Auristella Leesham, mahasiswi tingkat akhir di Universitas Swasta di Kota A. Tahun ini menjadi tahun yang berat bagi Auris, di sela-sela kesibukannya menyiapkan segala sesuatu untuk Tugas Akhirnya, dia harus bekerja untuk membiayai kuliahnya sendiri. Hal itu dia lakukan setelah perusahaan Audi milik keluarga Leesham mengalami kebangkrutan.
Auris yang baru saja pulang dari bekerja paruh waktu menemukan keluarganya terbunuh di rumahnya sendiri.
Auris memeriksa keluarganya dan mendapati ayah serta ibunya nya telah tiada. Hanya adiknya yang masih bernafas. Auris segera membawa adiknya ke rumah sakit untuk mendapatkan pertolongan.
Di rumah sakit, Auris bertemu dengan Aziel. Sosok asing yang baru pertama kali ditemui Auris. Auris yang tidak memiliki cukup uang dibantu oleh Aziel, namun dengan syarat.
“Aku akan membantumu membayar biaya rumah sakit adikmu, tapi dengan syarat,” Aziel.
“Apa syaratnya?” Auris.
Akankah Auris menerima bantuan Aziel dan syarat yang diajukan Aziel?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Rastiana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Chapter 20
Aziel kembali dari meetingnya dengan Y-Corps. Dia pergi menghadiri meeting itu dengan Auris untuk membantu segala keperluannya.
Selesai meeting, dia mengajak Auris untuk berkeliling Kota Yogyakarta.
“Sayang, terimakasih,” ucap Aziel. Saat ini mereka sedang ada di Malioboro yang merupakan salah satu icon kota Yogyakarta.
Mereka duduk di salah satu penjual lumpia. Ide itu datang tentunya dari Auris.
“Terimakasih untuk?”
“Karena inovasimu itu, aku bisa menemukan peneror mommy dan daddy.”
“Aku tidak masalah, pernikahan kita awalnya memang untuk hal itu.”
“Kasus ini sudah di selidiki beberapa bulan, tapi tetap saja tidak ada titik terangnya.”
“Iya karena pelakunya adalah orang mu sendiri. Akan sedikit sulit mengungkap pelaku kejahatan kalau dia dari kalangan kita sendiri.”
“Kamu benar, sayang.”
“Lalu, apa rencana my hubby untuk mereka?”
“Aku masih belum tau, mungkin aku akan mencabut tuntutan untuk mereka.”
“Kenapa begitu?”
“Rehan sudah menjadi asistenku beberapa tahun terakhir ini. Dia sama sekali tidak mencampurkan urusan pribadinya dengan urusan kantor. Selain itu, mereka melakukan itu karena kesalahan ku sendiri di masa lalu.”
“Baiklah, aku mengikuti keputusanmu my hubby.”
“Sayang, berapa usiamu?”
“Kamu tidak tau usiaku?”
“Hahaha maafkan aku, waktu mengurus dokumen pernikahan kita, aku minta tolong pada rekanku yang bekerja di bagiannya.”
“Hmmm usiaku 22 tahun.”
“Lalu tanggal lahirmu?”
“Ishh kau ini, tidak romantis sekali. Cari tau sendiri berapa tanggal lahirku.”
“Memangnya kamu tau berapa tanggal lahirku?”
“Tentu saja aku tau, tanggal lahirmu 26 Mei 1993. My hubby sudah akan 28 tahun.”
“Dari mana kamu tau semua itu?”
“Aku ini romantis, jadi aku mencari tau.”
“Baiklah-baiklah, aku juga akan mencari tahu semua tentang kamu.”
Auris tersenyum telah menang dari suaminya.
Mereka kembali ke hotel pukul 11 malam dan langsung pergi ke alam mimpi.
...**************...
Satu bulan setelah penangkapan Rehan dan Sherin. Mereka akhirnya mendapatkan hukuman penjara.
Tapi, Aziel sendiri masih berusaha mengeluarkan mereka. Dia memutuskan untuk memaafkan kesalahan mereka dan berharap mereka juga memaafkannya di masa lalu.
Selama satu bulan itu, Aziel di bantu Auris dalam mengerjakan pekerjaannya. Auris ternyata cukup cekatan menjadi asisten yang benar-benar pribadi untuk Aziel. Seperti sekarang ini.
“My hubby, aku harus keluar. Bagaimana kalau ada yang masuk tiba-tiba?”
Mereka sedang duduk di sofa ruangan Aziel dengan Auris yang duduk di pangkuan Aziel.
“Tidak akan ada yang masuk ke ruanganku sebelum aku mengizinkannya sayang.”
Gubrak!!! Baru saja Aziel mingkem, seseorang dengan seenaknya membuka pintu ruangan Aziel dan menimbulkan suara keras.
“Sial!!” umpat Aziel mengetahui siapa yang datang. Sedangkan Auris reflek langsung menurunkan tubuhnya dari pangkuan Aziel.
“Woi, ini dikantor, jangan mesraan terus!!”
“Lo yang sialan, masuk-masuk main nyelonong.”
“Hehe maap pak bos. Gue ke sini bawa kabar tentang Grizelle.”
“Apa? Gue lose contact sama dia.”
“Gue pantau dari radar gue, Grizelle baru aja kencan sama pengusaha asal Singapore. Sebenernya hubungan lo sama dia tu gimana?”
Auris diam memerhatikan dan menunggu jawaban dari suaminya.
“Gue gaada rasa apapun lagi sama dia. Gue mau coba putusin dia baik-baik, tapi gue sendiri sekarang nggak tau dia ada di mana.”
“Dia tinggal di Hotel Town, di pusat kota.”
“Gue akan segera urus. Tugas lo sekarang cepetan temuin bukti penyerangan keluarga Auris.”
“Dari pesan singkat yang pernah dikirim ke nomor ponsel istri lo, gue curiga kalo Grizelle yang nyerang keluarga Auris.”
“Gue juga curiga itu, makanya cepet temuin buktinya biar gue bisa cepet-cepet beresin Grizelle.”
“Oke, gue balik dulu. Ris, gue balik dulu, jangan mau kalo Aziel minta jatah di sini,” ucapnya sambil mengedipkan salah satu matanya.
“Hasss cepetan keluar!!!” perintah Aziel.
“My hubby dia siapa?” tanya Auris yang belum tau siapa laki-laki tadi.
“Dia Gio, aku minta tolong ke dia buat ngungkap kasus keluargamu.”
“Lalu kenapa waktu kasus keluargamu, kamu tidak meminta tolong ke dia?”
“Entahlah, aku tidak terpikirkan waktu itu. Aku terlalu percaya pada Rehan.”
“Baiklah, gunakan itu untuk pelajaran agar kamu tidak lagi salah menggunakan jalan.”
“Tentu saja sayang.”
...*************...
“Elina!!!”
“Kak Evan? Ada keperluan apa kakak mencariku?”
“Kau kan dekat dengan Auris, semenjak lulus dia gak datang ke kafe grizelle, apa kau tau di mana Auris sekarang?”
“Kenapa kak Evan nanya in kak Auris?”
“Emm nggak apa-apa sih, kamu mau kemana El?”
“Aku mau nongki ke Janji Hati depan kampus kak.”
“Oh, yaudah. Kakak temenin?”
“Emmm boleh!”
“Jadi kakak sekarang kerja di mana?”
“Kakak masih belum kerja. Sementara ini bantuin sepupu kakak.”
“Bantuin apa, Kak?”
“Adalah, pokoknya bantuin sepupu kakak.”
...*************...
Hari ini Auris menemani Aiziel menemui kliennya di restoran mewah.
“Ini asisten baru kamu?” tanya Rania yang merupakan Klien Aziel.
“Bukan, dia istriku. Sementara aku menjadikan dia sekretarisku karena aku belum menemukan pengganti Rehan.”
“Oh begitu,”
“Sudah menikah ternyata, tapi kapan mereka menikah?” tanya Rania dalam hati.
“Kenapa sepertinya Bu Rania tidak menyukaiku?” batin Auris.
Meeting dimulai dengan sedikit pemaparan dari Auris. Saat meeting selesai, Auris pamit sebentar ke kamar mandi karena dia merasa sedikit mual.
Kembali dari kamar mandi, dia melihat pemandangan yang sedikit membuatnya berkabut.
“Apa yang mereka lakukan? Kenapa posisinya bisa seintim itu,” gumam Auris. Dia melihat Aziel seperti akan berciuman denga Raina. Itu membuatnya emosi.
Tanpa berfikir dua kali, Auris pergi meninggalkan rumah makan itu tanpa pamit pada suaminya.
“Bagus, gue berhasil! Auris Auris, ****** juga ternyata.” Gumam Raina di hatinya.
Meeting mereka benar-benar berakhir dan Raina pamit untuk pergi. Sedangkan Aziel sendiri kebingungan mencari istrinya.
“Kemana Auris?”
“Eh mbak, apa masih ada orang di dalam kamar mandi?” tanyanya pada seorang perempuan yang baru saja keluar dari kamar mandi.
“Nggak ada, cuma saya sendiri.”
“Oh begitu. Terimakasih mbak.”
“Aishh kemana Auris? Apa mungkin dia pulang?”
Aziel menghubungi rumahnya dan Bi Inem yang menjawab.
“Bi, apa Auris sudah di rumah?”
“Nyonya Auris belum sampai rumah sejak pergi bersama tuan tadi pagi,” jawab Bi Inem.
“Hah yasudah, terimakasih, Bi.”
Aziel melangkah kembali ke mejanya tadi. Dia melihat tas milik istrinya masih di sana.
“Kemana Auris? Aku harus mencari kemana? Apa aku cek CCTV restoran aja? Perasaanku nggak enak banget.”
Aziel melangkah ke ruangan manajer restoran itu.
“Gue butuh bantuan lo.”
Di dalam ada seorang laki-laki yang sepertinya sedang bercumbu dengan wanitanya.
“Aziel!! Kebiasaan banget lo kalo masuk nggak pake ketuk.”
“Sorry, gue nggak tau kalo lo lagi sama istri lo. Gue butuh bantuan lo.”
“Gimana?”
“Istri gue ilang, gue boleh lihat CCTV?”
“Istri? Lo udah nikah? Sama siapa? Kapan?”
“Gue jelasin kalo istri gue udah ketemu!”
“Yaudah, ikut gue.”
Aziel mengikuti langkah manajer hotel itu ke ruang kendali CCTV.
“Coba lo besarin yang bagian depan restoran lo,” perintah Aziel.
“Auris!!!”
Aziel tersentak mengetahui istrinya diculik oleh seseorang. Vino, manajer restoran masih dengan kebingungannya.
“Yang diculik itu istri lo? Haiss mending langsung hubungi Gio biar dia bisa cari akal buat lacak istri lo.”
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
Bersambung..
like comment rate promote in juga boleh, banget malah hehehh. pokoknya ramaikan yuk, gasssken 🤩🤩🤩
MAKANYA,,DLM RMH TANGGA ITU SETIAP MASALH BICARAKN SAMA PASANGAN KITA, BKN DIPENDAM SENDIRI, DN COBA UNTUK MNGATASINYA SENDIRI..
EVAN ITU SAMA DGN ANTON YG JUGA NAKSIR AURIS..
jangan sampai dia jadi pelakor