NovelToon NovelToon
Ternyata Dia Jodohku

Ternyata Dia Jodohku

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:3.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Afria Lusiana

"Siapa sangka, pertemuan yang tidak disengaja itulah yang membuat kita sampai saat ini masih bersama" ~ Nadila Azzahra Putri Gunawan.

"Lo bisa nggak sih, seharii aja nggak gangguin gue Vin?" Tanya Nadila kesal.

"Enggak bisa!!!"

"Sebenarnya mau lo itu apa sih Vin?"

Vino mendekat. "Kan udah gue bilang, gue mau jadi pacar lo"

Deg

_________________________________________

Bukankan ada pepatah yang mengatakan, bahwa apapun yang tengah kamu hadapi, kamu harus percaya dan yakin, bahwa Allah akan memberikan jalan keluarnya, bahkan dengan cara yang tidak pernah kamu bayangkan.

Jodoh, memang tidak ada yang tahu. Tidak ada yang tahu seperti apa kita akan dipertemukan dengan jodoh. Seperti halnya dengan Nadila yang bertemu dengan jodoh dengan cara yang tidak pernah ia sangka.

Nadila fikir, pertemuan singkat pada saat itu hanya akan berakhir sampai disana saja. Namun siapa sangka, semuanya masih berlanjut sejak beberapa tahun mereka kembali dipertemukan. Dan ternyata, memang pria yang bernama Vino itulah yang menjadi jodohnya.

Mau tau gimana kisah Nadila dan Vino? Kuy baca. Jangan lupa di like, komen, dan vote :)

Copyright © Afrialusiana
Dont copy my story. Ingat dosa!!

Follow Ig Author : @Afrialusiana

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Afria Lusiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Pertemuan Pertama

Suasana seketika terlihat hening. Suara dan petikan gitar Vino mulai terdengar. Suara pria itu terdengar sangat merdu. Saat dirinya mulai menyanyikan lagu, semua yang berada di sana tertegun mendengarnya tak terkecuali Nadila.

Saat ku jumpa dirinya.

Di suatu suasana.

Terasa getaran dalam dada.

Ku coba mendekatinya.

Ku tatap dirinya.

Oh dia sungguh mempersona.

Ingin daku menyapanya.

Menyapa dirinya.

Bercanda tawa dengan dirinya.

Namun apa yang ku rasa.

Aku tak kuasa.

Aku tak tau harus berkata apa.

Suasana benar benar hening, remaja yang berada di Kafe tersebut tampak fokus mendengarkan lantunan lagu yang keluar dari mulut Vino. Tak sedikit yang memuji dan mengagumi suara dan ketampanan pria yang berada di atas panggung tersebut.

"Astaga ganteng bangat, cool lagi"

"Aduhhh my baby sweety gue"

'"Emaknya ngidam apaan dulu yak, kenapa anaknya bisa se tampan dan sekeren ini sih?"

Semua gadis yang berada di sana tidak henti-hentinya melontarkan pujian beserta kekaguman mereka pada si tampan Vino.

Inikah namanya cinta.

Oh ini kah cinta.

Cinta pada jumpa pertama.

Inikah namanya cinta.

Oh inikah cinta.

Terasa bahagia saat jumpa.

Dengan dirinya.

"Tampan" guman Nadila dalam hati. Gadis itu tidak hentinya memperhatikan Vino seraya menopang kedua pipinya dengan telapak tangan di atas meja yang ada di Kafe tersebut. Sedikitpun Nadila tidak mengalihkan pandangannya dari Vino. Nindy yang memang sudah memperhatikan sahabatnya itu sedari tadi, tanpa segan melontarkan pertanyaan pada Nadila.

"Woi mikirin apaan sih lo Nad?" teriak Nindy ke daun telingan Nadila.

Nadila sedikitpun tidak menghiraukan pertanyaan Nindy. Pandangan gadis itu masih saja terfokus pada Vino yang tengah mengeluarkan suara indahnya seraya memainkan alat musik petik itu dengan jari jemarinya. Bahkan mata Nadila tidak berkedip sedikitpun. "Benar-benar tampan" gumamnya lagi.

"Lo suka sama dia?" Ucap Nindy to the poit.

Hal itu sontak membuat Nadila kaget, gadis itu melototkan mata bulatnya kearah Nindy. Pipinya Nadila berubah menjadi merah merona seketika karena malu. Ia berusaha untuk mengelak, namun tetap saja Nindy yang juga seorang perempuan pasti paham dari tatapan sahabatnya itu pada pria yang berada di atas panggung tersebut.

"Ihhh apaan sih Nin" elak Nadila.

Nindy menaikkan satu sudut bibirnya hingga melengkung membentuk sebuah senyuman di sana. Ia sudah bisa menebak sifat sahabatnya tersebut. Sudah dapat Nindy pastikan bahwa Nadila memang menyukai Vino teman kelas Aldo tersebut.

Setelah selesai bernyanyi, Vino segera turun dari atas panggung, pria itu berjalan melangkahkan kakinya menuju ke arah Aldo, Nadila dan yang lain yang tengah berkumpul.

"Lah pangeran gue nyamperin" gumam Nadila dalam hati" Jantungnya berdegup begitu kencang dan tidak karuan. Hati gadis itu terasa sangat berbunga-bunga melihat pria tampan yang tepat berada di depan matanya saat ini. Namun sayang, Nadila tidak sempat berkenalan dengan Vino, karena baru saja 5 menit duduk, pria itu segera pamit untuk pergi dari sana.

"Do, Fi, Gas, gue balik duluan ya" Vino melmbaikan tangannya, membuat mereka semua menoleh ke arah pria tersebut.

"Lah, acaranya belum selesai Vin" Sahut Aldo.

"Nggak papa do, kalian lanjut aja, gue ada urusan penting" Balas Vino , mereka semua akhirnya mengangguk paham, membiarkan Vino pergi dari sana.

***

Bel pulang telah berbunyi. Keempat gadis cantik itu segera mengemasi buku-bukunya yang ada di atas meja ke dalam tas masing-masing.

Di koridor sekolah, Nindy, Nadila, Karin, dan Arani tampak tengah berjalan berjejeran berempat layaknya Girlband. Arani terlihat sedang fokus berjalan sambil mengipasi wajahnya yang kepanasan dengan kipas kecil yang ada di tangannya. Sementara Karin, Ninsy dan Arani tampak fokus pada ponsel masing-masing.

Siswa yang masih berada di sekitar koridor sekolah itu tak berhenti menatap keempat gadis cantik itu dengan tatapan takjub. Karena memang, empat gadis cantik itu adalah idaman para lelaki SMA Tunas Bangsa. Dengan kecantikan wajah dan hatinya, membuat seluruh siswa yang ada di sekolah itu kagum pada mereka.

Kring

Ponsel Nindy berbunyi menandakan adanya satu pesan masuk dari Aldo. Gadis itu membuka pesan itu dengan segera.

"Guys, si Aldo whatshapp gue nih" Ucap Nindy merentangkan tangan kirinya menghentikan langkah Nadila, Karin, dan juga Arani. Sementara tangan kanannya tampak masih fokus pada layar ponsel. Membaca pesan masuk dari Aldo.

"Ck! Apaan sih Nin" Arani berbicara dengan kening tertaut, melirik Nindy dengan tatapan sedikit kesal.

"Ini, si Aldo whatshapp gue, katanya nanti sore mereka mau ngumpul di rumah Aldo dan dia ngajakin kita ngumpul bareng mereka."

Empat gadis cantik itu berhenti di tengah jalan saat mendengar ucapan Nindy.

"Mereka? mereka siapa?" tanya Karin heran dan juga penasaran dengan raut wajah bingungnya.

"Kata si Aldo sih cuma Aldo, Anafi dan juga Bagas, tapi gue nggak tau pasti juga apa mereka masih ada teman yang lain atau enggaknya."

Nindy menaik turunkan bahunya menandakan dirinya juga tidak tahu pasti siapa saja yang akan datang ke rumah Aldo.

Nadila tampak terdiam menatap ke sembarang arah seolah memikirkan sesuatu.

"Dia datang juga nggak ya?" gumam Nadila dalam hati. Gadis itu tampak berfikir sangat keras. "Apa gue datang aja kali ya, siapa tau dia juga datang" gumam Nadila lagi seraya menampilkan senyum manis dari bibir mungilnya.

"Nin, gue mau ikut ke rumah teman lo itu" Nadila membuka suara yang pertama.

Nindy, Karin dan Arani menoleh serentak ke arah Nadila. Mereka menatap sahabatnya itu dengan raut wajah bingung dan penuh tanda tanya.

"Tumben sekarang semangat, nggak pake drama tolak-tolakan dulu" Arani memutar bola matanya malas seraya melipat kedua tangan di dadanya.

"Kepo lo" Nadila menjulurkan lidahnya meledek Arani.

"Idiww najis" Sahut Arani.

"Yaudah kalo gitu gue juga ikut" Karin menambahi.

"Terus nanti kita ke sana sama siapa?" Tanya Arani.

"Tenang aja, Aldo yang jemput kok" Seru Nindy menepuk pundak Arani sambil menampilkan senyum manisnya.

"Oo yaudah"

Empat gadis itu kembali melanjutakan langkahnya menuju gerbang sekolah. Dimana, disana sudah ada supir pribadi masing-masing yang telah sedari tadi menunggu mereka.

"Gue duluan ya" Pamit Nindy melambaikan tangannya dan segera masuk ke dalam mobil.

"Gue juga" Ikut Nadila, Karin, dan juga Arani.

Setelah selesi berbalas pesan dengan Aldo, Nindy kembali memasukkan ponsel miliknya itu ke dalam tas, kemudian ia memberitahu Nadila, Karin, dan juga Arani kalau nanti sore Aldo akan menjemput mereka.

Nadila berjalan mendekati Pak Aji yang tidak lain adalah sopir di rumahnya. Pak Aji adalah orang yang selalu mengantar Nadila kemana-mana.

"Maaf ya Pak, lama" Ucap Nadila cengengesan.

"Hehe iya nggak papa kok Non" Pak Aji ikut tertawa cengengesan. Kemudian, Laki-laki paru baya itu segera melajukan mobil dengan santai menuju rumah Nadila.

.

.

.

.

.

Jangan lupa Like, Komen, Love, dan Vote ya. Terimakasih :)

1
Aisah
aaa bagus banget bacanya sambil senyum² sendiri 🤭
Hadyan Ghauzan
Luar biasa
Aili Motings
ceritanya seru
Harno Halleluya: ukk
mb
mkik
kkkkm

ju kk
total 1 replies
lovers bright
author nya fujo ya? , btw si p'bai gtg bet💗💗
Asri Asri
ngk ngerti aku dengan Ceritanya
Asri Asri
ceritanya Menarik
Agustio Okke
seru bngt ini😜😜
Qaisaa Nazarudin
Nah tuh kan apa ku bilang,Dasar Anafi..
Qaisaa Nazarudin
Nah aku jadi curiga kenapa saat Vino pertama kali ketemu Nadila di kampus dia tau nama panggilan Nadila itu Nanad,Pasti Anafi yg cerita,Dan pasti juga akan cerita ke Vino kisah dia dgn Nadila kan,Dan pasti Anafi juga bilang kalo dr dulu itu Nadila udah suka sama Vino,.
Qaisaa Nazarudin
Alesan yg gak masuk akal,Terus kalo emang gitu kenapa gak jujur aja sama Nadilanya ,aaneh..
Qaisaa Nazarudin
Terus apa hubungan nya maksa diri meruruti semua keinginan nya icha,Aneh alasan apa itu??
Qaisaa Nazarudin
Menurut ku Nadila terlalu cepet percaya lelaki terlalu baperan,,Mana ada cowok cakep dan populer kaya Vino bisa setia sama satu cewek,gak belajar Nadila dr hubungannya dulu sama Anafi,Dirayu dikit aja luluh,setelah itau kenyataan nangis,,Hadeh kayak anak kecil aja..
Qaisaa Nazarudin
Nah gitu dong jual mahal dikit,jangan cepet banget baperan..
Qaisaa Nazarudin
Nah kan ku pikir juga apa,,pasti Bagas bakal ngamuk saat tau kalo Anafi cuman mainin perasaan Nadila,,
Qaisaa Nazarudin
Gila aja si Nindy,, kalo sayang sama temen bukan begitu caranya,kalo gitu malah menyakitkan temen loe sendiri Dy!!!Ckck🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Apa itu poto Anagi dan Nindy?? Kalo benar aku benci sama Nindy yg tega banget nikung temen sendiri,,🤦🏻‍♀️🤦🏻‍♀️
Qaisaa Nazarudin
Hurrmmm ada sesuatu nih dgn sikapnya Nafi,apa Nadila hanya sekadar pelarian??Kok tega gitu Nafi??!
Qaisaa Nazarudin
Lho Nindy kenapa?? baca judul bab ini PINGSAN,Ku pikir yg pingsan itu Nadila ternyata Nindy..🥲
Qaisaa Nazarudin
Diihh nembaknya gak romantis banget,gak ada embel2 nya.. tapi kok Nadila yg di tembak aku yg senyam senyum kegirangan😂😂😂😜😜😜
Qaisaa Nazarudin
Aku suka sikap Bagas yg gentle👍🏻👍🏻👍🏻👏🏻👏🏻
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!