"Kalau kau ingin aku tidak mengenali mu di kampus. Oke!! Itu tidak masalah bagi ku. Tapi kalau nikah dan pakai kontrak kontrakan seperti di novel-novel! I say NO! Aku tidak akan bersedia!! Dan kalau pun kau ingin menyembunyikan ini dari semua orang maka aku punya satu syarat yang harus kau penuhi.” Sebut Saka.
"Aku tidak sedang melakukan negosiasi saat ini tuan Gyan Assaka Hardata." Jawab Bia malas.
"Kalau begitu sayang sekali. Karena begitu sampai dikampus aku akan langsung mengumumkan pernikahan kita ke semua orang.." Ujar Saka dengan enteng nya.
Bia menghela nafas panjang dan melihat malas pada Saka. " Baik. Aku setuju. Tapi aku tidak mau ada siapapun yang tahu tentang pernikahan kita selain keluarga kita dan orang yang datang ke nikahan kita kemarin.."
“cepat katakan!” sambung Bia.
"Aku ingin kau melayani k-u... "
"Apa!!!" sela Bia, langsung memotong ucapan Saka.
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Kak UPe, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
#3
“Aku akan bicara dengan Dennis!!” berang Ansel begitu mendengar kabar dari sang istri kalau Bia, putri angkat nya dan Lea, ingin membatalkan pernikahannya dengan Saka, notabene adalah keponakan kontan nya Dennis sendiri.
“Aku tidak percaya kalau semua ini adalah ide nya Bia! Aku tidak percaya kalau Bia lah yang ingin membatalkan pernikahannya dengan Saka. Aku yakin ini pasti akal-akalan nya Saka agar dia bisa menikah dengan pacar nya yang bernama SOVIA itu. Aku harus mengatakan ini pada Dennis! Ini tidak bisa di biarkan! Kenapa Dennis hanya diam saat putra nya mulai gila seperti ini!” cerocos Ansel sepanjang rel kereta api dari jogja ke Bandung plus dengan pasoka ln emosi yang tak terhingga banyak nya.
“Sayang kau tenang dulu! Kalau kau tidak tenang bagaimana cara nya kau akan menyelesaikan masalah ini.” bujuk Lea pada suami nya sambil mengelus lembut dada Ansel yang naik turun karena emosi yang belum terluapkan dengan sempurna.
“Baru satu bulan ini kita tidak ada di Jakarta dan semua nya sudah kacau balau seperti ini Lea!!” lagi-lagi Ansel ngamuk.
“Kalau memang sedari awal Saka tidak menerima pertunangan ini, maka aku akan mencarikan pria lain untuk Bia. Tapi ini,.. satu bulan lagi mereka akan menikah dan bocah tengik itu seenak nya membubarkan hal ini begitu saja. Memang nya dia tidak memikirkan Bia!! Apa yang orang - orang aka pikirkan soal Bia!!!!!!” sentak Ansel masih dalam mode esmosi yang tidak terkatakan.
Lea menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan nya pelan.” Apa dikiranya aku tidak esmosi? Dia yang tidak ada hubungan darah dengan Bia saja semarah itu, apalagi diri ku? Yang jelas-jelas ada hubungan darah dengan Bia.” Sungut Lea pelan.
Cristal Bianca memang bukan lah putri kandung Ansel dan Lea.
Dia adalah anak dari saudari Lea yang telah meninggal yang akhir nya di adopsi oleh Ansel dan Lea menjadi putri mereka.(baca buku kak Upe dengan judu the secret of Lea untuk lebih mengenal keluarga Bia)
Tapi walaupun Bia bukan putri kandung mereka, Ansel dan Lea sangat menyayangi Bia.
Bahkan setelah Ansel dan Lea memiliki seorang putri yang bernama Scarlet Damia Hardata, cinta Ansel dan Lea pada Bia sama sekali tidak memudar.
Mereka berempat hidup dengan akur dan penuh cinta.
Hubungan Bia dan Mia juga tidak ada beza nya dengan hubungan kakak adik kandung di luaran sana. Saling menyayangi dan saling melindungi begitu Bia dan Mia selama ini.
“Demi apapun Lea... ! Lekas kau telpon Dennis sebab kalau tidak maka aku sendiri yang akan terbang ke Jakarta saat ini juga!” Ujar Ansel dengan nafas yang memburu.
Lea yang tidak ingin suami nya terus-terusan esmosi, akhirnya menelpon adik ipar nya yang ada di Jakarta, Dennis Hartada.
Lea mengambil handphone nya dan menelpon ke mansion milik Dennis Hardata.
*
*
*
*
*
*
Di kediaman Dennis Hardata di Jakarta.
"Sayang, ada telpon dari Lea di bawah. Kau ingin aku meminta nya menelpon ke handphone mu atau ...?" Ucap Nathalie terhenti sebab dia jadi takut jangan-jangan suami nya terganggu dengan kehadiran nya.
"Aku saja yang akan kebawah." Jawab Dennis dengan senyum tipis nya.
"Kalau begitu, aku ke bawah duluan." Nathalie pun berlalu pergi
Sesampainya di lantai bawah...
"Lea... sebentar ya, Dennis sedang di atas." Ujar Nathalie pada Lea
"Apa dia sedang di kamar nya dan Anne?" Tanya Lea, terdengar sedih. Lea tahu Dennis tidak akan pernah bisa melupakan sepupu nya itu.
"Ya..." Jawab Nathalie, singkat.
"Dennis tadi mengatakan, sebentar lagi dia akan turun Lea." Ujar Nathalie.
" nah itu Dennis sudah sampai." Nathalie pun memberikan telpon itu pada Dennis.
"Hallo Lea..." Sapa Dennis dan mulai berbicara dengan Lea di telpon.