Ini novel pertamaku,kalau ada yang salah tolong di beri tahu ya..semoga kalian suka.
Jessica dan alice adalah sahabat baik sejak kecil,mereka selalu melakukan kegiatan yang sama setiap hari.
Tapi alice menyimpan perasaan pada kakaknya jessica,austin stave mereka saling menyukai hanya saja tidak bisa diungkap dengan kata.
Pada waktu yang sama kakak jessica yang lebih tua,jimmy stave juga menyukai alice,tapi alice tidak tahu kalau jimmy sangat menyukainya.
Suatu hari datang seorang wanita,dia ingin mengambil harta kekayaan milik keluarga staven dan juga dia ingin menghacurkan percintaan diantara mereka.
Mampukah alice mempertahankan cinta pujaan hatinya atau austin terlebih dahulu mengungkapkan cintanya pada wanita yang tidak tahu asal usulnya?
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon hruga, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
BAB 20
Julia diam saja diatas ranjangnya,dia tidak ingin berbuat apa-apa selain duduk sambil melihat langit kamarnya.
Saat dia sedang melamun pintu kamarnya diketuk,jessica masuk kedalam kamarnya dan mengajak dirinya makan.
“Aku tidak ingin makan jes” ucap julia.
“Kenapa kak?mommy sama yang lain pada nunggu kakak loh” jessica memandang julia dengan heran.
“Bentar” julia berjalan menuju pintu kamarnya dan dia jalan bareng jessica menuju dapur.
Saat makan julia diam saja dan tidak berkata apa-apa,rose melihatnya dengan perasaan aneh,tumber julia diam ada apa?
“Julia” panggil rose.
“Yes mom”
“Ada apa denganmu? tumben kau diam”
“Mom besok aku mau pulang bisakan?”
“Bisa sayang itu pilihanmu mau pulang apa ngak” ucap rose sambil tersenyum.
“Thanks mom” julia melanjutkan makanya.
Lebih baik dia pulang,dia tidak ingin menaruh harapan pada pria yang tidak memandang dirinya,apa lagi dirinya adalah seorang anak yang miskin.
Pulang kerumahnya adalah pilihan terbaik,kerana disana dia bisa belajar melupakan seseorang yang pernah ada dihatinya.
Setelah selesai makan julia menuju kamarnya,dia ingin mengemas barangnya kerana besok dia akan pulang menemui ibu dan ayahnya.
Bunyi ketukan pintu membuat julia berhenti mengemas barangnya,dia berjalan menuju pintu, saat pintu sudah terbuka julia sedikit kaget melihat seseorang yang berada didepan pintu kamarnya.
“Apa benar besok kau akan pulang?” tanya austin.
“Hmm yes kenapa kak austin?”
“Tidak ada,ini bisa memberikan ibu dan ayahmu” setelah memberi uang pada julia,austin berjalan untuk masuk kedalam kamarnya.
“Thanks austin,andai kau bisa jadi miliku aku pasti sangat bahagia” batin julia.
Austin diam saja dikamarnya,besok julia bakal pulang rumah pasti sepi tampa julia,jessica pula selalu berada di sisi ibu dan ayahnya kerana menjalani perawatan untuk memulihkan ingatannya.
“Hmm apa perlu nikah aja biar gak sunyi,at least aku ada teman bermain” senyum mulai menghiasi wajah austin.
“Itu idea yanh baik” ucap jimmy sambil membuka pintu kamar austin.
“Kak austin curi dengar pembicaraan aku!” ucap austin.
“Hahaha aku mau kedapur gak senjaga terdengar makanya aku masuk kesini” ucap jimmy sambil tertawa.
“Ck kak jimmy menyebalkan,mau apa kesini?” tanya austin dengan malas.
“Wahh mau masuk liat apa ada wanita di kamar ini?” ucap jimmy sambil melangkah keluar.
Austin mencampakan bantal pada kak jimmy,meski tidak kena tapi dia tidak peduli,austin lanjut dengan pemikirannya ingin menikah.
Keesokan harinya,julia berjalan keluar rumah sambil menarik kopernya.
“Kakak tunggu” teriak jessica.
“Sstt kau bisa membangunkan yang lain jess” julia memberi isyarat pada jessica untuk diam.
“Maaf kak,aku terlalu bersangat”
“Tapi kakak mau pulang siapa yang hantar?” tanya jessica.
“Aku bisa pulang naik taxi,” jawab julia.
“Tidak udah aku yang menghantarmu” austin berjalan mendekati mereka.
“Tidak usah,aku bisa naik..”
“Aku paling tidak suka di bantah!” ucap austin memotong pembicaraan julia.
“Kak austin aku ingin ikut” ucap jessica.
“Ayo”
Jessica mengikuti kakaknya dan julia menuju rumahnya,dia sudah tidak sabar andai dia menjadi nyonya di keluarga stave.
Ditempat lain,alice bersama kakaknya sedang menuju rumah austin,mereka ingin mendapat jawaban dari austin.
“Kak brave apa kak austin bakal terima aku” ucap alice.
“Pasti dia terima kau,jadi kau harus anggun oke” ucap brave menyakinkan adikny.
Alice tersenyum setidaknya dia bisa tenang sedikit,tapi alice tidak tahu kalau perasaan austin telah berpindah ke hati yang lain.
semangat terus kak
btw mampir juga di novel ku ya kak 👋
Terus up dan tetap berkarya 👍🏻