Menceritakan kisah seorang gadis berumur 15 tahun yang di usir dari keluarga yang telah membesarkan nya sejak kecil. Ia pergi ke negara lain dan berjuang sendiri melawan kejamnya dunia demi melanjutkan kehidupan nya. Dan berakhir membawa nya ke dunia mafia yang sangat kejam dan menuntut nya untuk terus kuat
Ia berusaha mencari orang tua kandung nya, susah payah ia lakukan demi menemukan kedua orang tua kandung nya. Sampai akhirnya ia menemukan mereka, tapi sayang ia harus menerima rasa sakit terlebih dahulu dari mereka
Kisah cinta gadis tersebut? banyak yang menginginkan gadis itu untuk di jadikan pasangan mereka. Tapi sepertinya hati nya masih tertutup untuk menerima seorang lelaki dalam hidup nya. Namun seorang lelaki misterius telah mengecap nya sebagai 'GADIS KU'
Bagaimana kisah nya?
Jawaban nya ada, jika membaca cerit
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon ~Beach Breeze~, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Keberangkatan Menuju Tempat Kemah
Hari yang di tunggu-tunggu oleh siswa-siswa pun tiba, walaupun mendadak mereka tetap menyambut acara tersebut dengan bahagia dan serius. Banyak bus terparkir di depan IY'Internasional High School, ini saja siswa nya sudah di bagi tapi terlihat masih sangat banyak
...IY'Internasional High School
Sebuah mobil putih mewah terparkir dengan rapih pada tempatnya. Semua perhatian langsung melihat ke arah mobil yang dirasa asing dalam penglihatan mereka
"Apa gue bilang, biarin gue berangkat sendiri Bang, liat tuh kita udah kaya buronan aja" ucap Queen sebal
"Emang kenapa, muka Abang juga gak jelek-jelek amat kan. Harusnya kamu bangga punya Abang tampan kayak Abang" bangga Niki
"Serah!!" ucap Queen, keluar dari mobil diikuti Niki
"QUEEN... akhirnya Lo dateng juga, lama banget sih!!" sapa Alice "Eh itu yang lagi buka bagasi siapa Queen?" tanya Alice
"Abang" ucap Queen dengan penyakit ngirit ngomong nya yang kambuh lagi
"Ih kenapa gak pernah bilang kalo punya Abang seganteng itu sih Queen, aduh ganteng banget sii jadi pengin bawa ke pelaminan!!" ~Alice
"Hem" ~Queen
"Queen, barang-barang nya gak ada yang ketinggalan kan?" tanya Niki
"Gak" ~Queen
"Hai Bang eh Kak, kenalin nama ku Alice" ~Alice, mengulurkan tangannya
"Hai, panggil Abang aja, temen nya Queen ya?" jawab Niki menyambut uluran tangan Alice
"Iya" ~Alice
"Kamu?" ~Niki menunjukkan ke arah Cha-cha
"Chalinda, panggilan nya Cha-cha" ~Cha-cha
"Oh oke salam kenal, nama Abang 'Niki' Abang nya Queen" ~Niki
"Udah pada kumpul tuh, ayo Queen, Cha. Bang kita pamit pergi dulu ya, kapan-kapan ketemu lagi..." ~Alice
"Iya hati-hati" ~Niki
"Queen jangan nakal dan buat ulah, disana kawasan hutan jadi jaga sikap, kita gak tau ada gak nya musuh disana. Kalo ada apa-apa langsung telfon Abang, jangan di pendem sendiri, Abang ga mau Queen kenapa-kenapa" ucap Niki serius sambil mengelus rambut Queen penuh kasih sayang
"Hem" ~Queen
"Jangan Hem Hem doang, jawab pertanyaan Abang!" ~Niki
"Iya Bang, tapi ga janji" ~Queen langsung pergi meninggalkan Niki
Niki hanya menghela nafas panjang nya, ia masih tetap di situ menunggu sampai bus Queen berangkat. Ia sadar sendari tadi ia terus menjadi pusat perhatian, lama kelamaan Niki pun risih dan memutuskan masuk ke dalam mobilnya. Memantau Queen dari sana
°•°•°•°
Setelah mendapat sedikit pengarahan, kini siswa kelas 10, 11, 12 yang sudah di bagi, memasuki bus masing-masing sesuai kelas
"Bara, Tante titip anak Tante, Cindy ya" ucap Vanesa, Mamah dari Cindy
"Saya tidak menerima jasa titip APAPUN!" jawab Bara datar
"Bara ayo" ucap Cindy bergelayut manja di lengan Bara
"Lepas!" ~Bara
"Bunda..." adu Cindy pada Zera Wilona Atkinson Bunda dari Bara
"Bara, jangan gitu ih" tegur Zera
"Bara, capek Mah di atur-atur mulu. Bara ini manusia bukan robot, Bara juga punya perasaan!!" ucap Bara dengan nada tinggi. Bara pun pergi menenteng tas besar nya memasuki bus diikuti dua sahabat nya yang sudah tau bagaimana keluarga Atkinson yang sebenarnya
"Gak usah, kalian berdua aja, biar gue sendiri yang di belakang kalian" ucap Queen yang tengah menentukan tempat duduk
"Okelah" ucap Alice, duduk berdua bersama Cha-cha di kursi depan Queen
Queen fokus pada layar ponsel nya yang entah ia sedang melakukan apa. Ia merasakan jika ada seseorang yang duduk di kursi sebelah nya, Queen mengalihkan pandangannya dan melihat wajah dingin Bara yang terlihat tampan sekaligus mengerikan
"Ngapain Lo duduk di sini?" tanya Queen
"Diem, inget Lo babu gue selama dua Minggu ini!" jawab Bara datar
"Anji*g, gue gak mau!" ~Queen
"Lo sendiri yang nerima tantangan Eric" ~Bara
"Bangs*t!!!" ~Queen, ia kembali mengingat akibat ia kalah waktu itu. Jika saja tidak ada yang mengejar nya, ia pasti menang waktu itu. Kini Queen harus menerima konsekwensinya sendiri
"Bara kenapa duduk di sini sih? Eh Lo gak usah kegatelan deh sama cowok gue, minggir harusnya gue yang duduk di situ!!" ~Cindy
Tak mau berlama-lama dengan makhluk sejenis Cindy, Queen pun bangun dari duduk nya dan ingin mencari tempat duduk lain. Tapi sayangnya tangan kekar Bara menghalangi jalan nya
"Minggir, urusin tuh cewek Lo!" ~Queen
"Dia bukan siapa-siapa gue" ~Bara
"Sayang kok kamu gitu sih!" ~Cindy
"Diem Lo, gue ingetin sekali lagi LO BUKAN SIAPA-SIAPA GUE, PERGI SANA!!! DAN LO DUDUK!!" bentak Bara membuat siapapun merinding ketakutan. Queen yang mendengar suara mengerikan itu keluar dari mulut Bara pun entah kenapa menurut begitu saja
Suasana kembali hening, bus pun telah melaju meninggalkan halaman sekolah. Perjalanan yang lumayan memakan waktu itu, Queen gunakan untuk tidur, namun sebenarnya ia tidak sepenuhnya tidur. Sedangkan orang di samping nya asik bermain game dengan earphone yang bertengger indah di telinganya
Tuk...
Sontak Queen langsung membuka matanya saat merasakan berat di bahu kanan nya. Ia melihat kepala Bara yang menyender pada bahu nya, Bara tertidur dengan game yang masih berjalan. Ingin sekali Queen menyingkirkan kepala berat itu, namun ia mengurungkan niatnya saat mendapat bisikan dari belakang kursi nya
"Inget janji Lo" bisik Eric
Janji, ia paling sulit untuk mengingkari janjinya. Janji menurut Queen adalah harga dirinya sendiri, ia akan menepati janji tersebut walaupun harus membuat nya merasa sakit
Perjalanan mereka menuju tempat kemah kini mulai sepi karena melewati jalan di tengah hutan belantara
Dorrr...
Dorrr...
Sreeet...
Akhhh...
Dapat terlihat di depan sana ada pertarungan antara dua kubu membuat bus menghentikan lajunya dan para siswa berteriak histeris melihat dengan mata kepala nya sendiri orang saling membunuh dengan sadis
"SEMUANYA TENANG, JIKA KALIAN BERTERIAK BISA JADI MALAH MEMBUAT MEREKA MENDEKAT" ucap Pak Wijaya yang berhasil membungkam mulut para siswa nya
Yang mereka lakukan saat ini adalah saling berpelukan dengan teman sekursi mereka dan berdoa agar mereka bisa selamat
"Ish ni orang tidur apa mati sih?" kesal Queen "Gue juga kan pengin ngecek kondisi di depan" batin Queen
Kenapa nama "Vanesa" di cetak tebal dan miring yah🤔
Love you reader, jangan lupa like and vote yaa... thank you ❤️
Kayak gantungan kunci.
Tolong dilanjutin Thor,
saya penasaran banget sama kelanjutannya.
sekalian mahu promo doktor Vs Kapten by Nurul Najah
selamat membaca...