setelah kembali dengan wajah baru, nama Jeha kini berubah menjadi Jehana, dia ingin membalaskan dendamnya kepada keluarg Luic, apakah itu akan berhasil?...
Seperti apa kehidupan pernikahan yang akan di jalani Alvira setelah menikah dengan Leon, peria dingin yang yang tak segam memukul siapa pun yang mengusikya.
Apakah Cinta Alvira dan Leon akan bersatu?...
Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Diana Ana, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri
Kagum
"Aku kesal ni kak, lihat ni siku aku berdarah." ucap Alvira dengan wajah di tekuk sambil memperlihatkan sikunya ke arah Alva.
"Kenapa bisa kaya gini?, kamu jatuh?," tanya Alva dengan wajah sedikit panik melihat siku adiknya berdarah.
Belum sempat Vira menjawab,pertanyaan Alva, pemuda yang membuat siku Vira berdarah lewat sambil melihat ke arah mereka berdua, dengan wajah yang santai berlalu masuk ke dalam mobilnya jarak antara mobil Vira dan mobil pemuda itu hanya berselang 2 mobil.
Vira menjawab,
"Itu semua karna pemuda itu." ucap Vira sambil menungjuk ke arah pemuda yang baru masuk ke dalam mobilnya.
"Kenapa bisa?" tanya Alva.
"Sudah lah kak ngak usah di bahas,dan mendingan kakak obatin ni luka Vira entar impeksi," ucap Vira manja.
Alva membuka pintu mobil Vira lalu mengambil obat P3k di dalam mobil Vira, kemudian mengolesinya dengan sangat pelan.
"Auuu, sakit pelan -pelan," ucap Vira manja sambil memegan bahu Alva.
"Iya bawel, kaka lagi obatin luka kamu,jangan ngomel melulu," ucap Alva sedikit lembut.
Sementara di dalam mobil,pemuda itu tersenyum melihat kedua orang yang sedang bermesaraan.
"Manja banget sih gadisnya," ucap pemuda yang ada di dalam mobil itu.
Sementara sang wartawan meliput semua yang bersangkutan dengan Alva dan Alvira.
"Cukup menarik untuk menjadi berita utama di surat kabar dan media sosial besok," ucap Hadirata.
Setelah selesai mengobati luka Vira,Alva mengajak adiknya masuk ke dalam mobil lalu pulang bersama menuju Apartmens Vira.
Alva membantu adiknya membawa masuk barang belanjaanya masuk ke dalam Apartments lalu berkata!!...
"Vir kakak nginap ya," ucap Alva.
"ok, " ucap Vira sambil menaikkan jari jempolnya.
Selesai membereskan semua barang belanjaanya Vira berjalan masuk ke dalam kamarnya untuk membersikan diri lalu istirahat.
"Ahh, nyamannya"
ucap Vira sambil merebahkan tubuhnya di rangjang King sizenya.
Sementara Alva duduk di balkom kamarnya sambil memaingkang Hpnya dan tampa sengaja mata Alva tertuju pada seorang gadis yang tadi di tabraknya.
"Itu kan cewe yang tadi," ucap Alva sambil berdiri melihat ke arah gadis itu.
Sementara di sebrang sana, seorang gadis sedang mandi keringat, karna gadis itu sedang berolaraga malam sambil mengunakan Treadmill Elektrik, gadis itu bernama, Dr.Rara dia adalah putri tunggal dari Reno yang tak lain adalah sahabat dari ayahnya sendiri Luic.
Rara adalah seorang Dokter spesialisasi bedah, Rara pernah kuliah di University Of Sidney di Australia, Rara sengaja mengambil jurusan ahli bedah karna Rara ingin tau bagaimana waktu sang ibu menjalani oprasi saat mengidap penyakit kanker Rahim dan penyakit itu juga yang merenggut nyawa sang ibu, itulah yang membuat tekat Rara semakin besar dan bersemangat ingin menjadi seorang Dokter spesial bedah.
Reno pun tak pernah melarang ke inginan sang putri, justru Reno mendukung semangat besar Rara, hingga akhirnya Rara menjadi seorang Dokter ahli bedah yang terkenal.
"Sungguh sangat cantik," ucap Alva mengagumi Rara dari sebrang Apartmentsnya.
Malam semakin larut lampu kamar Rara baru di matikan, barulah Alva masuk untuk tidur juga.
"Ini sudah sangat larut,"
Sambil menarik selimut untuk menutupi tubuhnya.
Hingga pagi hari Alva masih berdamai dengan mimpinya, sinar matahari mulai menerobos masuk dari cela -cela tirai jendela yang di tempati Alva.
aku gk setuju kalau Leon meninggal 😭