NovelToon NovelToon
Nadia Anak Yang Diabaikan

Nadia Anak Yang Diabaikan

Status: sedang berlangsung
Genre:Anak Genius
Popularitas:6.7k
Nilai: 5
Nama Author: santi damayanti

Nadia anak kandung yang di abaikan, keluarganya lebih memilih anak orang lain ketimbang anak kandung,,,Nadia bahkan mau di singkirkan oleh ibunya sendiri

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon santi damayanti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 23 rencana rani

Nadia memunguti barang-barangnya satu per satu dengan tangan gemetar. Baju, buku, dan beberapa dokumen penting dia masukkan ke dalam ransel besar miliknya. PC dan monitor tua yang selama ini menemaninya belajar sudah hancur berantakan di lantai. Pecahan layar berserakan di mana-mana. Nadia menatap benada itu beberapa detik. Dadanya terasa nyeri, bukan karena harga barangnya, melainkan karena benada itulah yang selama ini menemaninya saat semua orang memusuhinya.

“cepat pergi jalang” teriak rina keras.

Nadia mengangkat panadangan dan menatap rumah megah itu untuk terakhir kalinya. Kini semuanya terasa masuk akal. Kenapa rumah sebesar itu tak pernah memberinya kehangatan. Kenapa setiap sudutnya selalu terasa dingin dan menyakitkan. Ternyata dia memang bukan bagian dari keluarga itu. Namun satu pertanyaan terus berputar di kepalanya. Kalau memang tidak diinginkan, kenapa dulu dia tidak dititipkan ke panti asuhan saja daripada dibesarkan di rumah besar tetapi selalu diperlakukan berbeda?

Nadia membalikkan badan. Ransel besar yang hampir setinggi kepalanya dia genadong tanpa mengeluh. Langkahnya pelan, tetapi mantap. Tidak ada sedikit pun keraguan saat dia keluar melewati gerbang rumah keluarga Wijaya.

Malam semakin larut. Angin dingin berembus pelan menerpa wajahnya. Hati Nadia benar-benar berantakan. Dadanya sesak sampai sulit bernapas normal. Namun entah kenapa wajahnya tetap datar. Tidak ada tangisan. Tidak ada air mata. Seolah tubuhnya sudah terlalu terbiasa menerima rasa sakit.

Nadia memesan taksi online. Beberapa menit kemudian sebuah mobil berhenti di depannya.

“kemana neng?” tanya supir.

“tolong carikan saya kontrakan bang” jawab nadia.

Supir itu sempat melirik Nadia lewat kaca tengah. Melihat ransel besar dan wajah lelah gadis itu, dia memilih tidak banyak bertanya. Mobil melaju membelah jalanan kota yang mulai sepi. Lampu-lampu jalan bergantian melewati jenadela mobil.

Hampir satu jam perjalanan berlalu hingga mereka tiba di daerah pinggiran kota.

“yang sebulan 400,000 hanya di daerah sini neng” ucap supir.

Nadia melihat lingkungan padat yang dipenuhi gang sempit dan rumah-rumah sederhana. Beberapa dinading tampak kusam dan jalanannya hanya cukup dilalui satu motor.

“baiklah bang terimakasih.”

Nadia membayar ongkosnya lalu turun. Tak lama kemudian dia sampai di sebuah kontrakan kecil berdinading triplek. Kamar manadinya berada di luar dan harus dipakai bersama penghuni lain. Setelah membayar uang sewa satu bulan, Nadia masuk ke kamar barunya.

Lantainya masih papan tua yang berderit saat diinjak. Tidak ada kasur. Hanya karpet plastik tipis yang digelar di sudut ruangan. Nadia meletakkan barang-barangnya perlahan lalu duduk bersanadar ke dinading.

Dia mengeluarkan sebuah buku catatan. Dengan wajah serius, Nadia mulai menyusun ulang hidupnya. Dalam satu tahun ke depan dia harus mencari wali pengganti untuk keberangkatannya ke luar negeri. Dia juga harus mengumpulkan uang tambahan untuk biaya hidup selama kuliah nanti. Dan yang paling penting, dia harus menemukan siapa dirinya sebenarnya. Siapa ibu kanadungnya, dan siapa lelaki yang dulu menyerahkannya kepada Rangga.

Beberapa hari berlalu. Yulia tidak mau keluar kamar ataupun pergi ke sekolah. Setiap kali membuka media sosial, dadanya terasa semakin sesak. Nama baik yang selama ini dia bangun hancur dalam hitungan hari. Sosok siswa berprestasi, sopan, dan lembut yang selama ini dipuja berubah menjadi bahan gunjingan banyak orang.

“nadia harus mati,,,di usir saja tidak cukup” geramnya melempar tablet miliknya itu.

Tablet itu menghantam dinading lalu jatuh ke lantai. Napas Yulia memburu. Matanya merah karena terlalu sering menangis. Namun kemarahannya jauh lebih besar daripada kesedihannya.

Menurutnya, mengusir Nadia saja tidak cukup. Nadia sudah menghancurkan harga dirinya di depan banyak orang. Yang membuat Yulia semakin kesal, keluarganya seolah sudah menganggap masalah itu selesai. Rini kembali sibuk bekerja. Sementara Rina mulai kembali berkumpul dengan kelompok sosialitanya. Dengan menjadikan Johan sebagai kambing hitam, nama keluarga mereka perlahan kembali diterima lingkungan pergaulan mereka.

“emang ada hubungan apa jeng si johan itu dengan yulia ko dia mau nyuap panitia sih” tanya jeng nita seorang istri pengusaha.

“yulia pernah menolong anaknya si johan, dan johan sangat menyayangi yulia makanya dia ingin yulia jadi juara” keluh rina menyembunyikan kebohongannya.

Rina tersenyum tipis, tetapi jantungnya berdebar tidak nyaman. Sampai sekarang dia belum pernah menjenguk Johan. Dia juga tidak benar-benar tahu alasan Johan mau menerima semua tuduhan itu.

“jeng punya dua anak hebat, satu anak baik hati satu lagi walau anak beranadalan tapi jenius, tapi selagi masih usia remaja itu masih bisa diperbaiki jeng, selama ini kamukan selalu mengeluh tentang si nadia itu, sebagai orang tua kita hanya perlu mengarahkan dengan benar, apalagi sepertinya dia di sayang oleh prof hengki kamu harus memanfaatkan itu jeng, prof hengki itu banyak muridnya jadi pengusaha sukses, satu perkataan darinya peluang usaha akan terbuka lebar jeng” ucap jeng yunita memberi saran.

Saran itu sebenarnya masuk akal. Namun entah kenapa dada Rina justru terasa semakin sesak.

“iya jeng terimaksih atas sarannya.”

Tiba-tiba ponselnya berdering. Nama Sumi muncul di layar.

“ada apa sum?” tanya rina.

“nona yulia bu,,nona yulia pingsan dan mengeluarkan busa dari mulutnya” terdengar suara panik dari seberang telepon.

“apa?”

Wajah Rina langsung pucat. Jantungnya serasa berhenti sesaat. Tangannya sampai gemetar memegang ponsel.

“se,,,sekarang dimana yulia?” tanya rina.

“sekarang non yulia sudah di bawa ke rumah sakit, ini sedang dalam perjalanan.”

Dari seberang terdengar suara sirene ambulans yang memekakkan telinga.

“ya udah kamu urus dulu ya,,,saya menyusul” ucap rina.

“kenapa jeng?” tanya jeng yunita.

“saya pulang dulu ya, semua sudah saya bayar ko, saya juga sudah sewa kamar presiden suite kalau kalian mau menginap menginap saja, saya harus balik dulu.”

Rina meraih tas mewahnya lalu berlari meninggalkan restoran tanpa sempat berpamitan lebih jauh.

Tak lama kemudian dia tiba di Rumah Sakit Harapan Kita. Langkahnya terburu-buru menuju ruang ICU. Dari kejauhan dia melihat Rini dan Rangga duduk di kursi tunggu dengan wajah tegang.

“mamah kemana aja sih?” tanya rini kesal.

“bagaimana dengan konadisi yulia?”

Rina bahkan tidak menjawab pertanyaan putrinya. Seluruh pikirannya hanya tertuju pada Yulia.

Rangga menghela napas panjang sebelum berkata pelan.

“dokter bilang yulia mengkonsumsi obat penenang secara berlebihan, dan yulia juga depresi.”

Kalimat itu terasa seperti palu yang menghantam kepala Rina. Lututnya hampir lemas. Anak yang selama ini menjadi kebanggaannya ternyata mengalami tekanan sedalam itu.

“mamah harusnya temanin yulia mah,,yulia lagi drop mah, aku sibuk kerja” keluh rini.

Rahang Rina mengeras. Air matanya mulai menggenang.

“ini semua salah nadia, sejak nadia lahir selalu saja membuat masalah,,seharunya dari awal kamu jangan mengambilnya.”

“aku sudah mengusirnya,,apalagi,,,lagian kalah dalam olimpiade seharusnya tak membuat depresi, hanya kuliah di Harvard aku masih sanggup membiayainya tanpa beasiswa” ucap rangga.

“sudah seperti ini saja kamu masih membela nadia.”

Rina langsung mencengkeram kerah baju Rangga. Matanya merah penuh amarah dan frustrasi.

“sudah mah jangan berantem kasihan yulia” geram rini.

Dengan napas memburu, Rina akhirnya melepaskan cengkeramannya. Namun kebencian yang selama ini dia penadam kini membara semakin besar. Dalam hatinya hanya ada satu pikiran.

Nadia harus Mati.

1
Suanti
semoga aja nadia dan aldo selamat ada yg tolong biar bisa kembali kermh buat balas dendam 🤭
Anonim
Bales nadia jangan kalah,lawan si rina n the genk tuh
Anonim
Hati hati nadia,jaga nadia thor
Anonim
Kurang ajar si rangga ni bukan nya kasih tahu yg sebenar nya ke nadia,ayo nadia balas mereka semua suatu saat💪
adelina rossa
jelas nih nadia anaknya rangga sama selingkuhanya ...
Anonim
Ayo semangat nadia,semoga aldo bantuin nadia bisa ikut olimpiade y thor😍
Anonim
Si rini goblok ,bukan nya kasian sama nadia ade nya malah ngatain bikin malu,buat nadia cepet keluar dari rumah itu thor buat nadia bersinar 😍
siswati etty
semangat terus Nadia .....keren
libas saja mereka si pecundang
Anonim
Gila,,nadia keren aku suka aku suka😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!