NovelToon NovelToon
My Bule Husband

My Bule Husband

Status: tamat
Genre:Romantis / Patahhati / Nikahmuda / Nikahkontrak / Penyesalan Suami / Tamat
Popularitas:20.9M
Nilai: 4.9
Nama Author: Novia Butera

Seorang gadis miskin yang terjebak dalam kehidupan duda kaya berdarah Jerman. Bukan atas keinginan Naina mau menikah dengan duda yang super dingin dan cuek ini. Tetapi keadaan dan juga rasa terima kasih yang membuatnya mau tidak mau menerima pernikahan tersebut.

Awalnya Naina pikir hidupnya akan tenang setelah menikahi bule berstatus duda ini. Namun Naina salah besar!

Suaminya bahkan tidak pernah memandangnya sebagai istrinya sedikit pun. Bule dingin itu menganggapnya hanya sebagai baby sitter putranya yang sudah berusia tujuh tahun

Tidak hanya itu, Steven, putra sambungnya, juga tidak pernah menganggap dirinya sebagai ibu sambungnya.

Semuanya begitu rumit baginya, menghadapi dua makhluk dingin yang setiap harinya mengolok-olok dirinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Novia Butera, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Menginap

Naina masih terpaku pada dua manusia gunung es, yang semakin lama semakin mendekatinya. Reygan dan Steve. Ya, Naina tidak salah lihat. Dua manusia itu adalah suami dan putra sambungnya.

"Steve..." panggil Naina pelan. Masih dipenuhi rasa terkejut.

"Mama..."

Dan lagi, Naina hampir meleleh ketika pertama kali mendengar suara Steve memanggilnya dengan panggilan keramat itu. Naina tidak bisa berkata-kata lagi.

Steve semakin dekat, menengadah melihat Naina yang masih terpaku di tempatnya.

Wajah Steve terlihat berbeda dari biasanya. Tidak ada wajah angkuh penuh kesombongan di wajah itu. Yang tersisa hanyalah kerinduan bercampur penyesalan.

Steve langsung memeluk kaki Naina. "Steve..." Naina tersentak.

"Maafin Steve Mama. Steve janji nggak akan jahat lagi sama Mama." di hadapan anak-anak panti Steve berucap penuh penyesalan.

"Steve..." menyentuh bahu anak itu.

Steve menengadah lagi, dengan mata berkaca-kaca, "Mama maafin Steve kan? Jangan marah lagi, Steve akan jadi anak baik." bibir itu kembali meracau.

"Steve, kamu kenapa?" ucap Naina sambil melihat Reygan yang masih berwajah datar.

"Kata Elisa Mama Naina nggak akan kembali lagi ke rumah. Jangan Ma.. Jangan pergi..." tangis Steve semakin menjadi.

Naina akhirnya mengangkat Steve dalam gendongannya, "Itu tidak benar Steve. Aku berencana akan pulang besok." sambil mengusap air mata Steve.

Seketika Steve diam, melihat Naina lekat, "Tapi kata Elisa Mama pergi karena Steve jahat."

"Itu tidak benar. Elisa hanya bermain-main." ucapnya.

"Jadi Mama nggak akan pergi kan?" Steve memastikan, masih senggugukan.

"Iya, Mama pasti pulang kok."

"Itu siapa Kak? Udah besar tapi kok masih digendong. Nangis lagi. Nggak malu!" tiba-tiba anak perempuan yang lebih muda dari Steve berucap.

Naina menoleh, sedangkan Steve langsung memelototkan matanya pada anak itu.

"Rena, nggak boleh ngomong gitu. Nggak baik." ucap Naina, kemudian menurunkan Steve. "Ini Steve, dia..." seketika Naina diam, bingung mengakui Steve sebagai apa.

"Mama Naina, Mamaku." Steve langsung memeluk kaki Naina.

"Mama?" ucap yang lain.

"Siapa yang datang Nai?" dari arah rumah muncul Arnita.

Wanita itu melihat Reygan, "Nak Reygan? Kamu datang?"

Reygan sadar diri, meski tidak menyukai datang kemari, setidaknya dirinya harus bersikap sopan.

Pria itu canggung, tersenyum tipis, "Iya Bu."

"Nai, kenapa suamimu nggak diajak masuk?"

"Iya Bu." jawabnya. Kemudian menatap Reygan, "Silahkan masuk Pak."

Jelas Naina masih belum melupakan kata-kata pedas pria itu saat terakhir kali bertemu. Hinaan itu masih membekas di hatinya.

Reygan menurut, masuk ke dalam rumah.

"Kalian main-main di sini dulu ya." ucap Naina pada anak-anak.

"Ini Steve ya." tanya Arnita begitu mereka duduk di sofa. Sedangkan Steve memilih duduk di samping Naina, dan Reygan duduk di sofa single di samping Steve.

Steve melihat Naina bingung, "Ini Nenek Arnita, ibu yang merawat Mama dari kecil." jelasnya. "Ayo, sapa Nenek Arnita." tapi Naina tidak yakin Steve mau bicara dengan orang kecil seperti mereka.

Namun tindakan Steve tidak terduga, bocah itu turun mendekati Arnita, "Halo Nenek. Aku Steve. Senang bertemu dengan Nenek." sambil mencium tangan Arnita.

"Sopan sekali." ucap Arnita riang, senang melihat Steve. "Nenek juga senang mengenalmu Sayang." sambil mengusap rambut Steve.

Setelahnya Steve kembali ke samping Naina.

"Nai, kamu nggak ada rencana buatin minum buat suami kamu? Masa suami datang dibiarin gitu aja." ucap Arnita.

"Tidak perlu Bu. Kami hanya sebentar di sini." sanggah Reygan.

"Tapi Steve mau nginap di sini." ucap Steve tiba-tiba membuat Reygan dan Naina terkejut.

"Steve?"

"Steve mau menginap di sini sama Mama. Bolehkan Ma?" kata Steve lagi.

"Steve... Mama..."

"Tentu saja sayang. Kamu bisa menginap di sini sesukamu." timpal Arnita.

"Ibu?"

"Udah nggak papa. Ini pertama kali Steve datang ke rumah kamu dibesarkan. Biarkan saja. Lagian masih ada satu kamar kosong untuk tamu, nanti Ibu siapkan untuk kalian bertiga." tambah Arnita.

"Bertiga?"

"Iya, Nak Reygan juga ikut menginap bukan?" tanya wanita itu.

Reygan tersadar, "Aku..." pria itu hendak menolak.

"Tentu saja Nek. Kemarin Papa dan Steve udah janji mau nginap di sini." ucap Steve lagi membuat Reygan melotot pada anak itu.

Namun Steve seperti tidak merasa bersalah setelah memfitnah Papanya. "Iya kan Pa?"

"Nah, bagus kalau begitu. Ibu senang kalian menginap di sini." Arnita bangkit, "Nai, siapkan makan malam kita. Biar Ibu yang siapkan kamar kalian untuk malam ini."

Naina mengedipkan matanya, masih bingung.

"Steve, kalau mau main, di luar ada teman-teman kamu. Nggak papa kok, mereka anak-anak yang baik."

"Iya Nek."

Arnita akhirnya pergi menyiapkan kamar untuk mereka. Sedangkan Naina dan Reygan masih duduk di tempat sebelumnya.

"Ma, Pa, Steve ke luar ya." ucap Steve kemudian akhirnya pergi.

Suasana menjadi canggung antara dua insan itu. Reygan mengetuk-ngetukkan jarinya ke bahu sofa, sedangkan Naina melihat ke arah lain.

"Ehmm..." beberapa detik kemudian Naina berdehem, "Bapak ngapain ke sini?" tanyanya pelan.

Reygan membalas tatapan Naina, tetap tidak lama, hanya selang dua detik saja. "Steve merengek ingin menemuimu." ucapnya dingin.

"Oh..." kemudian merapatkan bibirnya. Suasana canggung kembali mendominasi.

"Bapak tunggu di sini. Atau kalau bosan, bapak bisa keliling rumah. Aku mau masak dulu." ucap Naina kemudian buru-buru meninggalkan Reygan.

Reygan melihat punggung Naina menghilang dibalik pintu, dan setelah itu Reygan menghembuskan nafasnya. Pria itu sangat tidak menyukai suasana tadi.

Sepanjang sore menjelang malam Naina memasak di dapur. Steve cukup mudah berbaur dengan anak-anak panti yang lain. Sedangkan Reygan mengisi kebosanannya dengan keliling di sekitar pekarangan panti, sembari mengawasi Steve bermain dengan anak-anak lainnya.

Saat makan malam tiba, Reygan dan Steve merasakan perbedaan yang kentara dengan gaya hidup mewah mereka. Makan malam sederhana bersama anak-anak malang yang ditelantarkan oleh orang tua mereka. Tetapi sungguh memberikan rasa berbeda di hati kedua ayah anak itu.

Rasa iba, haru bercampur aduk, membuat Steve merasa tidak bersyukur selama ini. Ternyata masih ada anak lain di luar sana yang merasakan hidup tidak layak.

Steve bersyukur masih memiliki Papanya, meski dirinya belum pernah sekalipun melihat Mama kandungnya.

Makan malam berakhir hikmat. Semua kembali ke aktivitas masing-masing. Anak panti yang sekolah masih belajar, sedangkan sebagian lagi bermain kartu mainan di ruangan lain.

Naina masih harus mencuci piring bekas makan, sangat banyak sehingga membutuhkan waktu yang lama. Sedangkan Reygan tengah berbincang-bincang dengan Arnita di ruangan lain.

***

Setelah selesai mencuci piring, Naina masih melihat Arnita dan Reygan bicara di sana. Naina tidak ingin mengganggu, membuatnya memilih melangkah ke kamar. Bukan kamar yang disiapkan Arnita untuknya dan Reygan, melainkan kamar Arnita.

Saat di kamar Naina terkejut melihat Rena yang berbaring di atas tempat tidur.

"Rena, kamu ngapain di sini?"

"Rena mau tidur sama Ibu Kak." ucap Rena.

Rena memang anak yang paling manja di antara anak-anak yang lain. Kadang-kadang anak kecil itu selalu merengek tidur dengan Arnita.

Naina tidak ingin mengusir Rena. Karena tidak mungkin mereka tidur bertiga, karena tempat tidur Arnita tidak cukup luas untuk mereka bertiga. Mau tidak mau dirinya harus satu kamar dengan Reygan.

Lagi-lagi Naina merasa sial, sebab di kamar itu tidak ada sofa. Naina duduk di tepi tempat tidur, tepat saat pintu kamar terbuka.

"Steve."

"Mama mau tidur?" tanya Steve.

Naina mengangguk, "Steve udah ngantuk?"

Steve mengangguk, "Sini tidur sama Mama." Naina berbaring, diikuti Steve. Steve sengaja menyisakan tempat untuk Reygan di sampingnya.

"Nanti Papa tidur di sini kan?"

Naina mengangguk setengah hati, "Ayo, tidurlah.

Naina mengusap-usap kepala Steve agar anak itu cepat tidur. Dan tidak lama kemudian Steve tidur dengan pulas, membuat Naina juga ikut nyenyak.

Keduanya tidak sadar saat pintu kamar dibuka oleh seseorang. Reygan. Pria itu disuguhkan sebuah pemandangan yang sangat menyejukkan hatinya. Untuk pertama kalinya pria itu melihat Steve tidur dengan ibunya.

Entah mengapa seolah ada magnet yang menariknya untuk bergabung dengan dua orang itu. Reygan mengisi tempat di sebelah Steve dengan sangat hati-hati, agar mereka tidak terbangun.

Cukup lama pria itu memandangi Naina dan Steve, dengan tangan kanannya menumpu kepalanya.

Naina masih saja terlihat cantik saat tidur. Bahkan terlihat polos dengan bibir mungil dan hidung kecilnya.

Reygan menggelengkan kepalanya, menyadarkan dirinya yang tanpa sadar mengagumi Naina. Reygan akhirnya memilih menutup matanya.

Beberapa menit kemudian, Steve membuka sebelah matanya. Melirik Reygan yang sudah tidur nyenyak. Steve bangun, dengan sangat pelan turun dari tempat tidur.

Tepat saat itu, Naina bergerak, bergeser tanpa sadar memeluk Papanya. Steve tersenyum, "Mama, Steve janji akan membuat Papa mencintaimu. Selamat tidur." lirih bocah itu sebelum akhirnya keluar dari kamar.

Di luar, Steve mengambil ponselnya, mengirimkan pesan pada seseorang.

"Misi berhasil."

TBC

1
~"queen:)✧◝(⁰▿⁰)◜✧
wakakakkak!!! terus panasin lagi si kW!! buat aku lebih puas!!! aing kurang puas wehh!!!
ngaca lah dikit,sok sokan mo nyuruh nyuruh dia sendiri aja sama!! bahkan lebih buruk, kekasih!!👿😈
~"queen:)✧◝(⁰▿⁰)◜✧
masih dengan ini "🖕"
~"queen:)✧◝(⁰▿⁰)◜✧
bentuk kesal ku ke ni suami "🖕"
sudah kau punya istri seindah itu bak bidadari turun kayangan Masih aja lu ya SAIPUL!!!👿
~"queen:)✧◝(⁰▿⁰)◜✧
aku GK terlalu demen novel si, tapi menikmati banget gua disini, puas sama anak dan suami nya😈😈 **bucin lah kalian**
falea sezi
emang bner salah qm kan Steve secara g langsung qm itu bkin mama jalang mu dket ma papa mu dengan kedok makan siang jalan2 anak g tau trima kasih
falea sezi
papa mu menyakiti mama mu jg karena km Steve yg sllu ngajak mak mu makan sama papa mu itu sok jd korban pdhl lu itu biang nya steve
falea sezi
maless ujungnya balikan
~"queen:)✧◝(⁰▿⁰)◜✧: yaelah mbak, itu mah kuasa author
total 1 replies
falea sezi
anak nya mana katanya hamil
falea sezi
aneh Steve aja jg nyebelin skg sok sok an nyari naina wong qm aja misahin kaina ma bapak ku makan ma mama mu yg jalang sama papa mu g kasian ma naina moga g balik Thor g sudi q
~"queen:)✧◝(⁰▿⁰)◜✧: menurut ku dia kan waktu itu masih bocah walaupun kelihatan peka tapi sama aja Masih anak kecil jadi mana ngerti dia soal masalah orang dewasa, pemikiran anak kecil kan polos, apa yg dilihat menurut dia yg dia pahami. udah si intinya anak kecil steve mana ngerti, sama juga posisi sebagai anak kurang perhatian, Mak kandung aja ninggalin, bapak nya GK becus
total 1 replies
3sna
kn udh liat potony ,y kali lupa
Anonim
Jangan kartun thor
Anonim
Yang ini keren
Nabila Cantika
bule koq manggil nya bibi Thor..kenapa GK Tante aja
Popi Putri Ny Rizal
Luar biasa
Kita Masak Kita Makan
hadirrr
Omi Rohimah Omi
Luar biasa
Rina Arie
Lumayan
Anjelie Sharma
nah gtu donk bisa jwb
Elly Rasmanawati
kasian Naina.. banyak orang yg jahatnya..
Elza Septina
jangan yg cartoon lah ga keren
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!