Kehidupan yang semula biasa - biasa saja berubah ketika desi bertemu dengan ceo itu...
Dia yang berusaha bekerja keras untuk bisa menjadi pegawai tetap sepertinya akan sia - sia....
gumana kelanjutan nya....
Baca yuuk gUys....
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon MAREDH_EV, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
PERUBAHAN
" mulai sekarang percaya diri lah, kamu pantas mendapatkan itu " memberi ku semangat, bahwa dia menyuruhku untuk tampil lebih percaya diri dan jangan menghiraukan mereka yang merendahkan aku.
Sore itu berlalu begitu saja, setelah seharian menghabiskan waktu bersama kami pun kembali kerumah masing \- masing.
Setelah aku membersihkan diri, waktu sudah menjelang malam. Saat nya si ria untuk pulang, dan benar saja bOom pertanyaan keluar dari mulut nya. Aku yang bingung harus menjawab pertanyaan nya mulai dari mana. Sebaiknya aku ceritakan dari awal lagi. Berbicara panjang lebar dengan nya itu sudah biasa bagiku. Karena memang Ria sahabatku sejak dari dulu.
Sore menjelang malam itu berlanjut obrolan kami.
Kami pun masih duduk santai di ruang tamu.
" kalau saja aku tak melihat dengan mata kepalaku sendiri aki mengira kalau kau itu halu des, karena itu terlalu mustahil, piss " ya begitulah candaan desi sore itu.
" makanya dari itu aku tidak bisa bilang jujur padamu, bahkan sampai saat ini aku masih bertanya - tanya, sebenar nya kenapa dia menyukai ku ?"
" bagaimana dengan mu sendiri des ? gimana perasaanmu saat berada di dekat nya ?" tanya desi padaku.
" terasa seperti dia benar - benar menyukai ki "
" kalau begitu kamu harus mempercayai apa katanya, kemarilah sebentar" dia mengajaku ke kamar nya, Benar saja di kamar nya ada kaca yang besar sekali.
Ria menyuruhku berdiri di depan kaca nya yang besar. Dia mengatakan bahwa aku punya sifat yang baik, jujur, ber sungguh \- sungguh, kulitku yang putih, wajahku bahkan juga cantik, dan aku cuma kelebihan berat badan saja katanya. Dan aku baru menyadari apa yang dikatakan ria itu memang benar.
" itu karena adam terlalu sempurna, kamu juga lumayan, seharusnya kamu juga berpenampilan percaya diri. "
" boleh kah aku seperti itu?"
" tentu saja boleh "
" tapi ria, apa aku pantas berlaku percaya diri ?"
" Tentu saja, percaya diri itu hak setiap semua orang, bagaimana kalau kita make over dan rubah penampilanmu sehari - hari ?"
Ria pun mengajaku ke pusat perbelanjaan keesokan hari nya. Benar saja seleranya memilihkan aku baju membuatku tampil menyegarkan. Warna - warna baju yang tak pernah ku beli dan tak pernah ku banyangkan akan ku pakai. Karena selama ini aku hanya memakai warna gelap seperti hitam, yang aku padu padan kan dengan warna putih, terus seperti itu karena aku tidak percaya diri dengan warna - warna lain nya. Namun setelah mencoba apa yang dipilih kan ria untuku, tentunya ini lumayan bagus juga untuku pakai. Setelah berbagai model dan watna baju beserta tak lupa highells yang akan kupakai sehari- hari di kantor, ria membujuku untuk pergi ke sallon.
Benar saja aku di seret nya ke sallon dan mengganti warna rambutku yang tadi nya hitam pekat menjadi warna brown. Dan hasilnya cukup lumayan juga untuk membuatku semakin tampil percaya diri. Yah meski pun gaji sebulanku sebagai pegawai magang habis ku belanjakan untuk seharian ini, tapi aku juga menginginkan perubahan dalam hidupku.
Keesokan harinya di kantor..
Aku berangkat kerja seperti biasanya, namun aku kan mengubah penampilanku. Benar saja mereka yang melihatku paati bertanya \- tanya bahwa itu desi atau bukan ? Setelah itu mereka menyadari bahwa aku mengubah warna rambut dan gaya berpakaianku juga berubah, aku merasa mereka sedikit berbeda denganku, Entah itu hanya cara pandangku atau apalah itu.
Tetiba salah satu temen kantorku yang lumayan deket menariku ke arah pantry. Dia bertanya kepadaku, sebenar nya ap yang terjadi pada hari jum'at lalu? Aku mengatakan bahwa tidak ad hal istimewa, yang ada hanya bos menanyakan perihal kepala tim jeny dan wakil pak jhon. Jadi dia berfikir selama ini aku di panggil ke kantor bos secara pribadi adalah untuk menanyakan perihal itu. Aku hanya perlu berbohong untuk menutupi nya. Karena akan gawat kalau semuanya tahu tentang aku dan bos.
Dan juga dia baru sadar kalau penampilanku berubah. Mulailah dia mengomentari dari ujung rambut sampai ujung kaki.
" eh tunggu dulu, kamu.. kamu ada yang berubah nich.."
" Enggak kok "
" iya lah.. kelihatan gituh, rambutmu, kau warnai.
gaya berpakaian mu, terlihat lebih stylish.
dan ini hells mu. hmm sekarang berani tampil beda. kenapa gak dari dulu des "
" hehe baru ini aku berani merubah nya kak "
Lalu kemudian boss menyuruhku ke ruangan nya, aku pikir hari ini gak akan ketemu sama dia, karena perubahanku akau jadi sedikit malu untuk bertemu dengan nya.
Diruangan boss
Sebelum masuk ke dalam aku di hentikan oleh salah satu orang penjaga ruangan, ya bisa dikatakan dia sekertaris penjaga ruangan boss.. Dia mengatakan bahwa bos masih ada tamu, dia menyuruhku untuk menunggu.
Tak lama setelah nya Artis Corneta larasati keluar dari ruangan bos. Iya, dia adalah selebritas terkemuka. Tubuhnya yang sexy, wajah nya yang cantik tak lupa kulit nya yang putih. Dia pasti idaman setiap lelaki. Bahkan bukan hanya lelaki yang jadi fans nya, wanita pun ada yang jadi fans nya karena kecantikan rupawan nya itu.
Kalau dilayar tv bak seperti manekin yang sangat cantik untuk dipandang, tak ku sangka aku bisa melihat nya langsung. Benar - benar lebih cantik ketika melihat nya langsung seperti ini. Bahkan wajah nya juga sempurna.
Tunggu dulu dia melihat ke arah ku, dan sepertinya dia berjalan ke arahku yang sedang duduk di kursi tunggu.
" kau desi kan !?" nada bicaranya sangat keras.
" oh maaf, rupanya aku salah mengira bahwa kau adalah orang lain ".
" benar saya desi."
" apa ???!"
" saya adalah desi damayanti, tapi bagaimana anda tahu nama saya ?"
" Owh. gak maksud akal. "
dia pergi meninggalkan ku begitu saja tanpa mengatakan apapun lagi.
Dia pergi dan terlihat sangat marah, tunggu dulu dia barusan keluar dari ruangan boss. Jadi ada hubungan apa dengan si bos yak..
Sudah lah, aku akan masuk ke ruangan boss..
Padahal hampir tiap hari bertemu dengan nya, namun saat ini menatap nya membuat jantungku bedetak lebih cepat.
" apa hari ini kau ada janji kencan ?"
" ya..! eh tidak ada. "
Aku kira dia akan menanyakan perihal perubahanku ternyata bukan.
" kalau begitu, aku daftar untuk ajak kamu kencan siang ini. mau makan apa ? nasi padang ? sefood ?
atau ayam geprek ? "
" apa saja boleh " .
" kalau begitu ayo jalan. "
Kami pun berjalan ke tmpt makan yang dia tuju. Yang biasanya dia mengajak naik mobil nya, entah kenapa dia kali ini mengajaka jalan kaki, rupanya tempat makan yang dia tuju dekat dengan kantor.
Dan baru sampai di persimpangan bangjo depan kantor untuk nyebrang jalan, yang biasanya tak ku hiraukan tak sengaja aku melihat beberapa baliho iklan yang di bintangi corneta. Bahkan para pejalan kaki yang melintasi jalan ini terpana melihat kecantikan nya ketika sedang menunggu rambu berganti menjadi warna hijau.
Dan di sebelah ada sepasamg kekasih yang sedang bertengkar karena si lelaki memandang corneta dengan tak berkedip. Mereka pun bertengkar di jalan dan si lelaki di tinggal pergi sama si cwe nya.
Aku dan bos yang melihat dari awal lertengkaran mereka hanya saling memandang satu sama lain, sampai mereka pergi.
" kenapa kau juga tak bertanya seperti wanita itu ? kalau kau bertanya padaku pasti akan aku langsung jawab Lebih cantikan dirimu dari pada corneta ".
" ahh, anda pasti bercanda. bukan kah anda baru saja bertemu ?
" bagaimana kau tahu ?, ahh pasti kau tadi bertemu saat dia keluar dari tuangan ku."
" iya, apa hubungan mu bos dengan nya ?"
" hanya tak sengaja saling kenal "