NovelToon NovelToon
Gairah Cinta Zerin & Zidan

Gairah Cinta Zerin & Zidan

Status: tamat
Genre:Obsesi / Romansa-Solidifikasi tingkat sosial / Dokter Genius / Crazy Rich/Konglomerat / Tamat
Popularitas:1.2M
Nilai: 4.9
Nama Author: Auraliv

Novel dewasa! Bocah ingusan yang masih berusia di bawah 21 tahun harap menjauh!

Rahasia terbesar sang primadona kampus-Zerin, diketahui oleh Zidan. Lelaki yang tidak lain adalah pewaris keluarga Dirgantara. Sekaligus anak majikan ibunya Zerin sendiri.

Zerin harus terikat kesepakatan dengan Zidan agar bisa terus menyimpan rahasianya. Hubungan bergairah dilakukan oleh mereka. Dari situlah keduanya mengetahui bagaimana jati diri masing-masing. Tetapi siapa yang menduga? hubungan saling untung Zerin dan Zidan justru menumbuhkan benih-benih cinta.

Bagaimana kelanjutan kisah cinta dua insan dengan kasta yang berbeda itu? Lalu apakah rahasia besar Zerin yang selalu berusaha disembunyikannya mati-matian?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Auraliv, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21 - Ketika Dirimu Diam

Jutaan asumsi tidak akan mampu memaknai orang yang terdiam. - Auraliv.

...༻∅༺...

Zerin menghampiri Zidan. Dia mengamati lelaki tersebut dari dekat. Zidan tampak tertidur sangat nyaman. Padahal posisinya sedang berada di lantai balkon. Dimana terdapat angin malam berhembus silih berganti.

"Zidan!" panggil Zerin. Dia tidak membangunkan dalam mode lembut. Melainkan menyenggol dengan kakinya.

"Hmmmh..." Zidan membuka mata dengan malas. Dahinya langsung berkerut saat menyaksikan keberadaan Zerin.

"Masih belum pulang?! Kan aku tadi sudah suruh pulang. Telingamu itu sudah tuli ya?!" tukas Zidan ketus.

Zerin mendengus kasar. Dia berusaha bersabar. Perlahan dia membungkuk.

"Tuan Zidan... Kamu itu pengen jadi dokter kan? Harusnya kau tahu kalau tidur di tempat seperti ini akan membuat sakitmu tambah parah?" ujar Zerin. Kali ini dia bicara dengan pelan.

"Apa pedulimu, hah?! Di sini aku majikanmu bukan? Kau lebih baik menurut dan pulang saja. Ini perintah!" balas Zidan. Kini dia membelakangi Zerin. "Mengganggu saja," keluhnya. Berusaha kembali untuk tidur.

"Ayolah!" Zerin sudah tidak tahan. Dia mencoba menyeret Zidan dari balkon. Tidak tanggung-tanggung, perempuan itu mengambil selimut Zidan terlebih dahulu.

"Hei! Ini yang bikin aku tambah sakit tahu nggak?!" protes Zidan. Dia merubah posisi menjadi duduk. Dinginnya malam langsung menusuk ke tulang.

Zidan seketika terdiam. Ia memeluk tubuhnya sendiri. Sesekali dirinya juga akan bersin.

"Cepat serahkan selimutnya!" pinta Zidan mendesak.

Sebelum mengembalikan selimut, Zerin memaksa Zidan berdiri terlebih dahulu. Lalu membawa lelaki tersebut beranjak dari balkon.

"Ayo kita ke kamar!" Zerin memaksa sambil menutupi tubuh Zidan dengan selimut. Ia melingkarkan dua tangannya kepada lelaki itu.

Zidan tertegun. Dia terpaku menatap Zerin sejenak. Dirinya juga dapat merasakan aroma khas tubuh perempuan yang sekarang ada bersamanya.

"Kau lebih baik menurut saja. Aku ini mahasiswa berprestasi di Fakultas Kedokteran. Aku sudah tahu banyak hal mengenai ilmu kedokteran," cetus Zerin. Membuat Zidan berseringai remeh. Lelaki itu membuang muka.

"Ya, untuk sekarang benar. Tapi bagaimana kalau suatu hari orang-orang tahu jati dirimu. Aku yakin kau pasti akan langsung ditendang dari universitas," sahut Zidan gamblang.

"Apa kau sedang mengancamku? Bahkan di saat kau sakit begini?!" tukas Zerin.

"Pergilah! Aku ingin kau pergi meninggalkanku sendiri! Aku tidak suka ditemani saat sedang sakit!" titah Zidan sambil menjauhkan tangan Zerin. Dia berjalan masuk ke kamar.

Zerin bergegas mengikuti. Dia datang saat Zidan nyaris menutup pintu. Dengan cepat Zerin menahan pintu agar tetap terbuka.

"Kau! Aku kan sudah menyuruhmu pulang!" geram Zidan. Dia saling adu kekuatan dengan Zerin meski sedang sakit. Keringatnya terlihat berceceran di beberapa titik tubuhnya.

"Aku tidak bisa! Ini mengenai reputasiku dan juga ibuku!" sahut Zerin. Dia mengerahkan semua tenaga. Hingga berhasil membuat Zidan jatuh dan terduduk ke lantai. Tenaga lelaki itu melemah ketika sedang sakit.

"Makanya menurut saja. Sekarang kau lebih baik makan bubur dan minum obat!" ucap Zerin seraya mengambil bubur dari atas nakas.

Zidan masih terdiam duduk di lantai. Ia memeluk lututnya sambil mendengus berulang kali. Lelaki tersebut terlihat menutupi wajahnya.

"Zidan?" Zerin heran. Dia terpaksa berjongkok untuk memeriksa keadaan Zidan. Tangan lembutnya segera menyentuh kulit lelaki tersebut.

Mata Zerin terbelalak ketika panas di badan Zidan bertambah parah. Dia segera mengajak Zidan untuk telentang di ranjang. Akan tetapi lelaki itu lagi-lagi menolak.

Zidan menghempaskan kasar tangan Zerin. Wajahnya yang sejak tadi ditutupi akhirnya terlihat. Zidan terlihat berlinang air mata. Dia lekas-lekas menghapus air matanya karena merasa malu.

"Kamu menangis?" tegur Zerin. Dia sangat ingin tertawa, tetapi ditahan sebisa mungkin.

Zidan hanya membisu. Ia berdiri dan melangkah pelan menuju pintu.

Zerin tidak membiarkan. Dia memeluk Zidan dari belakang dengan erat.

"Jangan coba-coba keluar lagi! Kalau kau melawan, maka aku akan menyebarkan videomu itu!" ancam Zerin.

Zidan berusaha melepas pelukan Zerin. Namun perempuan itu tidak mau melepaskan. Zerin mengerahkan tenaga maksimal untuk menyeret Zidan ke ranjang.

Upaya Zerin tidak sia-sia. Dia sukses memaksa Zidan telentang di lantai. Perempuan tersebut langsung menggulung badan Zidan dengan selimut. Lalu mengikatnya dengan kabel tidak terpakai yang kebetulan ditemukan di kamar Zidan.

"Apa ini perlu?! Kau menyiksaku!" protes Zidan tak terima.

"Ini hanya sementara agar kau mau makan bubur dan minum obat!" balas Zerin. Dia segera menyuapi Zidan bubur.

Kini Zidan tidak bisa berbuat apa-apa lagi. Dia terpaksa memakan bubur yang disuapkan Zerin. Meskipun begitu, wajahnya terus menunjukkan ekspresi cemberut.

"Apa kau selalu bersikap begini saat sakit? Ini sangat merepotkan tahu nggak," kata Zerin.

"Kalau merasa repot, kenapa kau masih di sini?" sahut Zidan.

"Aku awalnya tidak merasa repot. Tapi ketika mengetahuimu sangat bertingkah, saat itulah aku merasa repot."

"Bacot!" Zidan memutar bola mata jengah. Mulutnya mengatup rapat. Dia sudah tidak bersedia menerima suapan Zerin.

"Idih! Pas sakit aja masih berlagak sok keren," komentar Zerin. Dia meletakkan bubur ke atas nakas. Zerin segera memberikan obat untuk Zidan. Namun lelaki itu tetap menutup mulut.

"Eh! Tujuan makan bubur tadi biar bisa minum obat loh. Cepetan, Zidan!" Zerin mendesak. Akan tetapi Zidan terus menghindar. Lelaki tersebut juga berhasil lepas dari selimut. Lalu telentang memiring membelakangi Zerin.

"Pergilah... Harus berapa kali aku mengusirmu?..." ucap Zidan lirih. Dia merasa tubuhnya semakin lemah.

Zidan memang terbiasa menyendiri saat sedang sakit. Kebetulan ada kejadian di masa lalu yang membuatnya kapok. Yaitu mengenai insiden serangan jantung yang diterima kakeknya sendiri.

Kakeknya Zidan mengalami serangan jantung ketika sedang merawat cucunya yang sakit. Cucunya itu tidak lain adalah Zidan sendiri. Zidan sangat dekat dengan sang kakek. Banyak alasan yang dia lakukan dalam hidup karena kakeknya. Termasuk memiliki impian untuk menjadi dokter. Serta sikap menyebalkannya ketika mengalami sakit.

Melihat Zidan kian memburuk, Zerin merasa cemas. Kali ini dia menyelimuti lelaki itu dengan baik. Kemudian mengambilkan handuk dan air hangat untuk mengompres Zidan.

Sekarang Zerin menjaga Zidan dengan serius. Dia juga tidak lupa memeriksa persediaan kotak P3K di rumah Zidan. Tetapi perlengkapannya masih belum lengkap.

"Padahal mereka orang kaya. Punya bisnis di bidang medis lagi. Tapi perlengkapan medis di rumahnya sangat minim," gumamnya sembari menutup kotak P3K. Zerin kembali ke kamar Zidan. "Kalau ada alat suntikan pasti mudah," sambungnya.

Zerin kembali duduk ke tepi ranjang Zidan. Dia mengganti kompres dengan telaten. Dirinya mengamati Zidan yang tampak tenang dalam keadaan mata tertutup.

'Zidan sangat berbeda ketika sedang sakit. Dia lebih keren saat diam begini. Entah kenapa dia terasa lebih normal,' batin Zerin. Perlahan senyuman tipis mengembang diwajah. Sebuah uapan panjang dilakukannya. Jelas Zerin sedang mengantuk.

Tanpa sadar, Zerin telentang ke sebelah Zidan. Dia memejamkan mata dan tertidur.

Pagi telah tiba. Zidan terbangun saat sinar mentari menghantam matanya dari balik ventilasi. Lelaki itu mencoba mengumpulkan kesadaran. Ketika menoleh ke samping, dia dikejutkan dengan keberadaan Zerin yang masih asyik terlelap.

Zidan terkesiap. Dia memandangi Zerin lamat-lamat. Perlahan satu tangannya menyapu anak rambut yang ada di wajah perempuan itu.

'Baru kali ini aku melihatnya tidur. Zerin terasa lebih berbeda saat diam begini. Dia sangat cantik.' Zidan membatin tanpa mengalihkan perhatiannya dari Zerin. Tetapi itu tidak berlangsung lama. Sebab dia langsung menyadarkan diri. Ia segera menjaga jarak dari Zerin.

Zidan menggeleng kuat berkali-kali. Dia membantah tegas apa yang sempat terlintas dalam pikirannya tadi. 'Sial! Apa yang kupikirkan?!' ujarnya mengingatkan diri.

1
Amidah Anhar
Seharusnya kamarnya di kasi alat kedap suara...
ZHANG LINGHE 🥰🥰🥰
ZIDAN ZERIN
ALNAZTRA ILMU
hati2 lah. jangan mudah percaya
ALNAZTRA ILMU
seru. ceritanya.. kesian ai nya terbongkar. tak fikir kesan nya akan datang ketika ber fikir mau jadi sugar baby
ALNAZTRA ILMU
keras kepala ya zidan.. disuruh nikah gAk mau tapi malar celup2an
ALNAZTRA ILMU
dimana2 saja mau me laku kan.ketagihan sudah. ubatnya paling ampuh ialah nikah.
ALNAZTRA ILMU
wahhhh
ALNAZTRA ILMU
nikah saja
ALNAZTRA ILMU
nahhh
ALNAZTRA ILMU
geram
ALNAZTRA ILMU
sukaaaa yesss
ALNAZTRA ILMU
sepatutnya buat jugak kesepakatan agar zidan tidak menyentuh wanita lain
Ayachi
Bagus bangettt
Ayachi
Masi bayii adekkk😭 mana ngertii
Ayachi
Sumpah Gw baca novel bener² dibuat kek rollercoaster akan kegilaan dari pasangan ini, bahkan baca tiap epsnya slalu ikut²an jdi GILAA Krena ketawa smpe mencak mencak dan senyum² sndiri. Sampai di penghujung novel ini ikut merasakan kebahagiaan untuk mereka yg menemukan arti cinta yang ga selalu tentang s*x, meski mereka harus melalui ujian rumah tangga yg berat Slama beberapa tahun, mungkin itu adalah pembayaran harga atas apa yg mereka tuai saat masih pacaran dan masa lalu mereka yg sangat buruk.


Salut gw sama Authornya membuat kisah semenarik ini! meski awalnya agak ga suka sama karakter ceweknya yg trlalu matre but gw jga salut sama Zerin Independent.
Besttllahh🫶💞
Ayachi
Buah jatuh tak jauh dari pohonnya...


Sayangnya kelakuan yg ditiru bukan soal hawa nafsu tapi strategi licik ayahnya dalam membuat rencana😭🤣
Ayachi
Kasihan yah pak Wira...

Yah mau gimana lagi, dua²nya keknya Hypers*x deh🤦
Ayachi
gw jdi ingat film² action Barat klo lagi terdesak mainin lift kek gini😭🤣🤣😭😭🤣 bedanya ini bukan lari Dari kejaran musuh tapi kejaran Mata² demi berhubungan intim
Ayachi
Pliss ini kalo di Filmkan ngakak bangettt ANJIRRR Sumpahh ga kuatt nahan ketawa😭😭🤣🤣
Ayachi
GA KUATTT😭😭😭😭🤣🤣🤣 NGAKAK BANGETT WEHH😭😭🤣🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!