NovelToon NovelToon
Diary Hidup "CACA"

Diary Hidup "CACA"

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:234.6k
Nilai: 4.9
Nama Author: lili oktarina

"Caca gadis cantik pemilik toko bakery yang sangat mencintai seorang abdi negara namun berkali kali di buat kecewa dan memberi harapan dan menghilang selamanya.."
tidak itu saja kehidupan Caca selalu di kecewakan pria yang juga gagal menikah dengannya.
Caca terjatuh dan lagi-lagi di sakiti...
tapi siapa sangka takdirnya sangat lah beruntung.
Caca di temukan dengan orang orang yang salah dengan berbagai kekecewaan lalu di pertemukan dengan cinta yang sesungguhnya..
namun kesabaran seseorang dan keikhlasannya membuat Caca bertemu dengan seorang pria tampan, terhormat, dan memiliki perusahaan
yang besar".
Pria itu bukan orang asing baginya tetapi temannya di masa dulu..
takdir seseorang tidak pernah salah dan tertukar sama halnya dengan jodoh.

yuk dikepoin cerita hidupnya Caca...

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon lili oktarina, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

episode 21

Di kantor Ardi.

Seseorang wanita cantik datang dan menerobos masuk ke ruangan Ardi.

"Ardi aku ingin penjelasan darimu" teriak yang tak dihiraukan Ardi. "Ardi apa kamu tidak mendengar ku " teriak wanita itu lagi.

"Apa yang harus aku jelaskan padamu" jawab Ardi namun tak mengubris pembicaraan gadis itu.

"Mengapa kamu menikahi wanita itu, apa kamu ingin membalas ku. Atau tidak ada wanita lain selain dirinya."

"Itu bukan urusan mu" Ardi membuka pintu ruangannya memberikan sebuah isyarat agar wanita itu segera keluar.

"Apa kita tidak bisa berbicara dengan baik? Aku hanya ingin mengatakan sesuatu kepadamu" wanita itu berteriak dengan kencang.

"Hidup di planet bagian mana dirimu ini, setelah apa yang kamu dan dia lakukan waktu dulu padaku. Apa bisa kita bicara dengan baik, kebersamaan kita sudah sangat lama. Aku tidak ingin kamu ada dalam hidupku lagi."

"Aku mohon padamu, jangan lakukan itu padaku" ia memohon bahkan berlutut di hadapan Ardi.

"Man Man Man....." teriak Ardi memanggil sekretaris yang ada di dekatnya itu.

"Iya pak."

"Bawa wanita ini menjauh dari hadapanku. Jangan pernah izinkan wanita ini datang ke kantor ini lagi" tegas Ardi.

"Baik" jawab Man.

"Ardi jangan lakukan itu pada ku, aku masih menyayangimu, Ardi" teriak kencang wanita cantik itu.

"Maaf Airin kamu harus pergi dari sini. Tidak ada tempat untukmu lagi, jangan coba-coba kamu masuk ke sini atau saya akan melakukan hal yang akan merugikan kamu" ancamnya dengan menarik tangan gadis itu.

"Security, bawa gadis ini pergi dari sini dan jangan biarkan dia masuk ke sini lagi" ucapnya pada seseorang yang berdiri tegak didepan pintu utama.

"Baik pak" jawab security itu.

"Lepaskan aku, aku bisa berjalan sendiri" ucap Airin yang melepaskan tangannya dari cengkraman laki-laki ganas itu.

Kehadiran Airin membuat ramai seisi kantor. semua karyawan membicarakannya.

***

Ardi merasa gerah dengan kehadiran wanita yang datang ke kantor. Ardi berniat pulang ke rumah, namun ketika hendak melangkahkan kakinya keluar kantor, wanita itu masih berdiri tepat disebelah mobil Ardi.

Visual Airin

"Kamu benar-benar sudah gila" ucap Ardi membuka pintu mobilnya.

"Iya aku gila karena pernikahanmu" jawabnya.

"Pergi kamu dari sini" teriak Ardi.

"Apa kamu ingin aku menemui istrimu" ancamnya.

"Siapa dirimu, apa aku takut dengan semua ancaman yang kamu katakan , silakan saja jika kau sudah bosan untuk hidup" Ardi menginjak pedal gas mobil lalu melajukan mobilnya dengan kencang.

"******** kamu Ardi" teriak Airin.

***

1 jam kemudian Ardi pun tiba di rumah dengan raut wajah yang begitu geram.

"Assalamualaikum sayang" ucapan salam Ardi.

"Wa'alaikum salam" jawabnya.

"Apa yang terjadi. Kenapa wajah tampan suamiku terlihat begitu geram" Caca membawakan tas kerja Ardi masuk kedalam rumah.

Apa yang terjadi padanya.

"Tidak terjadi apa pun, aku hanya lelah terlalu banyak pekerjaan yang menumpuk" merenggangkan dasinya lalu merebahkan tubuhnya ke atas sofa.

"Tunggu ya " Caca berjalan ke dapur membuat secangkir es teh manis untuk Ardi karena kelihatannya Ardi merasa gerah.

Ardi hanya menganggukkan kepalanya.

"Ayo minum" ia menyodorkan secangkir es teh manis.

"Terima kasih sayang kamu tahu apa yang aku butuhkan saat ini, memang aku terasa sangat haus dengan cuaca yang panas ini" Ardi menghabiskan teh itu tanpa tersisa.

Aku rasa ada yang salah dengan suamiku ini, di cuaca yang dingin ini, apa mungkin dia merasakan kepanasan.

"Sayang temani aku tidur, aku sangat mengantuk" ucap Ardi menarik tangan Caca kepelukannya.

"Ayo" mereka melangkah menuju kamar atas.

Kring kring kring

Ponsel Ardi berdering namun setelah ku lihat private number tertera di layar ponsel.

Caca membiarkannya begitu saja karena saat itu Ardi telah tidur dan ia tidak ingin mengganggunya.

Deringnya pun berhenti dan Caca pun melepaskan pelukan Ardi dari tubuhnya, karena saat itu aku harus memasak untuk Ardi. Sepertinya dia juga belum makan. Caca berpikir setelah dia bangun pasti dia merasa sangat lapar, Caca pun berjalan perlahan takut membangunkannya.

Tok tok tok

Terdengar seseorang mengetuk pintu.

"Assalamualaikum " seseorang di balik pintu mengucapkan salam.

"Wa'alaikum salam, ibu" Caca sangat terkejut setelah ia membuka pintunya.

"Iya tadi mamanya Ardi telpon ibu dan memberikan alamat kalian, langsung saja ibu meluncur kemari" ucap ibunya.

"Ayo Bu, Ardi sedang tidur kamar atas" Caca merangkul pundak ibunya dan masuk ke dalam rumah.

"Tidak masalah, ibu sengaja datang kemari membawa ini" ia memberikan sebuah buku kecil kepada Caca.

"Terima kasih Bu, Caca juga sangat membutuhkannya. Caca sangat merindukan ibu" ucap Caca yang langsung memeluk ibunya dengan sangat erat.

"Ibu. Kenapa tidak memberi kabar akan kemari. Ardi bisa menyuruh supir untuk menjemput ibu" ucap Ardi sembari menuruni anak tangga dan telah tersadar dari tidurnya itu.

"Iya nak Ardi, tidak usah repot-repot. Ada mobil Caca yang bisa ibu pakai."

"Caca tinggal dulu sebentar, Caca akan masak untuk makan malam kita" ia meninggalkan perbincangan ibu dan Ardi.

"Ibu tidak usah pulang ya malam ini" pinta Ardi.

"Ada apa nak Ardi?"

"Kasian Caca, mungkin Caca sudah kangen sama ibu tapi tidak ingin memberi tahuku. "

"Baik lah, ibu akan menginap satu malam di sini."

"Terima kasih Bu."

"Sayang ibu akan menginap malam ini, buat makanan yang banyak ya" teriak Ardi.

"Baiklah."

"Bu masakan Caca enak, apalagi kue nya"

"Itu karena Caca sering bantu ibu memasak dari kecil dan juga Caca sangat hobi memasak."

"Terima kasih Bu, telah memberikan istri sepertinya padaku."

"Ibu yang sangat berterima kasih dengan nak Ardi telah hadir dalam hidup Caca" Ardi hanya tersenyum dan memeluk mertuanya itu.

Caca memperhatikan mereka dari kejauhan betapa, ia sangat bahagia melihat kedekatan suami dan ibunya itu. Caca segera menyelesaikan masakannya. Ia memasak sup ayam kesukaan ibunya dan telor ceplok untuk Ardi.

Mungkin Ardi bukan cinta pertama untuk Caca, namun ia pastikan Ardi lah yang terakhir dalam hidup Caca hingga nafasnya terhenti.

***

"Makan malam sudah siap" teriak Caca di dapur.

Mendengar teriakan itu, Ardi dan ibunya menghampiri meja makan.

"Cepat sekali memasaknya."

"Iya sayang, aku menyulapnya dengan tongkat ajaib."

Ardi dan Herda terkekeh mendengarnya.

"Ya sudah, cepat dimakan nanti keburu dingin" ucap Herda.

Makan malam pun berlangsung.

Herda menyantap sup ayam yang dihidangkan dengan lahapnya begitu pula dengan Ardi.

"Sayang, jika aku memakan sup ini setiap hari. Mungkin berat badanku akan bertambah" ucap Ardi.

"Tentu, aku ingin melihatnya. Bagaimana wajahmu jika berat badanmu bertambah" Caca terkekeh melihat suaminya.

"Ini sup ayam kesukaan ibu, dulu Caca sering buat ini untuk ibu" sahut Herda.

"Iya Bu, apapun yang disentuh istri ku. semuanya terasa lezat, mungkin ada keajaiban di tangannya" tawa lepasnya.

"Terima kasih."

Rasanya senang sekali makan bersama mereka yang sangat aku sayangi. Tuhan, aku tak membutuhkan apapun lagi selain bahagia bersama mereka yang aku sayangi.

"Makan malam terindah untuk ibu, makan bersama anak dan menantu. Semoga selanjutnya bisa bersama cucu" Herda melirikan matanya kepada Caca dan Ardi.

"Tentu Bu" jawab Ardi.

Caca mengernyitkan dahinya.

Obrolan seru pun berlangsung di ruang keluarga, Herda menceritakan semua masa kecil Caca kepada Ardi yang membuatnya tertawa terpingkal-pingkal.

Andai ayah juga bisa ikut dalam canda tawa ini mungkin kebahagiaan ini akan utuh sepenuhnya.

Obrolan pun menjadi hening ketika ponsel Ardi berdering namun tak ada nama di layar ponselnya.

"Permisi Bu, Ardi angkat telpon dulu" ucap Ardi pada mertuanya.

"Iya silakan nak Ardi" jawabnya.

Mengapa ia harus menjauh hanya untuk mengangkat sebuah panggilan saja, apa ia menyimpan sesuatu dariku.

***

"Cepat sekali angkat telpon nya, memang siapa yang menelpon" tanya Caca yang diselimuti beberapa kecurigaan.

"Private number, tidak ada suaranya."

"Oh iya sayang, tadi ada yang telpon juga pas kamu lagi tidur. Sama private number. Mungkin hanya orang yang tidak penting."

"Mungkin saja" jawab Ardi.

Ardi dan Herda pun melanjutkan obrolannya.

Semakin larut semakin seru yang mereka bincangkan, Caca pun tidak terlalu mendengarkannya karena saat itu rasa kantuk sudah menghampirinya. Caca membaringkan tubuhnya di sofa dengan memeluk guling hinnga tertidur pulas.

****

Matahari pagi mulai menyinari sela-sela kamar, Caca membuka matanya. Merangkai ingatan yang terjadi tadi malam, seingat Caca ia tidur di ruang keluarga. Tapi kali ini ia telah berada di dalam kamar bahkan dipelukan suaminya.

Apa aku mengigau hingga berjalan sendiri ke atas sini, ahh rasanya tidak mungkin. Mana mungkin seseorang yang sedang tidur dapat berjalan.

Menggaruk kepala untuk mengingatnya.

Lebih baik aku turun dan menyiapkan sarapan pagi.

Caca melepaskan tangan suaminya yang melingkar di tubuh Caca. Ia berjalan dengan pelan untuk menuruni anak tangga. Caca melihat ibunya yang sibuk berada di dapur.

"Pagi Bu, ibu sudah bangun.."

"Pagi juga sayang, ibu sengaja membuat sarapan, kamu duduk saja biar ibu yang buat."

"Caca seperti berada di rumah kita Bu. Oh iya, semalam caca kan tidurnya di bawa. Kenapa tiba-tiba berada di atas."

"Nak Ardi yang menggendongmu naik keatas" jawab ibu tertawa.

"Masa sih."

"Iya, ada yang salah toh dia suamimu."

"Tidak salah sih bu, emang dia kuat angkat Caca sampai keatas."

"Gak tau dehh, sepertinya" jawab Herda.

Sarapan yang di buat Herda akhirnya selesai, Caca kembali ke kamar untuk membangunkan Ardi.

"Eeh kemana dia" cacaenatap tempat tidur namun tak menemukan orang yang ia cari.

"Ada apa sayang, apa yang kamu lihat?" Ardi keluar dari kamar mandi dengan bertelanjang dada. Terlihat jelas dada bidang putih dan bersih milik Ardi.

"Ayo cepat bersiap ibu sudah membuat sarapan" Caca mengambil baju kerja Ardi yang berada di dalam lemari.

"Siap ibu negara" ia langsung mengambil baju di tangan Caca.

"Aku tunggu di bawa ya sayang" Caca hendak melangkahkan kakinya namun langkah itu terhenti.

"Kamu belum memberikan ini" Ardi memberikan ciuman di bibir Caca.

Caca langsung menjauh dan mempercepat langkahnya turun ke lantai bawah, untuk menghindari jantungnya yang berdebar kencang.

***

1
Yorna Awaluddin
mantap
Hardila Suhardini
nanggung ceritanya
Hardila Suhardini
ujung2nya ranjang jg yg mempersatukan mereka
ⓘ ⓝ ⓐ ⓨ
bukannya klo berhubungan sama abdi negara mmgnya gt y, harus siap ditinggal2.. sakitnya Caca krn TER-lalu mencintai Yudha.. krn TER lalu itu yg membuat Allah sengaja memisahkan mereka.. biarkan Allah yg memilihkan jodoh yg terbaik utk kita, kita tinggal menikmati dan menjalani saja...
Evi Andriani
ya nanggung 😩😩😩😩😩😩
Dewi Yankoel
kok d depan tulisannya end, tp d sn masih up thor..
Nilaaa🍒
next up kak
salam dari IKYD
Tari Husada
next Thor.
semangat!

mmpir balik yah,
slm dr " Rendra dan Dalia "
👑⁹⁹Fiaᷤnͨeͦ🦂
Lanjut kak, semangat!
Reanza
Lanjut
Indri Yani
udah lama akhirnya up juga
HeniNurr (IG_heninurr88)
Lanjut akak...like untukmu😍
APRILIANIANO
Yeh up lagi nih 😍
Zacra ✨
Akhirnya up jugaaa!!! Lanjut lagi Kak! Semangat ngetiknyaa!😆😆💖



Karyaku juga udah up nih kak! Jangan lupa mampir ya! 🤗💖
Asni J Kasim
Next up kakak
Lia J
ayoo lanjut thor ,,penasaran nih
Nilaaa🍒
semangat kak
Namira Benno
ayo lanjut doooong....
Ferawaty Aprilia Putri
lanjut thorrr
Eka Dwi
lanjut thorr ceritanya bikin penasarn
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!