NovelToon NovelToon
Willea

Willea

Status: tamat
Genre:Romantis / Identitas Tersembunyi / Anak Kembar / Mafia / Tamat
Popularitas:11.9M
Nilai: 5
Nama Author: Phopo Nira

Novel ini sekuel dari Novel ‘Anak Kembar Sang Mafia’!

Will-lea, bukan hanya kisah cinta antara Will dan Alea saja!

Kisah cinta yang berawal dari sebuah buket bunga pengantin. Kisah perjuangan Asisten pribadi Rayden sang JoKer, William Coopers si Jombo Keren dengan sejuta penggemarnya yang berusaha meraih cinta dari pengawal pribadi Nyonya mudanya yaitu Alea Savannah.

Akan tetapi, perjuangan Rayden dan juga Zhia dalam merawat si kembar Double L serta Triple baby yang akan segera lahir kedunia. Serta mengenai identitas Zaen Levi yang sebenarnya.

Diantara ketiga kisah itu, manakah yang membuat kalian penasaran?

Kisah cinta si JoKer? Keseruan keluarga Xavier dan si kembar Luca Lucia? Atau identitas Zaen Levi?

Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 10 pagi ‘yah!
Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!

Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!

Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat. Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!

Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!

Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!

Terima kasih, All!

FB : Phopo Nira Nira atau Trie Vanny
IG : @Phopo_Nira

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Phopo Nira, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21. Kegalauan Will dan Levi

...◦•●◉✿Willea✿◉●•◦...

...‌𝓑𝓾𝓴𝓪𝓷𝓵𝓪𝓱 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓬𝓲𝓷𝓽𝓪 𝓪𝓷𝓽𝓪𝓻𝓪 𝓦𝓲𝓵𝓵 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪 𝓼𝓪𝓳𝓪. 𝓜𝓮𝓵𝓪𝓲𝓷𝓴𝓪𝓷 𝓴𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓭𝓪𝓻𝓲 𝓦𝓲𝓵𝓵, 𝓓𝓸𝓾𝓫𝓵𝓮 𝓛, 𝓛𝓮𝓿𝓲 𝓭𝓪𝓷 𝓐𝓵𝓮𝓪. 𝓚𝓪𝓻𝓮𝓷𝓪 𝓲𝓽𝓾𝓵𝓪𝓱, 𝓚𝓲𝓼𝓪𝓱 𝓲𝓷𝓲 𝓫𝓮𝓻𝓳𝓾𝓭𝓾𝓵 ...

...◦•●◉✿Willea ✿◉●•◦...

Begitu sampai di mansion, Levi dan Jaydon tidak sengaja berpapasan dengan Felix yang baru saja keluar dari sana untuk pulang kerumahnya.

Suasana canggung pun langsung terasa ketika Felix dan Jaydon saling bertemu untuk pertama kalinya setelah kejadian Evan waktu itu.

“Kau mau kemana?” tanya Levi sekaligus ingin sedikit mencairkan suasana.

“Pulang, jam kerjaku sudah selesai sekarang.”

Felix menjawab sekenanya, sekilas dia menatap ke arah Jaydon dengan tatapan tidak suka.

“Sepertinya kalian membutuhkan ruang untuk bicara berdua. Kalau begitu kau saja yang mengantarkan dia menghadap Tuan dan Nyonya besar didalam, Felix! Aku ada urusan sebentar,” ujar Levi yang menyadari bahwa antara Felix dan Jaydon perlu waktu untuk saling bicara.

“Hay, tapi ini sudah waktuku untuk pulang kerumah. Hay, Levi!”

Felix terus berteriak memanggil Levi.

Akan tetapi, Levi dengan santainya pergi meninggalkan keduanya di sana.

Dia berjalan sendirian dengan tatapan kosong dan dengan kepala yang dipenuhi berbagai pikiran. Levi terus berjalan mengikuti langkah kakinya melangkah, hingga tanpa sadar dia sampai disebuah taman yang masih berada didalam mansion.

Levi terus memikirkan tentang mobil Van yang ingin menabraknya tadi. Kadang Levi berpikir bahwa itu hal wajar yang kemungkinan besar dia akan mengalaminya, mengingat dia begitu memiliki banyak musuh di dunia mafianya.

Namun, Levi terus merasakan hal yang janggal kalau orang-orang itu adalah musuhnya.

“Haah, … Kenapa tahu-tahu akau sudah sampai disini. Banyak sekali yang mengganggu pikiranku sampai aku tidak sadar sudah berjalan sejauh ini,” gumam Levi begitu tersadar dari lamunannya.

“Sudahlah, sebaiknya aku pulang sekarang. Biarkan Felix yang mengurus si Jaydon itu sendirian.”

“Tunggu, apa itu yang barusan aku lihat? Orang ‘kah? Atau hantu?”

Saat hendak mau berbalik, sekelibat mata Levi menangkap sebuah sosok yang tengah duduk di bangku taman tidak jauh dari tempatnya berdiri.

Beberapa kali Levi mengucek-kucek kedua matanya untuk memastikan bahwa dirinya tidak salah.

Kalau fans berat Levi pasti tahu, bahwa bocah psikopat yang satu ini sangat takut dengan yang namanya hantu.

Saat ini Levi sudah merasa ketakutan setengah mati, dia sangat berharap bahwa yang dilihatnya sekarang bukanlah hantu seperti yang ada didalam pikirannya.

Seketika bulu kuduk Levi langsung berdiri, tetapi rasa penasarannya mampu mengalahkan perasaan takutnya. Dengan langgkah perlahan, Levi mencoba mendekat untuk memastikan yang dilihatnya hantu atau manusia.

Begitu Levi kira-kira sudah berjarak satu meter dengan sosok itu. Tiba-tiba, ….

“Aaaakh, … Aku bisa kalau terus begini!”

Sosok yang didekati Levi berteriak dengan kerasnya, hingga membuat Levi terkejut sampai terjatuh di sana dengan tubuh gemetar ketakutan.

“Waaakhh, … Astaga Nangka! Ampun, Tuan hantu aku sama sekali tidak bermaksud mengganggumu. Sungguh, maafkan aku Tuan Hantu!”

Dengan mata yang tertutup rapat, Levi terus memohon dan meminta maaf pada sosok yang dianggapnya sebagai Tuan hantu itu.

Sesaat suasana terkesan sepi, hingga suara tawa yang begitu familiar terdengar oleh telinga Levi.

“Bwahahahahaa, … Lihatlah, betapa konyolnya dirimu itu. Hahahaaa, … Kau tidak kencing di celana, bukan? Hahaaa, ….”

Ternyata sosok itu adalah Will, dia tertawa sampai terbahak-bahak melihat Levi yang begitu gemetar ketakutan hanya karena menganggap dirinya sebagai hantu.

“Will? Benarkah itu kau? Kau bukan hantu yang sedang menyamar sebagai JoNes itu ‘kan?”

Perlahan Levi membuka matanya, kemudian dia langsung menghampiri Will dan mencibit pipinya dengan kuat untuk memastikan bahwa itu bukan hantu.

“Auwh, … Sakit bodoh! Iya, ini akau Will kenapa, Hah!” seru Will yang merintih kesakitan pada kedua pipinya yang dicubit oleh Levi.

“Haaah, … Kupikir tadi hantu.”

Akhirnya Levi bisa bernafas lega begitu bisa dipastikan bahwa itu adalah Will dan bukan hantu.

“Kenapa kau berada disini?” tanya Will mengubah topik pembicaraan.

“Seharusnya aku yang menanyakan itu padamu? Duduk sendirian ditempat yang gelap seperti itu, lalau tiba-tiba berteriak seperti orang gila membuatku takut saja!” seru Levi berbalik bertanya pada Will sembari membahas kejadian menakutkan tadi.

“Hahahaaa, … Tadi kau tidak kencing di celana ’kan?” goda Will lagi.

“Sialan kau!” umpat Levi dengan wajah kesalnya.

“Hahahaa, … Stressku sedikit terobati berkat melihat reaksimu tadi. Makasih, Bro!” ucap Will yang memaksakan untuk tersenyum.

“Ada apa? Apa terjadi sesuatu yang buruk padamu hari ini?” Levi pun akhirnya bertanya, karena merasa bersimpati pada Will.

“Hmmm, … Bisa dikatakan begitu. Sepertinya hubunganku dengan Alea tidak bisa berjalan dengan baik,” ujar Will yang tidak ingin menutupi apapun lagi.

“Apa yang terjadi?” tanya Levi lagi.

“Dia marah padaku! Dia marah karena pernyataan cintaku, dia marah pada semua yang aku lakukan. Dia bilang aku terlalu memaksakan pada dirinya. Menurutmu apakah aku benar-benar seperti itu?”

Will menjelaskan semuua yang terjadi secara singkat. Tidak lupa dia meminta pendapat Levi yang berpengalaman mengenai sikapnya itu.

“Haaah, … Wanita itu mahluk yang sangat sulit untuk dihadapi, tapi sekali ditaklukkan mereka akan mengorbankan segalanya untuk dirimu. Menurutku kau harus memberinya waktu untuk berpikir, Will! Jaga jarak dengannya untuk sementara waktu, biarkan dia memiliki ruang untuk dirinya sendiri.”

Levi memberikan sebuah saran dan Will sepertinya mengerti maksud dari perkataan Levi tadi.

“Kau benar, Lev!” sahut Will membenarkan ucapan Levi.

“Haaah, … Sungguh hari yang sangat melelahkan, bahkan dia menangis karena diriku,” gumam Will dengan lirih tapi dapat didengar dengan jelas oleh Levi yang duduk tepat disampingnya.

“Memang hari yang cukup melelahkan. Aku bahkan hampir mati hari ini, kalau si Jaydon tidak menolongku,” ujar Levi yang juga menceritakan hal buruk yang dia alami hari ini.

“Hah? Bagaimana bisa? Apa yang terjadi denganmu?”

Will pun mencecar Levi dengan beberapa pertanyaan sekaligus. Dia sangat terkejut saat Levi mengatakan bahwa dia hampir mati hari ini.

“Ada orang yang berniat membunuhku dengan cara menabrakku sampai mati. Jika Jaydon tidak mendorongku tepat waktu, mungkin saat ini aku sudah berada di pemakaman. Dan kalau beruntung aku sekarang berakhir di rumah sakit dalam keadaan sekarat.”

Levi pun menceritakan yang terjadi, dia tersenyum kecut jika mengingat kejadian itu.

“Apa kau tahu siapa pelakunya? Atau mungkin mereka itu salah satu dari banyaknya musuhmu!” ujar Will yang menyampaikan kecurigaannya.

“Itu juga yang aku pikirkan sampai sekarang, hingga aku tidak sadar berjalan sampai disini,” sahut Levi sembari menghela nafas dengan berat.

“Hahahaa, … Kita sama-sama merasa sangat galau hari ini. Bagaimana kalau kita pergi minum ditempat yang biasa untuk mengubah suasana hati yang buruk ini.”

Will pun mengajak Levi untuk pergi bersenang-senang dan melupakan kejadian buruk mereka.

“Tentu, kenapa tidak! Ayo, pergi sekarang.”

Dengan senang hati Levi menerima ajakan Will yang memang itu adalah tempat favoritnya.

Bersambung,.......

...****************...

Hay, kakak semua!!!🤗🤗🤗

Kalau tidak ada halangan apapun, novel ini akan update setiap hari setiap pukul 10 pagi ‘yah!😍😍

Maka dari itu, mohon dukungannya ‘yah!🙏🙏🥰🥰

Jangan lupa tinggalkan like, Coment, Vote dan kasih bintang 5 juga ‘yah! Biar novelnya semakin bersinar!🌟🌟🌟👌🥰🥰🥰

Novel ini hanya ada dan akan update di Aplikasi Noveltoon atau Mangatoon saja. Bila terdapat ditempat lain berarti itu semua merupakan plagiat.

Jadi, mohon terus dukung novel orisinilku ‘yah dan segera laporkan jika ada plagiat novel ini!🙏🙏😓

Dan jangan lupa berikan cinta dan tips untuk Author kesayangan kalian ini ‘yah!

Agar tidak ketinggalan kisah seru Double L, keluarga Xavier dan para pengawal tampannya. Tambahkan novel ini ke rak novel favorit kalian ‘yah!

Terima kasih, All! 🙏🙏🙏😘😘😘

1
Fahmi Ardiansyah
itu kamar punya Levi n Lucia.
Fahmi Ardiansyah
makanya jgn macam2 LG Ama dewa kematian itu.
Fahmi Ardiansyah
terima kasih Thor
Fahmi Ardiansyah
iya mungkin udah terbiasa panggilannya nona kecil jadi gak bisa melupakan panggilan itu sampai sekarang.
Fahmi Ardiansyah
woooaaaah mereka udah gak jomblo LG ternyata udh punya pasangan masing2 tinggal Levi aja yg belum berpasangan
Fahmi Ardiansyah
waaaah ceritanya pasti makin keren
Fahmi Ardiansyah
lompatnya cepat sekali Doble L pasti udah dewasa n Lucia pasti bertemu Levi nanti
Fahmi Ardiansyah
iya ke 3 mafia hanya takluk pada sang istri.
Fahmi Ardiansyah
suami2 yg hebat klu ingin mendapatkan hati istri2 nya masing2idenya rayden 👍👍
Fahmi Ardiansyah
puaas banget mereka ber3 tidur di luar Krn ada temannya
Fahmi Ardiansyah
buhajahaha pemimpin n asistennya juga sama2 apes
Fahmi Ardiansyah
iya makanya klu di titip i anak jgn gegabah papa Ray papa Nolan.skrg rugi sendiri bukan.
Fahmi Ardiansyah
iya Luca harusnya kmu udah bisa mengerti klu main belati itu gak boleh di berikan adknya.
Fahmi Ardiansyah
🤣🤣🤣🤣🤣🤣
Fahmi Ardiansyah
🤣🤣🤣🤣🤣 rayga sangat nakal ya granpa nya di kencingin.
Fahmi Ardiansyah
bagus Felix nnjaydon
Fahmi Ardiansyah
😄😄😄😄😄 aduh Will bilng aja reflex.
Fahmi Ardiansyah
Triple R papah gak terima klu kmu di samakan sama ikan buntal Ama willitu becanda.
Fahmi Ardiansyah
Riko Riki rizki😄😄😄😄
Fahmi Ardiansyah
alhamdulilah akhirnya lahir juga triple baby boy.
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!