Annisa menerima perjodohan kedua orang tuanya setelah mengetahui jika calon suaminya adalah cinta pertamanya.
Anissa yang awalnya bahagia berubah sedih ketika mengetahui bahwa suaminya sama sekali tidak mencintainya pada malam pertama mereka.
"Aku menikahimu hanya karena terpaksa. Aku telah memiliki seorang kekasih. Kami telah menjalin hubungan lebih dari 6 tahun. Jadi aku ingatkan, jangan berharap aku akan memberikan hak kamu sebagai istri."
Annisa memegang dadanya yang terasa sesak mendengar ucapan Farhan yang menusuk hatinya. Annisa mengira dia akan bahagia karena menikah dengan cinta pertamanya, tapi semua itu berubah setelah pernyataan yang membuat Anissa sadar. Bahwa dirinya tidaklah dicintai.
"Aku akan terus bersabar, bahkan sampai kesabaran itu sendiri merasa lelah dengan diriku."
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon mama reni, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab Dua puluh Satu. NTC.
Farhan tersenyum dan mendekati Annisa. Farhan menggenggam tangan Annisa.
"Aku tau kesalahanku terlalu banyak dan sulit kamu maafkan. Pasti nggak mudah bagimu untuk memaafkan aku, Nissa. Aku mohon beri aku kesempatan. Buat aku bisa melupakan Sherlin dan mencintai dengan seluruh hati dan jiwaku,"ucap Farhan.
"Sebesar apa pun penyesalanku, masa lalu tetap tak bisa diubah. Akan tetapi, lebih baik kalau aku tidak mengingatnya.Harusnya Tuhan ciptakan waktu berjalan dua arah supaya aku bisa kembali ke masa lalu untuk menghapus semua penyesalan dan kesalahanku.Tuhan menciptakan penyesalan biar kita tahu bahwa tidak semua hal bisa diulang kembali."
"Aku akan memberi waktu buat Kak Farhan, buktikan jika Kak Farhan nggak akan mengulang kesalahan lama. Jika ternyata masih mengulang lagi, aku yang akan pergi!" ucap Nissa.
"Akan aku buktikan Nissa, jika aku akan berubah. Namun, aku harus menyelesaikan semua ini dulu dengan Sherlin. Aku minta dukungan darimu."
"Baiklah, Kak."
Setelah membayar semua baju yang diambil Annisa, Farhan mengajak Nissa buat makan malam. Senyum selalu Farhan berikan untuk istrinya.
Sehabis makan malam, Farhan mengajak Nissa keliling kota. Jam sebelas malam baru mereka pulang.
Annisa masuk ke kamarnya diikuti Farhan. Pria itu duduk di tepi ranjang. Annisa menatap heran melihat Farhan.
"Kenapa Kakak ikut ke kamar aku?" tanya Annisa.
"Apa kamu nggak mau tidur sekamar denganku?" tanya Farhan.
"Untuk saat ini kita seperti ini dulu, Kak. Sampai hati ini yakin. Apa kakak keberatan?" tanya Annisa.
"Semua terserah kamu, Nissa. Senyaman kamu aja. Aku nggak akan memaksa. Terlalu egois jika aku memaksa kamu."
"Nissa, aku minta maaf untuk segala-galanya. Maaf karena membuat kamu menangis. Maaf karena membuat kamu kecewa dan sedih. Maafin aku. Aku tahu kata maaf ini nggak mampu untuk menebus kesalahanku. Tapi satu hal yang perlu kamu tahu, kalau apa yang aku lakukan ke kamu itu tulus. Maafin aku," ucap Farhan sambil menunduk.
Farhan meminta Nissa duduk disampingnya. Farhan menggenggam tangan Nissa.
"Nissa aku tau permintaan maaf ini tidak ada artinya, dibandingkan dengan apa yang telah aku lakukan, tapi tetap saja, aku tahu bahwa kamu memiliki hati yang pemaaf, pengertian dan kamu tidak akan membiarkan kebencian menghancurkan hubungan kita. Dalam hati ini sebenarnya bertanya, bagaimana aku mengucapkan kata-kata, "Maafkan aku" ketika aku tahu bahwa kata-kata itu tidak cukup? Dan bagaimana aku bisa memintamu untuk memaafkanku ketika aku tahu aku tidak bisa memaafkan diri sendiri? Namun, tanpa rasa bosan, aku tetap akan meminta maaf," ucap Farhan. Tampak matanya berkaca menahan air mata agar tidak tumpah.
"Jangan hanya mengucapkan maaf, tapi Kak Farhan juga harus buktikan dengan perbuatan. Sekarang apa tidak sebaiknya kita solat. Kita sebagai manusia pasti tidak luput dari salah. Begitu juga denganku," ucap Nissa.
"Seharusnya aku bersabar, dan berusaha membuat kak Farhan bisa mencintai aku dan melupakan Sherlin, bukan mengikuti semua yang Kakak lakukan. Seharusnya aku terus mengingatkan kesalahan Kak Farhan, bukan membiarkan."
"Terima kasih atas semua pengertian darimu, Nissa. Akan aku buktikan jika kamu nggak salah memberikan aku waktu," ucap Farhan dan mengecup kedua tangannya.
Farhan dan Nissa melaksanakan solat berjamaah. Tampak Farhan sangat khusyuk berdoa.
Ya Tuhan, aku tau kesalahanku sangatlah besar dengan istriku. Aku tau dosaku sangat besar karena pacaran dengan Sherlin. Rasanya telah lama aku nggak bersujud di tengah malam, meminta dan memohon padamu. Kali ini aku memohon, jauhkan hati ini dari Sherlin, buatlah hatiku hanya terisi nama istriku saja. Aku ingin menjadi imam yang baik buat Nissa. Berilah aku petunjuk-Mu.
Farhan dan Nissa tidur di kamar masing-masing untuk malam ini. Annisa ingin merenungi apa yang terjadi pada hari ini. Semua seakan mimpi. Farhan begitu cepat berubah.
Ya Tuhan, aku nggak tau apa yang harus aku lakukan. Jika aku membuka hati ini sepenuhnya buat Kak Farhan, aku takut nanti akan kecewa kembali. Namun, aku juga tau menutup hati ini juga tidak boleh. Kak Farhan itu suamiku, aku juga harus berbakti sebagai seorang istri. Aku sadar semua manusia pasti pernah melakukan kesalahan, dan aku juga sadar jika diri ini nggak luput juga dari kekhilafan. Ya Tuhan, berilah petunjuk-Mu.
Nissa membaringkan tubuhnya setelah lama merenungi apa yang terjadi pada hari ini. Dalam hatinya bertanya, apakah yang menyebabkan Kak Farhan berubah.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung