikahan kalian akan berlangsung selama lamanya!"
"Entahlah,Aku pikir itu sangat mustahil,apalagi untuk lelaki aneh yang bahkan sangat benci bila Aku dekat dengan Dia."
"Tidak ada yang mustahil Kak,yang penting berusaha saja."
"Berusaha untuk apa?"Aku bahkan benci padanya!"
"Kalau Kamu sendiri bagaimana pernikahanmu dengan Om Om itu?"Sarita balik bertamya,Dia memandang Safron yang tampak.lebih dewasa.
"Aku tidak tau perasaanku,tapi yang jelas Abang sangat baik padaku,yang Aku lihat juga Dia sangat sayang,sifatnya sangat lembut,Aku diperlakukannya seperti Anak kecil."Ucap Safron sambil membayangkan wajah sang Suami,Dia tersenyum malu.
"Apa Kamu sudah melakukannya?"Tanya Sarita,wajahnya penuh selidik memperhatikan adik tirinya itu.
"Melakukan apa?"Tanya Safron bingung.
"Masa tidak mengerti,itu looh apa Kamu sudah berhubungan suami Istri dengan Dia?"Tanya Sarita,wajahnya tampak sangat berbinar,penuh rasa ingin tahu.Wajah Safron langsung merona seketika,Dia menggigit bibir bawahnya seraya mengangguk.
"Waaahhh benar kah,hebat Kamu Safron!"
"Bagaimana rasanya?"Tanya lagi.
"Rasa apanya?"Tanya Safron lagi,membuat Sarita gemas.
"Ya rasanya saat melakukannya!"Ujar Sarita dengan tak sabar.
"Rasanya...rasanya sangat sangat sakiit!"Ucap Safron dengan wajah meringis.
"Benarkah,tapi Aku lihat di film film sepertinya sangat enak,Aku jadi benar benar penasaran,karena dicium pun Aku belum pernah sama sekali.Cepat Saf ceritakan semuanya padaku,pengalamanmu bersama Om Duda itu!"
"Ih Kakak,untuk apa,nanti juga Kakak akan merasakannya sendiri.Lagi pula Aku malu!"Safron,Dia membelakangi Sarita.
"Ayolah Saf,Aku ingin mendengarnya."Desak Sarita lagi.
"Ya seperti itu Kak,pertama rasanya sakit,tapi kesananya sudah nggak,rasaanya....!"Safron menutup wajahnya dengan kedua tangannya.
"rasanya gimana?cepat..Saf.Memangnya Kamu baru melakukannya sekali?"Tanya Sarita.
"Setiap saat Kak,bahkan selama seminggu pernikahanku,sebagian besar waktuku hanya berada diatas ranjang,untuk melayaninya."
"Wowww amazing,pantas saja,Aku meneleponmu,Kamu sangat susah dihubungi.Ternyata seperkasa itu suamimu Saf."Safron hanya tersenyum meringis.
.
.
*******
"