NovelToon NovelToon
Cerita Mawar Suamiku Menikah Lagi

Cerita Mawar Suamiku Menikah Lagi

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:411.2k
Nilai: 4.8
Nama Author: Trisubarti

Cerita ini mengisahkan tentang Mawar. Menikah muda dengan Aditya walaupun sudah di larang oleh kedua orang tuanya.


Setelah berjuang ingin bangkit dari kemiskinan, rela berjualan kripik singkong agar suaminya bisa kuliah. Untuk menepis keraguan orang tuanya.
Namun, setelah berhasil. Apa jadinya jika sang suami malah menikah lagi?
Kita ikuti yuk kisahnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Trisubarti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bagai Tergores Benda Tajam.

"Assalamualaikum" Papa Wahit masuk kedalam rumah di ikuti Abimanyu.

"Kok bisa bareng pulangnya?" tanya Mama Sahina, kedepan menyambut kedatangan suaminya.

"Kebetulan saja Ma, padahal tidak janjian" sahut Abim kemudian mencium punggung tangan Mama Sahina.

"Ya sudah... masuk sini, makan siang sudah siap. Ini yang masak Mawar loh, teman Intan" Mama menunjukan menu makanan kepada Papa Wahit dan Abim.

"Oh, kamu yang namanya Mawar? Intan sering cerita tentang kamu" Pak Wahit menjabat tangan Mawar.

"Oh Iya Pak, kenalkan, nama saya Mawar" kata Mawar mengangguk sopan.

"Saya kekamar mandi dulu nak" pamit Pak Wahit. "Silahkan Pak" sahut Mawar.

Sementara Abim, tidak menanggapi malah ngloyor pergi ke kamar mandi yang berada di kamarnya sendiri.

Deerrr deerrr.

Handphone Abim bergetar ketika melangkah menanjak tangga"

"Hallo...ada apa? kamu kangen ya... hehehe. Nanti malam minggu... kita nonton ya"

(....)

"Okay... daaa."

Tut.

Tidak lama kemudian, Pak Wahit dan Abim keluar dari kamar mandi lalu bergabung.

"Kenalkan Bim, ini Mawar namanya" Bu Sahina, memperkenalkan Mawar.

"Sudah sering ketemu" jawab Abim tanpa menoleh Mawar yang duduk di kursi meja makan berada di samping Mamanya.

Mawar tidak ada masalah dengan sikap Abim walaupun Abim selalu mlengos dan jutek ketika bicara. Tetapi Mawar tidak perduli toh yang menjadi temanya bukan Abim, melainkan Intan.

"Ketemu di mana?" Mama Sahina heran. "Waktu di kampung Ma, waktu kak Mawar jualan kripik. Terus sama kemarin waktu kak Abim menjemput Intan di kampus." pungkas Intan.

Makan siang pun di mulai. "Wah... ini nak Mawar yang masak? enak sekali nak" puji Papa Wahit.

"Biasa saja kok Pak" sahut Mawar merendah.

Mereka makan dengan lahap di selingi obrolan ringan.

"Menurut kamu, bagaimana kepemimpinan perusahaan yang baru di lantik beberapa hari yang lalu Bim?" tanya Pak Wahit.

"Uhuk, uhuk" mendengar pertanyaan Pak Wahit, Mawar pun tersedak. Spontan semua menoleh ke arah Mawar.

"Kamu kenapa nak?" tanya Ibu Sahina.

"Ini kak minum dulu" dengan cepat Intan mengangkat gelas kemudian, memberikan kepada Mawar.

"Terimakasih Tan" sahut Mawar kemudian meneguk air.

"Tidak apa-apa Bu, maaf tidak sopan" sahut Mawar tidak enak hati.

"Nggak apa-apa nak, namanya juga keselek" sahut Mama Sahina.

"Kalau dilihat dari kaca mata Abim sih, secara keseluruhan bagus Pa, walau beliau baru menjadi pemimpin" Abim menjawab pertanyaan Papanya tidak memperhatikan Mawar yang wajahnya memerah karena tersedak.

Mawar menoleh cepat melirik Abim. Mendengar penuturan Abim, dalam hati Mawar senang, suaminya di puji. Namun Mawar tidak akan pernah bercerita, bahwa Adit adalah suaminya biar waktu yang menjawab. Mawar khawatir bisa hancur repotasi Adit di depan bawahan jika tahu bahwa Adit mempunyai istri dua.

"Maksutnya?" sambung Papa Wahit menatap Abim.

"Beliau (Credible) mempunyai sifat konsisten, yang di ucap maupun yang di perbuat"

"Dia juga, menciptakan peluang bagi orang lain, untuk meningkatkan pengetahuan dan ketrampilan (Creation Opportunities.)

"Beliau juga mempunyai kepedulian terhadap bawahan jadi kami merasa di akui"

"Dan yang terakhir. Aditya mempunyai ( Communication) yang baik dengan orang lain. tutur Abim panjang lebar.

"Baguslah, kalau begitu" sahut Pak Wahit, manggut-manggut.

"Ada lagi Pa, beliu juga sayang dengan Istrinya. Contohnya, menghubungi, menanyakan kabar, tiap ada kesempatan" sambung Abim.

"Klontang" sendok yang di pegang Mawar jatuh ke lantai.

Semua pun menoleh ke arah Mawar. "Kak Mawar, jangan grogi kak, anggap saja dirumah sendiri" kelakar Intan, memperhatikan Mawar yang sejak tadi gelisah.

"Iya, nak Mawar, kenapa?" tanya Ibu Sahina. "Tidak apa-apa Bu, sekali lagi saya minta maaf" sahut Mawar kemudian mengambil sendok yang jatuh.

Makan siang pun akhirnya selesai Pak Wahit dan Abim kembali berangakat bekerja. Kemudian Mawar dan Intan membereskan piring lalu mencucinya.

"Tidak usah mencuti piring nak, biar Bibi saja. Kita ngobrol-ngobrol dulu yuk" titah Mama Sahina. Kemudian duduk di ruang televisi.

"Baik Bu" sahut Mawar kemudian menyusul Mama Sahina, Intan mengekori.

"Yang membuat pola ini kamu nak?" Mama Sahina menunjukan gambar milik Mawar tempo hari.

"Oh iya Bu, hanya iseng" sahut Mawar terkekeh.

"Kamu kuliah ambil jurusan apa nak?"

"Designer Bu"

"Bagus nak, saya lihat kamu mempunyai skill Ibu ingin rekrut kamu menjadi fashion designer di butik saya" tutur Mama Sahina.

"Betul begitu bu?" tanya Mawar berbinar-binar.

"Betul nak, selain kuliah, pengalaman di dunia nyata akan lebih baik bagi kamu"

"Koneksi yang kamu rancang di butik saya nanti akan sangat penting untuk mengejar karir kamu di bidang fashion"

"Tapi saya masih harus banyak belajar Bu" ucap Mawar merendah.

"Kita sama-sama belajar nak, saya bersedia kok menjadi mentor kamu"

"Saya punya juga perancang yang profesional. Bekerja dengan orang yang sudah profesional, kamu akan mendapatkan ketrampilan penting secara langsung" tutur Mama Sahina panjang lebar.

"Terimakasih Bu, kesempatan ini tidak akan saya sia-siakan" sahut Mawar mantap.

"Baiklah nak, nanti kamu Ibu gaji sekitar 5 sampai 6 juta untuk tahap awal" terang Mama Sahina.

Mawar menutup mulutnya, tidak bisa berkata-kata lagi. Bak gayung bersambut, Mawar seperti mendapat kemudahan rencana mencari kerja terlaksana. Bekerja sekaligus menimba ilmu.

"Lalu kapan saya mulai bekerja Bu?" tanya Mawar bersemangat.

"Mulai besok juga tidak apa-apa"

"Baik Bu, saya mulai bekerja besok" "Besok saya bekerja dari pagi Bu, sebelum mulai kuliah" "Namun, jika sudah mulai kuliah saya bekerja sore sampai malam Bu." terang Mawar.

"Atur saja waktunya nak" pungkas Mama Sahina.

"Kalau begitu saya permisi pulang Bu, sudah sore. Khawatir suami pulang, saya tidak ada di rumah"

"Iya nak, hati-hati"

"Tan tolong pesenin Ojol ya, handphone aku, mati," tutur Mawar.

"Baik kak" Intan segera memesan Ojol tidak lama kemudian, ojol pun datang.

"Saya pamit Bu" Mawar mencium tangan Mama Sahina.

"Hati-hati ya nak, jangan lupa besok sebelum berangkat kerja, kesini dulu. Besok, saya antar ke butik" titah Mama Sahina.

Baik Bu" sahut Mawar kemudian berangkat pulang.

Allah adalah yang mencukupi orang yang bertawakal kepadanya, dan yang menyandarkan kepadanya. Dia adalah sebaik-baik pelindung dan baik penolong dari nya dan bertawakal kepadanya, maka Allah akan melindunginya dari sesuatu yang ditakutkan nya, menjaganya. Barang siapa takut kepada Allah maka akan memberi segala macam kebutuhan yang bermaanfa'at. (Taisirul Azizil Hamidh hal 503.)

*****

"Kamu dari mana Maw? aku khawatir sama kamu! seharian loh kamu pergi" cecar Adit ketika Mawar baru sampai di rumah.

"Habis main kerumah teman, Mas" sahut Mawar sambil mencium punggung tangan suaminya. Mawar hanya diam karena memang bersalah. Kemudian masuk kedalam kamar, di ikuti Adit keduanya lantas duduk di tempat tidur.

"Ya... setidaknya, handphone nya di hidupkan kek" sesal Adit.

"Mas kan tahu, handphone aku tuh sudah tua, di charger sebentar saja, sudah habis lagi batrenya" keluh Mawar.

"Ya, sudah... nanti Mas belikan yang baru" titah Adit.

"Terimakasih Mas, aku tahu, bagi Mas membeli handphone baru sangatlah mudah"

"Tidak bedanya mendapat Istri baru" sindir Mawar, sebenarnya Mawar tidak ingin berdebat. Tetapi bayangan Adit memandikan Silfi tadi pagi melintas di benaknya.

"Mawar" seru Adit, mendengar kata-kata Mawar bak tergores benda tajam.

"Aku mau mandi dulu Mas gerah" ucap Mawar, kemudian berdiri dan meletakkan tas slempang di atas meja.

"Mandi di kamar kita saja, ya" Adit menahan tangan Mawar ketika Mawar ingin melangkah keluar.

1
Lita Yunata
Kecewa
Lita Yunata
Buruk
YouTrie: EGP cari saja bacaan yang sesuai
total 1 replies
falea sezi
karma johan mana nih masak adem ayem aja
falea sezi
bapak egois ne johan
falea sezi
cerai aja lah mawar biar Adit ma istri penyakitan
falea sezi
cerai aja mawar
Endang Supriati
saya 3 x melahirkan dgn cesar, tdk masalah. malah bagus tempat utk junior suami utuhh! tdk utk buat jalan lahir. kata suammi saya rasanya masih kaya perawan walau tdk berdarah. beda yg lahir normal kaya goa terawan. serapat rapatnya buat lewat kepsla bayi. yg jekas longgarrrrrr.
Endang Supriati
mana ada laki2 dipaksa menikah, yg ucap ijab kabul itu laki2
Sri Watigustami
thor,,kasih saran aja ya tlg jadikan mawar wanita yg tegas,mna ada cerita wanita mau dimadu apapun itu alasannya
Sri Watigustami
mana ada wanita kayak mawar,selain dijaman nabi .. jd malas bacanya thor.
Nenieedesu
jangan lupa mampir dan tinggalkan jejak dinovel aq kak dear Handana
Nenieedesu
sudah aq like, 5 bintang dan sudah aq favoritkan juga kak
Nenieedesu
AQ kasih lima bintang
Aninda Peto
aku mampir budhe, dukung karyaku juga yah.... judulnya Dark Romance. karya baruku heheheh
Aninda Peto: gagal gimana?
total 5 replies
amalia gati subagio
so ratu kenong ngerayu raja halu agar ttp bertahta, uchhh fasilitas bok.... silau men 😁rumah baru, tabungan, yg urusan dgn du n du aman terkendali, poligami dgn 1/2 zasat.... jual miralis ya war demiiii.... kian 😜
amalia gati subagio
mawar sok iyes, 11 12 lakinya, serakah!!! sok yg paling tersakiti utk level The one and only one 🤗🤗🤗🤗keyen!!! kere sudra dadi raja n raju lenong 👍
amalia gati subagio
pernyataan termunafik dari pembual pejinah
Helen Apriyanti
smngttt sll budhe .. buln sll sabar ...
R.F
ljt kk
Nur Hidayah
Lanjut Rembulan dan Tara nya Budhe😍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!