Halo semuanya 👋😁
Perkenalkan ini novel pertamaku. Jadi mohon pengertiannya ya, kalau novel ini belum sebagus novel-novel yang lain.
Karena jujur, aku masih dalam tahap belajar menulis yang baik dan benar nih guys 😄
Jadi mohon pengertiannya, untuk semua readers yang mampir disini 😘😘
👇👇👇
Demi membayar hutang kelurganya Siska harus masuk di Universitas terbaik se Indonesia yaitu; Universitas Dharma Wijaya. Agar ketika lulus nanti, Siska bisa mendapatkan pekerjaan yang layak. Sehingga dia bisa menafkahi dan melunasi semua hutang kelurganya.
Namun siapa sangka, dalam perjalanan perkuliahannya Siska harus mendapatkan banyak rintangan. Ada seorang mahasiswi yang tidak suka dengan Siska dikampus. Karena melihat Siska yang terus berurusan dengan Felix cowok yang disukai oleh mahasiswi itu. Namun semuanya itu tidak dihiraukan oleh Siska, karena tujuan Siska berkuliah disana untuk mengubah masa depan keluarganya.
Penasaran dengan kisah mereka? Mangga dibaca yaa 🥰🥰
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon vero, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Bab 20
10 menit berlalu, mereka pun tiba dikampus. Felix turun dari mobil nya dan membukakan pintu untuk siska. Siska pun turun, dengan sigap felix menarik tangan siska dan langsung menuju tempat lomba.
"Kalian dari mana saja?" omel pak bary kepada kedua nya.
"Maaf pak, tadi...itu...macet pak jadi kita lama sampai," jelas felix kepada pak bary.
"Sudahlah, kalian jangan banyak alasan, sekarang juga cepat masuk, karena kalau tidak maka dengan berat hati tim Dharma Wijaya yaitu, kamu siska akan di diskualifikasi. Saya kemarin sangat yakin kalau kamu tidak akan menyia-nyiakan moment ini, tapi semua harapan saya kepada kamu telah sirna," ucap pak bary kecewa dengan sikap sisiska saat ini.
Siska hanya menundukan kepala nya karena merasa telah bersalah.
"Pak, saya jamin kalau siska akan melakukan yang terbaik sebentar. Mohon supaya bapak tidak meragukan nya," ucap felix meyakinkan pak bary.
"Apa jaminan nya?" tanya pak bary serius.
"Saya yakin, kalau lomba ini siska akan memenangkan nya. Iya kan siska?" tanya felix sambil menatap siska. Tatapan felix kepada siska, menunjukan kepercayaan yang begitu besar kepada nya.
Siska pun mengangguk dan menatap pak bary dengan penuh percaya diri.
"Pak, saya jamin kalau lomba ini akan saya menangkan, dan nama baik kampus ini tetap akan berjaya," ucap siska penuh keyakinan.
"Baiklah saya pegang omongan kamu. Sekarang juga kamu masuk kedalam," perintah pak bary.
Siska pun berjalan menuju tempat lomba dan saat kaki nya hendak memasuki pintu masuk ada tangan seseorang yang menahan nya, siska pun berhenti dan menoleh kebelakang ternyata felix yang menahan tangan nya.
"Semangat...gue yakin lo pasti bisa. Ingat kalau lo menang, janji gue sama lo akan gue tepatin," ucap felix memberikan semangat kepada siska.
Siska tersenyum ke arah dan mengangguk kepala nya.
"Siap pak pelatih, gue akan melakukan terbaik," ucap siska penuh semangat dan langsung masuk mengikuti lomba.
Sekitar satu setengah jam lomba berlangsung. Lomba ini ditampilkan secara umum, jadi hampir semua mahasiswa/i Univ. Dharma Wijaya datang menonton lomba itu secara langsung termasuk amel, sela juga kak felix.
Akhirnya lomba berakhir dan juara tahun ini diraih kembali oleh Universitas Dharma Wijaya yang diwakili oleh siska.
Selesai menerima penghargaan dan sertifikat siska kembali turun kebawah panggung untuk menghampiri sahabat-sahabatnya.
"Yeayy," sorak mia dan sela bersama dan siska langsung memeluk erat kedua sahabatnya.
"Selamat ya sis, kamu berhasil. Performa kamu tadi bagus banget," mia senang dengan kinerja siska barusan sambil memberikan tepuk tangan yang meriah.
"Hehe...iya sel, mia...makasih ya sudah sempatkan waktu kalian untuk melihat aku. Walau jadwal kuliah kalian lagi padat banget, tapi masih tetap support aku.
Btw tadi aku tadi gugup benget, takut kalau aku salah ngomong diatas, tapi aku sangat bersyukur semua nya berjalan dengan baik."
Saat mereka masih sementara mengobrol mengenai perlombaan tadi, tiba-tiba kak erik datang dari arah belakang siska dan membawa sebucket bunga mawar nan indah, hal itu membuat siska benar-benar shock, ditambah dengan ekspresi mia yang sudah sedikit cemburu.
"Hai sis...selamat ya atas kemenangan kamu. Oh iya, ini bunga nya buat kamu," ucap kak erik sambil memberikan bucket mawar itu ke arah siska.
Siska bingung, dia tidak tahu harus menerima bunga itu atau tidak. Saat menoleh ke arah mia, siska tahu bahwa mia sedang cemburu sekarang, dan siska juga tidak mau membuat mia berpikir, bahwa siska menyukai orang yang disukai oleh mia.
"Iya kak makasih, tapi maaf aku nggak bisa terima bunga ini. Aku tidak mau membuat orang lain salah paham dengan hal ini. Aku tahu maksud kak erik baik, tapi maaf kak aku nggak bisa," ucap siska lembut kepada kak erik.
"Maafkan siska kak, bukan maksud siska untuk tidak menerima pemberian kakak, tapi sahabat siska menyukai kakak. Aku tidak mau membuat dia berpikir yang tidak-tidak tentang aku. Apalagi, sebelum lomba ini aku sudah janji di mia, membuat kejutan kecil untuk kak erik, pas ultah kak erik nanti. Jadi, aku semoga kak erik mengerti."
"Baiklah, aku mengerti kok," ucap kak erik dengan muka yang kecewa.
Karena melihat kejadian seperti ini, felix langsung menarik tangan siska dan membawa siska pergi dari tempat perlombaan itu. Sampai tanpa mereka semua sadari, sedari tadi ada yang menatap siska dengan tatapan tidak suka. Ya...dia adalah amel.
"Berani-berani nya lo mengambil felix dari gue..
Tunggu saja pembalasan gue."
Jangan lupa like dan komen nya ya 😊
Terima kasih author ucapkan, untuk semua readers yang masih setia sama novel ini sampai sekarang 🤗
mudah marah dan gak konsisten dia nya..
😊😊😊😊😊😡
semangat author 💪💪