NovelToon NovelToon
Dewa Mimpi Buruk

Dewa Mimpi Buruk

Status: sedang berlangsung
Genre:Time Travel / Roh Supernatural / Budidaya dan Peningkatan
Popularitas:1.9k
Nilai: 5
Nama Author: Jibril Ibrahim

Ayahnya 'Raja Neraka', putranya sangat pemaaf. Tapi semua orang lebih takut pada si pemaaf, padahal energi internalnya lemah.

Kekuatan tidak dikenal!

Latar belakang tak diketahui!

Sebenarnya rahasia apa yang dimiliki Long Jue?

Kenapa semua orang takut padanya?

Penasaran?

Ikuti kisahnya hanya di: NovelToon/MangaToon!

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Jibril Ibrahim, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Bab 3

Di sebuah lembah yang diselimuti kabut, sepasukan ksatria berkuda sedang melintas.

Seorang pria berusia sekitar tiga puluhan dengan semarak pakaian yang memukau—mengenakan hanfu sutra berlapis jubah hitam dengan bordir rumit khas keluarga kekaisaran, memimpin pasukan itu, membawa tombak militer di tangan kanan, menunggang kuda di baris depan, memandang berkeliling sambil berseru kagum.

“Wah! Luar biasa. Semakin aku melihatnya, semakin aku menyukainya. Setelah membasmi hama-hama itu, aku akan menjadikan lembah ini sebagai tempat perlindungan rahasiaku.”

Sambil bergumam pada diri sendiri, sosok mereka menyatu mulus dengan kabut, membuat mereka tampak seperti pasukan surgawi yang berjalan menembus awan.

Melayang di udara, sebuah proyeksi lingkaran bersinar memancarkan cahaya biru transparan, dan waktu di dimensi itu terhenti total.

“Diakah orangnya?”

Salah satu makhluk futuristik di atas lantai transparan itu bertanya.

“Tunggu sebentar,” jawab pria lebih muda yang mengaktifkan sistem pemindai. Ia menekan beberapa tombol pada jam tangannya.

Kemudian seberkas cahaya yang kuat turun, menyinari penunggang kuda di baris depan yang membeku di tanah. Cahaya itu meresap ke dalam tubuh pria berjubah memukau yang tidak bergerak.

Layar Status menampilkan sederet informasi mengenai pria berjubah itu.

Kelima penjelajah waktu itu tercengang bersamaan.

“Pangeran Kesembilan?”

“Luar biasa!” Salah satu dari mereka menggumam takjub. “Latar belakang anak ini ternyata cukup bergengsi.”

“Tapi dilihat dari pakaian anak ini… perbedaan mereka sungguh dramatis. Kelihatannya cerita di baliknya lumayan rumit. Dengan latar belakang seperti itu…”

“Dengan latar belakang seperti itu, kita bisa mempercayakan anak ini padanya tanpa rasa khawatir.” Wanita yang lebih tua menyela tak sabar, memotong perkataan rekannya.

“Cepatlah sedikit!” Pria yang paling tua menginterupsi. “Kalau kita biarkan waktu membeku lebih lama lagi, dimensi ini bisa jadi tidak stabil.”

“Aye aye, Captain!” Pria yang memegang kendali monitor segera menyelesaikan prosedur.

Zzzang!

“Sudah selesai. Ayo kita dekatkan anak itu dan mundur.”

“Turunkan dia! Dan cepatlah.” Pria yang paling tua menginstruksikan.

Pria yang menggendong anak laki-laki itu segera melesat keluar lingkaran dan melayang turun.

Perlahan, anak laki-laki itu dibaringkan dengan lembut di tanah.

Lantai cahaya menghilang, dan satu per satu proyeksi lingkaran di belakang panggung mereka mulai menyala. Lalu mereka berpencar melakukan penerbangan sendiri-sendiri, dan melayang ke kejauhan.

Waktu kembali mengalir, iring-iringan pasukan berkuda itu mulai bergerak lagi.

Pangeran Kesembilan masih mengagumi lembah itu ketika salah satu ksatria mengangkat tangan mengisyaratkan untuk berhenti.

Pangeran itu menghentikan kudanya secara mendadak. Yang lain mengikutinya.

“Ada apa?”

“Ada sesuatu yang tampak seperti anak kecil terbaring di tengah jalan,” jawab ksatria itu.

“Anak kecil?”

Pangeran Kesembilan memfokuskan pandangannya ke depan.

Jelas sekali itu adalah seorang anak kecil—tapi apa yang dilakukan seorang anak kecil di sini?

“Apakah ini jebakan yang dibuat oleh para keparat dari Kerajaan Selatan?”

Ini bukan tempat yang mudah dijelajahi orang.

Kemunculan seorang anak di sini, jelas mengundang kecurigaan.

“Jebakan sialan macam apa ini?”

Rasa ingin tahunya terusik. Jika jebakan ini memang disiapkan untuknya, ia bersedia menurutinya.

Pangeran Kesembilan melompat turun dari kudanya, membawa serta tombak militernya dan mendekat, kemudian berjongkok dan mulai memeriksa sosok yang terbaring di tengah jalan itu dengan saksama.

Namun bagaimanapun itu memang hanya seorang anak.

Anak kecil sungguhan tergeletak di tanah, tidak sadarkan diri.

Dia terbaring terlentang dengan damai, terlelap seperti bayi.

“Apa-apan ini? Benar-benar ada anak kecil di sini? Tidak… kenapa ada anak kecil di sini?”

Wajah tampan pria itu berkerut-kerut kebingungan saat dia mengamati sekelilingnya.

Dilihat dari sudut mana pun, ini bukanlah tempat di mana seorang anak bisa masuk begitu saja dan pingsan.

Pria berparas memukau dengan semarak pakaian tak kalah memukau itu merunduk, mengamati anak laki-laki itu dengan saksama.

Apakah dia baru berusia tujuh tahun?

Rambut lurus hitam legam. Kulit putih bak boneka porselen. Wajah agak tembam dibingkai alis tebal. Bulu mata panjang menyembul dari matanya yang tertutup, berpadu dengan hidung mancung dan bibir yang dibentuk halus. Fitur-fiturnya tampak sangat serasi—ia tampak seperti bangsawan muda.

Dan yang paling menonjol adalah betapa bersihnya dia.

Bagi seseorang yang terbaring di kedalaman lembah, dia terlalu murni.

Rasanya seperti dia baru saja keluar rumah beberapa saat yang lalu.

Ketidaksesuaian yang aneh itu membuat pria berparas malaikat itu merasa gelisah.

Di leher anak laki-laki itu tergantung sebuah liontin batu giok yang terlihat familier, ada simbol khusus yang tampak seperti sebuah nama.

Long—itu adalah nama keluarganya—nama keluarga kekaisaran.

Kenapa anak ini memiliki tanda pengenal keluarga kekaisaran?

Yang lebih aneh lagi, ada semacam keterikatan yang tak dapat dijelaskan antara Pangeran Kesembilan dengan anak laki-laki itu.

Perasaan apa ini?

Semakin dia menatap anak laki-laki itu, semakin baik perasaannya.

Bahkan wajah tidurnya tampak sangat menawan.

Itu pertama kalinya.

Belum pernah dia merasakan kasih sayang sebesar ini terhadap seseorang sebelumnya.

Perasaan hangat dan asing ini membawa senyuman langka pada wajah dingin Pangeran Kesembilan yang penuh misteri.

Wah, wah! Bayangkan aku menganggap anak ini begitu berharga saat pertama kali melihatnya. Kau sudah cukup lama hidup di dunia ini, dan kau sudah melihat segalanya.

Dengan lembut, Pangeran Kesembilan memegang tangan anak laki-laki itu, menyuntikkan Qi-nya untuk memeriksa tubuh si anak.

Setelah beberapa saat, wajahnya tampak kecewa, dan dia bergumam pelan,

"Hm, tubuhnya memang aneh. Tapi tidak memenuhi kualifikasi untuk belajar bela diri."

Bagi Pangeran Kesembilan, siapa pun yang tidak punya nyali (Tulang Bela Diri) tidak layak dianggap sebagai seorang manusia.

Terutama mereka yang lemah—mereka bahkan tidak dipandang sebagai manusia.

Biasanya, dia akan pergi begitu saja tanpa berpikir dua kali, dan melanjutkan perjalanannya.

Tetapi kali ini tidak.

Dia tidak bisa.

Anak ini… terus-terusan mengusik hatiku. Aneh sekali! Aku belum pernah merasa seperti ini sebelumnya.

Apakah dia pernah begitu terpikat oleh seseorang?

Bahkan wanita tercantik di ibu kota tak pernah mampu membangkitkan satu emosi pun dalam dirinya.

Tapi anak yang sedang tidur ini….

Semakin ia memandang, semakin dadanya berdenyut-denyut. Ia merasakan hasrat aneh untuk terus memandanginya.

Dia ingin menikmati sensasi misterius ini, tetapi ada pekerjaan yang harus dilakukan.

Apa yang harus kulakukan?

Dia tak bisa meninggalkan anak itu di sini begitu saja, karena dia tahu apa yang mengintai di lembah ini.

Dari semua hari… aku meninggalkan istana demi kebebasan sesaat ini.

Hari ini seharusnya menjadi momen kebebasan yang telah lama dinantikannya. Namun, anak laki-laki yang tertidur ini tiba-tiba menjadi jauh lebih penting daripada apa pun.

"Haruskah aku membawanya bersamaku?"

Tetapi kemudian, dia harus melindungi anak itu saat bertarung?

Untuk melindungi seseorang saat bertarung….

Itu adalah sesuatu yang belum pernah dilakukannya seumur hidup.

Seulas senyuman tipis tersungging samar di sudut bibirnya.

"Ini akan menjadi pengalaman baru."

Aneh sekali!

Kenapa dia merasa seolah-olah hidupnya tidak akan membosankan lagi dengan anak ini di sisinya?

"Sepertinya aku tidak akan punya banyak waktu lagi untuk bersenang-senang jika aku melindunginya… hmmh, sayang sekali kalau harus menyia-nyiakan apa yang telah kuperoleh selama ini. Tapi mau bagaimana lagi?"

Sambil terus bergumam pada dirinya sendiri, Pangeran Kesembilan memandangi anak laki-laki itu.

“Bocah… orang dewasa ini harus segera menyelesaikan urusannya, dan kembali bermain. Kau tidurlah saja dengan nyenyak sampai saat itu.”

Dengan hati-hati, dia menggendong anak laki-laki itu dalam pelukannya dan melirik para pengawalnya.

“Kalian tunggulah di sini.”

“Tapi, Yang Mulia—”

Salah satu ksatria coba memprotes.

“Hmmm!”

Pangeran Kesembilan menggeram dengan nada peringatan, memotong perkataan ksatria itu seraya menghujamkan tatapan tajam.

Para ksatria di belakangnya kompak terdiam.

Sambil tetap menggendong anak laki-laki itu dalam pelukannya, Pangeran Kesembilan melangkah lebih jauh ke dalam lembah, meninggalkan kuda dan para anak buahnya.

Sejurus kemudian….

DUAARR!

DUAAARRR!

DUAAAARRRR!

Lembah yang semula sunyi bergetar hebat. Ledakan menggema saat segala sesuatu di sekitarnya mulai runtuh.

“Aaarrrgh!”

“Ughhh!”

Teriakan-teriakan gusar dan pekikan ngeri memenuhi udara.

“Jadi, para penyusup dari Kerajaan Selatan bersembunyi di tempat seperti ini. Pantas saja tidak ada yang bisa menemukannya.”

Perkataan Pangeran Kesembilan mengandung unsur geli, meski diiringi amarah yang mendidih.

Pemimpin pasukan musuh dari Kerajaan Selatan, Song Wuji, sangat marah.

Inilah hari yang telah ditunggu-tunggunya, menyembunyikan dan mempertajam kebenciannya—merencanakan balas dendamnya terhadap si “Dewa Pembantai” yang satu ini.

Manusia terkuat yang masih hidup, yang dipuja sebagai yang terhebat sepanjang masa.

Dan sekarang, semua usaha infiltrasinya hancur menjadi debu.

“LONG ZILING!” Song Wuji berteriak murka.

Namun kemudian, secercah harapan sampai ke telinganya.

“Tenanglah! Aku datang sendirian.”

Mata Song Wuji melebar.

Dia datang sendirian?

Kegilaan macam apa ini? Beraninya dia meremehkan mereka sampai sejauh itu?

“Kau… datang sendirian?”

“Ya. Bukankah ini kesempatan yang tepat untuk kau membalas dendam?”

“Keparat Cantik sialan! Beraninya kau meremehkan kami? Apa kau pikir kau bisa menghadapi kami semua sendirian?”

“Kau akan segera mengetahuinya.”

Song Wuji memperhatikan anak laki-laki yang tertidur dalam pelukan Pangeran Kesembilan.

“Kau bahkan membawa anak kecil? Kupastikan kau menyesali ini!”

GROAAAAAAAAARRRR….

1
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hahahaha...akhir nya cuti dr latihan neraka 😄😄
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
apakah song wubai akan kalah🤣🤣kalo kalah penyiksaan neraka naik level🤣🤣😄😄
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
🤣🤣semua takut dengan kekuatan Long Jue 👍👍
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
long Jue lebih kuat dan lebih kejam🤣🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
Zhang tidak tau yg melatih nya adalah monster 🤣🤣🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hahaha... perubahan yang aneh🤣🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
Thor terimakasih sudah memberikan bacaan yang menarik...jujur update satu hari 2 chapter terasa kurang🤣🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️ : yang penting konsisten ada update perhari nya udh seneng Thor.. terimakasih 🤣🤣👍👍
total 3 replies
ₚᵤₜᵣₐ ₖᵤₘbₐᵣₐ
tuan Adipati yg terhormat.... anda salah usik 😁
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hahaha..akhir nya meminta ampun..dia belum meminta maaf 🤣🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
Jing Lian tau harus mendukung siapa🤣🤣
ₚᵤₜᵣₐ ₖᵤₘbₐᵣₐ: si cilik pemaaf santai lebih ditakuti daripada raja neraka 😄
total 1 replies
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
akhir nya selamat dr pemusnahan massal 🤣🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
siapa lihua🤣🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
Adipati tidak tau siapa yg dia singgung 🤣🤣 monster segala monster 🤣🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hehehehe...mantap Thor siksa mereka🤣🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
hahahaha akhir nya menunjukkan kekuatan... terimakasih Thor sudah memberikan bacaan yang menarik..selalu semangat 👍👍💪💪😄😄
༄ᴳᵃცʳ𝔦εᒪ࿐: Terima kasih juga udah kasih apresiasi ♥️
total 1 replies
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
shoooowwwwtime
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
ayoooo lah Thor bantaaaaaaaiiiiii
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
terlalu santai MC nya Thor 😄🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
mereka tidak tau Long Jue adalah monster tertinggi 🤣🤣
Eko ☠️⃝🖌️M⃤♬⃝❤️
berarti berlaku yg kuat yang berkuasa 😄
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!