Louisa gadis menyedihkan yang ditinggal pergi oleh kedua orang tuanya sejak kecil tanpa alasan,membuat dirinya hanya tinggal berdua dengan sang nenek yang sudah sangat tua dan hidup yang sangat miskin dikampungnya
Setelah sang nenek meninggal,Mengharuskan dirinya pergi ke kota untuk bekerja sebagai pengasuh anak dengan bantuan sang tetangga yang kebetulan bekerja sebagai asisten rumah tangga dikota
Namun,ia tak menyangka jika dirinya akan dicintai oleh sang majikan yang statusnya masih memiliki istri dan seorang anak
Rintangan dan konflik apa saja yang akan dihadapi oleh Louisa???
Simak yuukk.. Dan bijak lah dalam menanggapi setiap alur cerita ini..Happy reading..🥰🥰
Ig ; Mitha_Shin
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Ovelia.shin, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Part 21
Setelah bi Darmi pergi,Louisa pun menutup pintu dan melanjutkan membereskan kamar Alice
Mark yang baru tiba dirumah,langsung menekan tombol bel rumahnya.Louisa dengan cepat membukakan pintu
"Tu..Tuan.."Sapa Louisa terkejut melihat kepulangan Mark yang tiba tiba karna yang ia tahu bukan waktunya Mark pulang dari kantornya
Mark pun menatap Louisa dengan tatapan dingin dan langsung memasuki rumahnya tanpa menanggapi sapaan Louisa.Ia pun berjalan menuju kamarnya.Sedangkan Louisa hanya menatap bingung ,walaupun ia terbiasa dengan sikap tuannya yang memang terbilang dingin dan tidak ramah sedikit pun padanya.Karna menurutnya tuannya menjaga kewibawaannya sebagai majikan
Louisa pun kembali melanjutkan pekerjaannya dan tak ingin mengambil pusing dengan sikap Mark
Mark yang sudah berada di kamar nya,merebahkan tubuhnya sambil memijit dahinya.Tanpa sadar ia menunjukkan sikap dingin terhadap Louisa yang tak tahu maksudnya.Pikiran Mark mulai kalut karna masih terus mengingat lelaki asing yang bersama Louisa tadinya.Ia masih tak percaya dengan dirinya yang ntah kenapa tiba tiba memikirkan Louisa yang baginya bukan siapa siapa dirinya.Yang hanya seorang pengasuh anaknya
Sesaat ia langsung bangkit dari ranjangnya dan berjalan keluar kamar dan menemukan Alice sedang serius membersihkan kamar Alice.Ia terus memperhatikan Alice tanpa bergerak sedikit pun
Apa yang dilakukannya itu lah yang seharusnya dilakukan Evalina..Tapi Evalina justru mulai sedikit demi sedikit menghancurkan semuanya..Batin Mark mulai termenung
Louisa yang tanpa sengaja menoleh kearah pintu melihat Mark yang masih berdiri diam tanpa bersuara dan termenung.Louisa pun menatap Mark dengan bingung dan berjalan menghampiri Mark
"Ma..Maaf..Tuan..Apa tuan butuh sesuatu?Ujar Louisa sekaligus bertanya
Seketika Mark pun tersadar dan menoleh kearah Louisa
"Katakan pada bi Darmi untuk buatkan aku teh..Dan antarkan kekamarku.."Perintah Mark pada Louisa
"Ta..Tapi tuan..Bi Darmi sedang pergi dan mungkin sebentar lagi akan pulang.."Jawab Louisa menjelaskan
"Kalau begitu kau saja yang buatkan..Cepat."Ujar Mark dengan nada dingin dan langsung pergi
Louisa langsung menuruti perintah Mark dan membuatkan teh untuknya.Sedangkan Mark kembali ke kamarnya dan merebahkan tubuhnya diatas ranjangnya sambil memejamkan matanya sesaat
Setelah membuatkan teh didapur,Louisa dengan cepat mengantarkan teh tersebut kekamar Mark.Sesampainya dikamar Mark,Louisa pun mengetuk pintu kamar Mark walaupun kamarnya sedang tak ditutup.Karna tak ada jawaban Louisa memberanikan diri untuk masuk dan menghampiri Mark yang masih memejamkan matanya
"Maaf tuan..Tehnya sudah saya buatkan.."Ujar Louisa dengan pelan
Mark langsung membuka matanya dan menatap Louisa
"Taruh diatas meja sana."Jawab Mark sambil menunjuk kearah meja dekat jendela
"Baik tuan.."Jawab Louisa dan berjalan menuju meja yang ditunjuk Mark untuk meletakkan teh tersebut.Setelah meletakkan teh tersebut Louisa pun beranjak akan keluar dari kamar Mark
"Tunggu.."Sahut Mark
Louisa pun menoleh kearah Mark
"Kau bisa memijat kepalaku?"Tanya Mark
"Hah??Memijat tuan?"Tanya Louisa sedikit terkejut
Mark hanya melirik dengan tatapan datar
"Bi..Bisa tuan..Tapi saya tidak begitu ahli.."Jawab Louisa dengan menundukkan kepala
"Lakukan sebisamu..Cepat.."Perintah Mark kembali merebahkan tubuhnya diatas kasur
"Ta..Tapi tuan.."Ucap Louisa dengan gugup
"Kenapa?"Tanya Mark dengan singkat
"Sepertinya saya tidak sopan memijat kepala tuan..Saya takut nyonya akan marah.."Jawab Louisa masih dengan nada gugup
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Mampir yuk di novel pertama ku yang berjudul "KEKUATAN HATI WANITA"
Berkisah wanita yg bangkit dari penghianatan.
Mohon dukungannya, terimakasih🙏🏻🤗🌹