NovelToon NovelToon
Warisan Kitab Inti Jagat

Warisan Kitab Inti Jagat

Status: tamat
Genre:Action / Balas Dendam / Mengubah Takdir / Tamat
Popularitas:108.9k
Nilai: 5
Nama Author: Asep agustian

Mahesa seorang OB culun dan miskin mendapatkan kitab sakti dan merubah hidupnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Asep agustian, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 19: Serangan di Parkiran Basement

Suasana di area parkir bawah tanah lantai B2 Gedung Graha Subroto terasa begitu sunyi dan dingin sore itu. Berbeda dengan lantai atas yang benderang dan dipenuhi aroma aromaterapi mewah, di lantai paling bawah ini udara terasa pengap oleh sisa gas buang kendaraan dan dengung konstan dari mesin generator gedung yang masif. Cahaya lampu lampu neon yang agak temaram menciptakan bayangan-bayangan panjang di antara pilar-pilar beton yang kokoh.

Alena melangkah keluar dari lobi lift lantai basement dengan langkah kaki yang dihentak-hentakkan secara kasar. Sepatu hak tinggi merah menyalanya kembali mengetuk lantai semen dengan irama yang penuh emosional ketidakpuasan. Klak! Klak! Klak!

Wajah cantiknya tampak merah padam karena menahan amarah yang meluap-luap. Di belakangnya, seorang sopir pribadi paruh baya bernama Pak Joko berjalan terengah-engah sembari membawa dua tas belanja besar milik sang nona besar.

"Papa bener-bener keterlaluan ya! Masa gua mau pergi ke kafe bareng sama temen-temen gua aja dilarang sih?! Pakai alasan ada urusan darurat kantor segala lagi!" omel Alena dengan nada suara yang melengking manja dan sangat ketus, memalingkan wajahnya ke arah Pak Joko yang berjalan menunduk di belakangnya.

"Maaf, Nona Alena. Pak Subroto tadi memang berpesan sangat ketat supaya Nona langsung pulang ke rumah demi keselamatan Nona sendiri," jawab Pak Joko dengan suara yang gemetar dan penuh rasa hormat, berusaha meredam amarah sang majikan yang terkenal sangat egois.

"Halah! Alasan klasik Papa aja itu mah! Palingan Papa cuma mau ngebatasin kebebasan gua doang kan?!" potong Alena sengit sembari menyentak tas tangannya yang berharga ratusan juta rupiah. "Gua ini udah gede ya! Nggak usah dikurung kayak anak ayam! Cepetan buka pintu mobilnya, Pak Joko! Gua udah gerah banget di parkiran bau oli kayak gini!"

Pak Joko dengan tergesa-gesa melangkah maju melewati Alena untuk menekan tombol remote mobil sedan mewah Mercedes-Benz hitam yang terparkir di sudut area yang agak sepi. Namun, tepat ketika lampu mobil berkedip dan pintu hendak dibuka, sebuah mobil van hitam tanpa pelat nomor mendadak melesat kencang dari balik pilar beton seberang, lalu berhenti dengan posisi melintang tepat di depan mobil mereka. Ciiiiiitttt! Sound gesekan ban yang memekakkan telinga bergema keras di ruangan basement yang kedap itu.

Alena refleks mundur selangkah, wajah cantiknya yang dilapisi riasan tebal langsung menunjukkan gurat kejengkelan yang amat mendalam. "Heh! Siapa sih yang bawa mobil kampungan kayak begitu?! Nggak punya mata ya?! Mau bikin gua jantungan apa?!" bentak Alena tanpa rasa takut sedikit pun pada awalnya, murni didorong oleh watak manjanya yang selalu merasa superior di atas segalanya.

Namun, kalimat makian Alena mendadak tersangkut di tenggorokannya ketika pintu geser van hitam itu terbuka dengan sentakan kasar. Empat orang pria berbadan kekar mengenakan jaket kulit hitam dan topeng kain rajut yang menutupi seluruh wajah mereka melompat turun secara serentak. Di tangan mereka, berkilat logam dingin dari pisau komando yang panjang dan dua buah pistol jenis revolver yang diarahkan lurus ke arah mereka.

"Jangan bergerak! Tetap di tempat kalau kalian masih sayang nyawa!" teriak salah satu penyerang yang bertubuh paling besar dengan nada suara yang serak dan tegas mengancam.

Pak Joko yang melihat bahaya nyata itu langsung menjatuhkan tas belanjaan Alena ke lantai semen hingga isinya berhamburan. "Nona Alena! Lari ke arah lift, Nona!" pekik Pak Joko histeris sembari berusaha pasang badan di depan Alena dengan tangan gemetar hebat.

"He... heh! Kalian siapa ya?! Kalian tahu nggak gua ini anak siapa?!" seru Alena, berusaha keras mempertahankan nada tingginya yang sombong, meskipun kini nada suaranya bergetar hebat dan kakinya mulai lemas seperti jeli melihat moncong senjata api yang mengarah padanya. "Jangan macem-macem ya! Gua bisa panggil semua polisi di kota ini buat nangkep kalian dalam lima menit!"

"Bacot lu, perempuan manja! Seret dia masuk ke dalam van, cepat! Bos mau dia dalam keadaan hidup!" perintah si pemimpin penyerang dengan sikap yang kasar dan dingin, sama sekali tidak peduli dengan gertakan kosong sang ahli waris.

Dua orang penyerang langsung merangsek maju dengan gerakan taktis yang profesional. Pak Joko yang mencoba menghalangi dengan berani langsung dihantam oleh gagang pistol salah satu penyerang tepat di pelipisnya. Brak! Pak Joko langsung jatuh terkapar di lantai semen dengan darah segar yang mulai mengucur dari kepalanya, pingsan seketika.

"Pak Joko!!!" jerit Alena dengan melengking tinggi, matanya melotot penuh horor melihat sopirnya yang bersimbah darah.

Rasa sombong dan keangkuhan Alena yang setinggi langit runtuh seketika dalam hitungan detik, digantikan oleh rasa ketakutan yang teramat sangat besar merayap di sekujur tubuhnya. Air matanya mulai meleleh merusak maskara mahalnya. Ia memundurkan langkahnya dengan panik hingga punggungnya membentur pilar beton yang dingin.

"Tolong!!! Siapa pun tolong gua!!! Pihak keamanan gedung mana sih?! Satpam!!! Tolong!!!" teriak Alena histeris dengan suara yang parau, mencengkeram tas mahalnya ke dada sebagai satu-satunya pelindung rapuh yang ia miliki saat ini.

"Nggak bakal ada yang denger lu di sini, Nona Manja! Semua kamera CCTV di lantai B2 ini udah kita retas dan lumpuhkan sejak satu jam yang lalu!" ejek salah satu penyerang yang kini sudah berada hanya dua langkah di depan Alena, mengulurkan tangannya yang kasar untuk mencengkeram lengan mulus Alena.

"Jangan sentuh gua! Lepasin! Kulit kotor lu jangan berani-berani nyentuh gua, bajingan!!!" jerit Alena sembari memukulkan tas tangannya yang keras ke arah wajah penyerang itu dengan sisa-sisa kekuatan kemanjaannya yang panik.

Plak! Tas mewah itu berhasil mengenai hidung si penyerang hingga membuatnya sedikit terhuyung mundur dan mengumpat kasar. "Sialan! Dasar perempuan jalang menyebalkan! Pegangin kakinya, seret dia sekarang juga!" raung penyerang itu yang kini tersulut emosi batinnya.

Dua penyerang lainnya langsung maju berbarengan, mencengkeram kedua pergelangan tangan Alena dengan sangat kuat hingga membuat kulit mulusnya langsung memerah kesakitan. Alena meronta-ronta dengan sangat liar, menendang-nendangkan sepatu hak tingginya ke segala arah sembari terus menangis sejadi-jadinya. Di dalam benaknya yang sedang dilanda kepanikan total, ia teringat kata-kata ayahnya tadi siang tentang ancaman pembunuhan, dan ia baru menyadari dengan sangat terlambat bahwa bahaya berdarah itu kini benar-benar sedang menjemput dirinya di parkiran yang sepi ini.

"Lepasin gua... hiks... Papa... tolong Alena, Pa... gua mohon lepasin gua, ambil aja semua tas sama mobil gua... hiks..." ratap Alena yang kini mulai kehilangan akal sehatnya, memohon dengan suara yang parau dan sangat menyedihkan, hilangnya sudah seluruh martabat keangkuhan sang putri pemilik gedung yang beberapa jam lalu masih menghina seorang pekerja kecil dengan begitu kejamnya.

"Diam lu! Berisik banget!" bentak si pemimpin penyerang sembari mengeluarkan sebuah sapu tangan putih yang sudah ditetesi cairan kloroform berbau menyengat dari kantong jaketnya, melangkah mendekat untuk membekap mulut Alena agar wanita itu segera pingsan.

Secara emosional, atmosfer di sudut parkiran basement B2 itu kini benar-benar berada di titik nadir ketegangan yang mematikan. Empat pembunuh bayaran terlatih kiriman rival bisnis Wijaya Group itu bergerak dengan sangat cepat dan dingin untuk menuntaskan misi penculikan mereka, sementara Alena yang malang hanya bisa memejamkan matanya rapat-rapat dengan tubuh yang bergetar hebat di bawah cengkeraman tangan-tangan kekar yang tak berbelas kasihan, menanti dengan pasrah nasib buruk apa yang akan menimpa dirinya di dalam kegelapan van hitam yang sudah siap membawanya pergi jauh dari jangkauan sang ayah.

1
Fatur
kayaknya author seorang profesional jomblo nih...🤣
Fatur
kritik dikit....biasanya kalo orang kaya banyak pelayan nya Thor...Alena kok malah dibiarin ga ada pelayan?
Fatur
thor.. lompatan ceritanya kecepetan, proses Jadi ga alami
Fatur
bagus....👍...susunan kata dalam kalimatnya pas..
Muhamad Hasbi
maklum,, author juga manusia, jadi wajar kalo lupa jalan cerita nya, hehe
pauzi aja
aq l8at judilnya,,JUDUL CERITANYA JADI BODIGAT ,ya sdh malas bacanya sdh ega bagus masah sdh d hina masih aja jadi bodigat,trs tumbuh cinta ,dasar babi anji lu tor babi.
pauzi aja
goblok berhenti aja ,knpa mcnya d bikin goblok sih
Edi Sulaiman
cerita bagus namun dengan mc kita tdk perlu dibuat misterius dan culun, mc harus ter ekspos buat yg ngebaca plong, oke thor semangat..
Attax Hamzah
an... ng tambah parah ini cerita. ini bukan bodyguard tapi babu. thor kayaknya tdk ada harga dirinya👎👎👎
Attax Hamzah
ceri lelet apaan ilmu padi itu harga diri bro. emang MC tdk punya harga diri
Amiera Syaqilla
hi author👋🏻
Gusti Abdul Nasir
memanfaatkan ilmu yang didapat dengan sepenuh hati.
ImaFatima Latief
bukannya nenek sdh d obati pake ilmu adeeehhhh
Teti Masdiana
kamu sangat hebat tthor membuat alur cerita yg sangat bagus sukses srlalu 👍
Roger Lee
banyak kata kata yang di ulang ulang, jadi bosan membacanya.
Ria Gazali Dapson
kocak.nih author nya, bikin penisirin😄😄😄
Abady Ehm
😁🤭😂☺️
Ria Gazali Dapson
koq masih tinggal d rumah reot , gaji 100juta ,masih nyeker ja , ga punya kendaraan , aneh, lagian knpa nenek nya masih sakit² an , kn udh d obatin
Ria Gazali Dapson
kirain mah mo jadi ceo, sultan, milyader, kaya raya, eh ga tau nya jadi bodiguard , jdi tukang pukul doang , sayang sma ilmu yg d dapat , tetep aja d rendahin orang, di hina² terus sama elena
Ria Gazali Dapson
maksudnya, gmn sih cerita nya, koq jdi pura² bodoh terus, culun terus, gmb mo tau, kalo d tutupin terus , yg ada , jdi makin susah hidup nya
Aplogic: kita ikuti saja alur sang sutradara 👍
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!