NovelToon NovelToon
Istri Yang Tersakiti

Istri Yang Tersakiti

Status: tamat
Genre:Pernikahan Kilat / Tamat
Popularitas:30.4k
Nilai: 5
Nama Author: Kristina dinata

Hay Besty ini novel kedua ku🤗
Terima kasih sudah mendukung selama ini🙏🥰

Novel yang ke dua ini bercerita tentang seorang gadis yang tidak sengaja berkenalan dengan seorang pria lewat Dunia Maya.
Kisah cinta yang bermula dengan kebahagiaan, hingga sampai ke jenjang pernikahan. Namum akibat sebuah musibah yang menimpa suami membuat suami menjadi arogan menyalah kan sang istri Akibatnya sering terjadi pertengkaran bahkan penyiksaan terhadap istrinya.

Selamat membaca semoga suka dengan cerita ini🤗☺️

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kristina dinata, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pergi ke salon

Pada sore itu Bagas mengajak Lasmi keluar untuk membicarakan masalah pernikahan mereka. Bagas terlihat semangat sudah berada di halaman rumah Lasmi untuk menjemput Lasmi.

(Tit...tit...tit... ) bunyi klakson mobil Bagas terdengar.

Sontak Lasmi keluar memastikan siapa yang datang.

Ternyata tebakan nya benar Bagas yang datang.

Ia bergegas menemui Bagas yang sudah berdiri di halaman rumah.

"Mas...," panggil Lasmi merasa senang.

Bagas terseyum melihat Lasmi menemuinya.

"Tumben ke sini tidak bilang-bilang?" gerutu Lasmi.

"Ada hal yang akan aku sampaikan pada mu, aku mau ajak kamu keluar," ucap Bagas.

"Memang nya mau bicarakan apa si Mas," tanya Lasmi.

"Banyak hal yang harus kita bicarakan Sayang, itu mengenai persiapan pernikahan kita," jawab Bagas.

"Oh, masalah itu. Kirain mau bicarakan yang lain," Lasmi menatap Bagas dengan inten.

"Tidak ada hal yang lebih penting dari hal pernikahan kita Sayang, kita akan bicarakan hal ini berdua. Kamu bantuin aku yah," pinta Bagas.

"Yah ialah Mas, masa lasmi biarin Mas siapkan sendiri sih.. kan yang mau menikah kita berdua," ucap Lasmi terseyum semanis mungkin kepada Bagas yang tampak gagah hari itu. Sambil berpikir Lasmi memperhatikan penampilan pria tampan itu, apabila di lihat dari penampilan Lasmi merasa minder ia malu melihat dirinya yang tidak good looking seperti Bagas.

"Aku harus pake baju apa malam ini? sedangkan aku gak punya baju yang bagus," batin Lasmi.

"Kamu kenapa tiba-tiba diam begitu? gak mau ijinkan aku masuk kah?..." tanya Bagas melirik.

"A- iya masa aku lupa si, silahkan masuk Mas...," tawar Lasmi.

"Gak mau! mas sudah merajuk karena bicara nya telat!" ucap Baga pura-pura manyun.

"Ala...la... merajuk dia muka nya persis baby," ucap lasmi sambil mencubit pipi Bagas.

"Hem... udah berani cubit ternyata pacar aku ni... awas kamu... jangan lari!..." Bagas mengejar Lasmi yang sudah lari kedalam rumah.

Lasmi berlari sampai dapur begitu juga Bagas mengejar Lasmi. Tiba-tiba ibu datang Lasmi berlindung di belakang ibunya.

"Ibu..." sapa Bagas sambil menunduk.

"Ayo... jangan curang kamu... keluar sini...," teriak Bagas.

"kalian sedang ngapain? kayak anak kecil saja main kejaran," gerutu ibu.

"Mas Bagas Ma, mau balas nyubit." adu Lasmi.

"Emang siapa yang nyubit duluan?" tanya ibu.

"Lasmi Bu...," jawab Bagas cepat.

"Hem... maaf Bu... aku hanya bercanda," ujar Bagas berhenti bersikap konyol.

"Ah... capek nya." Bagas langsung duduk di kursi tanpa di suruh.

"Kapan kamu datang nya Bagas? koq gak denger bunyi suara mobil," ujar ibu tampak santai.

"Ada tadi. Barusan juga sampai Buk." Bagas bersalaman dengan ibu.

"Tumben hari ini ibu mau menegur Bagas," batin Lasmi yang seneng melihat ibu nya sudah mulai mau mengobrol dengan Bagas.

"Bu... aku mau ajak Lasmi keluar sebentar boleh?" tanya Bagas rada takut.

"Mau ngapain di luar?" tanya ibu.

"Tidak, cuma mau ajak Lasmi jalan aja boleh gak Bu...?" tanya nya lagi.

"Boleh asal jangan terlalu malam pulang nya," ucap ibu.

"Makasih Bu..." ucap Bagas semangat.

Lasmi merasa senang mendengar jawaban ibu, ia segera ganti baju. Secepatnya akan pergi bersama Bagas.

Tidak lama kemudian Lasmi sudah siap dandan sebisa nya saja penampilan nya tampak sederhana pakaian nya juga model lama semua. Bagas merasa tidak nyaman melihat penampilan Lasmi. ia berniat akan mempermak penampilan Lasmi di salon langganan nya.

"Mas, ayo... aku sudah siap," ucap nya sedikit malu merasa penampilannya tidak menarik karena Lasmi merasa bingung mau pilih baju nya semua tidak bagus dimata nya akhirnya ia memakai baju mama nya.

"Astaga Lasmi yang benar aja penampilan mu masa pake baju begitu si?" ledek ibu sambil tertawa.

Bagas tidak enak hati mau menertawakan Lasmi ia hanya tertawa di dalam hatinya saja.

Lasmi balik mau ganti baju lagi tapi Bagas mencegahnya, "Mau pake baju apa aja penampilan mu akan tetap sama saja, mirif mak-mak tahun 80an." batin Bagas tertawa dalam hati nya.

"Gak apa-apa pake itu saja gak perlu di ganti lagi," ucap Bagas tiba-tiba, membuat Lasmi berhenti melangkah dan balik ke arah nya semula.

"Yang benar Mas, gak perlu ganti? kamu gak malu membawa aku dengan baju layak gini," ucap Lasmi merendah.

"Iya buat apa malu yang penting orang nya cantik mau pake baju apa aja tetap aku suka koq," ucap Bagas memuji. Pujian Bagas membuat Lasmi merasa senang karna jarang ada lelaki seperti Bagas yang tidak mempermasalahkan penampilan

"Makasih Mas, pujian nya," ucap Lasmi tersenyum.

Setelah berpamitan dengan ibu mereka pun pergi.

Beberapa saat berada dalam mobil Bagas mengajak Lasmi singgah di sebuah salon langganan nya. Bagas ingin merubah penampilan Lasmi menjadi kekinian. Lasmi keheranan mengapa Bagas mengajak nya ketempat itu.

"Mau ngapain ke sini Mas?" tanya Lasmi heran.

"Kamu jangan banyak tanya, cukup diam dan menurut saja. Oke!" perintah Bagas.

"Iya Mas, tapi aku tidak biasa ke tempat seperti ini Mas, aku pusing." keluh Lasmi.

"Sebentar saja koq, mulai dari sekarang kamu harus biasakan diri ya..." pinta Bagas.

Lasmi menurut saja ia merasa tidak nyaman berada di tempat itu Bagas mengajak nya masuk menemui seseorang. Seseorang yang gemulai itu menyapa Bagas dengan gaya nya yang membuat Lasmi ingin tertawa, dia laki-laki tapi bergaya perempuan itulah dia si Merlin pemilik salon tersebut.

"Hai... Bagas, siapa yang kau bawa?" tanya Merlin dengan gaya nya.

Tanpa menjawab pertanyaan Merlin Bagas menyuruh nya.

"Merlin sekarang permak dia secantik mungkin!" perintah Bagas kepada pemilik salon itu.

"Kamu ada-ada saja bagas... hahaha," Merlin tertawa.

"Cepetan aku buru-buru nih," pinta Bagas.

"Iya iya... santai dulu napa? yah sudah! tunggu aja di situ dan jangan kemana-mana," ujar Merlin ia membawa Lasmi masuk sedangkan Bagas menunggu di luar.

Beberapa saat kemudian....

disaat Bagas sudah merasa jenuh menunggumu ia bolak-balik aja dari tadi kayak setrikaan karna sudah tidak sabar melihat perubahan pada Lasmi. Merlin mengajak Lasmi keluar dan taraaa... Lasmi kelihatan begitu cantik bukan cuma wajah nya yang berubah tetapi juga penampilan nya juga di rubah Merlin. Bagas menggosok-gosok mata nya tidak percaya apa yang dilihatnya dengan mata yang terpukau Bagas bicara.

"Aku seperti melihat bidadari, kamu kah itu Lasmi?" tanya Bagas terpesona.

"Siapa lagi kalau bukan dia...?" sambung Merlin.

"Udah ah, gak usah lebay begitu deh. Ini emang udah kerjaan ekke udah biasa. Mana bayarannya," tagih Merlin.

Bagas memberinya segepok uang pada Merlin mata Lasmi melotot melihat itu.

"Makasih Merlin. Kamu memang bisa selalu diandalkan," ucap Bagas merasa puas dengan hasil pekerjaan Merlin.

"Oke sam-sam," ucap Merlin dengan lenggokkan khas nya ia kesukaan mendapat uang sebanyak itu dan ia segera menghitung nya.

Mereka beranjak pergi dari tempat itu Lasmi masih merasa tidak abis pikir hanya sedikit memberi polesan pada nya Merlin sudah dikasi uang sebanyak itu.

"Mas... apa gak terlalu banyak kamu memberi nya uang?" tanya Lasmi.

"Itu sebanding dengan kerjaan dia Sayang, yang penting ia bisa membuat mu cantik dan aku puas dengan hasil nya," tutur Bagas.

"Kamu kelihatan begitu cantik dan perpeck saat ini sayang," puji Bagas.

"Hem... emang biasa nya aku jelek ya...?" Lasmi murung.

"Enggak koq, gak jelek cuma kalau begini kamu terlihat sangat cantik dan aku suka," ujar Bagas yang tidak berhenti menatap Lasmi.

"Laki-laki emang kebanyakan begitu. Tidak mau menerima apa adanya, giliran cantik aja suka! kalau sudah jelek di buang...," gerutu Lasmi.

"Kok bicara seperti itu si? bagi mas kamu selalu cantik kok," rayu Bagas. Lasmi membuang muka malas.

1
Rini Antika
semangat terus, vote mendarat
Rini Antika
bagas kejam bgt sih
Rini Antika
semangat terus, vote mendarat 💪💪
Rini Antika
dasar Gila
Rini Antika
udah Lasmi, mending km pergi aja. semangat terus Mak, vote mendarat 💪💪
Rini Antika
s Bagas keterlaluan bgt sih
Rini Antika
semangat terus, vote mendarat
Rini Antika
jahat bgt sih s Bagas
Rini Antika
s Lasmi juga bodoh, ngapain masih peduli sama Bagas
Rini Antika
kasihan bgt sih Lasmi
Rini Antika
semangat terus, vote mendarat
Rini Antika
s Lasmi juga bodoh. ngapain masih mau ngurusin bagas
Rini Antika
s Bagas juga sama aja stres 🤦‍♀️
Rini Antika
kejam bgt sih si Santi
Rini Antika
semangat terus, vote mendarat
Rini Antika
dasar aki aki stres
Rini Antika
semoga Lasmi selamat
Rini Antika
dasar hidung belang, minta ditabok ya
Rini Antika
semangat terus, vote mendarat 💪💪
Rini Antika: sama sama 🥰
total 2 replies
Rini Antika
gak usah nyalahin orang lain, km aja yg bego mudah ditipu
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!