NovelToon NovelToon
Istri Misterius Sang Jenderal

Istri Misterius Sang Jenderal

Status: sedang berlangsung
Genre:Identitas Tersembunyi / Dijodohkan Orang Tua / Fantasi Wanita / Nikah Kontrak / Kerajaan
Popularitas:5.6k
Nilai: 5
Nama Author: Mapple_Aurora

Arina Volans dipaksa menikah dengan Jenderal Orion Wezen, pria yang seharusnya menjadi suami adik tirinya. Di mata semua orang, Arina hanyalah wanita pendiam dan berwajah dingin yang tak pernah diinginkan siapa pun.

Namun, di balik wajah tanpa ekspresinya, Arina menyimpan rahasia yang tak boleh diketahui siapa pun. Saat malam tiba, ia menjalankan rencana-rencana berbahaya yang bahkan tak mampu ditebak oleh Orion.

Ketika identitas Arina perlahan terungkap, sebuah rahasia yang telah terkubur selama puluhan tahun mulai mengguncang kerajaan dan menyeret mereka ke dalam pusaran konspirasi, pengkhianatan, dan perang.

Mampukah seorang jenderal mempercayai istri yang paling misterius di seluruh kerajaan?

*

Cerita murni karangan penulis dan tidak ada hubungannya dengan kehidupan nyata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Mapple_Aurora, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Satu minggu kemudian, pernikahan Stella dan Arcturus digelar dengan meriah di kediaman megah keluarga Bootes. Berbagai kalangan menghadiri pesta tersebut. Tidak hanya para bangsawan dan pejabat kerajaan, rakyat biasa pun turut diundang untuk ikut merayakannya.

Sebulan kemudian, giliran pernikahan Jenderal Orion Wezen dan Arina Volans yang dilangsungkan di Istana Kerajaan. Upacara itu dipimpin langsung oleh Baginda Raja, sebuah kehormatan yang menunjukkan betapa besar dukungan kerajaan terhadap pernikahan tersebut.

Namun, berbeda dengan pernikahan Stella yang dipenuhi doa dan ucapan selamat, pernikahan Arina justru menjadi bahan perbincangan di seluruh Elarion.

Banyak orang menertawakannya.

Mereka menganggap hanya Arina yang cukup bodoh untuk bersedia menikahi pria seperti Orion Wezen. Selama bertahun-tahun, sang jenderal membangun reputasi sebagai sosok yang garang, temperamental, dan kejam di medan perang. Bagi sebagian besar masyarakat, Orion bukanlah pahlawan, melainkan monster yang ditakuti.

Tak seorang pun percaya bahwa pernikahan itu akan membawa kebahagiaan bagi Arina. Bahkan, banyak yang diam-diam menunggu kabar tentang berapa lama wanita itu mampu bertahan sebagai istri Sang Jenderal.

Sementara itu, menikah dengan Orion sang jenderal militer tertinggi Elarion tidak pernah ada dalam khayalan seorang Arina Volans. Apalah arti dirinya dibandingkan Stella, adiknya yang dicintai oleh Orion.

Arina dingin tak tersentuh, dia adalah wujud nyata dari balok es hidup. Wajahnya selalu datar dan cenderung murung. Orion berwajah tampan dan garang, rambut peraknya menjadi ciri khas sosok gagah itu.

“Mau sampai kapan kau berdiam diri di situ?” Suara berat Orion terdengar memenuhi kamar luas itu. Dia sedang berbaring di tempat tidur yang penuh taburan bunga.

Malam ini adalah malam pertama mereka setelah tiga hari tiga malam berpesta ria. Seharusnya Arina menemani suaminya di ranjang, tetapi tidak, wanita itu sudah berdiri di dekat jendela besar selama berjam-jam. Kakinya sudah mulai sakit, tetapi ia menahannya karena canggung berada satu ranjang dengan sosok ganas seperti Orion.

“Aku sedang menunggu bulan muncul,” jawab Arina pelan tanpa menoleh. Rambut ungu panjangnya yang tergerai sedikit bergoyang oleh angin yang menyeruak masuk melalui celah ventilasi.

Terdengar suara helaan nafas, lalu Orion turun dari ranjang. “Kau sungguh berbeda dari adikmu.”

Arina menoleh cepat. Ia sudah mendengar dari Stella bahwa Orion dan Stella memiliki hubungan spesial. Keduanya sempat ingin menikah tetapi ditentang oleh keluarga besar Volans. Kata mereka, Stella terlalu berharga untuk dibiarkan hidup bersama monster seperti Orion. Tapi mereka sangat rela melemparkan Arin ke sarang monster itu.

“Stella hangat, ceria dan yang terpenting dia bisa berbaur dengan siapa saja.” Bibir Orion melengkung membentuk senyum mengejek. “Sedangkan kau tidak memiliki sepersepuluh dari diri Stella. Kau menyedihkan.”

Itu adalah perbandingan kesekian yang ia dengar, jadi Arina tidak merasa sedih. Ia sudah menerimanya sejak dulu, bahwa Stella memang pusat perhatian semua orang.

“Tidurlah di ranjang, aku tidak tertarik menyentuhmu,” kata Orion angkuh, kemudian melenggang pergi keluar kamar.

Arina tersenyum tipis, setidaknya kata-kata yang baru saja ia dengar menyenangkan di telinganya. Ia juga tidak mau melayani pria, Arina tidak suka ada orang yang menyentuh tubuhnya.

Arina mulai melepas baju mewahnya, kemudian mengambil dress hitam selutut dari dalam lemari. Setelahnya, Arina merebahkan diri di ranjang empuk.

“Memang, keluarga militer sangat mampu. Ranjangnya bahkan sepuluh kali lebih baik daripada yang ada di kamarku,” gumam Arina mengelus alasnya yang terasa lembut.

Arina kembali bangkit. “Tapi sekarang bukan waktu yang tepat untuk beristirahat,” gumamnya lalu turun dengan hati-hati, ia membiarkan rambutnya tergerai sambil menarik jubah dress dibawah lutut berlengan panjang.

Ia keluar dari kamar, menyusuri lorong panjang yang sudah sepi. Hanya ada beberapa tentara penjaga yang bertugas menjaga kediaman ini dari kejahatan yang mungkin akan dilakukan oleh musuh-musuh Orion.

Tentara penjaga yang melihatnya menundukkan kepala, namun hanya sekedar formalitas saja.

Arina terus berjalan hingga ia secara tidak sadar berada di taman belakang yang tertutup. Langkahnya seketika terhenti ketika melihat dua orang berdiri mengagumi bulan, mereka membelakanginya tetapi Arina masih mengenali keduanya. Orion dan Stella, sepasang kekasih yang terpisah karena restu.

Tanpa suara Arina mendekat, berdiri dibelakang bunga besar yang sepenuhnya menyembunyikan keberadaannya.

“Tak kusangka kita akan berakhir seperti ini, Orion,” suara Stella terdengar memecah keheningan. Tanpa menoleh, dia melanjutkan. “Aku menikah dengan lelaki pilihan orang tuaku, sementara kau menjadi kakak iparku. Aku selalu siap dengan pernikahanmu ketika aku juga memutuskan untuk mengkhianati cinta kita dengan menerima lelaki lain. Tapi, sungguh Orion, aku tidak siap saat aku tahu yang akan menjadi istrimu adalah kakakku.”

Orian melirik kekasihnya tidak senang. “Kenapa? Apa kau takut aku jatuh cinta padanya?”

Stella diam, tak menjawab.

“Itu tidak akan pernah terjadi, Stella. Dia dingin dan suram, tidak mungkin bisa membuatku tertarik.” Orion terdengar meyakinkan.

Arina yang mendengarnya tidak tersinggung. Ia sudah terbiasa, karena memang begitulah dirinya.

Tidak ingin mendengar pembicaraan mereka lebih jauh, Arina keluar dari persembunyiannya lalu dengan tatapan mata lurus ke depan ia menghampiri sepasang kekasih itu.

“Bulannya indah sekali,” celetuk Arina.

Keduanya kompak menoleh, Stella menatap kakaknya tidak enak. Merasa bersalah berduaan dengan suaminya. Orion tidak terlalu peduli, dia hanya memberi pandangan sekilas lalu kembali menatap bulan.

“Kakak, ini … kami hanya mengobrol,” kata Stella cemas.

“Jangan khawatirkan apapun, Stella. Selama berada di rumah ini, tidak akan ada yang berani mengomentari moral kita.” Orian merangkul lembut bahu Stella, menarik gadis itu mendekat.

Tentu saja perkataan Orion sepenuhnya benar. Tetapi, karena Stella sudah menikah dan ia datang ke sini bersama suaminya, apakah mereka tidak takut Arcturus melihat?

Namun, sepertinya Orion tidak takut. Bukankah dia terkenal tidak takut akan apapun?

“Ya, aku tidak tertarik mengumbar aib siapapun.” Arina mengangguk setuju. Sambil menyelipkan anak rambutnya ke belakang telinga, ia kembali berkata, “Tentu saja selama kita bertiga sama-sama bisa menyimpan rahasia.”

Orion mengerutkan keningnya, berusaha memahami maksud Arina.

“Kak Arin…” Stella juga terlihat ragu.

“Selamat malam.” Arina melemparkan pandangan penuh arti, lalu berbalik dan kembali ke kamarnya.

\=\=\=

Arina terbangun saat tengah malam. Orion sudah tertidur di sampingnya. Arina perlahan bangun dari tempat tidur. Ia meraih jubah hitamnya, dan mengenakannya tanpa suara.

Arina berdiri dekat jendela, menatap jauh keluar. Biasanya ia hanya akan melihat kegelapan malam, namun kali ini ia melihat nyala api di kejauhan.

“Seseorang membawa obor dan sedang berjalan ke sini,” gumam Arin, menajamkan matanya.

“Apa yang sebenarnya kau lihat di jendela itu? Ini sudah tengah malam.” Suara serak Orian terdengar dari ranjang.

“Aku melihat seseorang. Dia…” Arin tidak melanjutkan kalimatnya, karena dalam waktu singkat cahaya itu semakin terlihat jelas. Itu bukan obor, tetapi…

Orion bangun, menghampiri Arina. Ia ikut melihat keluar jendela.

“Kebakaran,” desis Orion, lalu tanpa banyak bicara mengambil pakaian kesatrianya. Dalam sekejap ia sudah mengenakan pakaian militer.

“Aku ikut.” Arin bergegas mengikuti Orion keluar kamar.

“Ini sama sekali bukan urusanmu.”

“Aku istrimu.” Arina tidak menyerah, meskipun agak kesulitan mengikuti langkah panjang Orion, ia tetap mengikutinya dari belakang.

Orion sampai di gerbang, para bawahannya sudah menunggu dalam barisan rapi. Arina tidak tahu darimana mereka semua tahu bahwa Orion akan pergi malam ini.

“Naik!” Orion mengangkat tubuh Arina, meletakkannya di punggung kudanya yang berwarna hitam legam. Setelah itu, ia juga naik dan duduk di depan Arina.

Ini pertama kalinya Arina naik kuda, ia hampir saja menjerit saat kuda itu berlari kencang. Tangannya refleks memeluk erat pinggang Orion.

Debu berterbangan namun kuda Orion dan bawahannya melaju cepat membelah keheningan malam.

Dalam waktu singkat mereka akhirnya tiba di lokasi kejadian. Ternyata itu ada di sebuah desa, rumah-rumah warga hampir habis dilalap api, dan tangisan para warga terdengar menyayat hati.

...***...

...Like, komen dan vote ...

1
Nda
kayanya Orion mulai cemburu nggak sh🤭
Nda
novelmu selalu menarik thor😍😍
ociii
🥰🥰
ociii
cerita'y bagus...♥️♥️
Mila Sari
Thor jgn setengah 2 ceritanya,, yg bnyk updatenya
Mila Sari: ditunggu ya Thor,, semangat berkarya
total 2 replies
Mila Sari
ceritanya smkin seru,, Thor yg bnyk updetnya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!