NovelToon NovelToon
Keinginan Anastasya

Keinginan Anastasya

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Romansa-Teen school / Tamat
Popularitas:398.5k
Nilai: 5
Nama Author: al_mahyra

Anastasya Putri adalah seorang gadis kecil yang selalu ceria. dan di umur nya yang masih belasan tahun dia sudah mendapatkan sebagian dari keinginan nya.

Zein, Reno dan juga Rey sempat punya perasaan sayang terhadap Anastasya, karena sifat lemah lembut Anastasya, dan juga sifat rendah hatinya, membuat ketiganya merasakan rasa tersebut.

Namun Anastasya lebih memilih orang yang dulu membencinya, orang yang terus membully nya.

Dan saat umur Anastasya genap 17 tahun, Anastasya di lamar oleh Erlan, orang yang dulu selalu ngebully waktu masih sekolah Dasar, datang melamarnya.

akankah Erlan di Terima oleh pak Amin dan juga Bu Yuni, orang tua yang membesarkan Anastasya?.

Emang benar ya kebencian bisa jadi rasa cinta. dan mengalahkan semua rasa yang lainnya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon al_mahyra, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

bab 21

Selama beberapa hari ini Erlan selalu memantau Anastasya,dari pagi hingga sore dia selalu on the way di Saung yang selalu di lewati Anastasya untuk berangkat ke sekolah dan pulang dari sekolahnya.

Akhir akhir ini Erlan merasa sangat tertarik pada Anastasya sang teman waktu SD yang selalu dia bully.

'''Dia cantik juga kalau sedang memakai hijab kayak githu.'' Gumamnya? ketika Anastasya melewati Saung di mana Erlan berada.

Erlan tak memungkiri kalau ternyata Anastasya yang sekarang sangatlah cantik. namun dia juga berpikir kalau sewaktu waktu dia akan berjodoh dengan Anastasya.

Gadis yang selalu ia bully setiap harinya, namun itu semua mulai tumbuh dengan berjalan nya waktu.

Erlan yang ikut pulang sang Ibu dari perantauan karena sang nenek sakit. Jadi mau tak mau sang Ibu pulang untuk melihat Ibu nya yang sedang sakit.

...🍄🍄🍄🍄...

3 Tahun kemudian Anastasya melaksanakan Ujian kelulusan sekolah nya.

Anastasya melaksanakan Ujian nya di sekolah SLTP Negeri 1, di mana Roni, Rey, Reno dan juga Zein bersekolah, Zein sengaja menjemput Anastasya untuk berangkat ke sekolah bareng-bareng.

Anastasya yang sudah siap dengan seragam nya tiba-tiba di kagetkan oleh kedatangan Zein sang teman.

"Woy…! ayo berangkat lama amat sich lho An? Ucap Zein yang sudah berada di ruang tamu Anastasya. kebetulan pintu rumahnya emang di buka karena Zein bilang akan menjemputnya.

" Zein……! pagi-pagi dah ngagetin orang saja sich lho, untung Anas tidak jantungan, kalau jantung Anas jatuh gimana coba' Zein! di sini nggak ada yang jual lho.'' ucap Anastasya ketus seraya mencubit lengan Zein yang sedang berada di dekatnya.

" Aww....! sakit kali Anas? main cubit-cubitin orang pagi-pagi.'' serunya sambil mengusap usap lengan yang di cubit nya.

''Tega banget sama teman sendiri? tak jadikan mau kamu?!'' celetuk Zein yang masih mengusap usap bekas cubitan dari Anastasya.

Anastasya mengernyit dahinya mendengar omongan Zein yang tanpa di sensor itu. lalu kemudian Anastasya hanya tersenyum menanggapi perkataan dari Zein sang teman.

"Udah ach ayo kita berangkat sekarang? entar telat lagi ke sekolah-nya, karena pagi pagi sudah ngelantur githu omongan nya.'' Ucap Anastasya menarik tangan Zein keluar dari rumahnya.

" Bentar kali Anas? aku belum pamit sama Ibu kamu?!'' ucap Zein menghentikan langkah Anastasya.

''Nggak usah pamit ezt Zein, Ibu sudah berangkat ke sawah.'' ujar Anastasya pada Zein sang teman.

''Emang aku nggak lihat githu Anas? kalau Ibu Bapak kamu masih ada di dalam.'' celetuk Zein melepaskan tangannya dari genggaman Anastasya.

Zein langsung berlari menuju ke Ibu dan Bapak nya Anastasya untuk berpamitan sama mereka berdua.

"Ibu? Bapak? Zein berangkat sekolah dulu ya, do'ain Zein dan juga Anas supaya lulus dengan nilai yang bagus dan hasil yang memuaskan.'' ucapnya sambil mencium tangan Ibu dan Bapaknya Anastasya.

" Iya Bapak dan Ibu selalu berdo'a yang terbaik buat kalian berdua.'' ucap sang Bapak

"Assalamu'alaikum.'' ucap Anastasya melangkah pergi menuju ke halaman rumahnya,di mana Zein meletakkan sepeda ontel nya berada.

" Waalaikum salam.'' jawab Bapak Ibu-nya Anastasya

"Ayo berangkat sekarang? entar telat lagi.'' ajak Zein setelah berada di samping Anastasya.

" Dari tadi kali aku nunggunya Zein.'' ucap Anastasya ketus sambil melipat tangan-Nya.

''Ya sudah? ayo let's Go?!'' ucap Zein mulai mengayuh sepeda ontel-nya.

Zein emang sengaja menjemput Anastasya di rumahnya dengan sepeda ontel-nya, karena mereka mengikuti ujian di satu Sekolah, jadi Zein memutuskan pergi sekolah nya bersama Anastasya biar tambah seru, itu fikiran Zein.

Karena masih sekolah di SLTP jadi si Zein belum boleh bawa sepeda motor nya ke sekolahan.

Jadi Zein memutuskan membawa sepeda ontel nya ke sekolahannya.

Sedangkan murid murid dari pondok pesantren Nurul Huda di antar menggunakan mobil sama sang pengurus pondok pesantren.

Sesampai nya di sekolahan si Zein langsung bergabung dengan Teman-teman nya, begituu pula dengan Anastasya yang sudah di tunggu-tunggu oleh Mila dan juga Ani.

"Lama banget sich lho Anas! gue sampek jamuran nungguin kamu di sini.'' ucap Mila ketus.

" Iya... maaf? kan gue ngontel bareng Zein, Mila? lha kamu kan di antar pakek mobil sama pengurus kali.'' ucap Anastasya memegang pinggang si Mila, karna mau merangkul tangan Anastasya tidak sampai ke bahu si Mila yang tinggi.

"Ya sudah ayo kita ke kelas saja.'' ajak Ani memegang tangan Anastasya.

" Emang kamu sudah tau kita di kelas mana gitu?'' tanya Anastasya penasaran.

"Kan kemaren sudah di kasih tau sama Pak Hasan neng...? kalau Pak Hasan lagi menerangkan jangan tidur dong neng.'' ucap Mila nyengir kuda.

" Kayak lho nggak pernah tidur di kelas saja Mila.'' celetuk Ani yang merasa kesindir ucapan Mila sang teman.

Mila hanya nyengir kuda mendengar perkata'an Ani.

Anastasya juga ikutan tersenyum melihat teman nya yang sudah begituu baik pada-Nya selama ini.

Selama ini Anastasya belum pernah mendapat kan teman sebaik Mila dan juga Ani, kecuali Zein yang selalu menemani nya selama ini.

tapi kali ini Anastasya sudah menemukan seorang teman sekaligus sahabat yang tidak pernah membeda-bedakan status orang lain.

Teman (sahabat) yang selalu mendukungnya.

Teman (sahabat) yang selalu ada di sa'at dia sedih dan membutuhkan orang untuk berkeluh kesah.

Ya walaupun Anastasya tidak pernah mau menceritakan apa yang dia alami selama ini, Anastasya hanya menjadi pendengar yang baik buat sang teman sekaligus sahabatnya.

Sejak awal sampai akhir Mila dan Ani tidak pernah merendahkan Anastasya, apalagi menghina-nya ataupun mencemo'ohnya.

Tidak tau kalau sedang ada di belakang Anastasya. karena Anastasya tidak mau berburuk sangka pada teman-teman nya.

Anastasya sudah memasrahkan hidup dan matinya pada sang Pencipta.

Anastasya tidak mau ambil pusing lagi, mikirin orang-orang yang bermuka dua,

Bermulut manis? tapi hati-Nya tak semanis bibirnya.

Karena seorang teman (sahabat) tidak mungkin punya pikiran buruk pada sang teman. kecuali teman yang bermuka dia.

Ada pepatah mengatakan: sahabat sejati di bawa mati.

(Ach… masa' sich kayak githu)🤔🤔🤔

Pengen..... ???

Kembali ke cerita🙏🙏

Di dalam kelas Anastasya masih mencari tempat duduk nya yang akan di tempati untuk ujian hari ini.

"Ech…Anas!'' teriak si Mila sambil melambaikan tangan-Nya pada Anastasya.

Anastasya langsung menghampiri Mila dan bertanya.

" kenapa teriak kayak githu sich Mila?'' Tanyanya

" Ini nich…? tempat duduk kamu, bersebelahan sama gue Anas.'' ucap Mila mengguncang tubuh Anastasya karena saking senangnya.

"Tapi nggak usah gini juga kali Mila?, badan Anas sakit kalau di gini'in, lagian malu juga sama siswa yang di sini.'' celetuk Anastasya mengingatkan sang teman.

" Maaf-maaf...! saking senengnya gue sampek lupa kalau ini di luar pondok pesantren Anas? maaf ya Anas.'' ucapnya memelas.

" Iya nggak apa-apa kok Mila? Anas hanya becanda juga kok.'' ucap Anastasya yang seketika itu membuat Mila cemberut.

👉👉👉👉

jangan lupa dukung Al-mayra ya kakak.

maaf kk masih belajar, dan jangan lupa like, komen dan juga vote nya kak,

makasih🙏🙏🙏

1
El_Ni.Mar
like and favorite
💕Al-mahyra Lubis💕: makasih kk El dah mampir 🙏🙏😘
total 1 replies
andin
ngantuk thor 🥱🥱
💕Al-mahyra Lubis💕: baru bobok
total 2 replies
andin
semangat
💕Al-mahyra Lubis💕: makasih bintang nya kak Andin 🙏
total 1 replies
andin
ayo lebih semangat lagi update nya
💕Al-mahyra Lubis💕: Terima kasih Kak Andin, insya Allah akan giat up🤭🤭🙏🙏🙏😘
total 1 replies
TK
🌷
TK
bunga untuk Thor 👍✍️
💕Al-mahyra Lubis💕: makasih bunga nya kk Thor 🙏
total 1 replies
Yulia Yulia
yeyeyeye, aku orang pertama yang komen
💕Al-mahyra Lubis💕: makasih kk Yulia 🙏
total 1 replies
andin
yuk yang semangat
andin
GO go go go semangat🔛🔥
Yulia Yulia
huwaaa selamat atas kehamilan nya 😘
Bila
tetap semangat
Yulia Yulia
alhamdulillah Putri hamil juga, bahagia bgt pak Amin & pak enggar pastixa
Yulia Yulia
ayo semangat upnya Thor
Solihuddin Lubis
cerita sendiri ngk up,malah baca novel orang🤦🤦
Embun Kesiangan
safakillah Putri, semangat up thor🙏
Embun Kesiangan
lanjut up buna🙏semangat ya🙏😍😘❤
Embun Kesiangan
lanjut up thor syayank🙏😍😗❤
TK
ayok lanjut
Embun Kesiangan
pengantin baru😍😗selamat y putri dan erlan🙏
💕Al-mahyra Lubis💕
Maaf kalau ceritanya membosankan 🙏😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!