NovelToon NovelToon
Masih Kecil, Menikah

Masih Kecil, Menikah

Status: tamat
Genre:Cintamanis / Contest / Tamat
Popularitas:2.8M
Nilai: 4.8
Nama Author: Lunoxs

Ruhi amat sangat mencintai uang, karena itulah ia dipilih kakek Bizar untuk menikah dengan cucunya, Asraf.

Dua manusia berbeda generasi, mampukah mereka bersatu? atau malah berhenti ditengah jalan.

Kisah Ruhi dan Asraf di mulai...

✍🏻 revisi typo dan pemberian judul bab 💕

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Lunoxs, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

BAB 20 - Latihan

"Kenapa semalam panggilanku selalu kamu tolak?" tanya Asraf, kini ia dan Ruhi baru saja masuk ke dalam mobil. Asraf memutar kunci untuk menyalakan mesin mobil, lalu menoleh ke arah Ruhi menunggu jawaban gadis kecil ini.

"Memangnya Om menelpon? perasaan tidak ada," jawab Ruhi, ia memutar bola matanya seolah berpikir.

Mungkin semalam yang menolak panggilanku itu ibu Rina, salahku juga menelpon terlalu larut malam. Batin Asraf, ia lalu mengangguk-angguk kecil, membenarkan pikirannya sendiri.

Asraf tidak tahu, jika Ruhi salah menyimpan nomor ponselnya dengan nomor orang lain. Semalam saat Asraf menelpon, Ruhi lah yang menolaknya. Ruhi paling benci nomor baru yang menelpon dimalam hari, apalagi tanpa mengirim pesan terlebih dahulu.

Tanpa babibu lagi, Asraf lalu melajukan mobilnya. Keluar dari area rumah sakit dan memasuki jalan raya.

"Kita mau kemana?" tanya Ruhi, ia mengedarkan pandangannya, melihat ke jalanan yang mereka lalui.

"Sarapan."

Ruhi mencebik, kemana lah ia akan dibawa untuk sarapan? Ia melirik Asraf yang berpenampilan sangat rapi dan terlihat tampan.

Sedangkan dirinya?

Celana traning dengan kaos putih, kucel, khas orang bangun tidur. Untunglah tadi subuh ia sudah mencuci muka dan gosok gigi.

Tak lama kemudian, Asraf memarkirkan mobilnya didepan restoran cepat saji, KFC.

Mau tidak mau pun Ruhi akhirnya ikut turun, ia berjalan dan masuk ke restoran itu dengan menunduk, malu.

Kini ia merasa seperti pembantu dan majikan.

Mereka duduk didekat jendela, tanpa basa basi lagi Asraf membuka tas kerjanya dan menyerahkan selembar kertas putih beserta sebuah pena di hadapan Ruhi.

"Tulislah apa keinginanmu saat kita menikah nanti, aku akan menuliskan keinginanku setelahnya," ucap Asraf, setelah itu ia bangkit dari duduknya, dan berlalu ke arah pemesanan makanan.

Ruhi tercenung, memandangi kepergian Asraf lalu beralih menatap kertas kosong itu.

"Ayo Ruhi, pikirkan baik-baik, saat ini adalah penentu masa depan mu," gumamnya pelan.

Setelah membuang napas dengan kasar, ia lalu mulai menulis.

"Tidak ada hubungan suami istri, setelah menikah aku ingin tetap berkuliah, jangan menuntut ku untuk mengurus rumah, jangan mengatur-ngatur hidupku. Aku dan Om bisa bekerja sama untuk menjalani hidup sesuai keinginan masing-masing. Jika selama 5 tahun kita menikah tapi tetap tidak ditemukan kecocokan, sebaiknya kita bercerai dengan baik-baik." gumam Ruhi, berbicara mengikuti gerakan tangannya yang menulis.

Bruk!

"Astagfirulahalazim!" Ruhi terkejut, ketika Asraf dengan kasar meletakkan nampan berisi beberapa boxs makanan dan juga 2 botol air mineral di atas meja.

"Pelan-pelan Om," keluh Ruhi dan Asraf tidak peduli, ia lalu menarik kursi dan duduk di hadapan Ruhi.

"Sudah belum?"

"Sudah." Ruhi mendorong kertas itu untuk mendekat kepada Asraf, lalu membuka 1 botol air mineral untuk diteguknya, Ruhi sangat haus.

"lanjut kuliah oke, tidak mengurus rumah oke karena ada ART, bercerai setelah 5 tahun jika tidak menemukan kecocokan oke. Tapi apa-apaan yang pertama ini, tidak ada hubungan suami istri?" tanya Asraf dengan sedikit tak suka dan Ruhi mengangguk tanpa ragu sedikitpun.

"Tiap bulan aku memberimu uang, menanggung hidupmu, membiayai kuliahmu. Tapi kamu tidak mau memberiku nafkah batin, lalu apa yang aku dapat dari pernikahan ini?" tanya Asraf, ia melempar asal kertas itu di atas meja, lalu duduk bersandar dan melipat kedua tangannya didepan dada.

"Jangan jadi benalu di hidupku, bukankah kita harus saling menguntungkan. Aku ini pria dewasa, jelas butuh hal begituan." jelas Asraf lagi dan Ruhi bingung harus menjawab apa.

"Lagipula, kita akan menikah resmi secara agama dan negara. Jika kamu tidak memenuhi kewajiban mu sebagai istri, dosa mu1 akan menumpuk. Menumpuk melebihi uang yang kamu dapat dari pernikahan ini."

Ruhi mencebik, ia meremat kedua tangannya di bawah meja. Hatinya benar-benar merasa kesal ketika menyadari otaknya membenarkan ucapan Asraf itu.

"Jadi hapus keinginanmu yang pertama itu." Titah Asraf dan Ruhi hanya bisa menurut, dengan mencebik ia mencoret tulisannya sendiri.

"Tulis keinginanku." perintah Asraf lagi, dan Ruhi benar-benar menurut kali ini, Ruhi memposisikan diri untuk siap menulis.

"Selama kita menikah, gunakan kontrasepsi, aku tidak mau melakukan itu menggunakan pengaman."

Hii, Ruhi bergidik ngeri. Tangannya gemetar menulis kata-kata vulgar itu di kertas putih ini.

"Tiap hari minggu pagi aku akan mengantarmu pulang ke rumah ibu Rina, jangan tanya alasannya kenapa. Senin sore sehabis pulang kerja aku akan menjemputmu lagi."

Kenapa? mencurigakan! Batin Ruhi, meski begitu ia tetap menulis tapa berani mengajukan pertanyaan.

"Aku bukan selingkuh, hanya butuh waktu untuk berkumpul bersama teman-temanku," jelas Asraf, ia melihat bibir Ruhi yang menggerutu hingga akhirnya mengucapkan kata-kata bohong itu.

Sebenarnya tiap seminggu sekali ia akan menghabiskan waktu di ruang rahasianya itu.

"Terakhir, aku tidak mau ada drama rumah tangga. Selama menjadi istriku, aku akan memperlakukan mu dengan baik dan ku harap kamu juga begitu. Dan ketika kita bercerai nanti, kita akan berpisah dengan baik-baik."

Ruhi mengangguk, menyetujui.

Keduanya bertanda tangan di kertas bagian bawah, Asraf dan Ruhi.

"Makanlah," ucap Asraf dengan suara yang lebih lembut ketika semua kesepakatan telah mereka sepakati. Kertas itu juga sudah masuk ke dalam tas Asraf, setelah Ruhi memotretnya menggunakan ponsel.

Keduanya makan dengan tenang, setelah membicarakan kesepakatan mereka kini keduanya seolah memiliki hubungan yang baru.

Hubungan yang selangkah lebih dekat.

...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...

"Aku tidak turun ya." ucap Asraf ketika mereka sudah kembali ke rumah sakit.

"Iya," jawab Ruhi sekenanya, tak ingin lama-lama, Ruhi pun berniat untuk langsung turun dan masuk ke rumah sakit.

Namun niatnya terhenti ketika berulang kali ia mencoba membuka pintu, tapi selalu gagal.

"Buka Om," Ruhi menoleh sekaligus mengeluh.

"Berhenti memanggilku Om, mulai sekarang panggil aku Mas."

Tatapan keduanya terkunci, sama-sama terdiam namun seolah mata keduanya saling berbicara.

Ruhi hanya terdiam, tidak mengiyakan atau menolak. Karena jujur saja, lidahnya terasa kelu untuk mengucapkan kata Mas.

"Sini mendekat! aku akan mencium kening mu." titah Asraf memecah keheningan dan memutus tatapan mata keduanya.

"Tidak mau," jawab Ruhi cepat, ia bahkan mundur hingga bersandar pada jendela mobil.

"Kesini! atau aku yang akan mendekat dan mencium bibirmu."

"Jangan jangan!" Akhirnya Ruhi menurut, dengan wajah cemberut ia mendekatkan diri dan mencondongkan kepalanya ke arah Asraf.

Sesuai ucapannya, Asraf mencium sekilas dahi Ruhi lalu membuka kunci pintu mobil.

"Ini namanya latihan, kenapa tidak paham-paham." Keluh Asraf dan membuat Ruhi semakin kesal.

Hampir saja ia terlena, berpikir jika Asraf menciumnya dengan tulus. Ternyata ada maksud tersembunyi.

Latihan latihan, latihan pret!

"Aku mencintaimu." ucap Asraf ketika Ruhi sudah turun.

"Aku juga mencintaimu," jawab Ruhi dan menutup pintu dengan keras.

"Aku membencimu," ucap Asraf sedikit berteriak lalu terkekeh.

"Aku lebih membencimu!" teriak Ruhi lalu benar-benar pergi dengan sedikit berlari.

Hahahaha, Asraf tertawa terbahak, hingga perutnya terasa keram dan air matanya keluar.

"Latihan sialan," gumam Asraf pelan disisa-sisa tawanya, merasa sial karena ternyata menggoda Ruhi semenyenangkan ini.

1
quile
sorry Thor... pas Baca sinopsisnya nya kirain Si ruhi namanya (Ruhi amat) jd nyangkanya Laki"..🤣🤣🤣 pas baca Bab 1 langsung melongo ehh masa iya laki di jodohin sama Laki🤭 ternyata salah pemahaman sayanya🤭
Nur Alifa
bagus
apajalah
🍁🍁🌾
Rita Juwita
luar biasa...
Atiah arini
good
Anjar Angel Part II
/Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm//Facepalm/
Ppkn Ibu
Luar biasa
LENY
DUH SEDIHNYA KAKEK MENINGGAL SEBELUM SEMPAT KETEMU ASRAF 😭😭
LENY
ASRAF MULUTMU TAJAM SEKSLI SUKA MENGHINA PANTAS AJA RUHI KESAL.
LENY
RANDU ADIK RUHI😊
!m_mah
alex mencurigakan 🤔
🍁 Fidh 🍁☘☘☘☘☘
Luar biasa
Ida Sriwidodo
🤣🤣🤣😂😂😂
Nikma: Permisi kakak Auhor ...

Halo kak Reader, kalau berkenan mampir novelku juga 'Kesayangan Tuan Sempurna' yaa..
Terima Kasih😊🙏
total 1 replies
Ida Sriwidodo
Ahahahh... astagaa.. aslik ngakak baca part akhirnya
Krik.. kriik.. 🤣🤣😅😅
feri marlinda
Luar biasa
aliya
bagus
komalia komalia
mobil nya kena gempa
komalia komalia
aku udah nebak pasti boneka yang jadi pelampiasan nya
komalia komalia
dasar ruhi bodoh nya Hahaha
komalia komalia
aku penasaran sama bingkisan asraf apa ya
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!