Kehidupan rumah tangga Vira dan Vicky luar biasa sempurna, kasih sayang yang tidak pernah Vira rasakan karena Vira seorang yatim piatu ia dapatkan dari sang suami dan Ibu mertuanya. Namun dunia selalu berputar bukan? Konflik dan intrik mulai menyusup ke dalam kehidupan rumah tangga Vira saat ia menerima kerabat sang suami masuk ke dalam rumahnya dengan tangan terbuka. Rumah tangga dengan pondasi yang kokoh perlahan mulai goyah karena gerilya sang kerabat yang diam - diam menginginkan posisi Vira. Akankah rumah tangga Vira dan Vicky bertahan, atau Vira akan menyerah mempertahankan cinta sejati dalam hidupnya? Dan adakah orang yang akan menyelamatkan Vira dari dera siksa yang didapatkannya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Shinta Aryanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Rasa kehilangan Vicky 2
Pov
Vicky..
...Malam ini aku sama sekali tidak dapat memejamkan mataku, pergulatan panasku dan Utari tadi tak dapat mencegah pikiranku yang terus saja melayang pada Vira, menerka - nerka kemana tujuannya setelah keluar dari rumah ini, rasanya tak mungkin kalau ia ke panti.. mengingat ia bukan orang yang mau merepotkan, untuk pergi jauh juga sepertinya tidak mungkin.. Vira tidak punya uang, semua kartu - kartu pemberianku untuk keperluannya ia kembalikan....
...Aku menatap lekat wajah wanita disampingku yang kini tengah mengandung anakku, perutnya sudah mulai terlihat membuncit, anak yang sangat aku harapkan bisa lahir dari rahim Vira, ah entah kenapa bayangan wanita itu yang kembali datang.. wanita yang hatinya sangat sulit di taklukan dulu. ...
...Seandainya Mami tidak memintaku menikahi Utari dengan berlinang air mata, tidak mungkin aku akan membagi cintaku pada Vira dengan wanita lain, tapi rasa sayangku pada Mami dan kewajibanku untuk melaksanakan semua titahnya mengalahkan rasa cintaku pada Vira....
...Terlintas kembali kejadian beberapa hari yang lalu saat aku memaki Vira dengan kata - kata kasarku, dan dengan tanganku sendiri aku menampar pipinya yang berlinang air mata, tangisan lirih itu begitu sakit menusuk hatiku, entah iblis mana yang merasukiku saat itu sehingga aku sanggup melakukan semua itu pada Vira. ...
...Seandainya saja, Vira mengandung anakku.. tentu keadaan tidak akan serumit ini, Mami tidak akan mungkin membuang cucunya sendiri, aku tau Mami.. hatinya mudah tersentuh oleh anak kecil. Mami pasti akan memperjuangkan Vira di depan keluarga besar kami yang selama ini memojokkan Mami akibat pernikahanku dan Vira....
...Ya, keluarga besar ningrat ini memang mengukur segala sesuatunya dari bibit, bobot, dan bebet. Tak ada dalam sejarah keluarga kami yang menikah dengan orang diluar keluarga ningrat, tentu saja keputusanku untuk menikahi Vira yang yatim piatu dan dianggap kasta rendah membuat keluarga marah besar, hanya Mami yang mendukung keputusanku karena melihat perjuanganku untuk mendapatkan Vira, meskipun pada akhirnya Mami selalu disindir, dihina, dipojokkan, bahkan seringkali diabaikan. ...
...Keluarga Mami adalah keluarga yang paling kaya dibanding keluarga saudara - saudara yang lain, namun itu tak membuaku bebas memilih calon istri sesuai keinginanku, semuanya harus diukur berdasarkan bibit, bebet, dan bobot. ...
...Aku ingat betul pada saat acara lamaranku dulu dengan Vira, hanya Tante Gendis dan Utari yang datang mewakili keluargaku.. yang lain enggan datang karena calon mempelai hanya seorang yatim piatu. Aku terpaksa berbohong pada Vira dengan mengatakan bahwa semua anak buahku di kantor dan tak lupa semua temanku yang hadir disana sebagai keluargaku, aku tak mau menyakitinya dengan mengatakan bahwa keluargaku tak sudi datang ke acara kami. ...
...Tante Gendis kerap membela Mami di depan keluarga besar, hanya Tanta Gendis yang mendukung Mami dan aku ketika memutuskan untuk menikahi Vira, meskipun sebelumnya aku dijodohkan dengan anaknya Utari. ...
...Aku tau Utari menyimpan rasa padaku, beberapa kali dia meyakinkanku untuk menerima perjodohan itu namun aku menolaknya, pesona Vira mengalahkan semuanya pada saat itu, akhirnya Utari yang kecewa kemudian berangkat menyusul Ibunya ke New York yang tengah mengurus perusahaan mendiang suaminya disana. ...
...Hingga beberapa bulan yang lalu, Utari tiba - tiba menghubungiku dan memintaku untuk menjemputnya di bandara, awalnya aku menolak tapi karena permintaan Mami akhirnya aku mengiyakan. ...
...Aku terkejut melihat penampilan Utari begitu meilhatnya, dia terlihat lebih cantik, sexy, dan modis, senyumnya begitu menggoda. Aku yang sadar telah memiliki Vira segera mengubur rasa ketertarikannu pada Utari. ...
...Awalnya aku ingin menganggap Utari sebagai adikku sendiri, ya walau bagaimana pun dia adalah anak dari Tanteku. Namun pada suatu malam, Mami menangis tersedu.. menceritakan bahwa Tante Ningsih, sepupunya yang lain tidak mengundang Mami ke acara pernikahan putrinya karena Vira yang kemungkinan ikut hadir bersama kami, mereka tidak mau Vira mempermalukan mereka di depan para tamu undangan yang kesemuanya adalah keluarga ningrat dan bangsawan serta para pejabat. ...
...Tante Gendis yang memberitahukan kabar itu kemudian menenangkan Mami, dan memberi kami solusi.. Tante Gendis rela memberikan Utari untuk dijadikan istri kedua olehku, agar Mami bisa dirangkul kembali oleh keluarga besarnya. ...
...Awalnya aku dan Mami ragu dengan keinginan Tante Gendis, aku tak mau menyakiti hati istriku.. karena aku tau dia tidak akan pernah mau dimadu, dan aku pun tidak akan pernah mau menceraikannya apa pun yang terjadi, aku ga mau kehilangan Vira. ...
...Hingga ada satu kejadian di kantorku yang membuatku yakin untuk menikahi Utari, malam itu Utari yang sedang bekerja di kantorku menunggu di ruanganku agar bisa pulang bersama, semua karyawan sudah pulang.. menyisakan kami berdua di ruanganku, 2 bodyguardku yang berjaga di luar ruangan bersama dengan security kantor. ...
...Utari dengan sengaja merayuku, membuka kancing baju atasannya dan menyisakan penutup bra yang mengintip disana, tanpa aku sadari ciumannya di bibirku aku balas dengan liar hingga terjadilah pergulatan antara kami malam itu dan malam - malam berikutnya di kantor karena Utari berhasil membuatku ketagihan, terbersit rasa bersalahku pada Vira.. tapi hasratku pada Utari tak dapat ku bendung, terlebih mengingat pengorbanannya untukku yang mau dijadikan istri kedua. Meskipun sepulang ke rumah, Vira selalu saja membangkitkan gairahku untuk bercinta dengannya, wanita itu sangat sempurna. ...
...Dan hari itu, Utari memberiku kabar bahagia.. bahwa ia tengah mengandung anakku, aku yang mengharapkan kehadiran seorang anak tentunya merasa sangat bahagia.. meskipun rasa bersalah pada Vira kembali muncul. Mami yang mengetahui kehamilan Utari memintaku untuk segera menikahinya, namun entah kenapa Mami keliatan tidak bahagia, sebaliknya semakin hari aku merasa Mami semakin menutup diri dan tak jarang aku melihat matanya sembab. ...
...Pernikahanku dengan Utari aku lakukan di New York, selama kurang lebih seminggu kami disana aku benar - benar memanjakan Utari dan calon anak kami, sesuai permintaannya aku sama sekali tidak menghubungi Vira, bagiku saat ini perasaan Utari yang paling utama, aku ga mau ia stress yang bisa berakibat tidak baik untuk perkembangan janinnya. ...
...Sikap Utari sangat berbeda setelah kami menikah, ia ternyata sangat manja dan temperamen. Selama kami menikah tidak pernah sekali pun ia menyiapkan air hangat untukku mandi atau sekedar membuatkanku teh hangat sama seperti yang biasa Vira buatkan, Utari seolah hanya peduli pada dirinya sendiri, semoga ini hanya karena kondisinya yang tengah mengandung, aku yakin. utari dididik dengan sangat baik oleh Tante Gendis, karena aku tau Tante Gendis adalah perempuan yang sangat memegang tata krama, manner merupakan hal yang ia pegang teguh. ...
...Aku sepertinya tidak salah mengambil keputusan untuk menikahi Utari, setelah ini keluarga besar kami akan kembali menerima Mami dan pasti akan sangat senang dengan pernikahanku dengan Utari, apalagi ketika mereka mengetahui Utari tengah mengandung penerusku. ...
Namun jujur, aku pun tak rela melepas Vira.. butuh perjuangan yang besar untuk mendapatkan hatinya, jadi meskipun aku memiliki Utari sekarang, Vira tetap tak akan kulepaskan. Serakah memang, tapi tak gampang melepas Vira apalagi perceraian adalah hal yang tabu buat keluarga kami, jadi biarlah dia tetap disini menjadi gundikku.. toh aku tetap akan menyayanginya seperti dulu, meskipun aku tau itu akan sulit baginya tapi ia harus bisa menerima, toh ia sudah terbiasa mengalami kepahitan hidup dari dulu.
hei hei hei bu ningrat...... ngk semua mertua bego kaya lo kena hasutan orang....lngsng lo bls budi. koplak