Seorang gadis polos kehilangan harta warisannya akibat kelicikan saudara tiri, ia dipaksa menikah dengan seorang pria dari keluarga perwira tinggi, namun pria tersebut pergi di hari pernikahan hingga akhirnya adik pria tersebut yang notabene seorang duda harus menyelamatkan nama besar keluarga dengan menyembunyikan identitas aslinya. Ayah gadis itu pun seorang tentara tapi seolah tak pernah menyayanginya.
Saat tau kabar kabur tentang identitas pria tersebut. Ibu tiri gadis itu menyesal dan iri setengah mati.
Kesakitan yang di alami gadis itu membuatnya trauma hingga sangat waspada dan sulit percaya. Kini pria tersebut harus berjuang sekuat tenaga untuk menembus tembok pertahanan hati istrinya yang selalu berpura-pura di balik tingkah randomnya, padahal ia tidak tau.. siapa pria yang bersamanya saat ini.
SKIP bagi yang tidak tahan dengan KONFLIK.
.
.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Bojone_Batman, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
3. Meraba mengenalmu.
Usai acara, seluruh tamu undangan beserta keluarga sudah kembali ke rumah masing-masing. Bang Reigar mencoba menghubungi Letnan Marshall, Abangnya.
Berkali-kali ia mencoba menghubungi namun tidak ada jawaban. Lima batang rokok sampai habis di hisapnya.
"B*****t juga kau, Bang." Gerutunya kesal. "Semua ini terjadi karena ulahmu sendiri."
//
Sejak tadi Jilly masih memandangi ramainya ibukota. Ia tak paham dengan banyaknya dokumen di belakang punggungnya serta dua laptop master milik perusahaan sang ibu sudah berada dalam genggamannya.
"Apa mungkin Mama Irma secepat itu mengembalikan perusahaan keluarga??" Gumam Jilly tak paham.
Kebingungan Jilly tak sampai disitu, bahkan kartu akses keuangan juga sudah berada di tangannya. Tapi apapun itu, senyumnya merekah.
'Dimana pun aku berada, pasti uang akan menyelamatkan.'
Jilly pun masuk ke dalam kamar dan membanting dirinya di atas tempat tidur kelas VVIP yang empuk itu. Tak lama Jilly tertidur.
Beberapa menit kemudian, Bang Reigar membuka pelan pintu connect room khusus tersebut. Ia melihat Jilly sudah tertidur masih dengan kebaya lengkap dengan high heelsnya.
Tanpa menggerutu sedikit pun, Bang Reigar melepas high heels Jilly lalu merebahkan gadis yang menjadi istrinya itu dengan benar.
"Pintar sedikit kenapa sih?? Mulutmu tajam setiap bicara sama saya, tapi kenapa melawan ketidak adilan dalam hidupmu saja tidak bisa." Gumam Bang Reigar lalu menyelimuti Jilly.
Langkah itu pelan menuju laptop master perusahaan milik Jilly lalu membaca semua berkas yang ada. "Apa ini?? Produksi batu bara di daerah ini hanya lima persen padahal jelas dua puluh persen, sisa transaksinya masuk kantong Irma. Okeeyy.. Apa yang bisa kita lihat nanti."
Secepatnya Bang Reigar menancapkan flashdisk pada laptop Jilly hingga beberapa saat kemudian mencabutnya kembali.
***
Jilly menggeliat, tubuhnya merasa sedikit ringan karena bisa tidur dengan nyenyak. Keningnya berkerut melihat selimut yang menutupi tubuhnya.
"Apa semalam aku menarik selimut??" Sejenak Jilly tertegun tapi langsung menepis pikirannya.
Ia berjalan menuju kamar mandi untuk membersihkan diri. Air dari shower yang mengguyur tubuhnya begitu menyegarkan. Jilly pun menuang shampoo di tangan lalu mencuci rambutnya tapi, baru beberapa saat menikmati kesegaran tersebut, tiba-tiba saja air kran shower tersebut mati. Seketika Jilly pi panik.
"Yaaaa.. Kok mati????" Jilly kebingungan dan meraih kimono handuknya. Saat ini akalnya hanya menghubungi Bang Reigar tapi sayangnya, ia tidak punya nomer telepon suaminya itu. "Gimana ya, apa langsung ke kamarnya saja?? Tapi malu aahh." Gumamnya.
Detik semakin bergulir, shampoo di kepalanya masih penuh. Mau tidak mau ia mengendap ke kamar sebelah melewati lorong sepi.
tok.. tok.. tok..
Terdengar suara ketukan pintu. Bang Reigar segera membukanya. Ia menahan tawanya. "Ada apa di rambutmu??"
Jilly langsung menerobos masuk sambil mendorong dada bidang Bang Reigar.
"Numpang mandi."
"Pelanggaran nih ya, dari kemarin kamu yang melanggar. Saya bahkan tidak mengganggumu." Kata Bang Reigar menegaskan.
"Iyaaaa.. Aku bayar dendanya. Keluarlah dari kamar, aku mau mandi." Usir Jilly.
"Ini kamar saya, kau saja yang keluar..!! Bukannya kau tidak boleh ikut campur urusan orang lain." Balas Bang Reigar.
Jilly diam dan langsung menuju kamar mandi. Bang Reigar hanya tersenyum saja melihatnya kemudian menyulut rokoknya dengan wajah dingin.
...
Pagi ini mereka sarapan di resto hotel. Tak ada komunikasi dan interaksi apapun dari mereka berdua sampai akhirnya Bang Reigar buka suara.
"Besok kamu ikut saya ke tanah timur..!!"
"Kalau aku tidak mau??" Tanya Jilly.
"Pilih ikut saya atau terus di tindas keluargamu tanpa tindakan balasan apapun dari kamu?" Kata Bang Reigar memberikan pilihan.
Jilly menelan setiap suapan dengan susah payah. Berada di ibukota dengan keluarganya pasti akan berakhir dengan nasib sama, tapi ikut dengan Bang Reigar juga tak kalah memberikan dampak tersendiri. Selain dirinya belum mengenal suaminya tersebut, ia tidak ingin lebih terpuruk masuk ke dalam kandang singa setelah keluar dari kandang ular.
"Bagaimana, cepat tentukan. Besok saya kembali ke tempat tugas." Ucap Bang Reigar setengah memberikan tekanan.
"Kalau aku ikut, aku mau tinggal di rumah sendiri." Kata Jilly meminta penawaran.
"Ikut dengan saya harus ikut aturan saya..!! Tidak ada istri prajurit yang hidup terpisah dari suaminya."
"Tapi kita nikah tanpa dasar cinta dan hanya saling menutup wajah malu keluarga kita." Jawab Jilly.
Bang Reigar menghabiskan makanannya seolah tidak sempat menelannya. "Maybe.. Tapi pernikahan kita sah dimata hukum dan agama. Kamu istri saya, jangan rewel."
"Aku punya uang, aku bisa segalanya."
"Nggak usah ngeyel, uangmu tidak berguna di pelosok. Bahkan uang tidak bisa membeli ketenangan." Lagi-lagi ucap Bang Reigar begitu tegas membuat Jilly terdiam.
"Apa kau bisa membuktikan kalau kau lebih baik dari Abangmu??" Tanya Jilly.
"Saya bukan tipe manusia yang penuh janji. Tapi untuk Nyonya Reigar, saya usahakan yang terbaik."
.
.
.
.
Bang Huda sabar yaaa...
bang rakit semoga kau juga dapa wanita yg sholeha..amin🙏
dosa klo cinta sm istri abang sendiri🙏
Jilly : ( pipi udah semerah tomat) 🤣🤣🤣🤣🤣
bayangke sambil ngekekkk/Kiss//Kiss/
lanjt mba Nara👍👍👍
kyknya ada tanda-tanda nih dr Jill... ati² ya Bang Reigar🤭🤭🤭