NovelToon NovelToon
The Antagonist: World Ends Theory

The Antagonist: World Ends Theory

Status: tamat
Genre:Romantis / Fantasi / Misteri / TimeTravel / Romansa / Transmigrasi ke Dalam Novel / Time Travel / Dunia Lain / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:539.6k
Nilai: 4.8
Nama Author: アリシア

"Apa?! Apa - apaan ending semacam ini?"

Aku memaki - maki novel yang baru saja kubaca karena endingnya yang benar - benar menyebalkan. Aku melemparkan ponselku dengan gusar dan tidur dalam keadaan kesal.

Ketika aku bangun, anehnya aku bangun di tubuh seorang gadis muda yang cantik. Surai lembut yang seputih salju, mata safir yang mengkilat dan kulit yang pucat.

Tapi tunggu dulu, sepertinya ada yang salah disini.

"ARRGH! Aku tidak mau menjadi karakter Clara Scoleths yang kontroversial itu!"

"Jika kamu tidak menepati janjimu, berarti kamu adalah orang yang munafik. Aku benar 'kan?"

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon アリシア, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Chapter 19 - Memori Hortensia III

BRUG

"Aduh...!!!"

Hellen menabrak dinding di depannya kemudian dengan kesal menendangnya.

"Siapa sih yang menaruh dinding di sini?! Apa dia tidak tahu kalau ini untuk jalan orang."

"Hm?" Hendrick yang mendengar keluhan Hellen mendadak menghampirinya. "Ada apa, Hellen?"

Hellen menengok dengan kesal dan terlihat kalau matanya sudah berair karena air mata. "Kakak..."

GREP

"Eh?"

Hellen tiba - tiba memeluk Hendrick kemudian mulai menangis histeris.

"Eh? Ada apa? Kenapa kau menangis? Jarang sekali kau mengeluarkan air matamu untuk hal yang sia - sia."

"Hiks... Hiks..."

Tak mendapat jawaban. Hendrick membawa Hellen untuk duduk dan menunggu adiknya tenang dahulu. Setelah tangisan Hellen mereda, Hendrick mulai menanyakan alasan mengapa adiknya menangis.

"Mengapa kau jadi cengeng? Apa yang terjadi padamu?"

"Rara, dia bersikap dingin kepadaku, seolah - olah aku dan dia tidak pernah berteman sebelumnya. Awalnya kupikir itu hanya sebagian dari permainan kebohongannya. Tapi saat aku melihat matanya, saat itulah aku yakin kalau Rara sudah tak mengingatku lagi. Dia bersikap dingin padaku. Padahal 'kan kami sudah berteman lama sekali..."

Padahal Hendrick hanya bertanya sedikit. Tidak disangka ia akan mendapatkan jawaban yang panjang dan curhatan sebagai tambahannya. Yah... Hendrick memakluminya. Saat ini Hellen memang butuh telinga untuk mengeluarkan keluh kesahnya.

"Kak."

"Hm?"

"Aku ingin ke akademi di ibu kota."

"Huh? Dulu saat Kakak menawarkanmu kau bilang tidak mau. Sekarang kau malah berubah pikiran. Kau tahu Hellen? Belajar dengan adanya beban pikiran atau hanya untuk pelampiasan takkan bermanfaat bagimu."

"Sudahlah, Kakak."

"..."

"Aku tidak mau melihat wajahnya. Itu menyebalkan bagiku."

Hendrick menghela napasnya.

"Baiklah, Kakak akan meminta izin pada Ayah dulu sebelum memberangkatkan mu ke ibu kota. Kau juga harus memberi tahu hal ini kepada Ibu, oke?"

Hellen mengangguk lesu. "Oke."

...****...

"Ayah, bolehkah aku masuk?" Hendrick berteriak dari luar ruangan.

"Masuklah."

Hendrick memutar kenop pintu dan berjalan mendekati ayahnya.

"Ayah, Hellen bilang ingin bersekolah di akademi ibu kota. Apakah Ayah akan mengizinkannya?"

Duke Wayne menghentikan kegiatan mengisi dokumennya. "Apa? Mengapa tiba - tiba sekali? Dulu dia menolaknya 'kan? Sekarang mengapa berubah?"

Hendrick bungkam.

"Apakah ada sesuatu yang terjadi antara dia dan Clara Scoleths?"

Hendrick masih terus bungkam.

Merasa yakin kalau penyataannya tepat sasaran, Duke Wayne mendengus kasar. "Dia pulih terlalu cepat." Gumam Duke Wayne.

"Ayah mengatakan sesuatu?" Tanya Hendrick, dia merasa jika ayahnya menggumamkan sesuatu. Namun terlalu samar sehingga Hendrick tak mendengarnya dengan jelas.

"Tidak, tidak ada sama sekali."

"Begitu." Hendrick hanya bisa menelan kekecewaan.

Lagipula ini bukan kali pertama Duke Wayne menyimpan rahasia darinya juga dari keluarganya. Hendrick hanya perlu pura - pura bodoh dan tidak ikut campur urusan ayahnya terlalu dalam.

"Soal permintaan Hellen. Baiklah, Ayah akan mengizinkannya. Tapi dengan satu syarat, dia harus fokus menyelesaikan sekolahnya sampai selesai. Katakan padanya untuk melupakan saja pertemanannya dengan Clara Scoleths. Karena itu akan sukar untuk dikembalikan seperti semula."

"Saya undur diri dulu, Ayah."

"Baik. Mungkin Hellen akan berangkat esoknya. Dia mengatakan sesuatu semacam 'melihat wajahnya terasa menyebalkan', bukan?"

"Benar."

...****...

"Jadi, Ayah sudah memberimu izin."

"Benarkah?"

Hendrick mengangguk pelan.

"Namun dengan satu syarat."

"Apa itu?"

"Fokusmu hanya perlu pada sekolahmu. Jangan pikirkan hal lain, karena itu akan mengganggu sekolahmu. Selain itu, kau harus menyelesaikan sekolahmu sampai tuntas, jangan setengah - setengah."

"Kedengarannya bukan hanya satu."

"Sudahlah, segeralah bersiap - siap. Besok kau berangkat. Lebih cepat akan lebih bagus. Kau tidak ingin melihat wajahnya lebih lama lagi dari ini 'kan?"

"Tentu saja!"

...****...

Esok harinya.

"Semuanya sudah dikemas dan lengkap. Aku hanya tinggal berangkat saja."

Hellen menatap sendu pada ibunya. Dia mungkin akan lama menempuh sekolahnya itu.

"Sampai jumpa lagi, Ibu. Hellen akan menyelesaikan sekolah Hellen sesegera mungkin supaya Ibu bisa bertemu Hellen dengan cepat."

"Haha... Belajar bukan cepat atau lambat patokannya. Jangan lupa tujuan awalmu ke akademi, rajin - rajinlah belajar, Hellen anakku."

"Ayah, jaga Ibu baik - baik, oke?"

"Tentu."

GREP

Hellen memeluk Duke Wayne. "Hellen akan merindukan Ayah ketika sudah sampai disana."

"Maksudmu apa dengan 'ketika sudah sampai disana'?"

"Hehe..."

"Bagaimana denganku?" Celetuk Hendrick.

Hellen menatap Hendrick dengan tatapan mengejek.

"Tidak mungkin aku melupakan Kakakku yang tampan ini. Nanti kucarikan calon pengantinmu disana, Kak." Hellen berkata jahil.

"Hey, beruntung kau adalah Adikku."

"Sampai jumpa, Kakak tampanku~"

"Sebenarnya dia belajar menggoda dari siapa?" Gerutu Hendrick.

Duke Wayne melirik pada istrinya yang sedang senyum - senyum tak jelas. Dia tahu siapa yang membuat anak perempuan satu - satunya ini menjadi seperti itu.

"Ada apa?"

"Tidak, tidak ada. Tidak usah dipikirkan. Tak penting juga."

Di dalam kereta kuda, Hellen memandangi jendela kamar milik seseorang yang sekarang menjadi sangat tertutup. Hellen menatapnya dengan benci. Kemudian ia mengepalkan tangannya dengan kuat.

Aku akan kembali dan membuatmu menyesal atas sikapmu kepadaku, Clara Scoleths.

...****...

"Jadi, apa yang membuatmu berubah hari itu?" Hendrick menatap tajam Clara.

Clara bungkam seketika. Ia baru tahu kalau sebelum tubuh ini dimasuki olehnya. Clara Scoleths mempunyai sikap yang sering berubah - ubah layaknya kulit bunglon.

"Saya mungkin sudah lupa, Tuan Hendrick."

Hanya itu saja yang mampu Clara katakan.

TBC

Jangan lupa like dan komen ^-^

So, see you in the next chapter~

1
Kemuning Senja
apakah autotnya ka Mira Akira
Putri Putri ukty
maaf Thor aku bingung dengan cerita mu yang gak yambung
pencinta komik
real banget, memang sih
kebanyakan novel kek gitu, pemeran utama nya laki-laki bukan perempuan.
Faizah Faizah
keren thor
amanda
hahaha lah kok ngamok😂
Ni Ketut Patmiari
pas baca pas lagi makan terong sambel lalapan🥰 kalo Clara gak mau biar buat aku aja
Ni Ketut Patmiari
Luar biasa
Nurul Komaria
ayo thor lnjut
blueee
bagus
Alina
dan bagaimana dengan gerhana yang membuktikan kalo matahari dan bulan bisa muncul bersama
juendidi
novel ni aku suka banget. salam dr m'sia. ku beri poin dn koin.
Ega Lacong
👍
『Gres Ier』
baru inget aku wkwkwk
Arhieva Jimshoneysruwen
bagus bgt ceritanya Thor, ga ngebosenin
Arhieva Jimshoneysruwen
suka bgt ma ceritanya 😍🤩
LoveFamily Marev
standing ovation sama author keren.... pertanyaanku terjawab semua...terima kasih

karyanya keren, so far ga nemu loop di ceritanya meski awal2 banyak yang misteri...

sekali lagi, terima kasih Author sudah menyelesaikan cerita ini dengan apik 👏🏼
LoveFamily Marev
terima kasih sudah ada sesi ini, jadi terjawab sudah bahwa Zavius & Grein, sempat mengira Grein itu reinkarnasinya, ternyata pecahan jiwanya aja ya....jadi Grein ga pernah benar2 hidup di dunia nyata...

Skrg yg jadi bingung, timeline Lilia dan Laura, itu sama/beda? di cerita sempat ditulis panggilan Clara di dunia sebelumnya juga Rara, berarti harusnya sama ya?
Livia Ava: coba baca spesial chapter dulu, nanti terjawab di sana
total 1 replies
LoveFamily Marev
oh...ini jawabannya
LoveFamily Marev
iya, masih bingung gimana ceritanya Zavius jadi Grein dan kenapa bisa tinggal di dunia mimpi Meiger?
LoveFamily Marev
oh ngerti, jadi kemampuan khusus Zavius memang ga bisa tua ya, cuma bisa mati dengan cara dibunuh, makanya bisa hidup sampai ratusan tahun?! tapi blm terjawab lanjutannya dia jadi Grein
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!