NovelToon NovelToon
I'M A Night Butterfly

I'M A Night Butterfly

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Nikahmuda / Tamat
Popularitas:270.6k
Nilai: 5
Nama Author: gupita

Panggil saja aku Mentari umur ku yang masih belia di paksa dewasa. Harus menerima masalah begitu berat dalam keluarga. Ibu ku mati bunuh diri tak sanggup menerima ke jahatan yang ayah ku berikan.

Ayah ku menjual ku kepada mami Tiara hanya untuk membahagiakan istri mudanya. Bagaimana kehidupan ku selanjutnya?

Atau aku mati saja ikut bersama ibu ku di surga. Bagaimana nasib adik ku Revalina jika aku mati?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon gupita, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Lubang buaya

Wanita tersebut syok saat melihat Nata duduk di tepi ranjang menatapnya ingin memangsa. Wiski yang sudah pecah, kacanya berserakan di bawahnya langsung ia ambil satu persatu. Tapi Nata melarangnya malah menyuruhnya berdiri dan memeluknya dari belakang.

"Bang, lepasin," cicit Mentari mencoba memberontak.

Nata malah mengeratkan pelukannya, sampai Mentari merasa junior Nata telah bangun.

"Aduh, yang satu ilang ini datang lagi, kenapa harus Bang Nata sih," umpat Mentari dalam hati.

"Bang," panggil Mentari mulai risih dengan tingkah Nata yang menciumi tengkuknya.

Nata tak bergeming ia terus melancarkan aksinya, membuat Mentari jengah. Mentari mencium aroma alkohol di mulut Nata. Mentari sedikit canggung Nata mulai lepas kontrol. Mentari mendorong tubuh Nata juga darinya.

"Kenapa, bukankah ini yang kamu mau?" Nata membungkam mulut Mentari dengan bibirnya melanjutkan aksinya.

Nata mendorong tubuh Mentari sampai membentur tepi ranjang hingga Nata memegang tengkuk Mentari. Sampai Mentari tertidur di ranjang Nata membuka handuk kimono nya. Nata memperlihatkan otot tubuhnya membuat Mentari terpanah melihatnya.

"Bang jangan," cicit Mentari dengan mengiba.

"Saya sudah membayar mu mahal, berikan servis terbaikmu ditelinga Mentari," cibir Nata.

Mentari mendengar ucapan Nata, tiba-tiba emosinya tak terkontrol hingga menampar Nata dengan posisi Nata di atas tubuhnya.

"Kamu," ucap Nata dingin.

"Apa," ketus Mentari langsung membuang muka.

"Kenapa si Tar, kamu lakukan ini," ucap Nata lesu.

"Aku dijual sama ayahku, puas udah ngatain aku murahan." Mentari menangis.

Deg...

Nata terduduk lemas melihat Mentari menangis tersedu-sedu. Nata memeluk Mentari dengan penuh kasih sayang sambil mengusap-usap rambutnya. Mentari merasakan kehangatan dan kenyamanan saat dipeluk Nata.

"Udah nggak usah nangis lagi," titahnya.

Mentari hanya menganggukkan kepalanya lalu menyeka air matanya.

"Kamu itu pacar adik ku, nggak pantas aku peluk kamu seperti ini," sindir Nata sambil melepas pelukannya.

Rezeki nomplok untuk Nata, Mentari malah memeluknya dengan erat rasanya tak ingin berpisah.

"Ada apa? cerita pelan-pelan," ucap Nata seolah mengerti apa yang dirasakan Mentari.

"Aku putus Bang," cicit Mentari dengan pelan.

"Kenapa, bukannya kamu mencintainya?" tanya Nata dengan sok taunya.

"Siapa yang bilang." Mentari melepas pelukannya.

"Lah kamu yang nerima Alex itu," ejek Nata.

"Aku tuh cuma kasian Bang ama dia, masak iya menolak Alex didepan orang banyak. Setelah itu aku ngomong sama Alex kok, aku jelasin pelan-pelan kalo aku ga cinta ama dia."

"Terus cinta siapa?"

"Ama Abang lah," ucap Mentari keceplosan.

"Bodohnya aku! kenapa bisa keceplosan sih," batin Mentari dengan meruntuki dirinya sendiri.

Nata tersenyum dengan pernyataan Mentari, jika ia sangat mencintai dirinya. Nata melanjutkan aksinya di atas ranjang dengan mengungkung Mentari. Mentari tak menolak apa yang dilakukan oleh Nata. Mentari hanya merasakan kenikmatan dan kehangatan yang Nata berikan. Kecupan demi kecupan Nata berikan sampai tangan Nata meraba aset milik Mentari. Nata mulai menuntut membuka dress yang Mentari pakai. Dengan malu-malu mentari menatap tubuh Nata sudah siap menerkamnya.

"Aku akan pelan-pelan," ucapnya.

Mentari tak bergeming membuat Nata semangat 45 dan Akhirnya mereka bergulat sampai lelah.

*****

"Ponselnya tetep nggak aktif," gerutu Revalina.

Semua orang duduk di teras rumah Ibu Fatimah ada Alex, Niki, Rio dan Weni dan semuanya panik menunggu kabar Mentari.

"Hei anak-anak, ayo masuk. Kalian belum makan dari tadi siang. Ini sudah waktunya makan malam," titah Ibu Fatimah.

"Wah, Ibu repot-repot," ucap Alex.

"Ibu tidak merasa direpotkan nak, ayo," titahnya kembali.

Alex pun berdiri disusul oleh Weni masuk ke dalam rumah. Tinggallah Rio dan Revalina di teras, Revalina tetap menatap ponselnya.

"Va, makan yuk." Rio menggenggam tangan Revalina.

"Tapi Kak." Revalina mencoba menolak halus.

"Kalo kamu sakit, siapa nanti yang cari Mentari?"

"Oke lah," jawabnya dengan terpaksa.

"Kak kalo wibawa kaya gini keren tau," lanjut Revalina senyum sekilas.

Revalina berjalan meninggalkan Rio yang masih mematung. Rio tak percaya ada perempuan yang berani memujinya dengan terang-terangan. Jantung Rio tiba-tiba berdetak lebih cepat.

"Kak," panggil Revalina dari pintu.

"I-iya," ucap Rio tergagap.

Saat dimeja makan semua sudah berkumpul dan sibuk dengan piringnya masing-masing.

"Ri, gue nebeng yah. Anterin gue pulang," ucap Weni.

"Oke, nanti gue anterin pulang." Rio berbicara selayaknya laki-laki.

"Uhuk-uhuk." Weni terbatuk-batuk mendengar Rio berbicara.

"Minumnya Kak." Revalina memberikan segelas air.

Weni langsung meminum segelas air dengan habis.

"Alhamdulillah," ucap Weni.

"Lo kenapa?" tanya Alex belum menyadari.

"Kayaknya Rio suruh makan disini deh, biar dia jadi cowok benar. Bisa-bisa gue sujud syukur nih," ejek Weni.

"Lebay lo," jawab Rio sambil menatap Revalina sekilas.

Weni merasakan ada kejanggalan saat melihat Rio menatap Revalina.

"Apa cuma perasaan gue aja kali yah." Weni bertanya-tanya kepada hatinya.

******

Beberapa jam kemudian, Mentari menggeliat sakit semua sekujur tubuhnya. Mentari menatap Nata sedang asik dengan mimpi indahnya.

"Kenapa ngeliatin begitu?" tanya Nata.

"Pukul berapa ya ini Bang, aku pengen mandi gerah," ucap Mentari.

Nata mengambil ponselnya dinakas lalu membukanya.

"Masih sore, memangnya di ponsel mu?"

"Nggak tau Bang, hilang mungkin," jawab Mentari sendu.

"Kenapa sedih gitu. Nanti ikut pulang ya." Nata mencoba menghibur.

" l'm a night butterfly," ucap Mentari dengan terkekeh.

"Apa kamu sudah gila bicara seperti itu," ketus Nata.

"Lalu apa Bang? aku udah tidur ama Abang lalu dibayar pula, lalu itu apa namanya Bang?"

"Aku akan nikahin kamu," jawab Nata dengan lugas.

"What!" teriak Mentari syok.

"Aku akan keluarin kamu dari sini, kamu jangan mikir aneh-aneh, okeh." Nata memeluk Mentari.

Tanpa disadari air mata Mentari menetes begitu saja di pipi. Baru kali ini ia merasakan kehangatan pria dewasa. Yang seharusnya ia dapatkan dari sang ayah pun tak pernah ia rasakan.

"Aku boleh pinjam ponsel Abang?" tanya Mentari meminta izin.

"Boleh," jawab Nata memberikan ponselnya.

Saat Mentari membuka ponsel Nata ia tercengang melihat wajah ayunya dijadikan wallpaper.

"Abang punya foto aku?"

"Ngambil di sosial media kamu," jawabnya jujur.

"Cie, yang suka stalking aku," ejek Mentari.

Nata hanya tersenyum canggung akhirnya ketahuan. Mentari mencoba menghubungi Revalina dipikirannya pasti sekarang sedang khawatir ia tidak pulang.

Revalina 📞"Halo siapa?" tanya Revalina.

Mentari 📞"Maaf ya, semalem nggak pulang."

Revalina 📞"Kakak buat aku khawatir tau nggak sih!" teriak Revalina.

Semua orang yang berada didekat Revalina penasaran dimana keberadaan Mentari sekarang mulai bertanya-tanya.

Bersambung.....

Happy reading guys,

Jagan lupa memberi like,komentar,vote & hadiah.

Stay tune terus ya guys,jangan lupa tekan tanda favorit agar kalian tidak ketinggalan.

Terimakasih atas dukungan kalian.

1 like pun sangat berarti untuk ku ❤❤❤

1
Anita
semangat thor😊
raisa_aQiLa
di tunggu kisah selanjutnya.. semangat thor
raisa_aQiLa
baru mampir nii thor.. seru ceritanya. semangat terus up nya
Dewi Masitoh: terima kasih kak, ♥️
total 1 replies
Diah Fiana
kasian mentari, semangat untuk mentari dan kkak author 🥰
Diah Fiana
aku bawa 5 bintang kak ☺️
Lenkzher Thea
Lanjut ka 👍❤
Nur Adam
djkit bgt thoor pdhl dh lama ga up,,hehe lnjut smgt
Dewi Masitoh: maaf ya kak 😆
total 1 replies
Adeirmalubis
next
Dewi Masitoh: ♥️♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Nur Adam
smgt lnjut
Dewi Masitoh: ♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Lenkzher Thea
Keren ka lanjut 👍❤
Perempuan Terindah
Hadiiirr kak author....
Dewi Masitoh: terima kasih kaka
total 1 replies
Anni 21
hai author baru up lg kirain mau di gantungin thor tpi othor bkin crita nay gk satu sih ya dan aku baca semua😘😘
Dewi Masitoh: lope-lope buat kakak ♥️
total 1 replies
Adeirmalubis
next
Dewi Masitoh: ♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Lenkzher Thea
Lanjut ka, sukses selalu👍❤
Rahma AR
😙
Adeirmalubis
next
Dewi Masitoh: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Nur Adam
smgt lnjut
Dewi Masitoh: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Paulina H. Alamsyah Asir
lanjut thor semangat....💪💪💪❤❤❤
Dewi Masitoh: ♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Lenkzher Thea
Lanjut 👍❤
Dewi Masitoh: ♥️♥️♥️♥️♥️
total 1 replies
Rahma AR
lanjut...🥰💪💪
Rahma AR: 🥰🥰🥰🥰🥰
total 2 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!