NovelToon NovelToon
Montir Ganteng

Montir Ganteng

Status: tamat
Genre:Teen / Romantis / Komedi / Tamat
Popularitas:427.4k
Nilai: 4.9
Nama Author: Dareen

Dareen yang selalu dibandingkan oleh papanya dengan kakak kandungnya yang bernama Aril. Dareen madih kuliah sedangkan Aril sudah bekerja. Dareen akhirnya membuktikan pada papanya bahwa ia bisa mandiri tanpa bantuan dari papanya. Dareen mulai ikut bekerja sebagai montir, karena dia mempunyai paras yang tampan. Akhirnya banyak yang menjuluki Montir Ganteng.

Bagaimana Dareen bisa sukses?
Ikuti ceritanya di Montir Ganteng.

Thank's.
Dareen_Naveen (Boezank Jr.)

Karya ini diterbitkan atas izin NovelToon Dareen, isi konten hanyalah pandangan pribadi pembuatnya, tidak mewakili NovelToon sendiri

Part. 20 (Salah Paham)

Yumna terbangun mendengar tawa seorang laki-laki. Matanya terlihat merah. Dia tersenyum dan menyembunyikan wajahnya di belakang punggung gue.

Mamang juru parkir pun berlalu dengan tawa kecilnya.

“Ish! Oppa, kok gak bangunin Aku?” ucap Yumna sambil memukul pelan lengan gue.

Gue tersenyum.

“Kok malah senyum sih? Sebel!” Yumna cemberut.

“Gimana enggak senyum Na, Kakak udah bangunin dari tadi. Sepertinya, Mang juru parkir tadi nyangkanya Kamu pingsan. Karena dari tadi Kakak bangunin Kamu, enggak bangun juga.”

“Masa sih?”

“Hm’em kan kamu *****. Nempel Molor!” Gue terkekeh.

“Oppa ... ish!”

Gue mengantarkan Yumna pulang. Walau masih gerimis, gue memaksakan karena takut nanti Yumna nyape rumah kemaleman.

Langit hitam pekat yang menauingi kami di malam ini. Hanya ada cahaya lampu taman yang memberikan penerangan malam ini. Bulan dan bintang sudah tak terlihat karena mendung yang sangat gelap.

Tibalah kami disebuah gerbang yang menjulang tinggi. Gerbang yang memperlihatkan kemegahan yang nampak dari luar, membentengi rumah megah yang berdiri kokoh diantara rumah-rumah yang ada di sekitarnya.

Yumna turun dari motor, ia memberikan jaket itu pada gue. Mata lelahnya terlihatan tak sanggup untuk menahan, mungkin yang ada dalam pikirannya hanya ranjang dan boneka beruang yang akan memberikan kenyamanan dan kehangatan di malam yang dingin karena guyuran air hujan.

“Mampir dulu, Oppa?”

Yumna berbasa basi. Padahal gue udah tahu dari matanya yang sudah sangat mengantuk.

“Udah malem Na, Kakak balik, ya?” jawab gue.

“Hujannya nambah deras Oppa, nanti Oppa sakit.”

“Enggak apa-apa paling cuma lima belas menit udah nyampe rumah. Kamu istirahat.”

“Sini!” Yumna menarik gue.

“Apaan?” Gue mendekatkan diri dan Yumna mendekatkan bibirnya ke telinga gue.

“I LOVE YOU, Oppa” Yumna berlari masuk gerbang lalu melabaikan tangan.

Gue tersenyum “I  Love You too, *****.”

Sejenak gue terdiam di bawah pohon rindang yang berada di samping pintu gerbang megah itu. Gue melihat kamar Yumna yang masih menyala.

Yumna mengintip dari tirai jendela kamar dan tersenyum menatap gue. Yumna terlihat telah mengenakan piyama, sepertinya ia akan bergegas tidur namun gawai masih ada dalam genggamannya.

Drettt ... Drett....

Hp gue bergetar.

Gue ambil gawai yang ada dalam saku celana. Terdapat chat WA dari Yumna. Gue sentuh layar gawai dan membaca isi pesan dari Yumna. ‘Oppa pulang udah malem, muachh ....’

Gue menggelengkan kepala, merasa lucu melihat pesan yang Yumna kirim. ‘Iya kakak balik ya, have a nice dream, Sayang.’ Gue pencet send. Terdapat tanda centang dua berwarna biru. Gue melambaikan tangan seraya memarkiran motor dan bergegas pulang ke rumah.

Melesat dalam malam yang disertai hujan rintik-rintik, membuat basah sekujur badan. Jalanan sepi, toko pun sudah mulai banyak yang tutup.

.

SRETTT ....

Gue buka pagar rumah dan memasukan motor dalam garasi. Ternyata sudah menunjukan pukul sepuluh malam, gue bergegas masuk.

“Dareen, dari mana Kamu?” Suara Papa terdengar mengagetkan gue.

Gue tersenyum masam.

“Dari bengkel, Pa.” Gue jawab santai.

“Sampai jam segini?” Suara papa mulai meninggi.

“Tadi banyak kerjaan, Pa.” Gue beralasan.

KREKKK ....

Pintu kamar bang Aril terbuka. Seperti biasa bang Aril membela gue.

“Pa, biarkan Dareen masuk dulu. Kasihan, tuh liat baju sama celananha basah semua.” Ujar bang Aril.

“Papa bingung sama jalan pikiran Adekmu, Ril. Kenapa dia enggak mau gabung ke perusahaan Kita aja, sih? Jam segini baru pulang. Kek gajinya gede aja.” Cerca Papa.

JEDERRRR!

Suara sambaran petir di luar sana serasa menyambar hati gue. Hati yang tersayat dengan ucapan papa, bukan kali ini saja papa menyinggung hati gue. Tiap hari papa selalu membandingin gue, dan malam ini juga papa melukai perasaan gue.

Tanpa ada ucapan, gue memilih untuk pergi meninggalkan bang Aril dan papa. Gue masuk kamar, ganti baju sama celana lanjut masuk ke dalam selimut.

Terdengar suara papa masih berdebat sama bang Aril. Gue lebih memilih memasang ear phone dan mendengar music dengan volume yang kencang.

.

Gue dikagetkan dengan bunyi alarm yang gue setting. Langsung, gue sholat subuh karena adzan sudah berkumandang. Pagi-pagi buta gue udah pergi meninggalkan rumah, sialnya ada kak Manda yang melihat.

“Dareen, Kamu mau kemana pagi-pagi begini?” tanya kak Manda.

“Gawe Kak, ada kerjaan yang belum selesai kemarin. Gue pamit, ya? Assalamu’allaikum” ucap gue berpamitan.

“Wa’allaikum salam,” jawab kak Manda.

Gue langsung ngeloyor dengan menaiki R25 kesayangan. Setelah sampai bengkel, gue lanjut tidur karena gue merasa enggak ada kenyamanan ketika tidur di rumah. Gue setting alarm jam setengah sembilan.

.

Gue buka rolling door bengkel, ternyata Ferdy sudah menunggu.

“Jang, Lu enggak balik?” Ferdy bertanya dengan ekspresi wajah yang kaget.

“Balik.”

“Lah ... tumben Lu udah ada di dalam, emang Lu nyampe sini jam berapa?”

“Sehabis sholat subuh gue langsung ke sini, Bro!”

Ferdy menggaruk kepalanya, entah gatal atau heran.

“Ya udah Bro, ngopi ya?” ucap gue mengalihkan pembicaraan.

“Udah gue aja yang buat, Lu hot  moccacino, pan?”

“Bukan, Gue orang!”

“Heuh!” Ferdy menoyor kepala gue kesal.

Ferdy dan gue emang udah deket banget, kek sodara malah. Gue dan dia udah enggak ada jarak, baik buruk sikap kami, udah saling tahu. Jadi, enggak ada tuh yang namanya sok jaim.

Ferdy membuatkan minuman untuk kami. Kebetulan gue menyimpan stock mie instan dan telur yang gue simpan di bengkel. Akhirnya, gue nyusul Ferdy ke dapur untuk masak mie karena perut gue udah enggak bisa dikompromiin.

“Ngapain Lu ke sini? Kangen sama gue?” Ferdy terkekeh.

“Heleh, najis gue kangen sama Lu, Nyet!” ujar gue.

“Terus, Lu mau ngapain?”

“Masak mie, Gue laper.”

Ferdy cengengesan.

“Kalau Lu mau, masak aja sendiri. Masih banyak stock di lemari,” ujar gue.

“Ya. Tapi Gue udah makan kok. Gue ke depan, ya?” Ferdy ngeloyor sambil membawa dua cangkir minuman panas.

Masak indomie rasa mie kocok bandung plus telor sama irisan cabe rawit, ajib mantap bos ku! Haha ... bukan iklan ya? Cuma ngasih tahu mie yang gue suka.

Gue bawa semangkok mie yang super pedas ini kedepan, biar sekalian bisa nangkring di depan bengkel.

“Hem ... wangi banget, Bro! Aromanya enak.”

Ferdy mendekati mangkok gue, tangannya kini memegang garpu dalam mangkok yang berisi mie plus telor. ‘HAP’ akhirnya mie itu masuk dalam mulutnya.

“Kalau mau, buat sediri sana!” Gue jitak kepala Ferdy.

“Hehe ... iya, ternyata enak, Bro. Gue masak juga ah!”

Mata gue mendelik.

Sementara Ferdy memasak, gue makan sarapan pagi gue. Ternyata hal yang paling utama itu sehat, buktinya cuma makan mie instan pake telor aja udah nikmat hehe.

Tin ... Tin ....

Ada customer datang.

Honda jazz warna merah, sepertinya tak asing. Ada seorang ABG cantik, mungkin seumuran Yumna. Penampilannya girly abis. Berambut panjang, dia memakai mini dress. Dia mendekati gue yang baru selesai sarapan pagi.

“Pagi Mba, ada yang bisa dibantu?” tanya gue sopan.

“Iya, tolong dicek mobilnya ya Kak, tau apanya yang rusak. Test drive aja, ni kuncinya kak.”

“Oke!”

“Aku mau beli sesuatu dulu di warung sebrang sana ya kak.”

Gue buka pintu mobil bermaksud untuk mengetahui bagian mana yang rusak ketika gue test drive nanti. ABG itu pamit  menyebrang hendak membeli sesutu. Tiba-tiba, ada motor yang melaju kencang hendak mendekati gadis itu.

Spontan gue berlari kearahnya yang tidak begitu jauh dari gue.

Gue menarik tangan gadis itu, lalu kami berdua jatuh, sialnya gue malah terluka di bagian lengan. Ada luka lecet yang panjang di tangan gue. Ferdy pun mendekat dan membantu gue.

Tapi untunglah, gadis itu baik-baik saja tanpa ada luka pada dirinya. Akhirnya Ferdy yang menservis mobil gadis itu.

“Ada kotak P3K enggak, Kak?” tanya gadis itu.

“Ada, di dalam etalase tuh dari sini juga kelihatan.” Gue menunjukan letak kotak P3K.

“Ya udah, Aku ambil ya? permisi,” ujar gadis itu.

Gue tersenyum, sembari meringis karena lecet yang lumayan gede ini.

“Oh iya, kenalin Kak. Nama Aku, Hanna.” Dia menjulurkan tangannya.

“Dareen.” Kami berjabat tangan.

Hanna mengobati luka gue dengan perlahan. Hanna gadis yang cantik dan juga lembut. Sepintas gue inget Yumna yang dulu juga mengobati gue seperti ini.

Akhirnya, mobil punya Hanna pun beres. Hanna membayar biaya kerusan pada mobilnya seraya berterimakasih atas pertolongan yang gue lakukan saat menyelamatkannya.

***

Ke esokan harinya, Hanna datang lagi. Tapi rada sore dia datang, mungkin pagi dia sekolah.

Dia memastikan kalau gue baik-baik aja. Dia memegang tangan gue lembut dan mendekatkan bibirnya, sesekali dia meniupnya pelan.

“Masih sakit, Kak?” Hanna berbisik.

“Lumayan, udah agak mending kok," jawab gue.

Kami berbincang cukup lama. Yumna lagi sibuk di acara pernikahan Papa nya. Makanya dia enggak kebengkel hari ini. Ada rasa kangen kalau tidak berjumpa dengannya.

Sampai sore, Hanna menemani gue. Ngobrol omong kosong kemana-mana. Setelah bengkel tutup, Ferdy dan Hanna pun balik. Begitu juga dengan gue.

Gue melesat membawa R25 menuju arah pulang.

.

“Udah pulang, Dek?” ucap bang Aril.”

“Udah bang.”

“Makan gih, Kak Manda udah masak rendang.”

“Loh, emang Mama ke mana?”

“Ke pernikahan Pak Beni” ucap bang Aril.

Gue buru-buru makan, habis itu langsung menaiki anak tangga menuju kamar untuk mandi, lanjut sholat terus tidur. Baru juga gue masuk selimut.

Drett ... Drett ....

WA dari Yumna mengirim foto.

Gue buka foto yang dikirim oleh Yumna. Ternyata ada foto gue sama Hanna seperti Hanna sedang mencium pipi gue.

‘Katanya Oppa sayang, ternyata di belakang Aku, Oppa kek gitu. Iya, Aku pacar pertamanya Oppa, tapi Aku bukan satu-satunya buat Oppa, JAHAT!’ pesan yang ditulis Yumna.

“Astaga Yumna, kamu salah paham sayang.” Gue send pesan namun tak dibaca.

Gue mengacak rambut sendiri karena kesal.

Gue video call, namun enggak diangkat juga.

Harggghhhhh ....

1
Sulaiman Efendy
WADUHHH,, UDH TAMAT RUPANYA...
Sulaiman Efendy
👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻👍🏻❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤❤🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹🌹
Sulaiman Efendy
MAMPUS LO RIL.. MKANYA JDI LAKI2, JGN GOBLOK,, MNTANG2 ISTRI BLM HAMIL, LLU SLINGKUH...
Sulaiman Efendy
PARAH TU NILA,,UDH JDI ISTRI BENI, MSH JUGA MAIN BLAKANG SAMA ARIL. DN ARIL MMG LKI2 BODOH..
Sulaiman Efendy
KN KALIAN BSA CEK KSUBURAN.. KNP SOLUSINYA HRS SELINGKUH. UDH ITU SELINGKUH DGN WANITA BKAS PAKAI..
Sulaiman Efendy
PSTI MANDA BLM HAMIL,, MKANYA SI ARIL SELINGKUH,, BSA JDI NI SI ARIL YG MNDUL..
Sulaiman Efendy
KLO BENGKEL UDH RAME PELANGGAN, KNP GK REKRUT PEKERJA BIAR GK KETETERAN..
Sulaiman Efendy
WAHHH SI ARIL SELINGKUH NI KYKNYA
Sulaiman Efendy
DINASEHATKN AWALNYA SJA SADAR, SKRG MLH MKIN PARAH..
Sulaiman Efendy
LBH BAGUS LO SELIDIKI, ATAU LO CHAT SI NILA..
Sulaiman Efendy
SEBESAR APA GAJI BENI DI PRUSAHAAN PAPA DAREEN, HINGGA BSA BLANJAIIN NILA BRG2 BRANDED, JGN2 KORUPSI TU SI BENI
Sulaiman Efendy
DI BLANJAIIN BENI, WAJAR BRANDED..
Sulaiman Efendy
BISA JDI MMG ANAK BENI, DN SI BENI SELINGKUH SAMA NILA..
Sulaiman Efendy
JGN2 YUMNA ANAK SI BENI...
Sulaiman Efendy
YA AMPUN NILA, UDH DI NASEHATI DAREEN. MSH AZA BRHUBUNGN DGN SI BENI..
Sulaiman Efendy
WAAHHH DARI TANTE2, MBAK2, SEBAYA, DN ABG, SUKA MA DAREEN..
Evi
thoor hubungan Aril sama nila bagai mana,. itu si nila hamil ank siapa bpk nya???
jd penasaran aq thoor
abdan syakura
Assalamu'alaikum kak Darren..
salken....
Kuy.....nyimak nih...😊🤝👍💪
Dareen: waalaikum salam, ..
terima kasih udh singgah di novel saya, Kak 🙏
total 1 replies
Qaisaa Nazarudin
dapet brondong nih🤣🤣
Qaisaa Nazarudin
Katanya Nila ini seumuran dgn Ariel iya,berarti tua Nila iya sama Darren..😅😅
Dareen: iya 😅
total 1 replies
NovelToon
Novel sejumlah besar sedang menunggu Anda baca! Juga ada komik, buku audio, dan konten lain untuk dipilih~
Semua konten GRATIS! Klik di bawah untuk download!