NovelToon NovelToon
Kenapa Harus Aku..?.!?

Kenapa Harus Aku..?.!?

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis / Komedi / Cintapertama
Popularitas:58.8k
Nilai: 5
Nama Author: Eny AR

Sebuah kondisi yang mengharuskanku memilih pilihan yang tak kusukai, pilihan yang merubah arah hidupku.
"Kenapa harus aku..??" .
Terkadang kalimat itu selalu muncul dibenakku, membuatku menyalahkan semua hal yang tak berpihak kepadaku. Tapi akhirnya aku tau, hal yang tak berpihak kepadaku pada akhirnya itulah yang terbaik untuk hidupku.....
.
.
.
Krisna Hanggara. Presdir muda yang tak percaya dengan cinta. Namun pertemuannya dengan Anya merubah semua sudut pandangnya. Akankah dia percaya cinta dan mendekap Anya disisinya? Ataukah membiarkan Anya terperangkap cinta Zidan???

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Eny AR, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

21. Dia lagi?

"Anya Feni silahkan keluar menemui bu Sonia di musholla dekat kantin." Ucapan pak Han membuat kami terkejut. Ini masih setengah dua siang tapi kami dipersilahkan keluar?

"Iya pak.." Ucapku dan Feni hampir bersamaan.

"Da da adik kecil.."

"Sampai jumpa besok.."

"Bye Anya.."

Ucap beberapa personil line sembilan ini mengiringi kepergian kami.

Ternyata bukan hanya kami, tapi semua teman-temanku yang hari ini baru masuk dipanggil bu Sonia.

"Anya.... ya ampun Nya gue capek banget tau.." Keluh Dian ketika kami bertemu di depan kantin.

"Sama. Gue juga capek." Balasku sambil terus melangkah.

"Kaki gue rasanya mau copot, pegel banget berdiri." Ucap Feni menimpali ucapanku.

Kami terus berjalan sampai musholla. Sudah banyak yang berkumpul rupanya. Mereka duduk melingkar dengan bu Sonia di tengahnya.

Aku, Dian, dan Feni duduk berjajar, diikuti beberapa teman yang baru sampai.

"Baik selamat siang semua.." Sapa bu Sonia mengawali.

"Siang bu..." Jawab kami serempak.

"Gimana hari pertama? Seru? Capek?" Bu Sonia bertanya dengan bibirnya yang tersenyum senang, seolah menikmati ekspresi letih di wajah kami.

"Baiklah yang namanya kerja pasti capek, pasti gak enak. Tapi ini adalah pilihan kita. Tetap semangat ya. Dua minggu lagi gajian lho.." Lanjut bu Sonia, membuat kami semua tersenyum mendengar kata 'gaji'.

"Oke. Pertama saya ucapkan selamat karena kalian resmi diterima di PT. KingNoodle. Bekerja dengan tiga sif dengan delapan jam kerja. Kedua ini adalah kartu ATM kalian, tanggal delapan bulan depan bisa kalian gunakan untuk mengambil gaji kalian sendiri........"

Kami mendengarkan dengan serius semua yang dikatakan bu Sonia. Beliau mengingatkan kembali tentang beberapa peraturan kerja yang harus kami patuhi.

Bu Sonia juga mengatakan kalau akhir tahun nanti akan ada pergantian pimpinan presiden direktur jadi mungkin ada beberapa peraturan baru atau peraturan tambahan lainnya.

pukul dua siang bel pergantian sif berbunyi. Jalanan yang lenggang mendadak langsung penuh riuh ramai karyawan pulang. Kami tadi ceklok pukul tujuh jadi nanti kami baru boleh pulang pukul tiga sore.

"Nya perut gue mules nih dari pagi. Anterin gue ke klinik dong..." Ucap Dian sambil memegang perutnya.

"Nanggung nih bentar lagi juga pulang.." Kulihat jam dinding musholla menunjukkan pukul setengah tiga tepat.

"Oke, ini nanti tolong dibagikan ya. Saya akhiri pertemuan kali ini. Selamat siang semuanya." Ujar bu Sonia seraya menyerahkan kartu-kartu ATM ke tangan salah satu karyawan pria kemudian pergi melegang meninggalkan kami di musholla.

"Ahmad fadhol. Ahmad Zimam. Afif Darmawan. Ali ikhsan. Anya Zahrotul J. Bella Syahputri. Baha'ul Abror. Dian Rosiana. Fenita Ariana...." Karyawan yang ditunjuk tadi langsung membagikan ATM kami sesuai urutan absen.

Dian menarikku keluar setelah menerima ATM-nya. Aku terburu-buru memakai sepatu ketika kulihat Dian semakin meringis menahan sakit.

"Kenapa teman lu Nya?" Tanya Bagas yang tiba-tiba berdiri di depanku.

"Nya......"Ucap lirih Dian kemudian badannya terhuyung ke samping. Bagas reflek menangkapnya sebelum jatuh ke tanah.

"Dian..!! Ya Allah..!" Teriakku kencang saat Bagas sedikit terhuyung ke samping menahan bobot tubuh Dian.

"Kenapa? Ada apa? Dia pingsan?" Teriak beberapa orang yang masih di musholla sambil berlari ke arah kami.

"Tadi Dian bilang perutnya sakit." Ucapku cemas sambil memeriksa napas Dian.

"Ayo kita bawa ke klinik. Ayo bantuin Bagas angkat tuh cewek.!" Seru karyawan yang tadi membagikan ATM kepada kami.

Dua orang pria mengangkat Dian ke klinik. Aku, Feni dan Bella teman satu bagian Dian mengikuti di belakangnya. Bu Sonia yang masih berada di bagian tepung dan sedang berbincang dengan seorang karyawan langsung berlari menghampiri kami menanyakan apa yang terjadi.

Sebagian karyawan yang masih mengantri ceklok memandang ke arah kami tapi tak ada satupun dari mereka yang meninggalkan antrian.

Sampai di klinik Dian langsung diperiksa petugas. Setelah diperiksa ternyata asam lambungnya naik.

"Dian tadi muntah sedikit waktu makan siang, jadi dia hanya makan dua sendok." Terang Bella.

"Oke nanti saya buatkan resep obatnya. Tolomg nanti di minumkan ya setelah dia sadar." Ucap perawat yang memeriksa Dian.

"Ada yang tau rumahnya atau tempat kosnya?" Tanya bu Sonia.

"Kebetulan dia mau ngekos di tempat saya bu", Ucap Bella.

Beberapa saat kemudian Dian sadar. Dia mengerjap cepat sambil memegangi kepala dan perutnya.

"Sudah jam tiga lewat lima menit. Kalian boleh pulang. Nanti biar saya yang mengantar Dian pulang." Ucap bu Sonia kepada kami.

Akhirnya kami semua pulang kecuali Bella. Dia tetap setia menemani Dian.

"Duh kaget banget gue tadi. Baru mau nyapa eh malah langsung ditinggal pingsan." Keluh Bagas setelah kami keluar dari klinik.

"Bukannya malah enak langsung bisa meluk tuh cewek? Haha.." Seloroh teman Bagas yang tadi ikut mengangkat Dian.

"Sialan lu. Berat tau." Ucap Bagas kesal.

"Udah jangan diomongin lagi. Kasihan Dian tau." Ucapku sambil berjalan mendahului mereka.

Kami sampai ke tempat ceklok lalu memilih mesin ceklok masing-masing. Hampir semua karyawan sudah pulang jadi tempat ini kembali langgang.

"Gas gue duluan ya.." Ucapku setelah selesai ceklok. Bagas hanya mengacungkan ibu jarinya setuju.

"Lu dekat ya sama Bagas?" Tanya Feni setelah dia selesai ceklok lalu mengikutiku keluar.

"Biasa aja, kebetulan arah kos kita sama, jadi tadi gue bilang kalau mau duluan." Ucapku sambil terus melangkah melewati gerbang.

"Oh gitu. Kalau gitu lo bareng gue aja gimana? Gue ambil motor dulu ya.." Ucap Feni sebelum berbelok ke tempat penitipan motor.

"Boleh deh. Gue tunggu di sini aja ya." Ucapku lalu bersandar di tembok pembatas area parkiran dan area ruko.

Aku memejamkan mata sejenak. Bersyukur karena aku tak memiliki riwayat sakit maag ataupun asam lambung. Bagaimana nasib Dian nanti ya? Apakah besok bisa kembali bekerja? Tadi dia menahan sakit sampai pingsan, apa mungkin penyakitnya sudah parah?

Aku membuka mataku. Feni belum kembali. Kuamati sekitarku. Daerah ini cukup ramai dengan warung kedai kopi, jajanan, juga beberapa toko sembako besar.

Dari sini gerbang pabrik terlihat kokoh. Ada dua satpam yang menjaga di kedua sisi saat gerbang utama terbuka.

Sedetik kemudian sebuah mobil BMW hitam metalik berhenti di depan gerbang utama pabrik. Dua satpam berlari tergopoh-gopoh membuka gerbang utama.

Gitu ya kalau orang kaya. Satpam aja langsung lari buru-buru bukain gerbang takut dimarahi. Batinku.

Tak lama setelah gerbang terbuka, si pengemudi menurunkan kaca mobilnya. Seorang pria tampan dengan kacamata bening dan rambut tersisir rapi ke samping kanan. Tangannya terulur menyerahkan sesuatu kepada salah satu satpam.

Aku menganga menatapnya. Pupil mataku melebar sempurna.

Setelah satpam menerima pemberiannya dan tersenyum ramah dia menaikkan lagi kaca mobilnya lalu masuk ke dalam area pabrik.

Aku mematung. Tak percaya dengan apa yang kulihat barusan.

Itu dia kan? Orang narsis yang ketemu gue dua kali? Dia lagi? Kenapa dia di sini? Apa jangan-jangan dia salah satu supervisor atau mungkin manager disini? Batinku.

Tin. Tin. . .

Aku tersentak kaget. Mengelus dada, lalu mengerjab secepat mungkin.

Suara klakson motor Feni membuyarkan lamunanku.

"Nya ayo..!" seru Feni dari atas motornya.

Aku langsung naik dan tak menoleh lagi ke belakang.

Gila. Ini benar-benar kacau. Kenapa dia ada dimana-mana? Kenapa dia ada di semua tempat yang aku singgahi???

1
Nurul Hidayati
lha terus anya kemana thor
Eny Agustina: Masih di kos reader sayang.. Anya kan masuk sif 3 alias sif malam..
total 2 replies
Eny Agustina
makasihh sudh mau komen...
okke, next time insyaAllah bakal lebih pnjang....
Nurul Hidayati
akhirny up juga, cuma kenapa sekarang jadi pendek banget episode ny
Alpri prastuti
hey ... kak, mampir di novel ku "sang pewaris."
Nurul Hidayati
buat authorny semoga selalu sehat & dilancarkan segala urusanny biar up lancar. Aamiin
Eny Agustina: Aamiinnnnn.... Tingqyu reader sayangg... 😄😆
total 1 replies
Nurul Hidayati
nggak terlalu halu, masih ada kaitan ny dengan hidup di dunia nyata yg berlanjut
Eny Agustina: Makasihh reader sayanggg....😄😆
total 1 replies
nenek muda😪
nih biar semangat aku kasih bungaa 🤩🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Eny Agustina: Tingqyu reader sayanggg.....
total 1 replies
nenek muda😪
semangat upnya authorr...
Eny Agustina: Okke reader sayanggg....
total 1 replies
Lee
Semangat ya othor...
up lg yg bnyak..
Eny Agustina: Okke...
Makasih reader sayangg...
total 1 replies
nenek muda😪
enak banget hukumannya makan kenyang trus ketidurann,,,😅😅😅
Eny Agustina: Enak dongg....
Kan habis sedih tuh.. Nangis-nangis.. Masak mw dikasih hukuman berat juga, kayak sinetron ikan terbang malahan nantinya..😂😁
total 1 replies
nenek muda😪
🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
kangen authorr,

ayoo semangat up lagi❤️
Eny Agustina: Kangen? Ayo sini-sini maen kesini.. 😁😀
total 1 replies
Nur Hidayah
Lama baru up kak Author
Eny Agustina: iya reader sayang... maaf yaa...
total 1 replies
Lee
Semangat up lgi kak othor...
Eny Agustina: Okke reader sayanggg...
total 1 replies
Senajudifa
kutukan cinta dan mr.playboy mampir
Eny Agustina: Terima kasih reader sayangg...🤗
total 1 replies
nenek muda😪
aku mau ikutan nyawer poin dehh kasihh bungaa🤩🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Eny Agustina: Tingqyy sayanggg... 🤗🤗🤗🤗🤗
total 1 replies
nenek muda😪
aku kasih secangkir kopi hanya untuk author tersayang biar semangat upnyaa☕
Eny Agustina: Makasihhh reader sayanggg.....🤗🤗🤗
total 1 replies
Eny Agustina
Okke reader sayangg...
Terima kasih atas dukungannya...🤗
WidyaThree
lama gak up. lanjut thooor
Eny Agustina: Siap reader sayangg... makasih yaa
total 1 replies
nenek muda😪
lanjut thor🤩🤗
Eny Agustina: Okke reader sayanggg....
total 1 replies
Lee
Zidan kalau mau lamar yg romantis biar ke trima...jgn dadakn gtu
Eny Agustina: Wkwkwkwkwkk...iya tuh say..
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!