NovelToon NovelToon
Spicy Wife

Spicy Wife

Status: tamat
Genre:Romantis / Komedi / Perjodohan / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:2.7M
Nilai: 5
Nama Author: dewi wahyuningsih

Bagaimana rasanya menjadi istri yang diselingkuhi? Terlebih wanita itu adalah wanita yang sangat cantik, memiliki bentuk tubuh ideal, berprestasi, dan juga lemah lembut?

Iya! Disana lah posisiku sebagai seorang istri yang menyedihkan. Penampilan berantakan, bentuk tubuh tambun tak terurus, setiap hari yang aku kenalan hanyalah daster tanpa polesan make up sedikitpun, dan sekalinya aku berdandan, orang hanya akan mengaggapku sebagai badut.

Benar, aku adalah putri dari orang berada yang dijodohkan karena bisnis orang tua. Tapi menjadi putri dari pasangan berada juga tak membuatku menjadi manja. Aku melakukan segala yang aku bisa untuk menyenangkan anak, mertua, dan terutama suami. Tapi apa yang aku dapat? Adik ipar yang sama sekali tidak menyukaiku malah membuatku semakin dibenci oleh suamiku. Dengan bodohnya aku mengikuti segala yang dia katakan. Mulai dari menggunakan gaun berwarna merah terang,kuning, bahkan juga hijau stabilo.

Aku tidak rela! Aku tidak ingin kehilangan suamiku, aku tidak ingin kehilangan statusku sebagai istri yang sah, aku juga tidak ingin anakku kehilangan Ayahnya.

Bagaiamana caranya aku bisa mempertahankan rumah tanggaku?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon dewi wahyuningsih, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 21

" Kenapa? Apa aku kurang lihai? " Shen mensejajarkan wajahnya, tapi tangannya masih tidak berhenti. Celana berpinggang karet itu mempermudah tangan Shen untuk masuk kedalam dan menggenggam bagian bawah Arnold yang sudah sesak itu.

" Ah! Shen! " Arnold sungguh sudah tidak tahan lagi saat tangan Shen mulai memijat bagian bawahnya ke atas dan ke bawah. Mau menepis juga tangannya serasa tertahan oleh sesuatu, mau memberontak tapi bibirnya dibekap dengan buas oleh Shen. Cukup lama dia tetap diam menahan diri, tapi pada akhirnya dia sungguh tidak tahan lagi.

Brak! prang!

Semua barang yang ada di meja kokoh itu jatuh ke lantai saat Arnold bangkit dan membuang seluruh benda yang ada di meja. Dia menjatuhkan tubuh Shen disana, lalu menahan kedua tangan Shen di atas kepalanya.

" Ini kesempatan terakhir. Pergilah sebelum aku melakukan sesuatu yang akan kau sesali nanti. " Bola mata Arnold kini sudah sangat merah, nafasnya memburu tak teratur, bagian inti bawahnya dapat Shen rasakan berkedut karena menempel dengan satu pahanya.

" Apa yang akan aku sesali? " Shen mengangkat kepalanya kembali membenamkan bibirnya di bibir Arnold. Sejenak Arnold terdiam masih ingin menahan, hingga tanpa sadar tangannya yang menahan tubuh Shen mengendur, lalu Shen bisa kembali beraksi. Dia memeluk tengkuk Arnold, kembali menyesap rakus bibir Arnold, dan memainkan lidahnya disana.

" Jangan salahkan aku! " Ucap Arnold sesaat melepaskan bibirnya dari Shen, lalu kembali menyatukan bibirnya. Sekarang bukan hanya Shen yang terkesan rakus, Arnold juga tak kalah buas dengan ciuman itu. Empat tahun lebih, dia tidak pernah lagi menyentuh wanita yang kini berada di bawah tubuhnya. Entah apa yang akan terjadi setelah ini, tapi sungguh bagian bawahnya sudah membutakan seluruh akal sehat dan seluruh tubuhnya.

Mereka berdua bak pasangan yang di mabuk cinta, saling melepas pakaian dengan nafas yang memburu seolah tak tertahankan. Suara decapan begitu jelas terdengar memenuhi ruang baca yang beberapa saat lalu sunyi.

" Em! " Keluh Shen saat Arnold menyesap bagian bawahnya, kedua tangannya aktif memijat bagian dadanya, hingga tak berapa lama satu tangan Arnold turun kebawah untuk memberikan tusukan-tusukan kecil di inti Shen.

" Shh.... " Desis Arnold saat giliran Shen memainkan benda bawahnya dengan gerakan yang begitu sensasional. Sempat terlintas dibenaknya, apakah pria yang berciuman dengan Shen saat itu yang mengajari ini semua? Kenapa Shen begitu lihai dalam permainan panas seperti ini? Ingin protes, tapi dia juga cukup sadar diri dengan kesalahannya sendiri.

Setelah beberapa saat yang terdengar hanyalah suara lenguhan nikmat yang keluar dari mulut Shen dan Arnold, padahal mereka belum melakukan penyatuan dan Shen masih memijat bagian bawah Arnold saja.

Saat Arnold akan melesakkan bagian bawahnya ke inti Shen, dia kini tertahan sembari mengeryit.

" Shen, kau sedang datang bulan? "

Shen menutup mulutnya seolah-olah dia kaget.

" Ya ampun! Aku benar-benar tidak tahu! "

Arnold mendesah kesal, dia memundurkan tubuhnya, mencari pakaian Shen, lalu memungut pakaiannya.

" Kembalilah ke kamar. " Ucap Arnold menahan kecewa.

Shen tersenyum tipis, lalu mengangguk seolah-olah dia sangat kecewa, sama kecewanya dengan Arnold saat ini. Shen kembali memakai pakaiannya, lalu diam sejenak melihat Arnold yang tengah menahan sesuatu.

" Arnold, apa kau akan menemui Mona karena tidak bisa melakukanya denganku? " Shen menatap sedih.

" Jangan omong kosong! Aku akan ke kamar mandi. " Arnold bangkit dari posisinya, lalu berjalan cepat menuju kamar mandi.

" Arnold, mari kita lihat seberapa kuat kau akan bertahan dengan ke bimbangan mu itu. " Gumam Shen, dia tersenyum puas lalu berjalan keluar meninggalkan ruang baca. Dia kini semakin tersenyum lebar karena Mona sudah tidak ada disana, dan pasti Mona sudah memikirkan hal yang seharusnya terjadi.

Hancur! Hancur, sehancur hancurnya. Itulah kata yang tepat untuk menggambarkan bagaimana hati Mona saat ini. Dia masih berdiri dan melihat bagiamana Arnold dan Shen bergulat nikmat. Tangannya sampai gemetar menahan rasa kecewa, juga kepedihan karena merasa gagal membuat Arnold memilihnya.

Langkah kaki yang gontai, ditemani dengan air mata yang bercucuran seolah menjadi pelampiasan atas kesedihannya. Sungguh dia tidak bisa mengatakan seberapa besar kesedihan yang ia rasakan saat ini, meski awalnya dia merasa terganggu dengan kembalinya Shen, dia juga sempat dibuat tenang karena Arnold sama sekali tidak terlihat memperhatikan Shen. Jadilah dia berpikir bahwa Shen hanyalah wanita berstatus istri yang tidak akan pernah bisa merebut hati Arnold.

Sekembalinya Mona kerumah orang tuanya, Mona tetap tak bicara dan membiarkan saka air matanya jatuh, dia bahkan mengabaikan pertanyaan orang tuanya yang mengkhawatirkannya.

" Arnold, aku tidak mau kehilanganmu! Aku tidak mau! Shen hanyalah wanita tidak berguna, aku yang pantas untukmu! " Rintih Mona saat dia sudah berada di dalam kamar. Benar, memang banyak laki-laki tampan yang ada di dunia ini, tapi Mona merasa jika Arnold lah yang paling cocok dengannya. Mulai dari wajah, postur tubuh, juga harta yang dimiliki pria itu.

Berjam-jam sudah berlalu, Mona masih saja menangis dan mengabaikan kedua orang tuanya yang terus mengetuk pintunya dan bertanya apa yang terjadi. Seolah tak mau perduli lagi, Mona membanting vas bunga, lalu memungut pecahannya. Dengan tangan gemetar dia mengarahkan pecahan kaca itu ke pergelangan tangannya.

" Arnold, kalau kau lebih memilih Shen, maka aku juga tidak punya alasan untuk hidup. " Mona memejamkan mata seraya mengarahkan pecahan kaca itu untuk memotong urat nadinya. Masa bodoh dengan kedua orang tuanya yang histeris begitu mendengar pecahan dari dalam kamarnya, Mona hanya fokus memikirkan rasa sakit yang tak tertahankan dihatinya.

Brak....

Setelah lelah menggedor pintu dan tidak mendapat jawaban, akhirnya orang tua Mona memutuskan untuk mendobrak saja pintu kamar putrinya. Bak disambar petir, orang tua Mona begitu terkejut melihat bagaimana darah mengalir dari pergelangan tangan putrinya yang masih terisak setengah sadar. Bergegas Ayahnya Mona mencari pengikat untuk mengikat tangan Mona agar bisa menghentikan darah yang terus mengalir, lalu membawanya ke rumah sakit dengan segera.

Beberapa jam setelah Mona mendapatkan perawatan, Orang tua Mona kini terduduk lesu karena bingung dengan masalah apa yang tengah dihadapi putri pertamanya sehingga memilih untuk mencelakai dirinya. Keadaan Mona memang sudah baik, tapi sekarang mereka harus mencari tahu, dan membantu putrinya menghadapi masalah.

" Ayah, Ibu, Aku akan mencari tahu tentang apa yang terjadi dengan kakak setelah kakak tenang nanti, Ibu dan Ayah jangan terlalu khawatir ya? " Pinta adik Mona yang bernama Marisa. Gadis itu sangat mirip dengan Ibunya, lembut dan pengertian.

Ayah dan Ibu Mona mengangguk meski tak bisa menyembunyikan betapa mereka khawatir dan juga sedih.

" Sekarang, Ayah dan Ibu pulang saja dulu, biarkan aku yang menjaga kak Mona. "

Setelah kepergian orang tuanya, Marisa berjalan masuk untuk menemui kakaknya yang masih belum sadarkan diri. Marisa meraih tangan Mona, lalu mengusapnya dengan lembut.

" Arnold, Arnold jangan tinggalkan aku! Jangan memilih Shenina, aku tidak mau kita berpisah, Arnold..... "

Marisa mengeryitkan keningnya setelah mendengar kakaknya mengigau.

" Kak, siapa Arnold? Apakah dia kekasihmu yang berselingkuh? "

Bersambung......

1
Sulati Cus
ok
Afri
novel mu keren keren Thor ..
semangat berkarya yaa
💪🏼💪🏼💪🏼
Wayan Sucani
Tak bisa nahan air mata
Wayan Sucani
Bakhan Marissa yg tak tau apa2 pun menjadi korban Diego...
semoga Diego benar2 mencintai Marissa
SHLDC’s Company
Luar biasa
Khairul Azam
hadeeeehhh aku baca novel othor satu ini jujur menjijikan semua laki lakinya. aku bacanya juga aku loncat loncat karna apa cuman pengen liat seperti apa ceritanya dan fix ini gambaran karakter sipenulis
Wahyu Kasep: bener banget

dasar orang kaya yang berduit segala keluh kesah larinya ke club
total 1 replies
Khairul Azam
aku pernah baca cerita ini kisah nyata entah di negara mana aku lupa tapipernikahan laksa atau percodohan yg dijodohkan tidak menerima tp ttp dipaksa intinya perjodohan lah ya, itu bisa dijatuhi pidana dan yg membuat perjodohan itu mereka dihukum kurungan. dan dikisah nyata itu ibunya dihukum kurungan beberapa tahun gitu.
Khairul Azam
meski pasangan menerima kita apa adanya setidaknya kita harus menjaga tubuh kita, untuk diri kita sendiri, menjaga biar sehat
Nawalia Mohdlekat
Luar biasa
Simba Berry
cerita yg lucu ya.pemeran laki2nya semuanya murahan.😀😀😀😀😀
Bunda Iwar
Luar biasa
Anonim
Lebih suka arnold sama shen,, kasian asha nya
Eemlaspanohan Ohan
sabar asha. ya
Eemlaspanohan Ohan
jalang datang
Eemlaspanohan Ohan
sedih thor
Trii Ernaa Wijayanti
sangat keren karyamu Thor🤗
Trii Ernaa Wijayanti
Damian🤣🤣
Trii Ernaa Wijayanti
ngakak baca Digo sama Marisa🤣🤣🤣
Trii Ernaa Wijayanti
🤣🤣🤣🤣🤣astaga Marisa mulutnya Badas tapi keren
Trii Ernaa Wijayanti
ada2 saja max🤣
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!