Warning lembaran ini banyak adegan dewasa nya jadi jangan mampir untuk para bocil 🤭 21+ pasti akan bertaburan di sini seperti lembaran yang sebelum nya 🤭
Tak ada kata kata mustahil bagi cinta, dan tak ada yang tak mungkin jika Tuhan sudah menghendaki apa yang terjadi di muka bumi ini.
Menikah dengan laki laki yang tak dicintai adalah hal yang belum pernah terpikirkan oleh wanita cantik itu. Tapi dia tak memiliki pilihan lain selain menerima tawaran dari laki laki yang menawarkan kebahagian. Dia melakukannya karena sudah tak sanggup berada di rumah yang penuh dengan derita serta tangisan setiap malamnya.
Pernikahan yang di harapkannya adalah menikah dengan laki laki yang dia cintai bukan di landasi dengan sebuah keterpaksaan dan lari dari duka. Duka itu semakin bertambah ketika mengetahui bawa laki laki yang di sodorkan itu adalah laki laki lumpuh. Dia di jadikan perawat agar laki laki gagah itu bisa kembali berjalan.
Mampukah wanita itu mengubah Takdir nya yang penuh derita menjadi Takdir yang penuh dengan kebahagian. Mampukah dia bertahan di sisi laki laki yang lumpuh itu?.
Penasaran mampir dulu di sini 🤭🤗
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dwi Anggii Verina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kenyataan 2
" Banyak orang yang mengatakan bawah cinta pertama dari seorang anak perempuan adalah ayahnya, tapi aku tidak memiliki rasa cinta kepada ayahku, hanya ada luka yang dia berikan pada ku, tak ada rasa cinta sedikit saja untukku…" Bella tersenyum getir ketika mengingat semua yang mereka lakukan kepadanya.
" Aku tak pernah percaya dengan cinta karena dari kecil aku tak pernah merasakan kebahagian dengan kata kata cinta. Cinta ku yang besar saja tak mampu mengubah keluarga ku yang membenciku menjadi keluarga yang penuh cinta."
" Tidak semua orang seperti itu Bella, aku tahu kau terluka karena cinta yang kau harapkan dari ayahmu tapi nyatanya ayahmu sendiri tak memberikan cinta itu kepadamu. Semua orang memiliki masalah masing masing dengan namanya cinta, tapi percayalah cinta akan bisa mengubah semuanya menjadi menyenangkan. Jika kau tak mendapatkan kebahagian karena cinta untuk ayahmu, maka dapatkan kebahagian cinta dari orang lain dan aku siap memberikanmu kebahagian dengan cinta ku yang begitu tulus untukmu, izinkan aku yang mengobati luka itu. Kita bangun lagi serpihan hati mu yang hancur itu, kita bangun serpihan itu dengan penuh cinta dan kebahagian…" Ungkapan yang membuat hati Bella menghangat itu hanya mampu dibalas dengan kebisuan dari wanita itu.
Dia memang ingin menata ulang serpihan itu di dalam rumah barunya tapi entah kenapa semakin melihat laki laki itu sembuh, Bella semakin takut menata ulang serpihan itu. Dia takut serpihan itu akan di hancurkan lagi oleh orang yang dia harapkan. Kegagalan ketika dirinya ingin menggapai hati ayahnya saja membuat dirinya harus merasakan luka yang begitu besar, jika dia juga gagal dalam masa depannya dia tak tahu seperti apa rasa sakit itu.
Bara kini meletakan kepala wanita itu agar bersandar di pundaknya menikmati hari semakin sore, Bella hanya diam dia memejamkan matanya menikmati matahari mulai tenggelam dan dia merasakan kenyamanan hati yang tenang ketika memiliki sandaran untuk melepaskan rasa nya selama ini.
Cahaya oren itu semakin tenggelam membuat kedua orang itu juga sama sama tenggelam dalam pemikiran mereka masing masing.
Tak ada yang tahu kepada siapa cinta ingin berlabuh,
tapi,
sepertinya cinta kali ini harus berjuang ketika orang yang ingin di labuhkan cintanya tak memiliki kepercayaan tentang cinta.
Mereka berdua tenggelam dalam pemikiran mereka masing masing dengan saling menempelkan kepala dan tangan mereka saling menggenggam erat.
" Bara, kau kah itu?" Suara manja dari seorang wanita membuat kedua orang itu langsung membenarkan posisi mereka dengan terkejut.
Bara menatap ke arah suara yang ada di sampingnya itu, dia mengingat sesuatu yang sudah dia lupakan.
" Sofia…" Jawabnya dengan menebak.
" Kau masih mengingat ku, bagaimana kabar mu?" Senyumnya mengembang ketika Bara mengingat wanita itu.
" Kau lihat sendiri aku baik…" Jawabnya dengan canggung ketika wanita itu tiba tiba memeluknya dan mencium pipinya.
Bella hanya melengos ketika melihat adegan seperti itu. Wanita itu dengan rasa senangnya tiba tiba duduk di tengah tengah Bara dan Bella dan membuat tangan yang bergenggaman itu terlepas.
" Kau lama sekali tak menghubungi ku dan menemui ku, biasanya kau selalu menghubungiku jika butuh bantuanku?" Tanyanya dengan tiba tiba menyisipkan tangannya kepada lengan laki laki itu.
" Sofia jaga sikapmu…" Katanya dengan penuh penekanan, dia menatap ke arah Bella yang berdiri karena tempat duduknya di ambil paksa oleh orang lain.
" Kau tahu aku merindukanmu, apa kau tak merindukan ku?" Bisiknya tepat di telinga Bara, wanita itu tampaknya tak menghiraukan apa yang dikatakan oleh Bara tadi.
" Aku akan membeli minuman…" Bella yang langsung ingin melangkah melewati Bara, kini langsung ditarik oleh Bara hingga dia duduk di pangkuannya. Bella terkejut dia yang ingin berdiri langsung ditahan olehnya, Bara langsung memeluk pinggang Bella dengan erat.
" Sofia perkenalkan dia kekasihku…" Bella melotot tak percaya ketika laki laki itu memperkenalkan dirinya sebagai kekasihnya.
Sofia hanya diam dengan pandangan tak sukanya, ada rasa marah yang tak bisa dia ungkapkan tapi Sofia masih saja bisa tersenyum disana meskipun hatinya bergejolak marah.
" Baiklah kalau begitu aku pergi dulu, nanti kau bisa menghubungiku jika kau membutuhkan bantuanku lagi…" Sofia kini berdiri dan dia yang ingin mencium pipi Bara kini wajah Bella menghalanginya, Bella memang sengaja menghalangi wanita itu agar tak bisa mengambil ciuman itu lagi.
Sofia kini merasa kesal dan tanpa mengatakan apa apa lagi dia pergi meninggalkan Bara dengan tersenyum melihat tingkah Bella yang menggemaskan itu. Bella kini menatap tajam kearah Bara yang tersenyum.
" Kau tersenyum dengan wanita itu?" Bara menggeleng dengan cepat. " Lalu kau kenapa tersenyum?"
" Tidak ada, hanya merasa lucu…" Jawabnya dengan tetap tersenyum.
" Kau suka bukan dicium wanita itu?, Kau tadi mengatakan cinta pada ku tapi kau senang dicium wanita lain bahkan di depan mata ku. Cih…" Bella yang mengomel itu ingin kembali berdiri tapi laki laki itu tetap saja menahannya agar tetap berada di pangkuannya. " Bara lepaskan nanti kakimu sakit…" Bara bahkan tak memperdulikan kakinya yang terasa kebas itu yang dia nikmati sekarang adalah kemarahan wanita itu yang ada di depan matanya.
Bara yang melihat wajah wanita itu di tekuk kini merasa tak tahan, dia menarik tengkuk wanita itu, meluma* bibir yang dari tadi menjadi fokusnya, Bara kini semakin berani meluma* bibir itu secara bergantian, menggigi* pelan bibir itu. Bella yang mendapatkan serangan dadakan itu tentu saja terkejut bukan main, dia diam tapi kemudian dia sadar keberadaan mereka dimana.
Bara yang masih menikmati bibir manis itu kini merasakan pukulan kecil yang dilayangkan oleh Bella, tapi Bara tak peduli dia malah menahan kedua tangan itu dengan satu tangannya, Bara semakin memiringkan kepalanya ketika bibir itu terbuka ketika gigita* pelan yang diberikan olehnya. Bella yang memberontak pun tak bisa ketika kedua tangannya harus dia tahan oleh laki laki itu.
Bella kini akhirnya terlena oleh ciuman lembut yang diberikan oleh Bara, ciuman yang lembut itu membuat wanita itu sedikit membalasnya dengan ciuman yang begitu kaku. Bara tersenyum di sela sela ciuman itu. Kini tangan itu dilepas oleh Bara dia meletakkannya di dada laki laki itu.
Bara kini semakin mendekatkan tubuh mereka, mengikis jarak di antara mereka. Mungkin jika cinta tak bisa membuatnya percaya setidaknya Bara bisa membuktikan bahwa cintanya bisa membuat wanita itu bahagia.
" Bara…" Panggilnya dengan pelan ketika ciuman itu terlepas dan mereka saling menempelkan kening itu dengan sama sama memejamkan matanya.
" Izinkan aku membangun serpihan yang baru untuk kita berdua, buang serpihan lama mu, dan kita akan bangun serpihan yang indah untuk masa depan kita…" Bella terdiam dia masih mencerna semua nya yang terjadi. Menolak sepertinya percuma karena dirinya sendiri tadi menerima ciuman itu.
krna itu maut kematian dlm rumah tangga.
juga jangan pernah curhat pd teman perempuan!
krna dia akan jd orang ketiga!