NovelToon NovelToon
Terpikat Mas Preman

Terpikat Mas Preman

Status: sedang berlangsung
Genre:Perjodohan / Cinta Seiring Waktu / Menikahi tentara
Popularitas:515
Nilai: 5
Nama Author: Akira Fan

Kamila Larasati, seorang gadis cantik yang pintar, kritis, keras kepala dan punya pendirian kuat persis seperti ayahnya yang seorang Jendral TNI. Kamila menentang perjodohan yang dilakukan ayahnya dengan bawahannya. Dia tidak ingin mengikuti jejak kakaknya yang kehidupan pernikahannya terlalu banyak aturan.

Kamila masih sangatlah muda. Dia masih ingin bebas menikmati masa mudanya dengan berbagai pengalaman yang bermakna.

Sampai pada suatu hari, dia bertemu dengan Mahardika Pratama yang seorang preman kampung. Kejadian yang tak terduga menjadi awal pertemuan mereka hingga seiring berjalannya waktu tumbuhlah rasa cinta diantara mereka. Tapi ada sebuah rahasia yang sempat menggoyahkan perasaan Kamila. Apakah akhirnya cinta mereka akan bersatu?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Akira Fan, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3: Perjanjian

Kamila terdiam sejenak bergelut dengan fikirannya sendiri. Ini terlalu mendadak, dia harus berfikir cepat mencari alasan yang tepat untuk menolak perjodohan itu.

"Fikirkan baik-baik nak! Papa tidak mungkin salah memilihkan calon suami buat kamu. Dia adalah bawahan papa, orang kepercayaan papa sayang," Pak Herman berusaha menjelaskan.

"Ya itu kan menurut papa. Aku kan belum mengenal orang itu pa. Ya mana tau orang itu baik atau buruk," Kamila mencoba membela diri.

"Papa tau sayang, papa tidak memaksa kalian menikah sekarang. Setidaknya kalian bisa bertunangan dulu," ucap Pak Herman mencoba memberi keringanan.

"Aku tetap nggak bisa pa. Aku ingin menikah dengan orang yang benar-benar aku cintai. Bukan karena terpaksa pa," Kamila mendengus kesal dengan sikap keras kepala papanya. Walau dia pun juga seperti itu.

"Cinta bisa muncul seiring berjalan waktu sayang. Lihat kakakmu, dia bahagia dengan pilihan papa," tegas Pak Herman tidak mau mengalah.

"Maaf pa, aku bukan kak Karina. Pokoknya keputusanku sudah bulat. Aku nggak mau dijodohkan. Kalau papa tetap memaksa aku memilih keluar dari rumah ini," Kamila sudah tidak bisa menahan emosinya lagi.

"KAMILA. Tarik ucapanmu! Papa tidak akan membiarkan kau selangkah pun keluar dari rumah ini hanya karena masalah ini," teriak Pak Herman dengan suara baritonnya. Dia sangat terkejut mendengar ucapan Kamila. Sepertinya kali ini dia harus sedikit mengalah.

"Kalau begitu, jangan pernah papa jodohkan aku lagi dengan siapa pun itu! Yang jelas Kamila hanya akan menikah dengan orang yang Kamila cintai pa," tegas Kamila.

"Baiklah, papa kasih waktu kamu satu tahun. Kamu harus bisa membawa laki-laki yang benar-benar mencintai kamu apa adanya. Kalau tidak, maka kamu harus menerima perjodohan ini," Pak Herman terlihat marah. Tapi dia percaya ini adalah cara yang terbaik agar putri bungsunya yang keras kepala itu tidak meninggalkannya.

"Oke, tapi papa juga harus mengizinkan aku melakukan apapun yang aku inginkan selama satu tahun ini," pinta Kamila mengajukan syaratnya.

"Asal kamu tetap menjaga batasanmu, jangan sampai mempermalukan keluarga!," pesan singkat papanya yang terasa menusuk dihati.

"Kamila janji akan jaga diri dan membuktikan kalau Kamila bisa membanggakan papa," ucap Kamila penuh keyakinan.

"Papa tunggu janjimu," Pak Herman tersenyum kecut melihat putrinya tumbuh dewasa dengan ambisi yang membara. Dia seperti bercermin melihat dirinya sendiri pada anak gadisnya itu.

Setelah terjadi ketegangan dengan papanya, malam ini Kamila merasakan gelisah. Dia hanya membolak balikkan tubuhnya diranjang karena tidak bisa tidur. Dia bingung langkah apa yang harus dilakukannya setelah ini. Masalah ini benar-benar membuatnya frustasi.

Walau dia sering tidak sependapat dengan papanya, tapi dalam permasalahan kali ini termasuk hal paling jauh yang dilakukannya untuk menentangnya. Dia tidak boleh salah langkah, karena hasil akhir perjanjian ini bisa merubah hidupnya untuk selamanya.

"Haiss, aku benar-benar pusing. Kenapa papa tega sekali sama aku. Lama-lama bisa gila aku," Kamila mengacak rambutnya kasar.

***

Keesokan paginya Kamila bangun tidur dengan malas. Semangat hidupnya tiba-tiba saja meredup. Saat dimeja makan dia hanya mengaduk-aduk makanannya, rasanya tak berselera sama sekali.

"Ehem, kamu nggak tidur semalaman?," tanya Pak Herman melihat tingkah Kamila pagi ini.

"Hmmm, ini semua karena papa," Kamila memasang wajah cemberut pada papanya.

"Papa begini juga untuk kebaikan kamu sayang," ucap Pak Herman masih kekeh dengan pendiriannya walau sedikit tak tega melihat kondisi anaknya saat ini.

"Aku tahu pa, tapi ini mendadak sekali. Aku syok tau?," Kamila masih berusaha merajuk.

Karina yang sudah tau duduk permasalahannya dari papanya hanya tersenyum tak tau harus berbuat apa. Dia sangat faham sifat papa dan adiknya itu sama-sama keras kepala.

"Sebaiknya kita lanjut makan ya? Kita bicarakan lagi nanti kalau sudah tenang," hanya kata-kata itu yang bisa Karina ucapkan.

Ting

Ponsel Kamila berbunyi, ada pesan dari sahabatnya Veni.

"Hai Mil, kita nongkrong yuk! Bosen aku dirumah," ajak Veni lewat chatnya.

"Boleh, kebetulan aku juga mau curhat nih Ven," balas Kamila cepat.

"Oke, kita ketemuan dicafe biasa ya?," balas Veni lagi.

"Oke,"

Kamila segera menyimpan kembali ponselnya merasa nggak enak karena masih dimeja makan. Walau masih marah tapi dia tidak berani membantah aturan dirumah itu.

"Emm, pa. Hari ini aku izin keluar sama temen-temen ya? Bosen dirumah terus,"

"Hmmm, jangan malem-malem pulangnya. Ingat pesan papa tadi malam," tegas Pak Herman mengingatkan perjanjian semalam.

"Iyaaa, makasih pa," Kamila sedikit memanyunkan bibir saat menjawab ucapan papanya.

Kamila segera bersiap-siap menemui teman-temannya. Dia tidak pergi sendirian. Walaupun bisa menyetir mobil sendiri tapi papanya selalu menyuruhkan pergi dengan sopir. Pak Herman termasuk orang tua yang protektif tapi sebenarnya dia sangat sayang pada anak-anaknya.

"Aku pergi dulu pa, kak," Kamila berpamitan pada papa dan kakaknya.

"Hati-hati," papanya mengingatkan.

"Iyaa," jawab Kamila singkat.

Setibanya dikafe, Veni dan Renata ternyata sudah sampai duluan. Dengan langkah cepat Kamila berjalan menuju tempat mereka. Dia sudah tidak sabar untuk meletakkan beban hidupnya yang dibawanya saat berhadapan dengan sahabatnya itu.

"Kalian sudah lama?," tanya Kamila lalu ikut duduk di kursi kosong.

"Baru kok, kamu kenapa Mil? Kelihatan lesu banget kayak lagi banyak beban gitu?," tanya Veni balik. Dia sahabat Kamila yang sangat peka.

"Iya, aku mau curhat ke kalian nih," akhirnya Kamila mulai bercerita tanpa menunggu basa basi lagi.

"Ada apa Mil, kamu cerita aja ke kita. Siapa tahu kita punya solusi untuk masalahmu," imbuh Renata penasaran.

Kamila menghembuskan nafas kasar "Aku dijodohkan sama papa dengan laki-laki pilihannya," ucap Kamila sambil tertunduk lesu.

"HAH??," Veni dan Renata bersamaan terkejut mendengar cerita Kamila.

"Serius Mil? Terus gimana, kamu terima?," lanjut Veni masih sedikit syok.

"Ya awalnya aku menolak, tapi setelah perdebatan panjang dengan papa akhirnya aku dan papa membuat perjanjian," jawab Kamila, kemudian kembali menghela nafas memberi jeda.

"Apa Mil?," Renata nggak sabar menunggu kelanjutannya.

"Dalam waktu satu tahun ini aku diberi kebebasan papa untuk melakukan apa pun yang aku ingin lakukan, termasuk memilih sendiri orang yang aku cintai. Tapi jika dalam waktu satu tahun aku tidak bisa menemukan orang yang cocok, maka mau tidak mau aku harus menerima pilihan papa," Kamila merasa cukup lega akhirnya beban fikirannya sedikit berkurang.

"Waduh, rumit juga ya hidup kamu Mil? Aku kira anak orang kaya akan selalu mudah hidupnya," celetuk Veni. Dia memang yang paling cerewet diantara mereka bertiga.

"Kamu kira orang kaya nggak punya masalah apa Ven? Semua orang pasti punya masalah masing-masing kali," Renata sewot sendiri mendengar celetukan Veni.

Kamila tersenyum haru karena mempunyai sahabat seperti mereka. Yang selalu ada buatnya walaupun sekedar menjadi pendengar setiap masalahnya.

1
Fadilah Fadilah
lanjutkan
Akira Fan: Siap kak, terima kasih supportnya 🥰
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!