NovelToon NovelToon
Dad, I Can See The Ghost

Dad, I Can See The Ghost

Status: sedang berlangsung
Genre:Teen / Horor / Indigo / Matabatin
Popularitas:243.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Pratiwi Devyara

Kala Wisnu Ganendra Bimantara sering melihat sosok gaib sedari kecil, namun tak ada seorangpun yang percaya padanya.

Suatu ketika Kala, dipertemukan dengan ayah kandungnya yang ternyata seorang dokter spesialis kejiwaan dari sebuah klinik psikiatri.

Kala bersikukuh ia bisa melihat hantu, namun sang ayah lebih percaya jika Kala mengalami kondisi medis dan psikis tertentu.

Dua pendapat pun berseberangan, Kala bertekad membuktikan pada sang ayah jika ia benar. Sementara sang ayah berusaha menyadarkan Kala, jika yang sering Kala lihat itu bukanlah hantu. Melainkan refleksi dari trauma masa kecilnya yang begitu banyak.

SIAPAKAH YANG BENAR DIANTARA KEDUANYA? Ikuti saja cerita menarik ini, jangan lupa like, share dan komen.

Instagram @oh_ya_ra
tiktok : dev_yara

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Pratiwi Devyara, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Percayalah Ini Nyata

"Tapi yah, ayah harus percaya sama Kala."

Kala berusaha meyakinkan Philip, ketika akhirnya ia dibawa pulang oleh ayahnya itu. Tak ada luka yang serius, sehingga ia pun diperbolehkan pulang.

"Kala, kamu butuh istirahat yang banyak. Jangan mikir apa-apa lagi."

"Yah, percaya sama Kala kali ini aja. Sebab bukan Kala sendiri, Egan juga ngerasain semuanya. Kita sama-sama ngeliat saat cewek itu nyebrang jalan. Sama-sama ngerasain waktu cewek itu ditabrak, dilindas sama Egan. Terus pas kita keluar dan periksa kolong mobil, cewek itu nggak ada. Kita muter-muter balik lagi ke tempat yang sama beberapa kali."

Philip menghentikan mobilnya tepat di bahu jalan, kemudian pria itu menatap Kala sambil berkata.

"Kal, di dekat kalian itu ada CCTV jalan. Dan nggak ada rekaman kejadian orang melintas satupun. Kalian nggak nabrak orang, kalian nabrak pohon. Dan setelah itu mobil kalian nggak bergerak lagi, sampai akhirnya polantas dan dishub datang."

"Tapi yah."

"Sssst, cukup!. Ayah ngerti, banyak hal buruk yang kamu alami sejak kecil. Dan itu berdampak besar bagi kehidupan kamu sekarang. Ayah akan bantu kamu untuk sembuh." ujar Philip.

"Tapi yah."

"Please, ayah mohon tenang."

Philip terus menatap putera semata wayangnya itu, namun Kala akhirnya membuang pandangan ke sisi jalan. Philip kembali menghidupkan mesin mobil dan menginjak pedal gas.

Sesampainya di rumah, Kala terlihat masih kesal dengan Philip. Philip mengerti jika remaja itu ingin dibenarkan mengenai pendapatnya. Namun Philip hanya ingin meluruskan sesuatu yang salah menurut pemahamannya.

Sebab berdasarkan kenyataan, Kala dan Egan memang tidak mengalami hal mistis. Bisa jadi dalam keadaan pingsan, keduanya mengalami sebuah mimpi yang terasa begitu nyata.

Sebab benturan di kepala mereka cukup keras, airbag di mobil tak mengembang dengan sempurna dan sedikit terlambat. Setidaknya itulah data yang diperkirakan oleh pihak kepolisian.

"Kamu mandi gih, habis itu kita makan."

Philip menatap Kala dan Kala pun hanya bisa mengangguk. Remaja berusia 15 tahun itu kemudian masuk ke kamar dan pergi mandi.

Sementara di tempat lain, Egan tengah bertengkar hebat dengan Enrico sang ayah. Perkaranya sama, Enrico tidak percaya pada apa yang di ucapkan Egan.

"Kapan sih papa bisa percaya sama Egan?"

Suara Egan terdengar meninggi, lantaran ia sudah terlalu kesal pada Enrico. Enrico menganggap anaknya itu hanya mencari-cari alasan, agar tidak di hukum atas perbuatannya.

"Gimana papa mau percaya sama kamu. Kamu aja janji nggak akan pake mobil kemana-mana sampai kamu cukup umur. Tapi apa yang kamu buat?. Kamu sendiri mengkhianati kepercayaan papa, kamu bohong Egan."

"Inti masalahnya bukan disitu, pa. Egan itu mengalami hal yang mistis. Egan ngeliat dengan jelas ada perempuan yang nyebrang jalan, Egan nabrak dia. Pas Egan sama Kala keluar dari mobil, cewek itu udah nggak ada. Egan nggak mengarang cerita."

"Cukup!"

"Papa capek, Egan. Papa baru selesai mengoperasi pasien, langsung dapat berita kalau kamu kecelakaan. Kamu bayangkan gimana paniknya papa. Sampe sekarang aja jantung papa masih nggak karuan rasanya. Terus aja kamu bikin orang tua khawatir."

"Tapi pa."

"Masuk kamar kamu!"

Tegas suara Enrico terdengar, bahkan ia menatap Egan dengan tatapan yang begitu tajam.

"Pa."

"Masuk!"

Egan lalu berjalan cepat menyusuri anak tangga. Remaja itu sempat berpapasan dengan bik Marni dan menabrak bahu wanita itu. Sampai kemudian, Enrico yang masih terpaku di tempatnya mendengar pintu kamar yang dibanting keras.

"Braaak."

Enrico menghela nafas sambil memejamkan matanya sejenak, pria itu kemudian menuju ke kamar. Tak lama Enrico sudah terlihat duduk di atas tempat tidurnya sambil memandangi sebuah foto. Foto tersebut adalah foto dirinya bersama Philip dan juga Joan, ayah kandung Egan yang telah meninggal.

"Jo, Egan udah besar sekarang. Dia udah bisa bentak gue dan berteriak di depan gue."

Enrico menghela nafas, ada rasa sesak yang kini memenuhi dadanya.

"Dia persis banget kayak lo kalau lagi marah. Gue kangen sama lo, Jo."

Lagi-lagi Enrico menghela nafas, kali ini dibarengi dengan merebaknya bulir bening di pelupuk mata pria itu. Enrico berusaha keras menahan tangisnya meski gagal. Ia tengah berada dalam keadaan lelah dan emosional.

Saat mengetahui anaknya kecelakaan, Enrico seperti hendak berhenti bernafas. Sebab Egan adalah satu-satunya peninggalan Joan, sahabatnya.

Ia sudah berjanji bahkan sebelum Egan lahir. Saat Joan tengah berjuang melawan kanker yang di derita.

Ia berjanji akan merawat Egan sepenuh hati, dan tak akan membiarkan hal buruk terjadi pada diri anak itu.

***

Pagi hari.

Egan turun dari lantai dua dan terburu-buru hendak menuju pintu depan.

"Egan, makan dulu." Enrico memerintahkan.

Namun remaja itu hanya melengos saja dan langsung berangkat ke sekolah. Enrico diam, ia teringat saat dimana Joan tengah bermasalah dengan orang tuanya. Saat itu Enrico dan Philip menunggu Joan di depan rumah, untuk sekolah.

"Jo, makan dulu sebentar. Ajak sekalian Enrico sama Philip." Ibunya mengejar Joan hingga ke teras depan.

"Nggak mood, berantem aja terus kalian di rumah."

Begitulah jawaban Joan saat itu, kemudian ia berangkat ke sekolah bersama Enrico dan juga Philip. Egan tak jauh beda dengan Joan saat marah. Hanya bedanya Egan lebih suka bungkam dan tak mau banyak bicara.

***

"Inget ya, main sama Egan boleh. Mau kemana pun boleh. Yang nggak boleh adalah, nyetir sendiri kemana-mana. Apalagi Egan itu belum punya SIM." Philip berujar pada Kala pagi itu.

"Kalau ada apa-apa sama kalian, atau kalian menyebabkan orang lain celaka. Itu akan masuk ke dalam kategori kelalaian orang tua. Sebab kalian masih di bawah umur, masih tanggung jawab orang tua. Ngerti?" lanjutnya lagi.

Kala hanya diam dan mengangguk kecil, tanpa berani menatap mata Philip. Tak lama kemudian remaja itu membuka pintu mobil dan berjalan menuju pintu lobi gedung sekolahnya.

Philip diam sejenak memperhatikan anaknya itu, sebelum akhirnya ia melaju untuk menuju ke rumah sakit.

***

"Jadi lo ngeliat itu cewek nyebrang jalan?"

Chika bertanya pada Egan, ketika jam istirahat tiba. Egan tengah duduk bersama gadis itu dan juga dua lainnya yakni Dhio serta Biru.

"Iya, gue sama Kala tuh sama-sama ngeliat. Gue nabrak, nggak sengaja ngelindes karena panik. Gue kagok antara pedal gas sama rem, dan kita tuh muter-muter balik ke tempat yang sama. Tapi bokap gue nggak percaya, dia sama bokapnya Kala lebih percaya CCTV jalan." jawab Egan.

"Di CCTV jalan itu lo gimana?" tanya Dhio.

"Ya gue ngebut, terus nabrak pohon." jawab Egan.

"Gitu doang?" Biru menimpali pertanyaan Dhio.

"Iya, cuma gitu doang. Pas ada petugas datang, katanya gue sama Kala tuh udah dalam keadaan pingsan."

Ketiga teman Egan terdiam.

"Agak sulit juga sih, Gan. Orang pasti akan lebih percaya sama rekaman CCTV itu, karena itulah yang menurut mereka masuk akal."

Dio kembali berujar, sementara Egan kini menghela nafas. Ini adalah pertama kalinya ia mengalami kejadian mistis yang cukup nyata, dan berlangsung agak lama.

Waktu itu dirinya hanya mendengar suara. Saat Kala pertama kali tinggal di rumahnya dan bertemu hantu bik Marni.

***

1
Faziana
Alhamdulillah ... terimakasih Othor udah up. Semangat yaaaa /Smile/
Devyara (IG : oh_ya_ra): Terima kasih
total 1 replies
Imran Kalimanjaro
mbak e, aku udah bolak balik cek, blm juga ada update, Alhamdulillah sekarang nongol...👍👍
Faziana
Thor di tunggu upnya yaaa
Devyara (IG : oh_ya_ra): Iya 😍😍
total 1 replies
Zainuri Zaira
masih tak percaya hantu padahal udh nglamin
Zainuri Zaira
merinding bcax walaupun msih sore
Zainuri Zaira
mkin kala ad kembaran
Zainuri Zaira
buat kala bisa gebukan hantu jgn takut terus kan kala pandai karate..lagian kala kok ngk pernah baca ayat alguuran
Devyara (IG : oh_ya_ra): Dia bukan Islam
total 1 replies
Musri
lma GK up2 thor,ditunggu kelanjutannya y👍
Devyara (IG : oh_ya_ra): Masih koq kak, cuma emang jarang
total 1 replies
Imran Kalimanjaro
makin seru dan penasaran
Devyara (IG : oh_ya_ra): thank you 😍
total 1 replies
Eliya Firdaus y
bagus jangan lama2 updatenya thor
Devyara (IG : oh_ya_ra): Terima kasih 😍
total 1 replies
Jenk Sry
Luar biasa
Devyara (IG : oh_ya_ra): Thank you
total 1 replies
yonahaku
ditunggu lanjutannya
Devyara (IG : oh_ya_ra): Sudah ya kak,
total 1 replies
yonahaku
kalau jujur buat nakutin papa sama oom Philip tapi malah ketakutan sendiri karena salah masuk rumah sakit terbengkalai
Lina Yuliana
thor mana lanjutannya
Devyara (IG : oh_ya_ra): Ada kak, cek aja
total 1 replies
Halimatun Ahliyah
asli ngakak aku baca part ini
mana malem2 lagi bacanya
Devyara (IG : oh_ya_ra): Terimakasih sudah mampir
total 1 replies
Ayla Anindiyafarisa
ditunggu up selanjutnya kak, semangat kak
Devyara (IG : oh_ya_ra): Terima kasih sudah mampir
total 1 replies
Ayla Anindiyafarisa
Oala kasiannya kamu kala kok banyak keluarganya yg g suka
Devyara (IG : oh_ya_ra): Terima kasih
total 1 replies
Ayla Anindiyafarisa
lah malah mereka yg dikerjain 😅😅
Ayla Anindiyafarisa
saatnya kamu bahagia kala nikmati uang ayahmu
Ayla Anindiyafarisa
samalah aku juga bingung🤭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!