NovelToon NovelToon
KEKUATAN CINTA

KEKUATAN CINTA

Status: tamat
Genre:Romantis / Teen / Komedi / Tamat
Popularitas:334.8k
Nilai: 4.8
Nama Author: Tri Ani

Seorang gadis SMA yang tomboy, pecicilan, badung, di pertemukan dengan cowok yang mampu merubah hidupnya.

Berkat kekuatan cinta Al, Aldevaro kakak dari sahabatnya dan sahabat dari kakaknya, dia menjadi pribadi yang sedikit bertanggung jawab.

Bagaimanakah perjuangan Al untuk membuat pujaan hatinya mencintainya dan menjadi anak manis?

"Aku membencimu!" teriak Ajeng.

"Tapi aku mencintaimu!" ucap Al dengan tenangnya.

"Berhenti membuatku jadi tahananmu, kau benar-benar membuatku muak!"

"Aku akan tetap memahami, sampai hatimu kau berikan untukku!"

"Cehhh ....., aku pergi dan jangan ikuti aku lagi!" ucap Ajeng lalu meraih tasnya menjauh dari pria yang menurutnya begitu menyebalkan itu.

"Aku tidak akan menyerah ....!" ucap Al saat Ajeng sudah tak terlihat lagi. Cintanya dan pengorbanannya tidak akan sia-sia, Gadis yang di cintai ya sejak ia SMA, membuatnya lupa siapa dirinya dan menjadi orang yang bisa dekat dengannya.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Tri Ani, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Mama Renna

    ** POV Dika**

Kami memecah keheningan sore itu, entah sejak kapan kami jadi

saling canggung, aku ngerasa dia begitu berbeda tak seperti biasanya, dia lebih

banyak diam dan tak cerewet seperti biasanya

“jika kamu ketemu sama abang aku, bagaimana jika kamu jatuh cinta?”

Entah kenapa itu yang pertama aku tanyakan, abangku sangat keren,

memang tak seharusnya aku cemburu pada abang ku, aku sebenarnya tak peduli jika

itu bukan Ajeng,  dengan orang lain atau

gadis lain, teman ku yang lain

“Hah pertanyaan macam apa itu, ketemu aja belum kenapa udah

ngomongin cinta” protes Ajeng.

“ya siapa tahu aja kamu bakal jatuh cinta sama dia”

“bagus dong”

‘kenapa?”

“karena aku bakalan jadi kakak ipar kamu ...”

Itu yang tidak aku mau, aku tahu sebenarnya dia tahu jika aku sudah

menyukainya sejak kelas satu, tapi entahlah aku juga tak punya nyali untuk

menyatakannya, aku terlalu takut jika sikapnya akan berubah padaku

‘sudah lupakan saja ...., aku tidak akan membiarkannya”

“Hah ...., nih anak kenapa sih, ngomongnya berat banget,” gumam

Ajeng, tapi tetap saja aku masih bisa mendengarkannya

‘kita sudah sampai ....”

“Wah....,  bener kata

temen-temen, rumah Dika benar-benar bagus, ini kayak istana, halaman yang luas,

dengan penjaga di depan, rumah yang tinggi besar, ini mah kalau di kampung

rumah sepuluh keluarga di jadiin satu masih besaran ini, rumahnya kak Anwar

nggak ada apa-apanya nih kalau di bandingin ini”

“jangan terlalu mengagumi ....”

“bagaimana tidak ....., ini luar biasa ....”

Aku taruh helm kami di atas motor yang sengaja ku parkir di depan

rumah supaya mudah nanti mengambilnya lagi

“kamu kenapa bengong di situ ?” tapi entah kenapa Ajeng malah

terlihat bengong, ada keraguan di dalam dirinya, ku genggam tangannya

“rumah kamu besar banget ...., kita nggak usah jadi ya ... aku

benar –benar  takut masuk rumah ini, aku

seperti cacing di dalam conberan dan ini, aku benar-benar merasa kecil”

“kenapa? Kita sudah di sini”

“aku takut Dik ...” dia  melepaskan tangan ku,

“jangan takut ...., aku di sini ...”aku pun  menarik tangannya yang sudah berkeringat dingin,

rasanya sangat bergetar, dia benar-benar merasa tidak nyaman

“ayo masuk ...” aku membuka pintu utama tanpa mengetuk pintu, ini

rumahku ...., pintu yang menjulang tinggi dengan ukiran yang indah

“ma ...., pa ....., aku pulang ...”

“Dik ...., kamu sama siapa nak ...?” seorang wanita cantik

mendekati kami,  dia ibuku, wanita itu

begitu cantik dan modis, aku begitu menyayanginya

“kenalin ma ..., ini Ajeng, temennya dika”

“Ajeng ...., seneng lo Dika mau ngajak temennya ke sini”

“makasih tante ....”

“Aku Renna, panggil saja tante Renna”

“iya tante”

Itulah ibuku, kenapa aku sayang banget sama ibuku karena orangnya

hangat dan mudah akrab, status bukan hal utama untuk menjadikan seseorang

pantas atau tidak pantas, tapi kebaikan hati ....,

kami mengobrol santai hingga aku hampir melupakan apa tujuanku membawa

Ajeng kemari

“papa kemana ma?” tanyaku pada mama, karena semenjak tadi tak

melihat papa

“papa sedang ke Malang sayang, ada yang harus di selesaikan di

sana”

“lalu ..., bang Al?”

“kakak kamu bentar lagi pulang, tadi  bilangnya mau ke toko depan sebentar, tuh

mobilnya ...” terdengar suara mobil berhenti di halaman depan

Dan tak lama setelahnya, seseorang masuk melalui pintu yang sama

yang aku masuki tadi, dia adalah bang Rendi

“malam ma ....” sapa seseorang itu, seseorang yang bisa mengalihkan

pandangan Ajeng,

pria dengan kemeja putih yang di masukkan begitu rapi dan pas di

badannya, menunjukkan dada  bidangnya,

begitu tampan hingga membuat mata Ajeng  enggan untuk beralih

“malam sayang ....” mama menjawab sapaannya, dia mencium kedua pipi

mamanya,

“hhgggemmm ....” Ajeng tertegun memperhatikan abang ku, aku hanya bisa berdehem untuk mengalihkan perhatian Ajeng

“tutup tuh mulut ..., lalernya bisa masuk ntar ...” aku begitu jengkel, sangat

jengkel kenapa harus dengan abang ku

, siapa yang nggak jatuh cinta, dia cowok yang begitu tampan dan

berkarisma, di lihat dari caranya berjalan saja, sudah membuat hati wanita meleleh

sempurna

“bang ....”

“ya .....”

“ini ajeng yang aku bilang tadi sore bang ...”

“hai ajeng ...” abang menoleh pada ajeng, menatap menatapnya dengan tatapan yang sama seperti biasanya

“hai bang ....”

“tapi maaf ya nggak bisa hari ini, besok aja datang ke minimarket

deket kota ya....”

“iya bang ...”

“aku permisi dulu ....”

bang Al langsung masuk ke dalam kamarnya, itu memang kebiasaannya, entah apa yang membuatnya ingin buru-buru masuk ke dalam kamarnya, mungkin aku bisa menanyakannya nanti

“ya udah aku anter kamu pulang ya , udah malem ...”

“kok cepet banget sih ..., mama masih betah lo ngobrol sama Ajeng”

“maaf tante, soalnya gerbang kos di tutup kalau sudah jam 10...”

“oh ...., gitu ya ...., ya udah ..., tapi sering-sering main ke

sini ya ...”

“iya tante ..., aku pamit” Ajeng  mencium  punggung tangan mamaku, ia memang begitu sopan, walaupun kadang

tingkahnya begitu barbar, ia suka sekali bikin ulah di sekolah, itu lah yang

membuatku begitu mencintainya

Kami meninggalkan rumah, aku mengantar Ajeng pulang ke kosnya

“kita mampir dulu beli nasi goreng ya ...” tanyaku padanya saat

sampai di dekat pedagang nasi goreng di pinggir jalan

“asal di traktir aja ...., aku mah mau mau aja ....” Ajeng

menampilkan senyum renyahnya, itu juga salah satu lagi kenyataan yang bikin

banyak anak laki-laki di sekolahku mengejar cintanya, tapi entah pria seperti

apa yang dia cari, tak satu pun berhasil mengambil hatinya

Kami masuk ke salah satu lapak nasi goreng di pinggir jalan, kami

mengambil tempat yang hanya beralaskan tikar dan meja kecil sebagai tempat

menaruh makanan

“kau ternyata begitu kaya ya ..., aku jadi minder berteman sama

kamu ...”

Itu yang selama ini aku takutkan jika dia mengetahui siapa aku,

mungkin sebagian temanku akan memanfaatkannya, tapi aku tahu itu tidak berlaku

bagi Ajeng.

Itulah alasan kenapa selama ini aku tidak pernah membawanya ke

rumahku,

“kau jangan berpikir macam-macam, keluargaku buka orang yang suka

membedakan karena status sosial, santai aja ....”

“lalu ...., abang kamu ...?”

Itulah yang aku takutkan lagi..., semua temanku akan lebih memberi

perhatian pada abang ku setelah melihat abang ku, aku keren ....., tapi abang ku

lebih keren ...., dia juga sudah punya usaha sendiri walau Cuma usaha

percetakan, tapi setidaknya dia sudah bisa menghasilkan uang sendiri, tidak

sepertiku

“jangan pikirkan abang ku ..., dia orangnya memang sedikit dingin

...., dan kaku ...., tapi kalau sudah kenal dia orangnya enak di ajak bicara

kok ...”

Aku harus mengatakannya agar Ajeng lebih nyaman, ia besok harus

menemui abang ku untuk mengerjakan tugasnya

“besok....., bisakah kau menemuinya sendirinya?” sebenarnya berat

mengatakan ini, tapi ini terpaksa aku harus mengikuti pertandingan basket antar

sekolah sepulang sekolah

“sendiri ...?”

“iya ...., tidak papa kan ...., soalnya aku harus ....”

“iya tidak pa pa ...., tidak usah khawatirkan aku .....” dia

tersenyum meyakinkan aku, aku tahu ada keraguan di dalam dirinya

“ayo pulang udah malam ....” aku segera memberikan uang pada

penjual nasi goreng

Kami kembali melanjutkan perjalanan, hingga sampai pada bangunan

yang tak jauh dari sekolah kami, bangunan itu adalah tempat kos Ajeng

“astaga ......, gerbangnya tertutup”

“maafkan aku ya ..., ini pasti gara-gara kita kehabisan bensin tadi

...”

“iya ..., nggak masalah ..., ini sudah biasa ....”

“maksud kamu .....?”

“aku akan memanjat pagar ...”

Dan benar saja gadis itu benar-benar memanjat pagar ...., dia

benar-benar barbar, tapi aku suka, hingga tak butuh waktu lama, Ajeng sudah

berada di balik gerbang yang tertutup rapat itu

“makasih ya untuk hari ini ...., pulanglah ...”

Ia berlari masuk tanpa menunggu jawabanku, aku berharap suatu saat

bisa mengungkapkannya dan bisa mengucapkan kata

“aku mencintaimu”

Setiap kali dan setiap waktu, saat bertemu atau saat berpisah.

Bersambung

*

*

*

*

*

 jangan lupa kasih dukungan sama author ya dengan memberikan like dan komentarnya ya

kasih vote juga

1
Mbs Madu Gomilk
tega autornya, kirain ada yang donorin jantungnya ke mas al.

ehh tunggu dicerita ajeng yg nikah kok nggak muncul mbak diah ya.
Nuris Wahyuni
terima kasih kak tri bikin kita keluar air mata dg sendirinya endingnya kok bikin nyesek 😌😌KSH bonus2 dong kak tri biar 👍👍Dika sama Rita apa sama kakak ipar
Sri Wahyuni
endingnya bikin kita mewek dan geregetan, kenapa ending ngegantung gitu thor? ayolah thor terusin! aq mau yg happy gitu lho,biar ada senyuman di wajahku.
Kasi Ani
modus tu bang Al
Kasi Ani
jadi keingat jama sekolah, sama guru kileeerr
🍒나는 천사🍒
ini gmn??
banyu mata g mau berenti othornya tiba"END
ku menangiiiiss😢😭
Adelia ZahrotusShifa
terus semangat berkarya thoooor
Ela Maelawaty
bacanya serasa sambil ngiris bawang😭😭
Risya
walaupun bacanya udah 2x tp tetap aja meeeeewwweeekkkk 😭😭😭😭😭😭😭😭😭😭
Ilham Risa: Hai kak, mampir juga yuk kak ke novel aku "ketika suami ku mendua" makasih kak🙏
total 1 replies
@§¢Stie
emang kak Tri ada akun baru,?
Tri ani: akun lama kak, langsung ketik judul aja, " Menikahi ustad tampan" nanti langsung ketemu
total 1 replies
Reisa Adi Widya
aduh...bang al..air mata ini t bisa berhenti kak tri
Entin Fatkurina
sudah hadir di sana
Purnama Sari
oce
Tri ani: sampai ketemu di sana
total 1 replies
Miscia.
.
Vina
malam malam.Baca bab ini sambil nangis bombay
Vina
nangis.q.thor
Vina
jadi pengen cepet pulkam q thor
Vina
biiiyuuuhh kata kata bang al swet ooyyy...meleleh q
Vina
maksudnya al tuh menjadikan kamu istrnya jeng
Vina
habis dr si kakaknya...sekarang mampir di adeknya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!