NovelToon NovelToon
LUNA & THE ALPHA

LUNA & THE ALPHA

Status: tamat
Genre:Romansa Fantasi / Manusia Serigala / Vampir / Cinta pada Pandangan Pertama / Tamat
Popularitas:1.2k
Nilai: 5
Nama Author: Dunia Seleb

"Aku akan menjadi perisaimu, meski seluruh dunia menentang kita."
Menjadi satu-satunya manusia di antara kawanan serigala membuat hidup Luna selalu terancam. Tapi berada di dekapan sang Alpha tampan berhati dingin, dia menemukan perlindungan yang tak pernah ia duga. Akankah cinta mereka bertahan di tengah kutukan dan perebutan kekuasaan?

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dunia Seleb, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Riak Konspirasi di Ruang Bawah Tanah

Sementara kehangatan dan janji suci terpatri di kamar atas kastil, suasana di ruang bawah tanah yang tersembunyi jauh di balik labirin batu justru terasa sedingin es. Ruangan itu hanya diterangi oleh sebatang lilin besar yang diletakkan di tengah meja kayu kuno. Cahayanya yang bergoyang melempar bayang-bayang panjang yang suram ke dinding batu alam.

Tiga orang tetua kawanan *Silver Moon* duduk mengelilingi meja tersebut. Di ujung meja, berdiri Rina dengan wajah yang masih memucat namun matanya memancarkan kilat kebencian yang membara. Pergelangan tangannya yang dibalut perban putih menjadi bukti nyata kekejaman Yudha demi membela sang gadis manusia.

"Yudha sudah benar-benar kehilangan akal sehatnya," geram Tetua Malik, pria paruh baya berambut perak yang pagi tadi menentang Yudha di aula.

Dia menggebrak meja kayu dengan kepalan tangannya yang kuat, membuat lelehan lilin berguncang. "Dia membantai kaum *Rogue* di perbatasan bukan demi menjaga wilayah kita, melainkan demi melindungi perempuan lemah itu! Ini aib bagi bangsa serigala sejati!"

Tetua lainnya, seorang pria kurus dengan janggut panjang bernama Tetua Gani, mengelus janggutnya perlahan dengan tatapan mata yang licik.

"Ikatan belahan jiwa memang hukum kuno yang kuat, Malik. Kita tidak bisa menentang hukum itu secara terang-terangan tanpa memicu perang saudara di dalam kawanan. Anak-anak muda masih sangat memuja kekuatan Yudha sebagai Alpha."

"Lalu kita harus diam saja melihat takhta *Silver Moon* didampingi oleh darah manusia?!" potong Rina dengan suara melengking tajam yang dipenuhi rasa cemburu.

"Hari ini dia mengancam akan merobek tenggorokanku! Besok, bisa jadi dia akan mengeksekusi kita semua hanya karena perempuan itu menangis! Kita harus bertindak!"

Tetua Malik menatap Rina, lalu beralih menatap Tetua Gani. Sebuah senyuman dingin dan penuh arti perlahan terukir di wajah keriputnya.

"Kita tidak perlu menentang Yudha secara langsung," bisik Tetua Malik, mencondongkan tubuhnya ke depan hingga wajahnya terpapar cahaya lilin yang remang.

"Kita hanya perlu membuktikan kepada seluruh kawanan bahwa manusia itu adalah pembawa petaka. Jika perempuan itu terbukti menjadi penyebab hancurnya benteng pertahanan kita, Yudha tidak akan punya pilihan selain mengeksekusinya sendiri demi menyelamatkan kawanannya, atau dia harus turun dari takhta Alpha."

"Apa rencanamu, Malik?" tanya Tetua Gani, matanya menyipit tertarik.

"Kaum *Rogue* di luar sana dipimpin oleh Hendra, serigala buangan yang haus akan darah dan kekuasaan," jawab Malik dengan suara yang sengaja dikecilkan hingga menyerupai desis ular.

"Mereka gagal malam ini karena mereka menyerang lewat perbatasan yang dijaga ketat. Bagaimana jika kita... membuka celah dari dalam?"

Rina tersentak, namun sedetik kemudian seringai puas muncul di bibir merahnya.

"Maksudmu, kita memberikan informasi jalur rahasia kastil kepada para *Rogue*?"

"Benar," angguk Malik tanpa sepeser pun rasa bersalah.

"Kita biarkan para *Rogue* masuk dan membuat kekacauan. Target utama mereka pasti perempuan itu. Saat kekacauan terjadi, kita akan menghasut kawanan bahwa keberadaan gadis manusia itulah yang mengundang kutukan dan kemarahan musuh. Yudha tidak akan bisa melindungi kelemahannya jika seluruh kawanan berbalik menuntut keadilan."

Keheningan yang mencekam kembali menguasai ruangan bawah tanah itu. Rencana pengkhianatan besar telah matang dirajut di balik kegelapan. Mereka siap mengorbankan kedamaian kawanan demi menyingkirkan satu-satunya manusia yang dianggap sebagai noda di dalam kastil serigala.

Di atas meja, api lilin tiba-tiba bergoyang hebat ditiup angin yang berembus dari celah dinding batu, lalu mati seketika meninggalkan ruangan tersebut dalam kegelapan total yang pekat, sepekat konspirasi yang baru saja mereka lahirkan.

---

1
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!