NovelToon NovelToon
Glow Up Kontrak : Formula Rahasia Sang CEO

Glow Up Kontrak : Formula Rahasia Sang CEO

Status: sedang berlangsung
Genre:Nikah Kontrak / CEO / Romansa Fantasi
Popularitas:332
Nilai: 5
Nama Author: Syawal Musa

Satu malam mengubah segalanya ketika CEO raksasa kosmetik terjebak iritasi
kulit akut yang mengancam kariernya, dan satu-satunya penyelamat adalah
formula rahasia dari seorang gadis yang dianggap remeh. Sebuah pernikahan
kontrak tanpa melibatkan perasaan dimulai, di mana serum dan ambisi menjadi
mata uang utama.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Syawal Musa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 26 Kabar yang mengubah segalanya (EPILOGI)

Tiga bulan setelah lamaran ulang yang romantis di atap gedung Narendra Cosmetics, kehidupan Arkan dan Kiara berjalan jauh lebih tenang.

Untuk pertama kalinya setelah bertahun-tahun, mereka bisa menikmati hidup layaknya pasangan normal.

Pagi itu, sinar matahari masuk melalui jendela kamar utama mansion Narendra.

Arkan yang baru selesai mandi keluar sambil mengeringkan rambutnya dengan handuk. Ia tersenyum melihat Kiara yang sedang duduk di sofa sambil membaca laporan perusahaan.

"Kau tahu, Sayang..." ucap Arkan. "Aku mulai curiga."

Kiara mengangkat alis.

"Curiga apa?"

"Direktur Narendra Cosmetics sebenarnya bukan aku."

Kiara tertawa kecil.

"Oh ya? Lalu siapa?"

"Kau."

Arkan duduk di samping istrinya.

"Aku sudah tiga kali masuk ruang rapat minggu ini dan semua orang lebih mendengarkanmu daripada aku."

"Itu karena ideku lebih bagus."

"Kejam sekali."

Mereka tertawa bersama.

Namun tiba-tiba wajah Kiara berubah pucat.

Ia langsung menutup mulutnya.

"Kiara?"

Wanita itu berdiri buru-buru lalu berlari menuju kamar mandi.

Arkan yang terkejut segera mengejarnya.

Suara muntah terdengar dari dalam.

Jantung Arkan langsung berdegup kencang.

"Sayang! Kau baik-baik saja?!"

"Aku tidak apa-apa..."

Namun wajah Kiara masih terlihat pucat saat keluar dari kamar mandi.

Arkan langsung panik.

"Rumah sakit."

"Hah?"

"Kita ke rumah sakit sekarang."

"Arkan, ini cuma—"

"Sekarang."

Dua jam kemudian...

Mereka duduk di ruang praktik dokter.

Arkan tampak jauh lebih gugup daripada Kiara.

Tangannya terus bergerak gelisah.

Dokter wanita di hadapan mereka tersenyum melihat tingkah CEO muda itu.

"Pak Arkan, tenang dulu."

"Apa hasilnya, Dok?"

Dokter membuka berkas pemeriksaan.

Lalu senyum di wajahnya semakin lebar.

"Selamat."

Arkan dan Kiara saling menatap bingung.

"Selamat untuk apa?"

Dokter tertawa kecil.

"Ibu Kiara sedang hamil delapan minggu."

Dunia seolah berhenti berputar.

Kiara membelalak.

"Apa?"

Arkan bahkan tampak seperti kehilangan kemampuan berpikir.

"Hamil?"

"Benar."

"Hamil?"

"Ya."

"Hamil?!"

"Pak Arkan, saya sudah menjawab tiga kali."

Kiara langsung tertawa melihat ekspresi suaminya.

Namun beberapa detik kemudian, air matanya jatuh.

Ia menatap hasil USG yang diberikan dokter.

Ada kehidupan kecil di dalam dirinya.

Buah cinta mereka.

Arkan perlahan mengambil foto USG itu.

Tangannya gemetar.

Untuk pertama kalinya dalam hidup, pria yang selalu tampak kuat itu menangis.

Air mata mengalir begitu saja.

"Aku..."

Suaranya serak.

"Aku akan jadi ayah."

Kiara mengangguk sambil menangis.

"Dan aku akan jadi ibu."

Arkan langsung memeluk istrinya erat.

Sangat erat.

Seolah takut dunia akan merebut momen itu darinya.

"Terima kasih..." bisiknya.

Kiara tersenyum.

"Untuk apa?"

"Karena sudah memberiku keluarga."

Sore harinya...

Kabar itu langsung disampaikan kepada seluruh keluarga.

Dan hasilnya?

Kekacauan total.

"Aku akan jadi kakek!"

Pak Narendra sampai hampir menjatuhkan cangkir tehnya.

"AKU AKAN PUNYA CUCU!!"

Seluruh rumah bergemuruh oleh teriakannya.

Para pelayan bahkan sampai menutup telinga.

Arkan memijat pelipis.

"Yah, tenang sedikit."

"Bagaimana aku bisa tenang?!"

Pak Narendra menunjuk Kiara.

"Itu calon pewaris keluarga Narendra sedang duduk di sana!"

Kiara tertawa geli.

Malam itu mansion dipenuhi kebahagiaan.

Untuk pertama kalinya setelah sekian lama, keluarga itu berkumpul tanpa rasa takut, tanpa ancaman, dan tanpa musuh.

Hanya ada tawa.

Hanya ada cinta.

Dan di balik semua itu...

Tak seorang pun menyadari bahwa dari sebuah penjara berkeamanan tinggi di luar kota, seseorang sedang menatap foto keluarga Narendra yang muncul di koran.

Pria itu tersenyum tipis.

Tatapannya dingin.

Sangat dingin.

"Akhir yang bahagia, ya..."

Ia meremas koran itu perlahan.

"Tapi permainan belum selesai."

Matanya menyala penuh kebencian.

Karena di balik kehancuran Black Lotus...

Masih ada satu rahasia yang belum pernah terungkap.

1
Syawal Musa
👍👍
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!