kisah ini bercerita tentang seorang Dewa yang bereinkarnasi. saat kelahirannya dia terpaksa harus melihat kematian ibunya.
Dia tumbuh menjadi seorang genius yang berdiri di atas orang lain dengan tujuan untuk membalaskan kematian ibunya.
peringatan!! banyak adegan dewasa.
di sarankan pembaca harus bijak!!!
jika suka mohon tinggalkan jejak.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bahrul Hadi, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
chapter.21 Kompetensi 1.
''Mulai..'' teriak wasit.
Wus... Yun Ling melesat hilang dari tempatnya.
''Hahaha, aku tidak menyangka bisa bertanding dengan mu Pangeran Yun. tapi maaf saja kamu harus kalah saat i..'' ucap murid sekte api berkobar terhenti.
''Pemenangnya Yun Ling!'' teriak wasit, melihat goresan di leher murid sekte api berkobar yang mengeluarkan darah.
Yun Ling muncul kembali di belakang murid sekte api berkobar, Dia memasukan kembali pedang giok nya.
''...?...'' Hening! semua orang tidak menyangka hasil pertandingan yang begitu cepat.
''Aku belum kalah..? kami belum bertarung. kenapa kamu menyatakannya menang, wasit?'' murid sekte api berkobar itu berteriak tidak terima.
''Kalau ini adalah pertarungan sungguhan, kamu sudah mati.'' ucap Yun Ling berjalan turun dari arena.
''His... kamu lihat lehermu itu! jika dia mau, kepalamu sudah terlepas." wasit menggelengkan kepalanya.
"Tidak... tidak mungkin, dia pasti curang! aku ingin pertandingan ulang." teriak murid itu kembali.
"Segera turun?" teriak wasit, geram melihat tingkah murid itu. hingga membuat tubuh murid itu gemetar dan turun dari arena.
Setelah beberapa pertandingan lain selesai dan Yun Ling kembali naik keatas arena untuk bertanding.
''Mulai...'' wasit memulai pertandingan.
Wus...
Bom...
Yun Ling tidak menggunakan pedangnya, Dia menggunakan tinju dalam pertandingan. bergerak dengan cepat, menghindari setiap serangan lawannya.
''Tinju Naga Penghancur''
Bom... lawannya terkena serangan dan terlempar keluar arena.
''Pemenangnya, Yun Ling!" wasit mengumumkan.
"Dia kuat..." Para peserta unggulan mengerutkan dahi mereka, melihat kemampuan Yun Ling. mereka mulai mewaspadainya, dan mengukur kemampuan mereka dengan Yun Ling.
Mereka tidak mengetahui bahwa Yun Ling belum mengeluarkan semua kemampuannya.
''Tunangan mu, kuat Zhi'er. Dia belum mengeluarkan semua kekuatannya!'' Bai Qing berbicara kepada Xia Zhi sambil melihat pertandingan Yun Ling.
Setelah pertandingan pertamanya, Yun Ling memenangkan setiap pertandingannya. di setiap pertandingannya Yun Ling tidak lagi menggunakan pedangnya. membuat peserta dan penonton bingung dan bertanya-tanya?, karena setiap pertandingannya akan selesai setelah bertukar sepuluh kali serangan.
Begitu juga dengan unggulan lainnya, mereka juga berhasil menang dengan lancar. pertandingan Hari ini telah selesai dan babak penyisihan telah berakhir. dengan menyisakan 20 peserta terbaik dari 20 kelompok pertandingan, yang akan di lanjutkan besok hari.
''Saudara Yun! apa kamu berhasil lolos babak selanjutnya?" teriak Chen Long berjalan mendekati Yun Ling yang berdiri sendirian.
Yun Ling hanya diam tidak menjawab Chen Long, Dia terlalu malas untuk meladeninya. Yun Ling berjalan berniat pergi kembali ke penginapan.
"Jangan berkecil hati saudara Yun, setelah ini aku akan berjuang untukmu mengalahkan mereka." Chen Long mengejar Yun Ling, Dia mengira diamnya Yun Ling adalah karena sedih tidak berhasil lolos babak penyisihan.
"Kenapa kamu mengikuti ku? apa niatmu sebenarnya?" Yun Ling berhenti dan menatap Chen Long.
"Jangan marah saudara Yun. aku hanya ingin menghiburmu agar tidak sedih! aku akan mengajakmu ke sebuah restoran, di sana memiliki arak yang sangat enak. kamu akan melupakan kesedihan mu itu, saudara Yun." Chen Long menunjukan senyuman bodohnya.
Yun Ling geram melihat sikap bodoh Chen long, Dia mengutuk di dalam hatinya karena kesal. kembali Yun Ling berniat pergi meninggalkan Chen Long yang bodoh. tetapi Yun Ling berhenti karena seorang wanita cantik mendatanginya.
"Ah.. perkenalkan namaku Chen Long. siapakah nama Nona cantik ini?" Chen Long membungkuk memperkenalkan diri kepada wanita itu, yang adalah Wang Wulan.
"Selamat Pangeran Yun, telah lolos babak selanjutnya. apa aku bisa mengundangmu untuk merayakannya, Pangeran Yun?" ucap Wang Wulan, tidak memperdulikan Chen Long dan berjalan mendekati Yun Ling.
"Terimakasih, selamat juga untukmu Nona Wang! panggil saja aku Yun Ling, aku tidak terlalu suka hal yang formal." ucap Yun Ling menganggukkan kepalanya.
"Kalau begitu kamu juga bisa memanggil namaku saja. jadi apa kamu mau merayakannya denganku, Ling?" Wang Wulan sedikit gugup, wajahnya memerah.
Chen Long segera mendekati Wang Wulan lagi, "sepertinya kamu sudah salah mengenali orang, Nona cantik? saudaraku Yun ini bukanlah Pangeran. Dia juga sedang sedih karena tidak lolos!".
Wajah Wang Wulan berubah, terlihat kekesalan di wajahnya karena keberadaan Chen Long yang mengganggunya dengan Yun Ling.
"Siapa orang bodoh ini, Ling?" Wang Wulan menunjuk Chen Long, kesal.
"Entahlah.., jangan hiraukan Dia!" Yun Ling segera berjalan pergi, dan Wang Wulan juga mengikuti Yun Ling.
"Tunggu.. jangan tinggalkan aku, saudara Yun?" Chen Long dengan bodohnya mengejar Yun Ling dan Wang Wulan.
Dari kejauhan Xia Zhi melihat kepergian Yun Ling bersama Wang Wulan. terlihat kekesalan di wajahnya, karena percikan rasa cemburu dihatinya.
Begitu juga di tempat vip, Bi Laoha begitu ingin menghampiri Yun Ling. melihat Yun Ling bersama seorang wanita.
''Brengsek... akan aku habisi kamu nanti!'' Pangeran Jia mengepalkan tangannya, kesal melihat Wang Wulan bersama Yun Ling.
Di sebuah restoran, meja sudah penuh dengan makanan dan minuman. Yun Ling duduk berhadapan dengan Wang Wulan, dan di sebelahnya ada Chan Long.
Chen Long terus berbicara kepada Wang Wulan, berusaha mendapatkan perhatiannya. sedangkan Wang Wulan kesal, dan risih dengan keberadaan Chen Long. keinginan Wang Wulan untuk menghabiskan waktu bersama Yun Ling gagal sudah.
"Kenapa wajahmu seperti itu, Wulan? nanti wajah cantikmu hilang!" Chen Long menaruh dagunya dikedua tangannya yang menopang di atas meja, sambil melihat wajah cantik Wang Wulan.
''Kita tidak dekat berhentilah bersikap tidak hormat padaku! dan aku tidak tertarik padamu, jelas?'' bentak Wang Wulan, geram. Dia sudah tidak bisa menahan rasa kesalnya.
''Berhentilah... berpura-pura, Chen Long?'' atau kamu ingin kepalamu itu terlepas!'' ucap Yun Ling meminum arak di cangkirnya.
''Hahaha, apa yang kamu katakan saudara Yun? aku tidak sedang berpura-pura!'' Chen Long masih menunjukan wajah tidak bersalah.
Wus... sebuah tekanan menimpa Chen Long yang dikeluarkan oleh Yun Ling.
Yun Ling melirik Chen Long, ''aku bukan orang yang memiliki kesabaran, jadi jangan menguji ku?''.
Wajah Chen Long berubah pucat karena tertekan oleh tekanan yang dikeluarkan Yun Ling.
''Maaf saudara Yun, aku hanya ingin dekat denganmu. dan berusaha mengajakmu masuk ke sekte kami!'' Chen Long menunduk.
Yun Ling menarik kembali tekanannya pada Chen Long, ''tidak perlu bersikap seperti itu untuk dekat denganku. aku tidak suka orang yang bersiasat kepadaku?''
''Ya.. ya, aku tidak akan melakukannya lagi. aku janji saudara Yun!'' ucap Chen Long.
Wang Wulan terkejut dan hanya diam saja, melihat Yun Ling yang dapat mengetahui kalau Chen Long sedang berpura-pura.
''Maafkan aku juga Nona Wang?'' ucap Chen Long tersenyum canggung kepada Wang Wulan.
Mereka bertiga melanjutkan kembali perayaan keberhasilan, mereka. karena banyak minum Chen Long sudah sangat mabuk. sedangkan Yun Ling hanya sedikit pusing kepalanya. Wang Wulan tidak minum arak sama sekali, Dia hanya menikmati teh saja.
...***Bersambung***...