NovelToon NovelToon
Adik Iparku Kekasihku

Adik Iparku Kekasihku

Status: tamat
Genre:Cintapertama / Selingkuh / Angst / Menikah dengan Musuhku / Tamat
Popularitas:357k
Nilai: 5
Nama Author: Weny Hida

"Mungkin inilah takdirku, aku harus bisa tersenyum meskipun aku bukan pemeran utama dalam sebuah kisah yang berjudul bahagia."

Shanon yang baru saja menikah dengan Ethan merasa sedikit terganggu dengan kehadiran Arsen, adik Ethan yang baru saja pulang dari luar negeri. Sikap Arsen yang menyebalkan membuat dia merasa kurang nyaman berada di dekat adik iparnya itu.
Namun, pada suatu hari tiba-tiba Arsen mengatakan kalau dia sebenarnya menyukai Shanon, awalnya Shanon menjauhi Arsen, tapi sikap Ethan yang semakin dingin akhirnya membuat Shanon menjadi dekat dengan Arsen, dan menjalin hubungan dengannya.
Sikap Ethan yang berubah membuat Shanon curiga, hingga akhirnya menemukan sebuah fakta jika ada masa lalu yang buruk diantara keluarga mereka. Dan, masa lalu Itulah yang membawa Shanon pada sebuah nama pada cinta pertamanya. Lalu, sebenarnya apa motif Ethan menikahi Shanon, dan siapa sebenarnya laki-laki yang menjadi cinta pertamanya?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Weny Hida, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Sakit Karenamu

Setelah aku menyadari kebodohanku, aku bergegas masuk ke dalam kamarku sambil menyesali kecerobohanku. Seharusnya aku sadar, sekarang di rumah ini ada laki-laki lain yang tinggal bersama kami, dan aku tidak bisa bersikap bebas seperti biasa sebelum adik iparku itu pulang. Tapi, ah sudah terlambat, hal yang memalukan itu sudah terjadi, dan aku hanya bisa berharap agar aku bisa lebih berhati-hati dan tidak mengulangi kesalahan yang sama.

Aku tak langsung mengganti pakaianku, tapi lebih dulu memilih untuk mandi, setidaknya itu bisa membuat tubuhku jauh lebih segar ditengah kacaunya perasaanku saat ini.

***

Satu Bulan Kemudian...

Sudah satu bulan lamanya, Arsen pulang ke rumah ini, namun hubungan kami tetap sama, tidak terlalu akrab. Aku memang sengaja membatasi interaksiku dengannya, menurutku itu jauh lebih baik, dibandingkan aku harus merasakan semua sikap anehnya. Aku pun sudah mengatakan pada Mas Ethan jika dia merasa sedikit terganggu dengan suara kami saat bercinta, jadi sejak saat itu Mas Ethan memang sengaja memasang peredam suara di kamar kami. Ya, agar aku tidak mendengar protes lagi dari adik iparku saat mendengar kami bercinta.

Lagipula Arsen juga begitu pendiam dan cuek padaku. Sejak kejadian pagi itu yang begitu memalukan, aku tidak pernah ngobrol berdua dengannya, kecuali saat ada Mas Ethan bersama kami. Sebenarnya ada atau tidak Arsen di rumah ini, rasanya sama saja karena dia lebih suka mengurung diri di kamar, mungkin sibuk dengan pekerjaannya yang tak bisa lepas dari komputernya. Dan aku yakin, pasti laki-laki seperti dia belum memiliki pacar, meskipun wajahnya boleh dibilang sangat tampan, serta tubuhnya boleh dibilang begitu proporsional, tapi aku yakin pasti tidak ada wanita yang mau hidup dengan lelaki sedingin dirinya.

Lamunanku pun buyar saat tiba-tiba aku mendengar suara pintu yang diketuk. Lagi-lagi aku harus menyadari jika saat ini aku sedang memikirkan adik iparku, ah anggap saja pikiran ini datang karena rasa kesalku yang belum juga hilang saat pertemuan pertama kami, dan semua sikap anehnya yang membuatku tidak nyaman. Aku yang sedang duduk di balkon kamar lalu berjalan menuju ke arah pintu, dan ketika aku membuka pintu kamar itu, tampak pembantuku sudah berdiri di depanku dengan raut wajah yang begitu cemas.

"Bi Ijah, kenapa Bi?"

"Nyonya, saya mau ijin selama beberapa hari, Nyah."

"Memangnya ada apa Bi? Kenapa bibi keliatan panik kaya gini?"

"Barusan saya dapet telepon dari teman anak saya Nyah kalo anak saya kecelakaan, sekarang dia udah dibawa ke rumah sakit sama temen-temennya. Saya ijin beberapa hari Nyah buat rawat anak saya di rumah sakit, boleh kan Nyah?"

"Oh iya Bi gapapa, Bi Ijah rawat anak bibi aja dulu."

"Terima kasih banyak, Nyah. Saya permisi dulu."

"Tunggu Bi!"

Aku kemudian mengambil beberapa lembar uang kertas berwarna merah lalu kuberikan pada Bi Ijah. "Apa ini Nyonya?"

"Ambil aja Bi, pasti bermanfaat."

"Ga usah Nyah."

"Gapapa, ambil aja. Buruan ke rumah sakit Bi, anak bibi pasti butuh bibi."

Bi Ijah terlihat menghembuskan nafasnya, lalu kembali mengucapkan terima kasih. Tapi saat dia baru saja melangkahkan kakinya, tiba-tiba dia membalikkan tubuhnya kembali.

"Ada apa Bi?"

"Ini Nyah, Tuan Arsen sakit. Tadi Tuan Arsen minta dibikinin bubur, tapi saya belum sempet bikin. Tolong nanti dipesankan bubur saja ya Nyah."

Mendengar perkataan Bi Ijah, terpaksa aku pun menganggukan kepalaku. Meskipun rasanya begitu enggan, tapi mau tidak mau aku sepertinya harus membantu adik iparku yang sedang sakit. Awalnya aku berniat membeli bubur dengan memesannya secara online. Tapi setelah kupikir kembali, lebih baik aku membuat bubur itu saja, untuk stok sampe nanti sore kalau Arsen lapar. Setelah berkutat di dapur selama setengah jam, akhirnya aku pun selesai memasak bubur untuk Arsen.

Aku mengambil semangkuk bubur, lalu membawanya ke kamar Arsen. Saat aku sampai di depan kamar itu, langkahku tertahan sejenak. Entah mengapa, rasanya aku begitu enggan memasuki kamar itu dan bertemu dengan adik iparku. Namun, rasa itu kubuang jauh-jauh, bagaimanapun juga Arsen adalah adik dari suamiku, dan aku harus membantunya saat dia sedang sakit seperti ini.

Perlahan kubuka pintu kamar itu, dan melihat Arsen yang saat ini tidur di atas ranjangnya. Aku mendekat ke arahnya, dan melihat matanya yang tertutup disertai wajah yang terlihat pucat, kupikir saat ini dia sedang tidur, jadi aku hanya meletakkan mangkuk bubur itu di atas nakas yang ada di samping ranjangnya. Namun, saat aku akan melangkahkan kakiku, tiba-tiba terdengar suara beratnya.

"Mau kemana, Sha?"

Spontan aku membalikkan tubuhku, dan melihat dia yang saat ini tampak sudah membuka matanya sambil menatapku dengan tatapan datarnya. Tatapan yang sangat sulit diartikan sejak pertama kali bertemu. Dan satu lagi, sebenarnya yang membuatku merasa kurang nyaman saat ada di sampingnya, yaitu dia selalu memanggilku dengan namaku saja. Ya, meskipun aku seumuran dengannya, bukankah tidak sepantasnya dia memanggil namaku tanpa embel-embel apapun? Bukannya aku minta dihormati secara berlebih, tapi bagaimanapun juga aku adalah kakak iparnya.

"Kamu mau kemana, Sha?"

"Maaf, kupikir kau tidur. Aku cuma mau anter bubur itu buat kamu, dimakan ya."

Arsen kemudian melirik bubur yang ada di atas nakas sambil tersenyum kecut. "Aku lagi lemes, tolong suapi aku!" perintahnya begitu saja yang membuatku tertegun, dan terdiam sesaat.

"Kenapa diem? Apa aku salah minta suapin kamu? Kamu kakak aku kan? Biasanya kalo aku sakit, mama juga suapin aku. Setau aku bukankah peran kakak juga menggantikan orang tua yang sudah meninggal kan?"

Lagi-lagi aku harus tertegun mendengar ucapannya. Entahlah, bagiku dia sangat menyebalkan. Tapi aku selalu tidak bisa berkutik setiap mendengar perkataannya. Kata-katanya seolah begitu mematikan pergerakanku. Akhirnya, aku pun melangkahkan kakiku mendekat ke arahnya, lalu duduk di tepi ranjangnya, dan menyuapkan bubur untuknya.

"Kamu sakit kenapa? Kecapeen kerja?" tanyaku untuk memecah keheningan diantara kami berdua.

"Aku sakit gara-gara kamu, Sha. Kamu yang udah bikin aku gini."

Deg

1
Rita Juwita
seruuu thor... /Good/
Alan Banghadi
Itulah akibatnya Ethan kalo kamu bermain api maka kamu akan terbakar dengan sendirinya😔
Alan Banghadi
Astaga Ethan benar2 iblis berdarah dingin😡😡😡
Alan Banghadi
itu pasti selingkuhan Ethan deh
Alan Banghadi
Astaga 😱ternyata Ethan benar2 jahat papa kandung Arsen ada padanya dan belum mati
Alan Banghadi
Astaga 😱apakah Ethan sifat begitu buruk ya
Alan Banghadi
Arsen miris banget kisah cintanya sama Shanon😭😭😭
Alan Banghadi
Ternyata Zhanon benar2 lupa sama Arsen karena amnesia
Alan Banghadi
Kayaknya Ethan ini punya s lingkuhan deh
Hasrie Bakrie
Mampir
Nami chan
ih dalem banget /Sob/ kisah cinta sejati
tentang ketulusan, kesabaran, keikhlasan, kebesaran hati.

makasih tor udh bikin hatiku sakit tanpa harus jatuh cinta huwaaaa

semangat berkarya kak tor, sehat syelalu 🙆🏻‍♀️
Nami chan
ternyata kita ga diundang guys /Sob/ otor ga bagi undangan
Nami chan
kan kaan bener diculik
Nami chan
bukannya arsen tau ya
Nami chan
chelsea ini kayanya mah
Nami chan
ooo chelsea ya? diculik?
Nami chan
mama nya ya?
Nami chan
kamar tamunya dikunci ga, tkt ethan masuk ke kamar tamu tp malah kosong. kok aku yg deg2an /Facepalm/
Nami chan
ini siapa lg 😖
Nami chan
ngaca njerrr
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!