NovelToon NovelToon
Vampire Aedes

Vampire Aedes

Status: sedang berlangsung
Genre:Vampire / Spiritual / Roh Supernatural / Reinkarnasi / Romansa Fantasi / Tamat
Popularitas:21.8k
Nilai: 5
Nama Author: TenSa

"Dasar nyamuk jantan!"

Namaku Aster, siswi SMP berusia tiga belas tahun. Belajar sampai larut malam untuk persiapan ulangan Biologi, tapi malah ketiduran. Ketika membuka mata ... hei tempat apaan ini? Pak Steven, saya minta maaf pernah mengutuk Bapak. Waktu itu saya benar-benar iseng.

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon TenSa, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

20. Kakak Kelima yang Baik

Kris menggertakkan gigi, tangannya terulur pada sisi punggung dan lutut Aster. Sari menutup mulutnya yang ternganga karena Pangeran Kelima tiba-tiba menggendong gadis itu di depan. Dengan langkah tergesa-gesa, membawanya ke paviliun utama.

Di Istana Bunga ada banyak tempat tinggal bagi para putri dan pangeran bangsawan. Mereka pun mempunyai status atau kedudukan yang bisa dilihat dari tempat tinggalnya. Paviliun utama berjumlah lima buah, yaitu tempat bagi mereka yang memiliki kedudukan tertinggi setelah Raja dan Ratu. Sisanya adalah paviliun biasa dengan jumlah menyesuaikan jumlah anggotanya. Kemudian Raja dan Ratu tinggal di paviliun agung. Jika kalian bertanya tempat apa yang baru saja Pangeran Kelima hampiri. Itu merupakan paviliun terbengkalai. Dinamakan demikian karena bangunan itu bekas tempat tinggal putri atau pangeran angkat yang sudah mangkat. Jumlahnya lebih banyak dibandingkan paviliun biasa.

"Eungh!" Aster mengernyit dalam tidurnya. Seperti menahan sakit. Pangeran Kelima meletakkan Aster ke ranjang dengan hati-hati.

Sari dibuat terkejut kembali oleh perlakuan tuannya yang tidak biasa. Kris terkenal perhatian kepada anggota kerajaan, namun juga tidak mudah membiarkan sembarang gadis menyentuh kasurnya. Apalagi gadis ini belum resmi menjadi bagian Istana.

"Ambil sebaskom air dan bersihkan dia."

"Baik, Pangeran."

Sari mulai membasuh muka Aster yang tertutup debu. Mirip budak di pasar. Ya, pelayan tersebut sering ke sana untuk belanja kebutuhan Istana, sering melihat pedagang menjual budak. Kebanyakan dari mereka kotor dan bau.

Setelah beberapa menit membersihkan Aster, sekarang dia termangu akan pesona tak biasa yang mulai dipancarkan gadis tersebut. Pangeran Kelima masuk dengan tak sabar. "Kenapa lama sekali? Apa sudah sele—"

Bahkan kalimatnya lari entah kemana. Pesona Aster membuat semua orang terbungkam. Untung saja pelayan pribadi Kris, segera sadar akan kehadiran "Tuan". Meski agak gelagapan, ia berani menjawab, "Pangeran? Eh, anu, ini hampir selesai. Sedikit lagi."

"Biar aku saja." Kris hendak menarik kain yang digunakan untuk mengelap kotoran yang menempel di kulit Aster, tetapi pelayan itu menghalangi.

"Tidak, Pangeran! Ini, ini biar saya melakukan" tolaknya dengan tangan gemetar. Ia sangat takut kalau-kalau Pangeran Kelima mengira dirinya tidak pandai bekerja. Hal itu membuat bahu Kris bergetar juga menahan tawa. Namun di wajahnya hanya terukir senyum tipis.

"Tidak apa, biar aku saja. Aku hanya ingin merawat adikku."

"Kalau begitu, baiklah. Silakan, Pangeran." Sari menyerahkan kain kepada Pangeran Kelima. Laki-laki berwajah baby face langsung mencelupkan ke air baskom dan membasuh muka Aster, tepatnya di area pipi.

Aster meringis kesakitan, "Sssh!"

Tanpa sadar menyentuh tangan Kris, mata Aster mengerjap dua kali melihat tampang khawatir dari air muka lelaki tersebut. "Kris?"

Pertama kali ada seseorang yang memanggil dengan nama langsung, tidak ada embel-embel "Pangeran". Terdengar sangat asing di telinga, namun entah kenapa Kris menyukai panggilan itu. Ia mengubah rautnya menjadi lebih serius. "Tetap berbaring!" perintah Kris saat Aster mencoba duduk. "Bagaimana? Apakah masih sakit?"

Ehh? Aster baru sadar kalau ini bukan Kris yang ia kenal di dunia nyata. Ia pun terkekeh, "Pangeran Kelima yah, tubuhku masih sakit. Rasanya nyaman sekali bisa berbaring di sini."

Kris tersenyum tipis sambil menjauhkan kain basah dari wajah Aster. Hanya saja, dalam pandangan Aster dia seolah menarik tangannya karena tidak mau disentuh. Sekilas memang mendapati laki-laki yang duduk di sampingnya menautkan alis. Sejujurnya Kris tidak suka Aster mengubah panggilan barusan. "Kalau begitu berbaringlah sampai kondisimu pulih."

"Wow, bolehkah?"

"Tentu boleh! Aku ini kakakmu, jangan terlalu sungkan. Kalau butuh bantuan langsung bilang." Pangeran Kelima mengelus rambut Aster, sedangkan pelayan di belakangnya berusaha bersikap normal.

"Terima kasih!"

Skenario ini agak mirip dengan kejadian di mimpi simulasi. Kris masih sangat perhatian padanya, yang berbeda adalah kali ini Aster benar-benar sakit. Bukan pura-pura lagi. Tetap saja kedua pipi itu memerah mendapat kasih sayang idola kelas. Jika di dunia nyata ia terlalu canggung, di sini tidak boleh. Lagi pula tidak ada siapa-siapa dari dunia nyata. Hihi!

"Jaga dirimu baik-baik." Belaian lembut pada pipi kanannya, berharap tindakan itu dapat menghilangkan rasa perih.

"Kau mau pergi?" tanya Aster. Di mimpi simulasi seseorang yang paling baik padanya hanya Pangeran Kelima dan pelayan pribadi. Kalau tidak bersama Kris, lihat bagaimana dia akan dibully. Pelayan pribadi Kris juga terlihat tidak senang dengannya. "Emm, maksudku sangat canggung sendirian di sini."

Dalam hati pelayan, "Apa saya tidak dianggap?

Kris mengerti kekhawatiran adiknya. "Jangan takut, kau aman asal di tempatku. Aku hanya mengurus urusan sebentar."

"Ya, Kakak Kelima. Terima kasih."

***

Matahari belum menampakkan cahaya. Pelita yang sengaja ditaruh di teras dan tiap sudut rumah masih menyala. Kadang menari akibat tertiup angin. Udara di Istana bahkan lebih leluasa masuk ketimbang dirinya. Ah! Bagaimana kucing ajaib sekarang?

Aster berjalan pelan, membuka pintu diam-diam agar tidak membangunkan Kria yang terlelap di kursi. Sebenarnya Aster merasa kasihan laki-laki itu harus tidur di alas kayu semalaman. Padahal kalau disuruh pindah posisi, Aster juga tidak keberatan.

Omong-omong, di luar sepi sekali. Seperti Istana mati. Hanya terdengar dengar gesekan daun kering dan hembusan angin. Huft, adegan semacam ini rasanya pernah Aster lalui.

Suara gemerincing membuyarkan lamunan Aster. Ia menahan napas sambil bersembunyi di sisi tembok berlawanan dengan sumber suara. Asalnya pasti dari langkah kaki prajurit Istana. Ia mengingat dengan jelas suara itu sejak diseret ke sini. Berasal dari gelang kaki yang mereka pakai.

Setelah agak jauh, barulah dia boleh bernapas. Pelan-pelan mengendap menuju tempat kucing ajaib terkurung. Kris sempat membocorkan keberadaan kucing itu tanpa sadae. Entahlah. Kembali dari "urusan sebentar" dia sudah mabuk. Katanya melihat seekor kucing putih menawan di dalam sangkar di atas tembok raksasa. Raja mengelus lehernya, tapi kemudian melengang, menuruni tangga tanpa sepatah kata pun. Dan tidak ada penjagaan di sampingnya. Kris merasa hal itu mencurigakan

Tempat yang dimaksud harusnya tembok jam besar kan? Hanya tempat itu satu-satunya yang mempunyai tangga. Detak jam semakin terasa, daya getarnya juga mengalir ke tanah. Sejenak Aster menggigil antara risih dan merinding. Risih karena getaran itu membuat telinganya berdenging, merinding karena anak tangga paling atas terlihat suram. Meski matahari sudah menampakkan diri, tetapi sinarnya mengarah jauh ke bagian dalam Istana. Mungkin tempat ini hanya mendapat penerangan saat matahari terbenam.

Aster menelan ludah. Ia bukan tipe orang yang penakut, terkecuali hal-hal berbau mistis. Glek! Tangga ini kenapa lama-lama mirip seratus anak tangga dalam film horor? Di mana anak tangga terakhir yang ke-98 terdapat kepala mayat yang bergerak. Ugh, Aster benci pemikirannya sendiri.

1
Muhammad Alfario Wirawan
wkwkwk itu namanya bukan curhat, tapi mau ngerumpiin gurunya wkwk
SAYA MALAS RISET
Akhirnya .... g-gomenasai~ Aster-chan _T Semoga kamu tenang di alam sana ya ueuee... Alhamdulillah aku bisa lanjut vampir2 kesayanganku yang lain. Hah, Ibu Peri pergi dulu dadah! Klo lagi luang, pasti kamu kurevisi kok🥰
kelincipincang
ceritanya keren semamgat kakakkk
kelincipincang
gamau dipanggil tuan putri terus mau dipanggil affah dong?? sayang?
SAYA MALAS RISET: Say it e es ti i ar! Aster!
total 1 replies
Mamahsp99
mampir
berlyan_biru03: Pengagum Rahasia Mu...
total 3 replies
Sabar ya Putri Ketujuh🤧🤧🤧
Waduh DBD😦
Wow Aksi Aster udah bikin deg-degan😍
SAYA MALAS RISET: Hah? Emang Aster lagi ngapain kok bikin deg2an?
total 1 replies
The best❤️❤️❤️❤️
flower bean
Lihat aku disini, pembaca yang selalu setia menanti~~
SongbirdGarden
Thor, kalau capek, istirahat dulu, minum dulu, besok kita lanjut lagi ya :) Aku selalu nunggu author kok!
SAYA MALAS RISET: Aduh ya ampun makasih ya Noveltoon udah peduli sama karya saya
total 1 replies
PrincessFuzzie
Dimohon kepada author, cukup! Jangan bikin aku baper lebih parah daripada ini huhu
Zhivana anindia Lestari
hi ka aku mampir ya semangat up nya
SAYA MALAS RISET: Terima kasih sudah mampir, Sayang.
total 1 replies
alterna.nas
elipsis sudah oke. Namun, paragraf ini bukan dialog tag, melainkan dialog aksi😉. Jadi, pakai tanda titik saja. Jadi, elipsisnya (...) tambah satu titik apabila dia ada di akhir kalimat.

"Saya ...." Aster bla bla bla
alterna.nas
untuk kata: Kakak tidak usah pakai kapital di awal kata, kecuali kalau dia menjadi kata yang berada di awal kalimat.

kenapa? karena sapaan tanpa tambahan nama tidak perlu pakai huruf kapital di awal kata.
alterna.nas
ini harusnya dialog aksi.
aturan menggunakan dialog aksi adalah pakai koma atau tanda baca lain, kecuali tanda koma. Sebab tanda koma adalah tanda wajib bagi dialog tag.

dialog tag juga boleh pakai tanda baca lain selain koma, kecuali tanda titik😉
alterna.nas
Halo, Nanas-imnida sedang tahap membaca. Sebelumnya, saya mohon maaf apabila terdapat kata atau kalimat yang dapat menyinggung. Saya bukan seorang ahli kurasi, tetapi saya bisa menjelaskan sedikit tentang kepenulisan.

Sejauh ini yang dapat saya tangkap dari cerita kakak adalah masih terdapat penggunaan dialog tag dan dialog aksi/narasi yang keliru.

Ceritanya bagus, saya pikir akan menceritakan tokoh dari dunia fantasi original, ternyata semua kejadian fantasi tersebut terjadi berkat Aster bermimpi aneh. Keren sekali kakak membawakannya dengan begitu santai dan bagi saya asik-asik saja.

Bahkan, saya sontak tertawa ketika tahu siapa pangeran ke-tujuh, Aedes Aegepty😂 (eh maaf kalau penulisannya salah). oke lanjut.

Pada paragraf ini, yang tepat adalah seperti ini: "Ish!" Aster menoleh. (pakai titik saja. Kenapa harus seperti itu? Sebab di sana menoleh bukan dialog tag, melainkan dialog aksi/narasi.

Dialog aksi/narasi adalah dialog yang menjelaskan tentang aksi si pembicara, sedangkan dialog tag hanya memberitahukan penjelasan bahwa si pembicara tengah berbicara.
SAYA MALAS RISET: Halo, Kak Nanas! Terima kasih sudah direview. Itu sangat membantuku.
total 1 replies
SAYA MALAS RISET
Halo, Kakak Pembaca! Dukung karya TenSa yuk dengan cara like, komen, dan tap ❤️
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!