NovelToon NovelToon
Istri Yang Tersakiti

Istri Yang Tersakiti

Status: sedang berlangsung
Genre:Romantis
Popularitas:399.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: Wenty Oktaria

inilah ujian terberat dalam hidupku, Mas Rayhan suamiku yang aku cintai berselingkuh dengan mantan muridnya. Setelah aku tau perselingkuhan itu, Mas Rayhan bilang ia akan bertaubat dan tidak akan mengulanginya lagi. Tapi Mas Rayhan bohong, ia masih berhubungan dan bahkan malah menghamilinya.

Akankah aku bisa mempertahankan rumah tangga ini atau memilih bercerai?


ig author : wentyoktaria

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Wenty Oktaria, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Aku Harus Bisa Hidup Tanpanya

Aku sudah sampai kampung halamanku, Bapak menyambutku dengan tersenyum bahagia, tentunya dengan tidak menceritakan berita buruk tentang rumah tanggaku, yang Bapakku tahu, aku hanya sedang pulang kampung untuk sementara waktu. Entah bagaimana nanti aku dan Ibu akan menjelaskan semuanya ke Bapak.

"Memang sudah liburan sekolah, Ndok? Rayhan kok ga ikut?" Tanya Bapak.

"Belum liburan, Pak."

"Lho berati Syafiq ga sekolah dong?"

"Iya, ga sekolah untuk beberapa hari ini."

"Oh... Bapak kira sudah libur sekolah."

"Aku nanti mau sekolah disini, Mbah." Celetuk Syafiq.

"Iya, Syafiq mau tinggal disini sama Mbah ya?" Bapak meledek Syafiq.

"Kata Mama sih gitu, aku dan Mama tinggal disini."

"Terus Abi gimana? Masa sendirian dirumah?" Lanjut Bapak.

"Kan ada..." belum sempat Syafiq meneruskan kata-katanya, langsung kupotong,"Eh Syafiq kamu ga capek, istirahat dikamar yuk!"

"Ya sudah, kalian istirahat dulu sana!" Titah Bapak.

"Iya Pak, pegal-pegal semua ini badan."

"Iya jelas Ndok, hamil kamu sudah membesar. Cucu Bapak sebentar lagi akan lahir."

"Iya Pak, doakan ya... Biar semuanya lancar."

Aku langsung beranjak kekamar, sambil menarik tangan Syafiq.

"Sayang, kamu jangan bilang ke Mbah Kakung kalau dirumah ada Bunda Zidny, ya... Mama mohon!" Ucapku pada anakku ini.

"Emang kenapa, Ma?"

"Ga kenapa-napa, pokoknya kamu jangan ngomong tentang Abi dan Bunda Zidny didepan Mbah ya!" Pesanku.

"Oke, Ma."

"Nah gitu dong, itu baru anak Mama."

"Ma, aku mau kedepan ya, aku belum mau tidur."

"Oke..."

Aku langsung merebahkan tubuhku karena sempat kaku setelah menempuh perjalanan jauh dengan menaiki mobil.

Kemelihat perutku yang semakin membesar, tak sabar sebentar lagi aku akan bertemu anakku ini. Kuelus-elus perutku, tendangannya semakin terasa.

"Maafkan Mama ya Sayang, Mama harus berpisah dengan Abimu. Semoga kita bertiga, Mama, Kamu dan Mas Syafiq tetap bisa hidup bahagia." Ucapku pada janinku ini.

Kumembuka ponselku yang dari tadi kumatikan, kulihat ada lima panggilan dari tak terjawab dari Mas Rayhan, untuk apa lagi ia menghubungiku? Bukannya ia malah senang dengan kepergianku?

Lalu ada pesan masuk di whatsapp.

[Lingga, kamu beneran pergi?]

Tak ingin kumembalasnya, biar saja.

Lima menit kemudian, ponselku bergetar.

Drrttt... Drrttt... Drrttt...

Panggilan dari Mas Rayhan rupanya. Segera kumengangkatnya.

"Apa lagi sih Mas?"

"Kamu udah sampai kampung?"

"Udah", jawabku ketus.

"Syafiq mana?"

"Ada."

"Aku mau ngomong."

"Syafiq lagi didepan, aku lagi istirahat dikamar."

"Tapi aku mau ngomong sama dia."

Langsung kusentuh tombol merah, kumatikan teleponnya. Kumatikan ponselku biar Mas Rayhan tidak mengganggu istirahatku.

💕💕💕

Malam tiba, kami berkumpul bersama, ada Bapak, Ibu, Mas Bima, Mbak Widya, Mas Raka, Syafiq dan ketiga keponakanku. Waktu inilah yang kurindukan, waktu berkumpul dengan keluargaku, walau tidak lengkap semua karena Mas Galuh dan Mas Aryo tinggal diluar kota. Biasanya dalam setahun, paling tidak sekali aku pulang kekampung halamanku ini, biasanya sewaktu lebaran idul fitri. Tetapi sekarang, aku bisa terus berada disini, berada ditengah-tengah mereka, keluargaku yang sangat aku cintai.

"Kamu nginep berapa hari disini, Dek?" Tanya Mas Bima Kakak ketigaku.

Aku belum cerita ke Mas Bima tentang masalah rumah tanggaku. Jadi ia mengira aku hanya ingin menginap sebentar disini, padahal mungkin selamanya aku akan disini.

"Aku belum tau, Mas." Jawabku seraya menggelengkan kepala.

"Rayhan nanti jemput?"

"Nggak, Mas Rayhan sibuk."

"Sibuk terus. Kalau pulang kampung, dia ga pernah ikut, apalagi jemput."

"Ya begitulah Mas Rayhan." Aku dan Mbak Widya saling lirik.

Nanti akan kuceritakan padamu Mas, masalah rumah tanggaku ini, gumamku.

Kami bersenda gurau dan tertawa bersama, mengingat masa kecil kami. Ibu yang dulu kerepotan mengurus kelima buah hatinya sambil berjualan kue didepan rumah. Bapak yang hanya seorang petani, lelah membanting tulang untuk biaya sekolah, sampai biaya kuliah kami. Hingga akhirnya kami lulus kuliah dengan nilai yang sangat memuaskan.

Kedua Kakak laki-lakiku, Mas Galuh dan Mas Aryo yang sangat Bapak banggakan, mereka saat ini menjadi pimpinan pondok pesantren diluar kota, sedangkan Mas Bima seorang karyawan swasta yang bekerja disini. Mbak Widya buka usaha warung makan disamping rumahnya. Sedangkan aku entah mau kerja apa nanti setelah melahirkan. Yang pasti sekarang, aku harus melepaskan sedihku, aku harus bahagia walau tak bersama Mas Rayhan lagi.

Drrrttt... Drrrttt... ponselku kembali bergetar, kulihat ternyata panggilan dari Mas Rayhan. Aku langsung memojok disudut ruangan. Kusentuh tombol hijau.

"Lingga, aku kangen sama Syafiq. Aku mau ngomong sama dia. Tolong, Lingga..."

Aku langsung menutup teleponnya.

[Aku kangen anakku] Pesan yang Mas Rayhan tulis diwhatsapp beberapa menit setelah ia meneleponku tadi.

[Syafiq bukan anakmu, Mas. Lupakan Syafiq].

[Tapi dia sudah seperti anak kandung aku].

Aku tak membalas pesannya lagi. Biar saja ia merasa kehilangan Syafiq, toh selama Syafiq dirumah, ia sudah tidak terlalu memperdulikannya.

Waktu sudah larut malam, Mbak Widya, Mas Raka beserta kedua anak mereka sudah pulang kerumahnya, sedangkan Mas Bima beserta anaknya menginap disini.

"Ma, kita tinggal disini sampai kapan?" Tanya Syafiq ketika kami berada dikamar.

"Mama juga belum tau, Sayang. Semoga nanti kita bisa punya rumah dikota. Untuk sementara, kita tinggal disini dulu ya temenin Mbah." Jelasku.

"Kita ga balik lagi kerumah Abi?" Tanyanya lagi.

Aku hanya menggelengkan kepala.

"Kalo aku ga betah disini, gimana Ma?"

"Nanti lama-lama juga betah. Kamu sabar ya."

"Tapi aku pengen pulang kerumah Abi."

"Kita sementara disini dulu, Sayang."

Kasihan sekali anak ini. Semoga tanpa Mas Rayhan, aku tetap bisa membahagiakannya, aku tetap bisa mencurahkan kasih sayang tanpa membedakan ia dengan adiknya. Semoga nanti Allah memberikan pengganti seorang Ayah yang lebih baik dari Mas Rayhan, harapku ini semoga bisa terwujud.

Sambil kuusap-usap kepalanya, akhirnya Syafiq tertidur, namun mataku belum bisa dipejamkan. Kubuka aplikasi facebook, kulihat ada kenangan foto delapan tahun yang lalu, foto pernikahanku dengan Mas Rayhan. Tak menyangka sekarang jadi seperti ini, mungkin takdir aku berjodoh dengannya cuma sampai saat ini. Semoga Allah mempertemukanku dengan laki-laki yang lebih baik darinya.

"Dek... Udah tidur belum?" Mas Bima memanggilku dari luar kamar.

"Belum, Mas."

"Mas mau ngobrol sebentar, sini keluar!"

Akupun keluar kamar, menemuinya.

"Dek, sebenarnya ada apa? Kamu lagi ada masalah sama Rayhan?"

Aku tidak menjawab.

"Dek... Ada apa?"

"Iya Mas, aku udah pisah sama Mas Rayhan."

"Pisah?"

"Iya, aku pisah."

"Gimana ceritanya?"

"Ceritanya panjang, Mas."

"Ayo cerita sekarang! Mumpung Bapak dan Ibu udah tidur."

Aku menceritakan masalah rumah tanggaku pada Mas Bima, dari awal mula Mas Rayhan selingkuh sampai aku pulang kampung.

"Jadi Rayhan seperti itu? Kenapa kamu ga cerita dari dulu sama Mas?"

"Aku takut."

"Nanti kalau Mas ke Jakarta, Mas mau temui dia, biar Mas kasih pelajaran dia."

"Jangan Mas. Semua udah berakhir, aku mau melupakan Mas Rayhan."

"Tapi dia juga harus dapat pelajaran, Dek. Biar ga seenaknya sama kamu, apalagi kamu sedang mengandung."

"Tapi aku udah ga mau berurusan lagi sama dia Mas, udah ya jangan!"

"Iya Dek. Kamu yang semangat ya... Mas yakin, kamu bisa dapat pasangan yang lebih baik dari Rayhan, sabar ya!"

"Iya Mas, semoga aja.

Akupun kembali masuk kedalam kamar. Kulihat Syafiq sudah tertidur sangat pulas sampai mendengkur. Beruntung aku mengangkatnya menjadi anakku, andai saja enam tahun yang lalu aku tidak mengangkatnya menjadi anakku, mungkin saat ini hidupku sepi. Alhamdulillah Allah menganugerahi Mbak Rasti dan Mas Bima anak seperti Syafiq, yang akhirnya aku besarkan hingga saat ini. Karena aku sudah lama tak kunjung memiliki keturunan, makanya mereka mengizinkanku untuk merawatnya.

"Mama mencintaimu seperti mencintai anak kandung Mama sendiri." Ucapku seraya mencium rambutnya.

Waktu sudah menunjukkan pukul 02.00, aku belum bisa memejamkan mata. Aku masih berpikir bagaimana nasibku nanti, bagaimana nasib anakku tanpa seorang ayah yang berada disampingnya. Ketakutan-ketakutan itu selalu muncul dalam pikiranku. Aku berusaha meyakinkan diriku sendiri, selama ada Allah, semua bisa kulalui dengan mudah.

1
Mamah Ales
ini mah kaya sinetron ku menangis di Indosiar . Thor tolong bikin lingga pergi dari rumah dan ketemu laki laki yg menghargai perempuan
Mamah Ales
lingga emang bodoh jangan di buat perempuan bodoh mau ajah di madu . Thor jangan gini ceritanya ini mah bikin nyesek di dada
Agnes Geraldo
lama banget up nya pdhl udh ganti tahun kok masih ga jelas ceritanya🤦‍♀️
Tri Soen
Ditunggu Up selanjutnya ya....
Tri Soen
Iya nich slalu ngarep Up nya bolak-balik dilihat akhir nya kecewa padahal suka cerita nya ....
Denita Septyawati
ceritanya bagus thor....

ki ga dilanjut
Atik Hadiyahati
blm tah ya
Sunarmi
kapan up lagi
kutunggu kelanjutannya
Eka Setiawati
kapan nie upnya lama kali
Eka Setiawati
ko gini sekarang noveltoon . up trs
Putri Dwi Utari
Lanjut Thor Sampe Tamat Selalu Up Setiap Hari
Ceu Amy Dani
karya2nya bagus2 mbak
Indri Gustirani Gtr
lama banget ya ga up2... authornya masih ada ga ya...
Suparti Fadhil
mana lanjutannya Thor di lanjut g ini novel
Emmi R Sf
ini cerita baguss bngt,tp kok lamaa gk up y,moga author sehat sll ,semangat!!
Suparti Fadhil
hadeehh ini up-nya brp bln sekali sih Thor
Aruby Yati
lanjut thorrrr
Ade Safitri
Syafiq kok gak dikasih tau ortu kandung yg sebenarnya sih?
Ade Safitri
Rayhan kan lulusan pesantren ya? kok bisa sih selingkuh / zinah sama mantan muridnya?
Marifah
lanjut
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!