NovelToon NovelToon
Become A Hero On Doomsday

Become A Hero On Doomsday

Status: tamat
Genre:Zombie / Hari Kiamat / Kebangkitan pecundang / Sistem / Chicklit / Tamat
Popularitas:36.7k
Nilai: 5
Nama Author: RAS( BY.AR)

𝙁𝙊𝙇𝙇𝙊𝙒 𝙄𝙂 𝘼𝙐𝙏𝙃𝙊𝙍!!

𝐫𝐚𝐬_𝐛𝐲_𝐚𝐫



Pada akhir zaman yang sudah bobrok, sebuah ledakan jatuh dari langit menyebabkan ledakan besar yang membuat manusia-manusia perlahan-lahan berubah menjadi Zombie.

Lilyana seorang wanita gemuk yang selalu di hina itu di serang Zombie saat pulang dari liburan nya di kampung, dengan pemukul base ball di tangan nya ia membunuh semua Zombie itu namun setelah nya..

Ting!

"𝘛𝘦𝘳𝘥𝘦𝘵𝘦𝘬𝘴𝘪 𝘸𝘢𝘯𝘪𝘵𝘢 𝘬𝘶𝘢𝘵, 𝘓𝘪𝘭𝘪𝘺𝘢𝘯𝘢 𝘢𝘱𝘢𝘬𝘢𝘩 𝘢𝘯𝘥𝘢 𝘪𝘯𝘨𝘪𝘯 𝘮𝘦𝘯𝘦𝘳𝘪𝘮𝘢 𝘴𝘺𝘴𝘵𝘦𝘮 AAA5? "

[𝘠𝘢] [𝘕𝘰]

Dengan kekuatan System terhebat yang mengajari nya menjadi sosok kuat yang baik namun kejam ia melawan dunia yang hampir runtuh dengan bantuan dari para pemegang system lainnya.

________

Bukan Author pro hanya seseorang yang kelebihan imajinasi dan menuangkan nya dalam kalimat kata.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon RAS( BY.AR), isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Become a Hero on Doomsday 3

Ting!

"Tuan bisa membunuh Zombie dengan tangan kosong, selagi Zombie itu bukan Zombie level 5 " -AAA5.

Mata Lily begitu berbinar, ia terlihat sangat senang. Itu berarti dirinya sangat kuat. Tapi tunggu, Zombie level 5 ? Apakah Zombie juga memiliki level?

"Tunggu! Itu berarti zombie juga memiliki level? " Tanya Lily.

"𝘠𝘢 𝘛𝘶𝘢𝘯, 𝘶𝘮𝘶𝘮𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘵𝘪𝘨𝘢 𝘣𝘶𝘭𝘢𝘯 𝘻𝘰𝘮𝘣𝘪𝘦 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘮𝘶𝘵𝘢𝘴𝘪 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘻𝘰𝘮𝘣𝘪𝘦 𝘭𝘦𝘷𝘦𝘭 1 𝘮𝘦𝘯𝘫𝘢𝘥𝘪 𝘻𝘰𝘮𝘣𝘪𝘦 𝘭𝘦𝘷𝘦𝘭 2, 𝘵𝘪𝘨𝘢 𝘣𝘶𝘭𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘬𝘢𝘭𝘪 𝘻𝘰𝘮𝘣𝘪𝘦 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘣𝘦𝘳𝘮𝘶𝘵𝘢𝘴𝘪 𝘥𝘢𝘯 𝘫𝘪𝘬𝘢 𝘻𝘰𝘮𝘣𝘪𝘦 𝘴𝘶𝘥𝘢𝘩 𝘣𝘦𝘳𝘮𝘶𝘵𝘢𝘴𝘪 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 𝘭𝘦𝘷𝘦𝘭 5 𝘮𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘻𝘰𝘮𝘣𝘪𝘦 𝘪𝘵𝘶 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘻𝘰𝘮𝘣𝘪𝘦-𝘻𝘰𝘮𝘣𝘪𝘦 𝘬𝘦𝘤𝘪𝘭 𝘥𝘢𝘳𝘪 𝘭𝘦𝘷𝘦𝘭 1 𝘴𝘢𝘮𝘱𝘢𝘪 2 𝘥𝘢𝘯 𝘵𝘦𝘯𝘵𝘶 𝘻𝘰𝘮𝘣𝘪𝘦 𝘭𝘦𝘷𝘦𝘭 5 𝘱𝘶𝘯 𝘮𝘦𝘮𝘪𝘭𝘪𝘬𝘪 𝘬𝘦𝘬𝘶𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘬𝘩𝘶𝘴𝘶𝘴 𝘥𝘢𝘴𝘢𝘳. " Jelas AAA5.

"𝘛𝘶𝘢𝘯 𝘣𝘪𝘴𝘢 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘶𝘯𝘶𝘩 𝘻𝘰𝘮𝘣𝘪𝘦 𝘪𝘵𝘶 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘵𝘢𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘬𝘰𝘴𝘰𝘯𝘨 𝘴𝘦𝘭𝘢𝘨𝘪 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘭𝘦𝘷𝘦𝘭 5 𝘬𝘢𝘳𝘦𝘯𝘢 𝘭𝘦𝘷𝘦𝘭 5 𝘬𝘦𝘬𝘶𝘢𝘵𝘢𝘯 𝘬𝘩𝘶𝘴𝘶𝘴 𝘯𝘺𝘢 𝘮𝘢𝘴𝘪𝘩 𝘣𝘦𝘳𝘢𝘥𝘢 𝘥𝘪 𝘵𝘢𝘩𝘢𝘱 𝘥𝘢𝘴𝘢𝘳. " Tambah AAA5 lagi membuat Lily mengangguk-angguk mengerti.

Awalnya Lily ingin pergi ke rumah nya di desa untuk menyelamatkan orang tua nya, namun karena Lilly yakin jika zombie saat ini belum sampai ke daerah desa maka Lily pun pergi ke sekolah nya. Ia ingin mengunjungi teman lama satu-satu nya yang dulu baik pada nya.

Saat ini pun Lily tak memakai pakaian nya yang tadi, melainkan ia memakai pakaian indah yang ia dapat kan dari system. Yeah ada sebuah tempat pakaian, kamar, tempat mandi di dalam system tepat nya pintu-pintu yang berjajar itu. Sistem itu sudah seperti sebuah rumah mewah untuk nya.

Lily pergi ke sekolah dengan berlari, bukan berlari di jalanan namun ia berlari dari dahan ke dahan pohon dan dari atap ke atap lainnya. Tubuh nya saat ini terasa sangat ringan seakan ia bisa terbang hanya dengan melompat saja.

"Woah ternyata di sekolah juga sudah banyak zombie... Seram sekali. Tapi di mana Zero ya? "

Lily melihat sekolah nya yang begitu penuh dengan zombie, terlihat benar-benar menakutkan dengan suara rauman zombie di mana-mana membuat bulu kuduk merinding.

"𝘛𝘶𝘢𝘯, 𝘱𝘦𝘮𝘶𝘥𝘢 𝘣𝘦𝘳𝘯𝘢𝘮𝘢 𝘡𝘦𝘳𝘰 𝘏𝘶𝘯𝘵𝘪𝘯𝘨 𝘢𝘥𝘢 𝘥𝘪 𝘭𝘢𝘯𝘵𝘢𝘪 𝘵𝘪𝘨𝘢 𝘭𝘢𝘣𝘰𝘳𝘢𝘵𝘰𝘳𝘪𝘶𝘮 𝘬𝘰𝘮𝘱𝘶𝘵𝘦𝘳." Info AAA5.

Takut nya pun di kesampingkan, ia ingin menolong sahabat nya Zero. Dulu Zero sering membantu nya dari pembully membuat Lily aman, namun karena Zero adalah siswa yang pintar membuat nya harus mengikuti program pertukaran pelajar dan saat itu tak ada yang menjaga Lily membuat Lily sering di bully habis-habisan.

Sebuah sinar kembali bersinar di matanya seperti sebuah pelangi namun hanya sekilas, ntah keajaiban apa rasa takut nya hilang.

"Buat apa takut, sekarang Lily punya AAA5 sama kekuatan super. Lily gak akan kalah! "

Lily tidak masuk dari pintu karena banyak nya zombie, bukan takut tapi karena memang ingin mencari jalur aman saja. Ia masuk lewat rooftop sekolah.

karena memang sekolah mereka terdiri dari tiga lantai jadi jalan tercepat menuju lantai lima adalah lewat rooftop.

Dengan hati-hati Lily menuruni tangga, tempat saan ini begitu kotor akan darah dan mencekam.

"Oh ya AAA5, bagaimana cara Lily mengalahkan Zombie? Lily tidak tahu bagaimana cara mengeluarkan kekuatan nya"

"𝘛𝘶𝘢𝘯 𝘤𝘶𝘬𝘶𝘱 𝘳𝘢𝘴𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘴𝘢𝘫𝘢 𝘦𝘯𝘦𝘳𝘨𝘪 𝘥𝘢𝘭𝘢𝘮 𝘥𝘪𝘳𝘪 𝘛𝘶𝘢𝘯 𝘭𝘢𝘭𝘶 𝘢𝘳𝘢𝘩𝘬𝘢𝘯 𝘱𝘢𝘥𝘢 𝘮𝘶𝘴𝘶𝘩/𝘻𝘰𝘮𝘣𝘪𝘦, 𝘯𝘢𝘯𝘵𝘪 𝘦𝘯𝘦𝘳𝘨𝘪 𝘪𝘵𝘶 𝘢𝘬𝘢𝘯 𝘬𝘦𝘭𝘶𝘢𝘳 𝘥𝘦𝘯𝘨𝘢𝘯 𝘴𝘦𝘯𝘥𝘪𝘳𝘪𝘯𝘺𝘢. "

Lily mengangguk paham, saat hampir sampai di ruang laboratorium Lily cukup bingung karena ruangan nya begitu sepi seharusnya ada zombie beberapa bukan?

Lily menekan knop pintu, namun seperti yang di duga nya pintu itu tidak bisa di buka. Bukan karena di kunci, tapi karena terhalangi benda berat di balik pintu tersebut.

"Ada orang di dalam?" -Lily.

"Zero!? "

Sementara di dalam.

Lima orang siswa tengah bersembunyi dengan takut, terdiri dari dua perempuan dan tiga laki-laki dan salah satu dari tiga laki-laki itu ialah Zero hunting. Laki-laki atau sahabat yang di cari Lily.

"S-siapa itu? " Perempuan berkuncir dua dengan rambut berwarna pink itu melihat arah pintu terdapat suara seorang perempuan di luar sana.

Keempat teman nya yang lain pun melihat ke hal yang sama. Begitupun Zero.

Namun saat mendengar nama nya di sebut, Zero berdiri dan berjalan mendekati pintu.

"Jangan! " Tahan siswa perempuan satu nya lagi berambut kuning.

"Bagaimana jika nanti Zombie masuk? "

"Di luar ada orang! Mungkin di juga ingin meminta bantuan! " -Zero.

"Tapi bagaimana jika nanti banyak zombie yang berdatangan, dan lagi bagaimana jika perempuan itu terinfeksi zombie? " Tanya perempuan itu dengan nada yang memerintah, terdengar angkuh dan sombong.

"Benar ucapan Lina, kita tidak tahu dia di luar seperti apa. Mending kita mencari aman saja." Sahut salah satu laki-laki, dia terlihat membela perempuan bernama Lina itu.

Di luar, Lily bingung. Apakah benar Zero ada di dalam? Kenapa tidak ada sahutan?

"𝘈𝘱𝘢 𝘓𝘪𝘭𝘺 𝘴𝘦𝘣𝘶𝘵𝘪𝘯 𝘯𝘢𝘮𝘢 𝘓𝘪𝘭𝘺 𝘢𝘫𝘢 𝘺𝘢, 𝘴𝘪𝘢𝘱𝘢 𝘵𝘢𝘩𝘶 𝘦𝘮𝘢𝘯𝘨 𝘣𝘦𝘯𝘦𝘳 𝘢𝘥𝘢 𝘡𝘦𝘳𝘰. " Batin Lily.

"Zero, ini Lily! "

Di dalam Zero tertegun, mendengar suara itu. Benarkah itu Lily?

Dengan cepat tanpa mendengar kan ucapan kedua teman nya yang melarang itu ia menyingkirkan barang-barang yang ada di depan pintu.

"ZERO APA YANG KAU LAKUKAN!?"

Lina berteriak marah melihat Zero ingin membuka pintu begitupun dengan Daoran laki-laki yang membela Lina tadi.

"Lo apa-apa hah?! Lo mau zombie-zombie masuk ke sini?! " Daoran mengahalang Zero yang tengah memindahkan barang-barang.

"Temen gue ada di luar, jangan ganggu gue! " Balas Zero.

Daoran murka dan ia ingin menghajar Zero, namun satu lagi teman Zero bernama Luqi membantu dan menahan Daoran yang ingin memukul Zero.

"ZERO, LO MAU NOLONGIN SI GENDUT ITU HAH?! " Lina berteriak dengan sangat marah.

Barang-barang sudah di pindahkan dan pintu itu kemudian di buka. Zero terperangah melihat seorang gadis cantik di depan nya.

"Lo siapa? " Zero tak percaya jika di hadapan nya adalah Lily.

Lily mengerutkan kening nya, namun sedetik kemudian ia sadar. Ia kan sekarang telah langsung, cantik. Zero pasti tidak mengenali nya.

"Ini aku Lily, masa kamu gak kenal? " Tanya Lily.

Zero terdiam, suara gadis di hadapan nya memang terdengar suara Lily. Tapi rupa dan perawakan nya sangat berbeda jauh.

"Kamu pasti bingung kan? Nanti aku jelasin, yang jelas aku bener-bener Lily! " Ucap Lily.

Zero terdiam lalu menatap Lily yang juga menatap nya.

DEGH!

Rasanya jantung nya ingin melompat dan hinggap pada gadis di hadapan nya. Zero berusaha untuk percaya, mungkin benar ini Lily, mungkin Lily sudah diet dan berubah menjadi cantik.

"Kamu benar-benar Lily? " Tanya Zero dan Lily mengangguk.

GREB!

Zero memeluk tubuh itu, rasanya rindu saja dengan teman lama nya. Namun hal yang di rasakan nya sekarang adalah jantung nya yang berdebar saat memeluk nya.

Lily balas memeluk, rasanya senang sekali bisa bertemu dengan Zero lagi.

"CEWEK GENDUT ITU CUMA BISA NYUSAHIN ZERO, MENDING LO USIR DIA!! " Teriak Daoran menggema membuat Zero melepaskan pelukan nya dan menoleh.

Dan secara tidak langsung tubuh Lily yang tadi nya terhalangi tubuh Zero pun terlihat, membuat mereka terdiam akan sosok gadis cantik bak dewi.

Mereka terpesona, seakan melihat air di gurun pasir dan seakan mendapatkan pertolongan di saat krisis ini.

Begitupun Daoran, laki-laki itu kini terdiam memandang Lily dengan takjub.

GROAR!!

1
Khoerun Nisa
knp ada tulisan tamat sih
Owner MBG, Amiin: Soalnya waktu itu sepi pembaca/hampir gak ada ☺️
total 1 replies
Khoerun Nisa
iya sama otak ku juga blenk klu liat uang banyak
Owner MBG, Amiin: Hahahaha 🤣
total 1 replies
Khoerun Nisa
tp gak ada mirip2nya sama sekali SM si agus
Yhiin Biga
kak gak di lanjut ya?
Owner MBG, Amiin: Huhuhu.... Iya 😭
total 3 replies
Memyr 67
𝗌𝖾𝗉𝖾𝗋𝗍𝗂𝗇𝗒𝖺 𝗈𝗍𝗁𝗈𝗋 𝗉𝖾𝗇𝗒𝗎𝗄𝖺 𝖿𝗂𝗅𝗆 𝗎𝗍𝖺𝗋𝗋𝖺𝗇. 𝗌𝖾𝗅𝖺𝗅𝗎 𝖺𝖽𝖺 𝗍𝖺𝗉𝖺𝗌𝗒𝖺 𝖽𝗂 𝗇𝗈𝗏𝖾𝗅𝗇𝗒𝖺.
Owner MBG, Amiin: Pengalaman aja, pernah suka pada masanya
total 1 replies
Memyr 67
𝖼𝖾𝗋𝗂𝗍𝖺𝗇𝗒𝖺 𝗌𝖾𝗆𝖺𝗄𝗂𝗇 𝗆𝖾𝗇𝖺𝗋𝗂𝗄
Memyr 67
𝖻𝖺𝗀𝗎𝗌 𝖺𝗄𝗎 𝗌𝗎𝗄𝖺, 𝗆𝖺𝗇𝗎𝗌𝗂𝖺 𝗆𝖺𝗇𝗎𝗌𝗂𝖺 𝗆𝗈𝖽𝖾𝗅 𝗅𝗂𝗇𝖺, 𝗅𝖺𝗇𝗀𝗌𝗎𝗇𝗀 𝗄𝖾𝗇𝖺 𝗄𝖺𝗋𝗆𝖺
Memyr 67
𝗁𝖺𝖽𝗂𝗋 𝗍𝗁𝗈𝗋
Owner MBG, Amiin: Syap makasih
total 1 replies
Reesham Sham
Lanjutin karya
Windy Hapsarini
ceritanya bagus Thor, sayangnya menggantung.. jadi penasaran dehhh
Cindy
Seruuuuu Bangeeeeeet👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍👍
fathian
lanjut thor
gak ada otak 😐😑
thor gue tuh suka heran sama lu kok lu gak lanjutin karya" yg lu bkn sih padahal bagus" loh entah novel atau cs
Kadek ayu Sintia pebrianti
kok gk dilanjutin ceritanya???
Raramhrdz00
lanjut thor/Smile/semangat nya
🌼ᴡʜɪᴛᴇ flower🌼
sad🤧🤧🤧😭
Triiyyaazz Ajuach
whoaa jadi pasangan kah mereka akhirnya Xavier dan Lily
🌼ᴡʜɪᴛᴇ flower🌼
thor.. gkda lnjtn???
Owner MBG, Amiin
No Coment
NoviTa jungkook
Mampir thor
Owner MBG, Amiin: Wah... makasuh Author NTJ ^^
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!