NovelToon NovelToon
Dua Cincin Satu Cinta

Dua Cincin Satu Cinta

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:1.4M
Nilai: 4.8
Nama Author: SunRise510k

Assalamualaikum...
Ini karya pertama ku dari penulis pemula seperti ku
Mohon bantuan kritik dan sarannya
Terima kasih


Dua wanita
Dua cincin
Tapi hanya ada satu cinta

Siapakah yang akan dipilih Sameer??

Humaira gadis hijab bercadar lulusan pesantren ataukah Elena gadis cantik dan modis??

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon SunRise510k, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 21

Jangan lupa dukung karyaku ya..

√ LIKE

√ KOMEN

√ RATE 🌟🌟🌟🌟🌟

√ VOTE seikhlasnya

Dukungan kalian sangat berarti..

Terima kasih ❤❤❤

****

Selama seminggu Sameer menemani Humaira, melakukan aktifitas bersama tapi saat dia kembali ke rumah perasaan kosong itu menyergapnya. Dia merasakan kekosongan di hatinya, terasa hampa bahkan rumah terasa begitu sepi.

Sameer menyandarkan tubuhnya di sofa, menatap langit-langit rumahnya. Sejak sore Elena pergi, sampai petang datang Elena belum juga kembali. Sameer tidak paham kemana kepergian istrinya itu.

"Bi Imah, Apa Elena tadi bilang akan pergi kemana?" tanya Sameer pada asisten rumah tangga yang dia pekerjakan untuk mengurus rumahnya.

"Tidak Tuan, hanya berpesan akan kembali sebelum jam makan malam"

"Baiklah kalau begitu"

"Apa saya siapkan sekarang makan malamnya Tuan?"

"Siapkan aja Bi, saya juga sudah lapar"

"Baik Tuan" Bi Imah menyajikan menu makan malam di meja makan.

Sameer melirik ke sebelah kanan teman duduknya, memperhatikan kursi yang biasa Humaira tempati. Rasa sepi dan hamba begitu terasa dihati Sameer. Ini pertama kalinya sejak dia menikah. dia makan seorang diri.

Sameer menyendokkan makanan kedalam mulutnya dengan tidak semangat. Nafsu makannya mendadak hilang begitu saja.

"Sayang!" panggil Elena memasuki rumah dengan menenteng beberapa barang belanjaan ditangannya.

"Waalaikumsalam" kata Sameer yang masih menikmati makan malamnya.

"Maaf ya sayang lupa salam" Elena menyunggingkan senyum canggungnya.

"Kamu dari mana? ditelfon tidak diangkat" tanya Sameer meletakkan sendoknya mengalihkan perhatiannya pada sang istri.

"Maaf ya sayang" Elena mengecup pipi Sameer. Sameer menghela nafas lelahnya.

"Aku akan mandi, setelah itu aku temani kamu makan malam"

"Mandi nanti saja, temani aku dulu"

Elena menemani Sameer menikmati makan malamnya. Elena pun terus bercerita mengenai kegiatannya seharian ini. Sameer mengelus rambut Elena pelan.

"Rambut kamu yang indah ini akan terlihat lebih indah lagi kalau kamu mau memakai hijab" tutur Sameer membelai rambut panjang Elena yang tergerai indah.

"Nanti aku akan mencoba Sam"

"Tidak apa-apa, kamu memang baru memeluk islam. Jadi pelan-pelan saja, menutup aurat itu sebuah kewajiban bagi wanita muslim. Bukan wanita muslim juga tapi wanita beragama lain juga"

"Siap Bos, aku akan belajar pelan-pelan"

"Bagus, sekarang mandilah"

"Ok sayang" Elena memberikan ciuman di kedua pipi Sameer dan berlari kecil menuju lantai atas.

***

Waktu berlalu begitu cepat, satu bulan sudah Sameer dan Humaira tinggal terpisah. Walaupun Sameer masih rutin berkunjung ke rumah Humaira tapi rasanya tetap beda. Sameer ingin mereka bisa tinggal bersama seperti dulu, tinggal dalam atap yang sama. Bukan seperti ini, dia harus berpindah-pindah.

Dilema..

Itulah yang dirasakan Sameer kini, banyak yang dia pikirkan. Apalagi sebulan ini dia selalu mendapatkan isyarat mimpi yang sama dan terus terulang setiap malamnya. Pikirannya kalut, apalagi isyarat itu merujuk pada jawaban atas rumah tangganya.

Pikirannya yang kalut membuatnya beberapa minggu ini tidak fokus untuk mengurus kantor, pikirannya terpecah dengan berbagai persoalan.

"Ini semua memang salah ku" gumamnya menengadahkan kepalanya menatap langit malam yang penuh bintang.

Sejenak ia menutup matanya membiarkan angin malam menerpa wajahnya, ia ingin berhenti berpikir. Ingin menikmati waktunya seorang diri melepaskan beban yang terasa berat dipundaknya.

Semua permasalahan rumah tangga berakar padanya, ia sengaja menarik Elena dalam rumah tangganya menjadikan wanita itu istri kedua. Membuat istri pertamanya tertekan dengan keputusannya dan memilih tinggal terpisah, yang juga otomatis menjadikan Elena duri dalam rumah tangganya.

Menikah dengan Elena memang keinginannya sejak dulu, tapi setelah menjadikan Elena istri. Rasa hampa mulai merayapi hati dan pikirannya.

Meskipun kini ia hidup berdua dengan Elena, jelas sikap dan tingkah laku Elena berbeda dengan Humaira. Humaira melayaninya bak seorang raja sedangkan Elena membuatnya mandiri melakukan apapun seorang diri.

Jujur dari lubuk hatinya yang paling dalam ia merindukan Humaira, merindukan di manja wanita itu, merindukan segala pelayanan wanita itu, merindukan kehadiran wanita itu disetiap harinya.

Wajahnya yang cantik, tatapan matanya yang teduh, senyumannya yang manis dan jangan lupakan wajahnya yang bersemu merah setiap kali ia menggoda wanita itu.

Membayangkan Humaira membuat senyumnya merekah. Kehadiran wanita itu membuatnya mengalihkan dunianya.

***

Tok...tok...tok...

"Masuk" jawab Sameer tanpa mengalihkan kesibukannya.

"Zauya sibuk ya?" tanya Humaira ceria

Sameer menatap Humaira. Humaira melangkahkan kakinya mendekati Sameer. Sameer masih setia bungkam menutup mulutnya rapat.

Ia masih tidak menyangka wanita yang baru saja ia pikirkan, wanita yang baru saja ia rindukan sudah berdiri dihadapannya. Menyapanya dengan suaranya yang lembut, jangan lupakan senyuman manisnya.

"Zauya" Humaira menyentuh lembut pundak Sameer.

"Aku merindukan mu"

Secepat kilat Sameer merengkuh tubuh Humaira, menyalurkan rasa rindu yang sudah menyiksa raga dan batinnya. Rindu yang menggebu-gebu.

"Zauya geli" tawa Humaira saat melihat tingkah Sameer.

Sameer mencium seluruh wajahnya yang tidak tertutup cadar yang tadi sudah Sameer lepas.

Humaira senang sekaligus heran dengan tingkah Sameer yang menciumnya seperti itu.

"Kenapa baru sekarang menemui Zauya?" rengek Sameer tidur dipangkuan Humaira, Humaira membelai lembut rambut  Sameer.

"Kenapa memang? Zauya rindu ya dengan Dinda" Humaira menggoda Sameer membuat Sameer salah tingkah.

"Aku..." Sameer menghentikan perkataannya, ia malu dan gugup.

Humaira melemparkan tatapan menyelidik.

"He'em" Sameer menganggukan kepalanya kecil.

"Dasar..! Begitu saja malu" ledek Humaira mengacak-acak rambut Sameer gemas.

"Hy rambut Zauya rusak, malah nanti tidak tampan lagi" cebik Sameer pura-pura sebal

"Memang kenapa kalau tidak tampan lagi?"

"Nanti gadis-gadis tidak menempel lagi dengan Zauya"

"Oh jadi kurang punya istri dua??" dengus Humaira memalingkan wajahnya. Sameer terkekeh geli mendapati sikap cemburu sang istri.

Sameer pun menggelitik perut Humaira membuat Humaira tertawa kencang.

Canda tawa menghiasi ruangan Sameer membuat siapa saja yang mendengarkan tawa bahagia mereka akan ikut tersenyum.

"Hufhhh...." Elena menghela nafas. Tenggorokannya rasanya tercekik, dadanya sesak. Ia menundukkan kepalanya.

"Apa ini yang dirasakan Humaira?" gumamnya seorang diri.

Matanya berkaca-kaca melihat Sameer dan Humaira bercanda penuh keceriaan.

Ia menutup ruangan Sameer, menyandarkan tubuhnya dipintu itu. Matanya menatap nyalang atap kantor. Sesekali menghela napas kasar.

"Melelahkan.."

Langkah kakinya menyusuri jalanan yang terik, polusi dari kendaraan semakin menyesakkan. Jam kantor akan segera berakhir tapi ia belum memutuskan untuk pulang. Ia masih menikmati langkah kecil kakinya yang mengiringnya tanpa tujuan yang pasti. Ia ingin berjalan mengikuti ke mana kakinya melangkah.

"Indah" ucap Elena saat kakinya berhenti disebuah butik yang menyediakan pakaian muslim.

Ia mengambil sehelai hijab pashmina memasangkan ke kepalanya, mematut diri didepan cermin beserta gamis yang tadi sengaja ia pilih.

Ia ingin merubah penampilannya, ingin lebih tertutup. Ingin menjaga tubuhnya dari tatapan liar para laki-laki yang bukan mahramnya.

"Cantik.."gumamnya menatap diri didepan cermin besar yang memperlihatkan seluruh tubuhnya.

Senyumnya mengembang. Ia tidak sabar ingin pulang ke rumah. Ingin menunjukkan kepada Sameer tentang perubahan penampilannya yang baru.

Setelah melakukan pembayaran, Elena segera memasuki taksi yang sudah ia pesan. Taksi itu segera membawanya meninggalkan butik menuju jalan pulang.

***

"Nanti malam kita dinner ya" ajak Sameer seraya membereskan beberapa dokumen penting yang berserakan di atas meja.

"Tumben Zauya mau ngajak Dinda dinner"

"Karena Zauya merindukan Dinda" goda Sameer mengerlingkan sebelah matanya. Humaira terkekeh geli melihat tingkah Sameer.

"Siap pak bos"

"Nanti Zauya jemput ya"

"Tidak usah, nanti Dinda berangkat saja sendiri. Dinda mau nyiapin kado spesial buat Zauya"

"Kado? Kado apa? Zauya kan belum ulang tahun"

"Rahasia lah, ini itu surprise"

"Mau main rahasia-rahasiaan dengan Zauya nih" Sameer mendekati Humaira, memeluk pinggang Humaira erat. Menatap wajah sang istri yang sudah bersemu merah.

"Zauya..Dinda malu" rengek Humaira menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

Gelak tawa Sameer terdengar saat melihat tingkah Humaira yang menggemaskan.

"Dasar anak kecil" ledek Sameer mengacak jilbab Humaira membuat bibir Humaira mengerucut sempurna.

"Minta dicium ya, bibirnya manyun gitu" goda Sameer.

"Upss" Humaira menutup bibirnya cepat. Sameer pun kembali mengeluarkan tawa bahagianya. Menggoda Humaira menjadi kebahagiaan sendiri baginya. Dia sangat merindukan momen seperti ini saat bersama Humaira.

***

1
LENY
GARA2 MAU MENYELATKAN ELENA AKHIRNYA HUMAIRA MENINGGAL KASIHAN ANAK KEMBAR. HUMAIRA TERLALU LEBAY GAK INGAT LG HAMIL BESAR MAIN NOLONG EKENA AJA AMPUN DEH🙈🙈
LENY
KALAU ELENA GAK MENINGGAL PASTI NGEJAR SAMEER TERUS BIARPUN SDH DITALAK. KASIHAN ERIK SUAMINYA.
LENY
BAGUSLAH ELENA MENINGGAL WANITA GAK TAHU DIRI ADA SUAMI ANAK MALAH NGEJAR SUAMI ORANG AMIT2. KASIHAN ERIK DAN ANAKNYA.
LENY
DUH SADARLAH ELENA KAMU PUNYA ANAK PEREMPUAN YG SDH JAMU ABAIKAN TINGGALKAN SDH JGN GANGGU SAMEER LAGI🙈
LENY
DIH JD NAKIN GILA JAHAT ELENA. SAMEER ITU ASLI WATAK WANITA YG KAMU CINTAI ELENA😡🤮
LENY
YA HUMAIRA YG TEGAS HRS KETEMU ORANG TUA DULU JGN LGSG JE AOARTEMEN. JD PEREMPUAN ITU HRS PUNYA PRINSIP DAN TEGAS JGN TERLALU LEMAH DAN NURUT AJA APA KATA SUAMI HRS TAHU MANA YG UTAMA HRS DILAKUKAN
LENY
BENAR2 GOBLOK BODOH SAMEER DITIPU WANITA JALANG MURAGAN ELENA MATRE LAGI WAJAR SIH TURUNAN DARI IBU NYA😡
LENY
ELENA MAKIN KURANG AJAR SAMA HUMAIRA DAN HUMAIRA GOBLOK TERLALU LEMAH GREGETAN LIHATNYA. SAMEER LAKI2 GOBLOK MAIN NIKAH AJA SAMA ELENA TANPA MENYELIDIKI DULU KEADAAN ELENA YG MSH ISTRI ORANG GOBLOK😡
LENY
AKBAR GANTENG BANGET LEBIH GANTENG DARI SAMEER😊
LENY
BILANG CINTA SAMA HUMAIRA BENTAR KL KETEMU ELENA LUPA DASAR LAKI2 PLIN PLAN😡
LENY
PERKAWINAN ANEH SEMUA NYA MANUSIA MUNAFIK SAMEER ELENA HUMAIRA😡🙈
LENY
ITU KENAPA KOK TIBA2 ELENA SDH DI HOTEL AJA GMN CERITANYA DIPERKOSA 🙈 BINGUNG ANEH
LENY
ELENA SDH MENUNJUKKAN WATAK ASLI NYA GAK SEBAIK YG KELIHATAN. HUMAIRA MIKIR KAMU KAN YG MAU SERUMAH SEKARANG RASAKAN KATA2 ELENA YG JAHAT 🙈
LENY
AKHIRNYA KAN ELENA KAN CEMBURU JG YA MANA ADA YG BENAR2 IKHLAS SUAMI MEN 2 APLG HUMAIRA PASTI LEBIH SEDIH.
LENY
GILIEAN HUMAIRA DEKAT SAMA AKBAR MARAH2 LAH KAMU SENDIRI MALAH NIKAH LG SAMA ELENA 🙈
LENY
DUH HUMAIRA BENAR2 MSH MAU TINGGAL SERUMAH LG SAMA ELENA DAN SAMEER MENDING IKUT ABI DAN UMI. JGN NYIKSA DIRI SENDIRI PURA2 KUAT DAN IKHLAS INGAT KAMU LG HAMIL.
LENY
IBU ELENA INI KAYAK IBLIS LBH KEHAM DARI BINATANG 😡😡
LENY
NIKMATI SAMEER PILIHANMU ELENA WANITA YG BENAR2 KAMU CINTA. EH MALAH BARU BERASA YA SETELAH HUMAIRA PERGI. HUMAIRA LEBIH BAIK DLM MELAYANI SUAMI 😛
LENY
LIHAT SAMEER MESRA SAMA HUMAIRA KAYAK GIMANA GITU YA GAK RESPEK 🙈NNT SAMA ELENA JG BEGITU
LENY
NNT KL TAHU HUMAIRA HAMIL SAMEER CURIGA PULA DIKIRA HUMAIRA SELINGKUH. KENAPA GAK TINGGAL SAMA MERTUA YG BAIK BANGET
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!