NovelToon NovelToon
The power of santri

The power of santri

Status: sedang berlangsung
Genre:Action / Petualangan / Teen
Popularitas:256.2k
Nilai: 4.9
Nama Author: Nurheti

The power of santri sekilas menceritakan perjuangan seorang santri putra bernama Ade firdaus atau biasa di panggil adef. terlahir dari seorang ayah yang pekerjaan nya hanya seorang petani.sedangkan ibunya telah meninggal saat ia masih berusia tiga belas tahun.
rasa syukur adef karena ayahnya sangat mendukung ia untuk bisa belajar di pesantren besar Sehingga ia selalu menggunakan waktunya untuk sungguh sungguh dalam belajar.
Saat sedang semangat mencari ilmu Adef harus menerima kenyataan pahit yang memaksa ia keluar dari pondok.


😊Semoga kisahnya Ada Manfaatnya

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Nurheti, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Momen Memilukan

Siang ini setelah sholat dzuhur ustdaz Haer memintaku untuk mengantarkan satu pacs kitab berjudul Ahlaqulil banat.

"Tolong antarkan kitab ini ke ustadjah Nawa yah." perintah ustadz Haer padaku.

"Na'am ustadz." Jawabku.

"Jangan lama-lama ya, setelah itu langsung balik lagi kesini, tidak boleh bercakap cakap dengan santri putri, awas jika sampai ketauan ustadz kamu bercakap cakap lama dengan santri putri, ustadz botaki rambutmu." Ancam ustadz Haer sambil mengacung-acungkan telunjuknya didepan wajahku.

"Waduh, baik ustadz Adef akan segera balik lagi." Jawabku penuh rasa takut.

Setelah berpamitan pada ustdaz aku meminta dzaki untuk menemaniku mengatarkan kitab-kitab pesanan ustadzah, karena menuju area santri putri cukup jauh aku meminjam sepeda milik salah satu dari ibu dapur.

Aku dan Dzaki mulai berjalan menggunakan sepeda melewati asrama santri putra yang amat panjang, masjid pondok yang begitu menjulang tinggi nan indah, ternyata banyak sekali santri putra, jumlahnya tidak kurang dari delapan ratus murid, bahkan aku tidak hapal betul semua nama nama santri Daruttakwa terkeculi yang satu kelas denganku, satu kamar atau satu jadwal piket denganku.

padahal aku sudah kelas dua dan sebentar lagi akan menjadi mudabir yang mana seorang mudabir tentu harus membimbing santri-santri lain.

perjalanan cukup panjang tak terasa kami sudah mulai memasuki asrama santri putri, tidak kalah dengan santri putra ternyata santri putri asramanya sangat indah dan menjulang tinggi bedanya asrama santri putri terlihat lebih rapih dan bersih.

"Pasti qismul nadofah nya rajin atau jangan jangan galak lagi." Aku mengira-ngira sendiri dalam hati.

Melihat ada santri putra yang berjalan ke lingkungan santri putri aku dan dzaki pun menjadi pusat perhatian mereka, diantara mereka ada yang sedang membaca buku, ada yang sedang duduk mengobrol dan berjalan ke arah maksof , karena rasa malu aku menggoes lebih kencang sepedanya.

"Adef pelan-pelan saja nanti kita jatoh." Teriak Dzaki.

"Tenang saja ki aku sudah ahli mengendarai sepeda dengan kencang." Jawabku menenangkan Dzaki.

"Sebentar lagi sampai tenang saja." Teriaku padanya, aku masih terus menggoes sepeda dengan kencang.

"Alhamdulillah, sudah sampai ki, ayo turun." aku dan Dzaki berhenti didepan maktabah santri putri.

"Assalamu alaikum ustadzah." Aku dan dzaki menghampiri ustadjah yang kebetulan sedang fokus main hape didepan maktabah.

"Wa alaikum salam, ada apaa." Tanya ustadzah itu dengan ramah, aku sempat melirik wajahnya yang glowing tanpa make up itu.

"Anu ustadzah, kami di suruh ustadz Haer untuk mengantarkan ini." Aku memberikan satu pacs kitab yang masih disampul plastik tipis.

"Ohh iyaa itu pesanan ustadzah, syuron ya." Ucap ustadzah itu sambil membuka sampul plastiknya.

"Afwan ustadzah, kami izin pamit kembali ke asrama." Aku meminta izin padanya untuk cepat cepat kembali.

"Naam tafadol, syuron." Ucap ustadzah itu.

Aku dan dzaki pun kembali menaiki sepeda.

"Siap siap Dzak, aku akan menggoes sepeda lebih kencang dari pada tadi." Perintahku pada Dzaki.

"oke siaap." Teriak Dzaki.

Akupun menggoes kencang sepeda, melalui para santri putri yang masih terlihat masih bersantai-santai didepan asrama, akan tetapi sangat malang tiba tiba sepeda yang kami tumpangi berjalan lambat padahal aku menggoesnya dengan cepat.

"Def def berhenti def ban belakangnya kempes." Teriak Dzaki.

"Apaaaah." Aku kaget dan segera turun dari sepeda.

Kulihat bannya memang sudah sangat kempes sehingga tidak bisa untuk dipakai.

"Dzaak kita harus mendorongnya." Bisikku pada Dzaki.

"Iyah Def, aku yang mendorong dan kau yang menuntun." Ucap Dzaki.

Aku dan Dzaki terpaksa berjalan kaki dengan menuntun sepeda melewati para santri putri, padahal perjalanan menuju santri putra masih jauh.

"Permisi mbaa." Ucapku pada sekelompok santri putri yang sedang duduk didepan asramanya.

"Silahkan." Jawab para santri putri itu.

kami terus menuntun sepeda sampai ujung asrama putri, siang ini sungguh memalukan dan memilukan.

"Deef tau gaa tadi ada mba santri cantik yang tersenyum padaku." Ucap Dzaki setelah kami berjalan jauh dari lingkungan santri putri.

"Oh jadii dari tadi kau memperhatikan santri putri." Tanyaku sedikit meledek padanya..

" Tidaaak def. " Jawabnya.

"Terus bagaimana kau bisa tau ada santri putri yang tersenyum padamu." Tanyaku heran.

"Soalnya aku yang mengajaknya senyum heheehe."Jawab Dzaki.

"Ada ada saja kau ini." Ledeku padanya.

Aku dan dzaki terus menuntun sepeda sebentar lagi sampai. Sungguh momen siang hari ini tidak bisa dilupakan suatu saat pasti aku tertawa mengingat hal ini.

Bersambung...........

1
Imran Kalimanjaro
Alur ceritanya dgn latar kehidupan pesantren yg asing bagi yg bukan santri sangat menarik bagi saya untuk dibaca.
Imran Kalimanjaro
update lah thor, sudah saya kasi kopi tuh....
edy Sagai
Lumayan
karyaku
hi kak mendadak menjadi istri ustadz jangan lupa mampir y
Zulfa Haniya
masyaAllah bgt ceritanya bikin saya nyesel knp waktu sekolah gk milih untuk mondok aja
karyaku: hi kak mendadak menjadi istri ustadz jangan lupa mampir y kk
total 1 replies
Agam Khadziq
masih ngambang ceritanya , kurang mengena , dan dari awal belum ada gregetnya
karyaku: hi kk mendadak menjadi istri ustadz jangan lupa mampir y kk
total 1 replies
Fatkhur Kevin
upnya thor
karyaku: hi kak mendadak menjadi istri ustadz jangan lupa mampir y kk
total 1 replies
Fatkhur Kevin
jd sangat terharu thor
Fatkhur Kevin
motor legenda msh ketinggalan
Fatkhur Kevin
motor peninggalan abah ketinggalan def
Fatkhur Kevin
mantul thor
Fatkhur Kevin
andaikan ada artinya sekalian malah bagus thor
Fatkhur Kevin
kok turut berkaca kaca ya mataku
Anis Thambayonk
lanjut dong
Anis Thambayonk
sudah lama gak up thor
Muhammad Mahendra Syaputra
maksud nya
Ahmad Rohim
salut dengan Ceritanya, menyentuh,,,
Ahmad Rohim
salut dengan Ceritanya, menyentuh,,,
Ahmad Rohim
salut dengan Ceritanya, menyentuh
Muhammad Mahendra Syaputra
jd teringat almarhum ayah saya jd baca novel ini,😭😭😭😭
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!