NovelToon NovelToon
My Sugar Daddy

My Sugar Daddy

Status: tamat
Genre:Romantis / Tamat
Popularitas:10.1M
Nilai: 4.8
Nama Author: Bemine_97

Season 1 dan Season 2

Sugar daddyku berbeda. Temukan bedanya dalam kisahku ini. Percayalah! Ia benar-benar berbeda.


Tidak selamanya sugar daddy merupakan lelaki berperut buncit dengan kepala plontos. Pria mesum yang liurnya menetes setiap kali melihat gadis muda nan cantik.

Sugar Daddyku buktinya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bemine_97, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19: Luka

Aku menekan sandi di Fingerprint Lock pintu apartemen lalu mendorong pelan daun pintu, menghidupkan lampu dan mencari-cari keberadaan Moly setelah melihat flat shoes-nya di rak sepatu. Tidak biasanya apartemen ia biarkan dalam keadaan gelap, apalagi gadis itu takut dengan kegelapan. Pandanganku beralih pada burger di tanganku yang mulai dingin, walau begitu aku yakin Moly pasti menyukainya jika ia tahu aku membawakannya burger mahal ini.

Kutelusuri setiap sudut apartemen mencari tahu keberadaan sahabatku itu, ruang tamu, dapur, kamarnya hingga kamarku, namun gadis itu tidak ada di sana bahkan panggilanku tidak mendapat balasan. Langkahku beralih pada satu-satunya bagian apartemen yang belum kuperiksa, balkon. Aku mendorong pintu kaca super lebar itu setelah merebak tirai gorden. Benar saja, gadis itu duduk di ayunan rotan sambil memeluk lututnya, punggungnya terlihat sedih dan ia tidak menoleh walau sudah menyadari kedatanganku.

“Moly, udaranya dingin sekali, kenapa kamu duduk di situ? Kamu bisa sakit dan tidak bisa bekerja besok. Kamu tahu? Aku membawakanmu burger dari toko favoritmu.” Kutiup kedua telapak tanganku dan menggosok lenganku, udaranya terlalu dingin dan cukup berangin.

“Kamu kenapa Ly?” ia masih saja diam, mempererat pelukan pada lututnya.

Aku melangkah mendekati Moly, ikut duduk di ayunan dengannya dan mengelus punggungnya pelan. Moly gadis yang ceria, pasti sesuatu yang besar telah terjadi hingga ia murung seperti ini.

“Kamu tidak ingin bercerita padaku? Aku selalu menceritakan segala sesuatu padamu Ly, bahkan soal Om Gabriel, tidak ada yang aku tutupi darimu,” gadis itu mengangkat wajahnya dan menurunkan kakinya.

Ia menoleh padaku, samar-samar di kegelapan bisa kulihat wajah Moly yang sedih, matanya sembab bahkan air mata masih mengalir di pipinya.

“Hei, ada apa ini kawan? Kenapa kamu menangis?” aku memeluk tubuhnya, berusaha menenangkan satu-satunya keluargaku di sini.

“Aku...” kalimatnya terhenti.

“Kamu kenapa?” aku begitu khawatir padanya. Apa yang telah terjadi padanya hingga ia seperti ini? Segala bayangan buruk satu persatu bermain di

kepalaku. Ah, tidak, tidak, pasti bukan hal buruk

seperti itu!

“Aku melihat Pak Jey bercumbu dengan seorang gadis di mobil,” jawabnya lalu tangisnya pecah.

“Tunggu, tunggu sebentar, Pak Jey? Pak Jey?” aku berusaha menerjemahkan ucapan Moly dengan  kepala buntuku.

“Kamu benar-benar menyukainya? Kukira kamu hanya kagum dengan wajah tampannya,” aku menuntut penjelasan dari Moly di sela-sela tangisnya. Bukankah Pak Bagas sudah memperingatkannya untuk menjauh dari Pak Jey?

Gadis itu tidak menjawab, ia terus-menerus menangis hingga kepalaku pusing mendengarnya. Ini sudah larut malam, Moly menangis dengan keras di balkon, aku khawatir tetangga kami akan marah dan melaporkan kami karena mengganggu ketenangan.

“Ly, kita masuk yuk? Kita bicarakan di kamarku,” gadis itu menurut dan mengikuti langkahku masuk. Aku mengunci pintu dan menutup kembali gorden, memastikan keadaan aman.

“Sejak kapan kamu mulai menyukai Pak Jey? Sejak ia datang bersama Naila? Seingatku hanya sekali itu saja kalian bertemu,” tanyaku, aku ikut naik ke ranjang dan duduk di sebelah Moly. Gadis itu sudah lebih tenang sekarang dan bisa diajak berbicara.

“Ia sering datang ke sini sendirian Queen,” keningku berkerut, aku bingung.

“Ke apartemen di lantai 11,” tambahnya.

“Ia sering menyapaku dan mengajakku mengobrol dengannya bahkan memberikanku makanan yang dibawanya,” wajahnya mulai memerah, aku tahu perasaan itu karena aku juga merasakan hal yang sama pada Om Gabriel.

“Aku tidak tahu kenapa kamu mengabaikan peringatan Pak Bagas dan berakhir dengan menyukai Pak Jey, semua orang bisa menilai Ly, dia playboy. Lihat saja penampilannya itu, aku tahu sulit untuk menolak pesonanya, dia tampan dan mapan tapi Pak Bagas jauh-jauh hari sudah memperingatkanmu untuk menjaga jarak darinya,”

“Kenapa kamu menceramahiku saat kamu sendiri simpanan pria beranak satu?” Moly menatapku, tak pernah kudengar ia berkata sedemikian ketusnya padaku selama ini.

“Aku tidak menceramahimu, aku..”

“Tentu, kamu tidak menceramahiku, kamu hanya menganggap perasaanku salah pada Pak Jey, sedang perasaanmu benar pada Om-Om itu.” Moly turun dari ranjangku, berjalan keluar dan membanting pintu kamar.

Aku paham pada sikap Moly saat ini, dulu saat ia menasehatiku untuk menjauh dari Om Gabriel, aku menolak sarannya dan mencari berbagai alasan agar ia menyetujui keinginanku. Tentu saja ia akan kecewa saat ia mengalami hal yang sama dan aku menolak keinginannya. Namun yang ia alami saat ini jauh berbeda, ini cinta sepihak dan ia akan terus terluka jika tidak berusaha untuk berhenti.

Sulit memang mengikhlaskan hal yang paling kauinginkan, mencintai namun tidak dicintai, menyayangi namun diabaikan. Karena itu, banyak yang memilih untuk tidak perduli pada perasaan mereka sendiri, dibanding terluka karena sebuah pengharapan.

-bemine_97

Aku berdiri di depan pintu kamar Moly, menunggu tangisnya reda agar kami bisa bicara. Aku merasa iba padanya, ini kali pertamanya menyukai seseorang dan ia harus merasa kecewa dengan cinta pertamanya.

“Kenapa harus Pak Jey? Ada Pak Bagas dan Pak Wahyu, mereka lebih bertanggung-jawab dari pria itu,” aku mencebik kesal, bagaimana caranya menolong Moly? Soal perasaan  Moly hampir tidak ada yang bisa kulakukan, semua tergantung pada Moly, memilih melanjutkan perasaan sepihaknya atau mengakhirinya dan memulai hubungan baru dengan pria lain yang bisa menerimanya.

Dddrrrtt dddrrrttt dddrrrttt

Aku meraih ponsel dari sakuku, memicingkan mata membaca nama yang tertera di layar, kenapa Om Gabriel menelfonku? Selama ini ia tidak pernah melakukannya, bukankah kami baru bertemu beberapa jam lalu?

“Halo Om!”

“Hai Sayang, apa yang sedang kamu lakukan?” Suaranya terdengar senang di ujung sana.

“Aku sedang berdiri di depan kamar Moly,” jujurku.

“Apa yang kamu lakukan di sana?”

“Moly, ia sedang menangis di kamarnya, kami sedikit bertengkar.” Aku berbalik dan bersandar pada dinding. Menendang-nendang pelan udara lalu melipat sebelah tanganku di dada.

“Bertengkar? Kalian sudah dewasa!”

“Bukan Om, Pak Jey penyebabnya.” Aku meninggikan suaraku, merasa kesal sendiri pada pria bertubuh tinggi ini.

“Oh, aku paham.”

“Om paham tentang apa?” Keningku berkerut. Apa kekasihku ini sedang sok tahu?

“Queen, kamu tidak akan bisa membantu soal ini, Jey sulit sekali ditaklukan. Ia sangat sulit merasa puas dengan satu wanita, jangan heran jika kamu pernah melihatnya bermain dengan banyak wanita.” Aku terdiam mendengar penuturan Om Gabriel, kalimatnya tepat sasaran soal Pak Jey.

“Kamu terharu? Aku tahu dengan baik mereka bertiga Queen, di antara mereka bertiga hanya Jey yang senang bermain wanita.”

“Apa Om juga begitu?” Aku tersenyum setelah mengajukan pertanyaan aneh itu. Menguji Om Gabriel ternyata menyenangkan.

“Kamu mau aku begitu?”

“Tentu saja tidak!” Aku kalah, ia pandai membalikkan kata.

“Aku mencintaimu, Queen. Jangan tidur terlalu telat, jaga kesehatanmu ya?”

“Tunggu sebentar Om!” Refleks aku berdiri tegak, bahkan tanganku menggantung di udara.

“Kenapa Sayang?”

“Kapan kita bertemu lagi? Apa sebulan lagi? Apa Om akan pergi lagi ke luar negeri dan tidak memberitahukannya padaku?” Semua pertanyaan yang menguasai pikiranku selama ini berhasil kuutarakan satu persatu. Lebih mudah bertanya tanpa bertatapan dengannya, aku tidak siap jika raut wajahnya berubah murung karena pertanyaanku.

“Apa selama ini kamu mengkhawatirkan hal itu?”

“Tentu saja, bukan hanya Om yang mencintaiku, aku juga mencintaimu. Rasanya menyakitkan mendengar berita tentang Om dari orang lain.” Entah apa yang membuatku seberani ini, mengeluh soal perasaanku pada Om Gabriel padahal aku sendiri tidak yakin pada posisiku di sisinya.

“Queen, kamu tidak meragukanku bukan?” Alisku bertemu, kenapa ia bertanya seperti itu?

“Aku ragu pada posisiku di sisimu.” Terlanjur basah mandi sekalian.

“Maaf membuatmu ragu, aku mencintaimu Queen dan kamu harus percaya padaku. Hanya padaku!”

“Baiklah.” Suaraku melemah, aku tidak puas dengan jawaban Om Gabriel.

“Kamu tidurlah! Jangan khawatirkan Moly hingga mengabaikan kesehatanmu. Aku harus menemani Naila, selamat malam Sayang, aku mencintaimu.”

“Iya, aku juga mencintai Om,” sahutku pelan, lalu panggilan dimatikan dari ujung sana.

.

.

Aku memilih mencintai-Mu dalam diam,

Karena di dalam diam, aku tak menemukan penolakan.

-Jalaluddin Rumi

To Be Continued,

Dukung kisah ini dengan klik like, meninggalkan komentar, rate 5 bintang dan vote ya..

biar makin semangat nulisnya,

follow saya dan bergabung di grup chat biar kita lebih dekat,

saya tunggu ya... 🥰

Love love,

Bemine_97

1
Evi Yolanda
ky nya makin yakin molly deh .. Krn diawal mimpinya molly mati bersimbah darah 🤔🤔🤔
PrettyDuck: Halo pembaca setia Noveltoon 🤗
Aku baru merilis cerita berjudul : "In Between" ✨️
Kalau berkenan silahkan berkunjung dan nikmati ceritanya 💕

Mila tidak pernah menyangka kalau 'penghancur' masa remajanya akan kembali lagi jadi bosnya di kantor. Ini bukan cuma soal benci, tapi soal luka yang dipaksa sembuh saat pelakunya ada di depan mata.
total 1 replies
Evi Yolanda
kok ky mulai mulai curiga SM molly ya 🤔🤔🤔
YaN Nie
Woooooowww Amaziiiiiiiinngggg Hihihihihihihihi
YaN Nie
😍😍😍
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
yuppsss pinter
𝕭'𝐒𝐧𝐨𝐰 ❄
waww sungguh plot twist sekali ya🤣
vitrienoor99
ceritanya seru, nyambung alur ceritanya
vitrienoor99
season 2 udah launching bet kk
Yuni Herwani
Luar biasa
halimah abdul hayes
Belajar sampai master tapi lembap
Arsy Mentasan
keren bgt
Maya Anzlina
bagus queen.... pertahankan kesombonganmu kepada makhluk2 seperti itu😂
Esti Jumaryati
you r so smart thor ,rangkaian kata dan kalimat yg cantik
Esti Jumaryati
ke 4 kali nya baca, ngga ada bosen
Santi450
keren
Esti Jumaryati
hebat 3 kali baca
Ratu Sanjaya
novel ke cerita ni?
sooya
Semangaatt terus yaa untuk berkarya 😊
Senja
sukaaaa pokoknya ama novel ini, sukaaa bngeeetttt
Wen's
novel yg selalu kuulang2 lg bacanya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!