Menikah dengan orang yang dicintai adalah kebahagiaan yang luar biasa. tapi apakah kebahagiaan itu akan bertahan lama jika seorang malaikat kecil tidak ada di tengah keluarga kecil itu?
Ella yang tidak bisa hamil dipaksa harus menerima pernikahan kedua sang suami.
Karena kekejaman sang suami membuat Ella tidak tahan dan meninggalkan surat gugatan cerai serta pergi meninggalkan rumah dengan luka dihati dan luka di tubuhnya.
"Ada syarat agar bisa sepenuhnya sembuh dari luka, yaitu kamu tidak boleh memaksakan diri untuk menghapus lukamu, kamu harus menerima luka itu, tiap luka akan menjadi peta untuk kehidupanmu, jadi alih-alih untuk menyembuhkan luka itu, bagaimana kamu mencoba untuk menerimanya saja?" ujar seorang pria pada Ella
Bagaimana lika-liku perjalanan pernikahan serta kehidupan seperti apa yang akan dilalui Ella?.
****
Instagram : @Latyvolia
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Aozyrin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kepulangan Ke Irlandia
Enam tahun berlalu
Tiga orang turun dari pesawat dibandara republik Irlandia "Sudah lama sekali aku tidak kembali ke negara ini" batin seorang wanita dengan memakai kacamatanya sambil melihat-lihat di sekelilingnya
Sebuah tangan kecil menarik-narik baju wanita itu "Mami, untuk apa kita kenegara ini?" tanya anak laki-laki kecil yang berusia lima tahun sambil mendongakkan kepalanya melihat sang mami
Terdapat seorang pria tinggi dan tampan disebelah sang anak "Iya sayang, kamu ada perlu apa di negara ini?, aku selalu bertanya tapi kamu selalu tidak menjawabnya" ucap pria itu
"Aku memiliki pekerjaan disini, aku memutuskan ikut membawa kalian, jika tidak, maka rumah kita sudah di pastikan akan hancur karena ulah kalian" ucap wanita itu kesal
Anak laki-laki itu melepas tangannya dari baju sang mami lalu beralih memegang celana sang Papi "Papi, ada yang marah pada kita" ucap anak kecil itu sambil bersembunyi di belakangnya.
Ia sungguh tidak bisa membuat Ella marah, jika Ella marah maka konsekuensi yang diberikan Ella tidak bisa di tanggung olehnya "Ella sayang, bisakah kamu tidak marah pada kami?" ucap pria itu sambil tersenyum manis
Ella menatap tajam pada sang suami lalu meredakan amarahnya dan beralih menatap sang anak "Baiklah, baiklah, aku tidak akan marah lagi" ucap Ella lembut
"Jagoan, mami sudah tidak marah lagi, jadi kamu bisa beralih pada mami" ucap pria itu dengan lembut, ia tau jika Ella marah maka anaknya akan berlindung padanya, tapi saat Ella sudah tidak marah lagi maka anaknya akan kembali pada Ella.
"Haha.. papi sangat tau apa yang akan aku lakukan selanjutnya" ucap anak kecil itu bernama Leon Latyner Stein
Ia melihat kearah sang anak "Jagoan, kamu itu anak papi, jadi papi tau semua kejahilanmu" ucap sang papi yang bernama Reiner lalu melihat kesembarang arah
Leon kembali pada Ella "Mami, lihatlah!, sekarang papi terlihat seperti mami" ucap Leon dengan menyindir
Ella melihat interaksi keduanya membuat hatinya senang, tapi ia tidak habis pikir kedua lelaki didepannya selalu belaku seperti kucing dan tikus.
"Sudah, sudah, hentikan!, lebih baik kita mencari hotel untuk menginap malam ini" ucap Ella sambil menyeret anak dan suaminya
Ketiganya berjalan untuk mencari taksi, Leon berada di tengah-tengah keduanya sambil memegang tangan kanan dan kiri, didalam perjalan itu sebuah pertengkaran kecil terjadi lagi "Jagoan, lihatlah mamimu terlihat sangat galak, seharusnya yang galak itu kamu, karena namamu Leon, lebih baik pindahkan saja namamu pada mami" ucap Rein tertawa kecil
Leon menggelengkan kepalanya "Tidak mau papi, aku menyukai namaku, jika ada yang mengganggu mami maka aku akan benar-benar menjadi Leon yang ganas Rawrr" ucap Leon sambil memperagakan raungan singa
Rein tidak terima jika anaknya yang melindungi sang istri, ia memandang kebawah melihat sang anak "Hei, hei jagoan, apa kamu tidak memandang papi yang terlihat melebihi Leon?" tanya Rein memicingkan matanya
Leon mendongakkan kepalanya sambil melihat kearah Rein lalu tersenyum miring "Tidak, papi saja takut jika melihat mami marah, jadi papi tidak cocok menjadi Leon" jawab Leon santai sambil menjulurkan lidahnya pada Rein
Rein terlihat kesal mendengar semua ucapan Leon, ia selalu tidak pernah menang ketika berhadapan dengan anaknya sendiri.
Ella sedikit pusing mendengar perdebatan keduanya yang tidak pernah akur, tapi karena itulah bentuk kebahagiaannya tumbuh secara perlahan.
Ella menghentikan kakinya dan ia menoleh sambil melebarkan matanya "Jika kalian masih bertengkar, maka aku benar-benar akan meninggalkan kalian di Irlandia" ucap Ella mengancam sambil melihat kearah keduanya.
Keduanya menoleh kearaha Ella "jangan mami, kami tidak mengetahui jalan di Irlandia" ucap mereka serempak
"Kenapa saat aku marah mereka sangat kompak?" batin Ella melihat kearah Rein dan Leon secara berulang kali
Ella melanjutkan jalannya, keduanya mengokuti tapi langsung saling memalingkan pandangan berlawanan arah "Jika mami marah, papi tidak akan melindungi mu lagi" ucap Rein sambil melihat kesembarang arah
Leon juga tidak mau kalah dengan Rein "Baiklah, aku juga tidak akan mengakui papi sebagai papiku lagi" ucap Leon dengan santai
Rain langsung memutar matanya dan melihat kebawah, ia sangat tidak percaya jika anaknya sendiri bisa berbicara seperti itu.
Rein menunduk hingga wajahnya ada dibelakang kepala Leon "Kamu tadi bicara apa jagoan?, coba ulangi perkataan mu sekali lagi?" ucap Rein sambil melebarkan matanya dengan sempurna
Leon mendongakkan kepalanya, pandangan mata keduanya bertemu dan membuatnya terkejut "Mami, ayo kita lebih cepat tinggalkan saja papi disini" ucap Leon sambil menarik-narik tangan Ella
"Ia, ia, Rein sabar" ucap Ella yang sedikit lelah ditarik oleh Leon
Rein mulai kesal melihat istrinya terlihat lelah karena ulah sang anak"Leon, jangan menarik mami seperti itu" ucap Rein dengan nada dingin
Leon terkejut mendengar suara sang papi yang sudah berubah, ia langsung melepaskan tangannya dari tangan Ella "Maafkan Leon mami, papi" ucap Leon menunduk
Ia tidak marah pada papinya, justru karena itu ia sangat menyayangi sang papi, karena papinya mengajari banyak hal. papinya tidak pernah marah tapi jika sudah mengeluarkan suara dingin maka artinya dia sedang kesal.
Leon diajari sangat ketat oleh rein, sehingga membuatnya menjadi anak yang cerdas, Ella tidak pernah melarang sang suami mengajari anaknya.
Mereka masuk kedalam taksi, lalu saat mobil Nio terparkir di pinggir jalan, ia melihat kearah jalan dan kebetulan mobil Ella lewat dan terlihat oleh Nio.
Taksi itu melewati Nio dengan cepat "Ella?" batin Nio terkejut
Nio kembali berfikir "Tidak mungkin Ella berada disini, aku sudah berusaha mencarinya di Irlandia tapi aku sama sekali tidak menemukannya" batin Nio menunduk sedih
Nio langsung menggelengkan kepalanya "Sudahlah Nio, tidak mungkin Ella berada disini" gumam Nio sambil menepuk kedua sedikit keras,
"Sudah bertahun-tahun kau mencari tapi kau tidak menemukannya, dia pasti sangat marah sekali padamu" gumam Nio sambil menundukkan kepala dan menyandarkan pada stir mobilnya
Bersambung...
☠️⃝🖌️M⃤
Hai Author...salam kenal dari Hello Bella
klo ngantuk,tidur dulu ya😂💪